[Ficlet] ANTI FAN?

Author : vanflamighty (@vanflaminkey91)
Genre : random (?), maybe a lil comedy (but I’m not sure ._.)
Rating : G
Length : ficlet
Main cast : Lee Taemin, A Girl
Support cast : SHINee
Disclaimer : claimed by me. claimed by you = illegal!

***

@autumn_saM1 aku benci Lee Taemin. Ia tak pantas ada di SHINee. Dia hanya perusak pemandangan. Kenapa harus ada hashtag #HappyTwenTae di TTWW?!
13 seconds via Write Longer

@autumn_saM1 ahhh, TTWW tak bermutu! Utk apa ultah si jamur itu ada di sana!? Shinee akan sempurna jika maknaenya si Ming, untuk aegyo kan ada Ondubu yg lucu! Sementara dancer? Key is better than Taem and Jjong has the best voice. I HATE TAEMIN!
5 seconds via Write Longer

Dia meletakkan ponselnya setengah dibanting saat mendengar suara ibunya memanggil dari balik pintu.

“Sakura!”

“Apa, Bu?!” balasnya berteriak dari dalam. Mukanya sudah ditekuk. Ia tahu ibunya akan menyuruhnya melakukan sesuatu, pasti. Padahal sudah jam delapan malam.

“Tolong keluar sebentar, pergi ke Hoong Ahjussi. Antarkan pesanan ramen ini ke rumahnya.”

Setelah menyanggupi (dengan setengah hati), Sakura membawa sebungkus ramen buatan kedai ibunya. Gadis itu menuntun sepedanya berjalan keluar halaman kedai sekaligus rumahnya itu.

“Ibu tega sekali,” gumamnya kesal.

ANTIFAN
Ficlet | ©2012, by @vanflaminkey91

“Lelah~!” serunya sambil merentangkan kedua tangannya ke atas, membiarkan telapak tangannya menyentuh langit-langit mobil SHINee. Manager melihatnya sekilas kemudian tersenyum.

“Hei, jangan lelah begitu. Ini hari ulang tahunmu. Kita akan menikmati pestamu, Taemin-ah.”

“Benar, jangan mengeluh terus, Magnae!” Onew menambahkan dan merangkul bahu Taemin yang duduk di sebelahnya. Taemin hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Bagaimana dengan Minho?” Jonghyun menurunkan iPad-nya dari hadapan wajah tampannya, menatap mata manager SHINee.

Manager mereka melirik layar ponselnya yang masih menampilkan pesan dari Minho. Rupanya ia belum menekan opsi ‘exit’, “Dia tak bisa datang. Masih shooting dengan Sulli. Hmm, tapi dia mengatakan dia akan membawa kado besok,” ucapnya santai.

Taemin tampak kecewa, “Yah. Aku sangat berharap di umurku yang kedua puluh aku bisa merayakannya bersama semua member secara lengkap.” Ia menghembuskan nafas kesal. Menyebalkan memang. SHINee tanpa satu orang, bukan SHINee tentu saja.

Limousine yang membawa keempat namja bersinar bersama dengan manager dan supir itu melaju dengan kecepatan sedang. Taemin yang duduk persis di sebelah jendela menyandarkan kepalanya ke sandaran jok yang didudukinya.

Matanya memantulkan cahaya-cahaya lampu jalanan yang mereka lewati.

“Bisa kita stop di minimarket itu? Aku haus,” pinta Taemin tiba-tiba menegakkan tubuhnya. Ketiga Hyung-nya melirik sang magnae. Dia yang jadi pusat perhatian malah tersenyum santai.

“Tak bisa tahan? Fans kita yang beruntung sudah menunggu di tempat,” ucap Key sambil bersandar. Taemin menatapnya dengan jurus tatapan mata anak anjing kecil. Key mengeluh, “Aish, ara, ara…”

Yeah, magnae selalu menang.

***

Sakura menyedot isi minuman kemasan yang baru dibelinya di minimarket sehabis mengantarkan pesanan pelanggan ibunya. Gadis blasteran Jepang ini membuang kemasannya ke tong sampah, kemudian memegang kedua stang sepedanya.

Sambil bersiul, Sakura naik ke atas sepeda berwarna pink itu, hendak melajukannya. Namun, niatnya terhenti saat melihat sesosok pria keluar dari pintu minimarket yang baru saja akan ditinggalkannya.

Ia memicingkan mata. Merasa tahu sosok pria yang menutup sebagian wajahnya dengan masker dan kacamata hitam itu.

Tch,” desisnya sambil melirik ke bawah.

Bravo! Sebuah batu!

Tanpa berpikir dua kali, dia menurunkan satu kakinya kemudian membungkuk, mengambil batu berukuran sekepalan tangan itu. Gadis yang memegang sabuk hitam di ekstrakurikuler karateka ini kemudian mengambil ancang-ancang.

“Mati kau, Lee Taemin,” gumamnya penuh kebencian. Ia melemparkan batu tersebut sekuat tenaganya dan menatap penuh harap kepada benda keras hitam tersebut agar mengenai kepala orang yang paling dibencinya itu.

PRAK!

Ia langsung melotot. Batunya malah memecahkan sebuah pot di balkon rumah seseorang. Sementara Taemin sudah masuk ke limousine-nya.

Aish!” gerutunya menepuk dahinya yang lebar. “Bodoh! Bodoh!”

Langkah seribu.

Ia mengambilnya.

***

Ingin mencari angin, Sakura mengayuh sepedanya melewati jalan raya yang agak sepi. Kedua telinganya disumbat headset berwarna putih dengan volume sedang, sehingga ia bisa mendengar lagu dan juga suara kendaraan lain di belakangnya.

Tapi, entah kesialan apa yang menerpanya hari ini. Tiba-tiba saja keseimbangannya oleng. Alhasil ia jatuh tepat di tengah jalan raya, sementara di kejauhan sorot lampu mobil terlihat.

Kakinya sakit, ia tak mampu berdiri.

Taemin, yang berada dalam sebuah limousine dengan kecepatan sedang tampak tidak berminat mendengar ocehan ketiga Hyung-nya. Sama seperti halnya manager Hyung yang sibuk dengan ponselnya, Taemin sibuk melihati keadaan jalan.

CITTT!

Taemin terdorong ke depan sehingga dahinya menabrak bagian belakang jok manager Hyung sementara member lain saling berbenturan. Limousine mereka mengerem mendadak.

Aish, Ahjussi kau ini kenapa?!” omel Key sambil mengusap-ngusap dahinya.

“Itu, Key-ah,” jawab manager menunjuk ke depan.

Mwo?”

Taemin tidak lagi mendengar ucapan mereka. Ia langsung keluar dari sana dan menghampiri seorang gadis yang terkapar di jalan dengan sepedanya.

Gwenchanayo?” tanya Taemin memegangi tangan si gadis – Sakura.

Sakura terkejut. Orang ini, orang yang paling dibencinya, ada dalam jarak sedekat ini… ish!

Gwenchana!” balas Sakura ketus. Ia pura-pura kuat dan langsung berdiri. Alhasil dia berteriak kesakitan kemudian jatuh terduduk lagi. “Oke, aku kenapa-napa,” katanya meringis. Memegangi pergelangan kakinya.

Ahjussi, tolong bawakan urus sepedanya,” ucap Taemin kepada supir mereka dan langsung menggendong Sakura, bridal style. Sakura tak banyak meronta, kakinya sakit sekali. Mau tak mau, matanya melakukan kontak mata dengan Taemin. Taemin sama sekali tidak tersenyum. Raut wajahnya terlihat lelah.

Tiba-tiba timbul setitik rasa iba di hati Sakura. Dia sudah lelah perform, sekarang ditambah mengangkat dirinya. Haish, mungkin kebenciannya akan sedikit dikurangkan.

***

Selama di jalan sampai dengan rumah Sakura yang merupakan kedai, Sakura tidak berbicara sepatah katapun kecuali saat memberikan alamat. Key, Onew, dan Jonghyun sudah membicarakannya, bisik-bisik tentu saja. Mengatakan bahwa dia gadis yang judes. Untung Sakura tidak dengar.

“Ini rumahmu?” Taemin menghela nafas pasrah menemukan jawaban Sakura yang hanya mengangguk dengan wajah judesnya.

“Tidak usah!” tolak Sakura kasar saat ia dibantu Taemin untuk berjalan masuk ke dalam rumahnya. Taemin membalasnya dengan senyuman letih, kemudian tetap memegangi tangan Sakura. Sakura tak kuasa menolak, ia hanya merutuk dalam hati.

Setelah berbasa-basi dengan ibunya Sakura, Taemin pamit dan berlari kecil menuju ke limousine-nya. Meninggalkan Sakura yang menatapnya dengan tatapan campur aduk.

“Itu artis yang kau benci, kan?” Suara ibu mengagetkannya. Sakura mendengus kemudian berbalik cepat, nyaris terjatuh kalau saja ibu tak memeganginya.

“Kau mau bubur? Ibu akan mengantarkannya ke sini dan…”

“Sudah, sudah!” potong Sakura sambil berbaring dan membenarkan letak selimutnya. “Aku tak lapar sekarang. Lagipula cuma terkilir, Bu! Sakura mau tidur saja, ngantuk! Malam, Bu ~” Sakura memasang senyum paling meyakinkan yang ia bisa.

Ibu menatapnya aneh, kemudian mengangguk.

Setelah yakin Ibu benar-benar pergi dari kamarnya, Sakura langsung menyambar ponselnya dan masuk ke aplikasi Twitter favoritnya, Write Longer.

@autumn_saM1 LEE TAEMIN JJANG! XD DIA LEBIH TAMPAN JIKA DILIHAT DI REAL~~ #HappyTWENTAE
10 seconds via Write Longer

@autumn_saM1 @skehehdanfdldi @realjonghyun90, oppadeul, sampaikan salamku untuk Taemin. SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA~~ I LOVE YOU TAEMIN! #HappyTwenTae

=END=

APA INI?! Gaje banget FF buat Tetem ;A; maklum yah, aku ngebut nih. Kalo ga ngebut, nanti keteteran lagi L jadi maaf ceritanya absurd abis. Mau dikomen sukur, gak dikomen ya pasrah aja aku L

SAENGIL CHUKKAE URI TAEMINNIE~ ^^

Selalu bersinarlah di SHINee dan menjadi maknae kecil untuk para hyungmu ^^ love you~ long life ya, Nak (?)!

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] ANTI FAN?

  1. Aigoo..jdi tu anti fans udh tobat?*bltak*
    Nice..*mwo?cuma sgini komennya?reader mcem apa aqu ini?tpi otakku emng lgi mumet deh*
    *alibi gg mutu*

  2. jiahh..untung tu anak (?) tobat jadi antifans..
    sekarang kalo diliat af banyak yg tobat, contohnya safer yg jadi sone *walupunabal* gara2 liat taeyeon di presscon smt jakarta *OOT
    hemm..tinggal tunggu kapan sasaeng fans tobat *OOTlagi

    ff-nya bagus..tapi menurutku kurang..eumm apa ya..terlalu cepat di akhir ff-nya..mungkin mestinya ditambah detail-detail lagi (?) hehe
    terus berkarya..SEMANGAT!!! 😉

    ~12~

    • maklum ya, aku bikinnya waktu lagi mampet ide (?) wkwk~ jadi emang rada cepet karena aku udah mentok ;~~~;
      nah itu tuh~ bener banget wkwk. Banyak tuh AF-AF malah jadi fanatik .____.
      iya makasih :*

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s