[Drabbel] Don’t say NO

Author : Baby GyuHae (@Bygyu2911)

Main Cast : Seo Joohyun & Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Rating : G

Type : Drabble

A/N: Italic font is flashback. Seohyun’s POV only.

The Story © 2012 Bygyu2911   

Kutatap wajahnya yang tampan itu. Sungguh aku gadis yang paling beruntung di dunia. Gadis yang bisa mendapatkan seorang laki-laki yang sempurna. Laki-laki idaman semua wanita.

Karena kesempurnaannya itu aku sempat beberapa kali cemburu dengan wanita yang dekat dengannya, walaupun itu untuk keperluan pekerjaannya. Tapi aku tidak bisa menyembunyikan kecemburuanku itu.

Kuraba wajahnya yang terlelap tepat di depanku. Menyentuh dengan lembut setiap lekuk wajahnya.

Perlahan mata yang sedari tadi tertutup, kini mulai membuka dengan perlahan.

“Eungh…” dia masih berusaha untuk mengumpulkan nyawanya. Aku menyuguhkan senyuman manisku.

Saat dia mulai memperjelas penglihatannya, kudekatkan wajahku dan menempelkan bibirku ke bibirnya.

“Selamat pagi, suamiku…,” ucapku. Kulihat wajahnya yang masih terkejut dengan perlakuanku pagi ini. Aku menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang menggemaskan itu.

“Apa yang terjadi denganmu pagi ini?” tanyanya. Aku hanya menggelengkan kepalaku dan tersenyum padanya.

“Sudah. Ayo bangun! Katanya mau mengunjungi Eomma…,” perintahku. Dia pun segera bangun dan bergegas ke kamar mandi.

Aku membuka kaca jendela agar sinar matahari bisa menembus. Aku memandang keluar jendela. Selintas memori terputar diotakku.

“Percayalah padaku.. Aku tidak ada hubungan apapun dengan yeoja itu…,” ucapnya yang mulai menyerah untuk meyakinkanku.

Aku tetap tidak membuka mulutku. “Seohyun-ah trust me…,” ucapnya lagi. Dia mulai berlutut di depanku.

Sungguh aku tidak ingin dia seperti ini. Tapi aku juga tidak bisa menahan rasa cemburuku pada wanita itu. Mungkin sekarang dia mengatakan mereka hanya rekan kerja.

Tapi apa yang terjadi selanjutnya kita tidak pernah tau. Aku hanya takut… Takut kehilanganmu…

“Mungkin Oppa yang menganggap dia hanya rekan kerja, tapi wanita itu??” Aku akhirnya memutuskan untuk membuka mulutku. Mengungkapkan semua yang kini ada di dalam pikiranku.

“Apa Oppa tidak menyadarinya? Dia suka denganmu… Dia menyukaimu bukan untuk pekerjaan…,” lanjutku

Dia tetap terdiam mendengar setiap kata yang keluar dari mulutku. Aku tidak bisa menahan semua ini, perlahan air mataku jatuh dengan sendirinya.

Dia menatapku, dengan pelan tangan halusnya mulai mengusap air mata yang mengalir di pipiku. ‘Kumohon jangan sepeti ini, aku semakin tak bisa menahannya.’ Batinku.

Aku terus terisak. Entah sudah berapa mili liter air mata yang telah aku kluarkan. Dia pegang pipiku dan mengarahkan mataku untuk bertatapan dengan matanya.

Matanya terlihat sendu, tak seperti biasanya. Dia terlihat menahan sesuatu yang tak bisa dijelaskan.

“Seo, dengaran aku…” Aku hanya menatap matanya yang mulai ada butiran-butiran bening di sekitarnya.

“Kau percaya padaku kan??”  lanjutnya. Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaanya itu.

“Sungguh. Hanya kau yang menempati ruang di hatiku,” ucapnya dengan penuh keyakinan. Kurasakan air mataku yang kembali mengalir kembali.

“Kau harus tau itu. kau lah satu-satunya gadis yang aku cintai selamanya” lanjutnya.

“Jadi sekarang kau percaya kan padaku? Aku tidak akan meninggalkanmu,” lanjutnya lagi. ‘Aku percaya padamu Oppa. Aku percaya, tapi aku takut yeoja itu merebutmu dariku’ lirihku dalam hati.

Tanpa berkata apapun. Aku memeluk tubuhnya. Memeluknya dengan erat. Aku meluapkan tangisanku di pelukannya.

Dia membalas pelukanku. Dapat kurasakan jika dia mencium puncak kepalaku.

“Ya! Nyonya Cho!! Apa yang kau lakukan huh? Jangan melamun,” teriakan itu membuatku sadar dari lamunanku tadi.

Aku hanya tersenyum mendengar itu. “Hey! Apa yang terjadi pagi ini? Kenapa kau sangat berbeda?”tanyanya dan mulai mendekatiku.

“Apa ada yang berbeda denganku huh?” aku kembali bertanya padanya. Dia mengerutkan keningnya.

Ani… tidak seperti biasanya kau bersikap manis seperti ini…,” jawabnya. Aku terkekeh kecil mendengar jawabanya itu.

“Apa aku tidak boleh bersikap manis seperti ini huh?”

“Ah.. tidak. Bukan seperti itu maksudku. Kau boleh bersikap seperti ini sepanjang hari” jelasnya

“Tidak memarahiku jika aku bangun kesiangan. Dan juga tidak marah saat aku bermain game seharian…” celotehnya

“Ish… jangan harap aku memenuhi permintaanmu itu. aku bersikap seperti ini hanya untuk hari ini. Karena hari ini hari libur” jawabku.

“Ah.. sudah aku mau mandi dulu…” aku segera menuju ke kamar mandi. Tapi dia mengagetkanku. Dia memeluku dari belakang.

Ku pegang tanganya yang melingkar di pinggangku. Bermaksud untuk melepasnya.

“Jangan mencoba untuk melepaskan!” ucapnya setelah mengetahui apa maksudku yang sebenarnya.

“Ya! Aku mau mandi… lepaskan…,” jawabku. Bukan malah melepaskan, dia semakin mengeratkan pelukannya.

“Seohyun-ah…” panggilnya dengan nada manja.

Saranghae…” lanjutnya. Rasanya sudah lelah aku mendengarkan kata-kata itu. Entah berapa kali dia mengucapkannya.

“Aku sudah lelah menghitung kau mengucapkan itu, Oppa!” jawabku

“Jangan menghitungnya. Karena aku tidak akan bosan mengucapkan kata-kata itu.”

****

The Story © 2012 Bygyu2911   

Annyeonghaseo *bow*
Baby GyuHae here.
Ini Drabble pertama yang aku post di sini.
Gimana? Jelek kah? Ga menarik?
create a comment please
See you next time!

Advertisements

2 thoughts on “[Drabbel] Don’t say NO

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s