[Ficlet] Waiting You Come Back

Tittle      : Waiting You Come Back

Author  : Quin

Casts     :

–          Super Junior’s Kyuhyun as Cho Kyuhun

–          Park Hyojin (OC)

Length  : Ficlet

Genre   : Romance

Rating   : Teen

Backsound        : Waiting by BoA

Disclaimer : Ide dan plot hanya milik saya!!

Memberanikan diri membuat Fanfic dengan cast Kyuhyun u.u. Maaf menuh-menuhin blog ini dengan postingan saya yang gaje 😀

FF ini terinspirasi dari lagu Waiting dari BoA yang berhasil bikin aku galau setengah mati. Mumpung dapet mood, langsung saja aku tuangkan pada FF ini.

*****

How long I’m waiting for you, oppa? How long you leave me alone? Oppa, please come back to me.

*****

Aku berjalan di atas pasir pantai tanpa alas kaki yang menghiasi kakiku. Semilir angin sore juga berhembus cukup kencang menerpa wajahku. Semakin lama semakin kencang sehingga membuatku sedikit kedinginan.

Aku melipat kedua lenganku di depan dada agar membuatku sedikit lebih hangat. Aku terus berjalan di tepi pantai tanpa peduli angin berhembus semakin ganas dan aku bisa jatuh sakit. Tapi aku tak peduli aku jatuh sakit, mati pun aku sudah tak peduli lagi.

Sesak. Dada ini terasa sesak saat aku kembali teringat pada namja yang kucintai. Pada namja yang selalu memberikan kehangatan bagiku. Namja yang selalu siap meminjamkan jaketnya padaku.

*****

“Hatchii!!” tiba-tiba saja aku bersin ketika angin sore menyeruak melewati tengkukku.

“Kau kedinginan?” tanya namja itu dengan memasang tampang cemas.

Aniyo..”elakku sambil menggelengkan kepalaku beberapa kali.

Tiba-tiba saja namja itu melepas jaketnya dan memakaikannya padaku. “Pakai saja jaketku,” katanya.

“Tapii..”

“Sshh.. tak usah pakai tapi-tapian. Aku tak bisa membiarkan kau menggigil kedinginan,” katanya memotong kalimatku.

“Tapi bagaimana denganmu?” tanyaku. Bagaimana pun juga aku tak bisa membiarkannya menggantikanku merasakan rasanya dinginnya angin sore.

“Aku namja. Aku lebih kuat darimu yang seorang yeoja ringkih,” ejeknya setengah bercanda.

Aku hanya mencibir ke arahnya dan berjalan mendahuluinya dengan langkah setengah kesal.

“YA! Park Hyojin, tunggu!!” serunya dan kemudian mempercepat langkahnya agar dapat kembali berjalan berdampingan denganku.

Aku menoleh ke arahnya lalu memukul lengan kanannya dengan pelan. “Itu karena kau mengejekku, Oppa,” kataku sambil mengerucutkan bibirku.

“Itu memang faktanya,” balasnya innocent.

“Yak! Oppa, kau…”

“Tapi karena kau lemah itulah, aku jadi ingin selalu melindungimu,” katanya kembali memotong ucapanku.

Dapat kurasakan pipiku mulai memanas sekarang. Pasti semburat merah di pipiku sudah membuatku seperti apel merah.

“Ya! Are you shy?” tanyanya sedikit menggodaku.

Aniyo, ini karena efek matahari sore,” elakku sambil memalingkan wajahku darinya.

*****

Aku tersenyum kecil saat mengingat kenangan manis itu. Kenangan manis bersama namja yang sekarang entah ada di mana. Namja yang membuatku menunggu selama lima tahun tanpa ada kabar yang jelas. Namja yang selalu membuatku khawatir setengah mati. Namja yang membuatku tak bisa berpaling darinya.

Aku melirik cincin yang melingkar di jari manis tangan kiriku. Cincin yang menjadi saksi bisu saat dia berjanji akan menjadi pendamping hidupku dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit. Cincin yang menjadi saksi bisu ketika dia berjanji akan menjadi suami yang setia dan bertanggung jawab pada keluarganya.

*****

“Di hadapan Allah, Imam, para saksi, dan semua yang hadir di sini. Saya, Cho Kyuhyun, menyatakan dengan tulus ikhlas dan bebas, bahwa Park Hyojin yang hadir di sini, mulai sekarang menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, dalam sehat dan sakit, dan dalam keadaan apapun. Dan saya berjanji mau mencintai dan menghormatinya sepanjang hidup saya. Demikian janji saya, demi Allah dan Alkitab ini,” katanya dengan tegas dan lancar.

“Di hadapan Allah, Imam, para saksi, dan semua yang hadir di sini. Saya, Park Hyojin, menyatakan dengan tulus ikhlas dan bebas, bahwa Cho Kyuhyun yang hadir di sini, mulai sekarang menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, dalam sehat dan sakit, dan dalam keadaan apapun. Dan saya berjanji mau mencintai dan menghormatinya sepanjang hidup saya. Demikian janji saya, demi Allah dan Alkitab ini,” aku pun juga mengucapkan janji perkawinan.

Aku masih tak percaya dengan yang sedang terjadi sekarang. Sekarang, namja yang berdiri di sampingku ini sudah resmi menjadi suamiku. Aku benar-benar wanita paling beruntung, memiliki suami sebaik dan setampan dia. Ya, Cho Kyuhyun, pria tertampan yang pernah kutemui.

Namja itu tersenyum lembut padaku. Entah mengapa sekarang dia terlihat lebih tampan dari sebelumnya. Dada bidangnya, senyumnya, matanya, lekuk wajahnya, lehernya, terlihat sangat sempurna di mataku.

“Sekarang Cho Kyuhyun, silakan mencium istri anda,” kata pastor itu mempersilakan Kyuhyun oppa menciumku.

Kyuhyun oppa mendekatkan dirinya padaku dan sedikit mendongakkan wajahku. Perlahan tapi pasti, wajahnya semakin dekat dengan wajahku. Tak lama kemudian bibir kami pun bertautan singkat.

Terdengar tepuk tangan riuh dari umat yang hadir di gereja setelah Kyuhyun Oppa mencium bibirku. Tampak Eomma dan Eomonim menangis haru setelah kami resmi menjadi suami istri.

Jagiya, jeongmal saranghae,” bisiknya di telingaku yang seketika itu juga membuat semburat merah mucul di permukaan pipiku.

*****

Aku kembali tersenyum saat mengingat kami mengikrarkan janji suci enam tahun silam. Kulepas cincin pernikahanku dan kuamati cincin paling berharga itu. Tertera tulisan HK di cincin itu. HK yang merupakan inisial dari namaku dan namanya.

Tapi kenapa namja itu tak kunjung kembali padaku? Pada istrinya yang selalu menunggunya di Korea. Menunggunya untuk kembali tinggal di rumah yang mungil.

Oppa, kapan kau kembali? Aku bosan menunggu seperti ini. Tak tahukah kau kalau menunggu terlalu lama itu sangat menyakitkan, Oppa? Ini sakit sekali, Oppa. Oppa, aku merindukanmu. Tak rindukah kau padaku? Please, come back to me, Oppa.

Aku termenung sejenak, berpikir sudah berapa lamakah aku menunggunya. Mengingat kapan terakhir kali ia menghubungiku, baik melalui surat maupun telepon. Mengingat sejak kapan aku kehilangan kontak dengannya. Mengingat sejak kapan aku tak melihat wajah tampannya. Mengingat aktifitas apa saja yang kulakukan tanpanya. Mengingat berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk mengkhawatirkannya. Mengingat masihkah aku memiliki kesabaran untuk menunggunya lebih lama lagi.

*****

“Hyojin,” panggil Kyuhyun oppa.

Ne, Oppa,” sahutku yang sedang asyik membaca novel terbaru karangan novelis favoritku.

“Aku ingin bicara denganmu,” nada bicara benar-benar aneh dan serius. Tak seperti biasanya yang terdengar ceria dan tersirat unsur manja.

“Apa, Oppa?” tanyaku lalu melepas kacamataku dan memberikan seluruh perhatianku pada Kyuhyun Oppa. Sepertinya ia akan membicarakan hal serius sekarang.

“Hhhh..” ia tampak menarik nafasnya dalam-dalam sebelum benar-benar memulai pembicaraannya. “Aku harus pergi ke Palestina,” katanya sambil menatapku dengan sendu seperti ingin mengucapkan kata maaf.

Aku membelalakkan mataku seakan tak percaya dengan apa yang dikatakannya sekarang. “W-wae, Oppa? Untuk appa kau pergi ke negara jauh itu? Bukankah di sana sedang ada perang?”

“Justru itu Hyojin, aku harus ke sana sebagai relawan untuk merawat korban perang. Di sana dokter sangat dibutuhkan mengingat semakin banyak korban yang berjatuhan.”

“Tapi kenapa harus kau, Oppa? Lalu bagaimana denganku nanti?” mataku sudah mulai berair sekarang.

Kyuhyun Oppa kemudian memelukku dengan erat. “Mianhae.. Mianhae, Hyojin..” katanya masih dengan memelukku. Seketika itu juga air mataku pun tumpah di dada bidang Kyuhyun oppa.

Mianhae, Hyojin. Tapi aku benar-benar harus pergi,” lanjutnya lagi.

“Berapa lama, oppa?”

“Entahlah. Sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan. Tapi aku janji, aku pasti kembali. Kau harus menungguku, chagiya,” ucapnya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

“Benar?”

Kyuhyun oppa menganggukkan kepalanya mantap. “Tentu saja. Laki-laki pantang ingkar janji.”

Aku pun tersenyum dan kemudian menautkan jari kelingkingku pada jari kelingkingnya. Memegang janjinya yang akan kembali walau entah kapan.

*****

Aku melirik arloji yang sedari tadi melingkar manis di pergelangan tangan kiriku.  Arloji yang selalu menemaniku sejak Kyuhyun Oppa meninggalkanku. Arloji yang kujadikan pedoman kapan Kyuhyun Oppa kembali.

Aku menghela nafasku, berpikir betapa bodohnya aku selama ini. Menunggu namja yang tak ada kepastiannya akan kembali. Menunggu namja yang selalu membuatku khawatir setengah mati. Menunggu namja yang sudah membuatku seperti seorang janda muda.

Kupandangi lautan luas yang sudah diterangi sinar rembulan. Tampak bayangan bulan berwarna putih keperakan terpantul di air laut. Entah apa yang sedang merasukiku sekarang, aku mulai berjalan perlahan menuju tengah pantai. Tak peduli air asin sudah mencapai pahaku. Tak peduli deburan ombak yang semakin kuat dan dapat menghempaskan tubuhku ke laut dalam.

Mungkinkah ini jalan terbaik? Memilih mati daripada menunggu orang yang kemungkinannya kembali tinggal 0,0000001%? Aku sudah lelah menunggunya selama ini. Lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Berat. Rasanya berat hidup tanpanya.

Tuhan, apakah ini memang jalan yang terbaik? Beritahu aku Tuhan, apakah ia masih hidup atau sudah mati? Jika ia memang sudah mati, biarkanlah aku ikut mati. Bunuh saja aku agar aku bisa bertemu dengannya di atas sana.

“HYOJIN!” teriak seseorang memanggil namaku. “CHO HYOJIN!!” panggilnya lagi. Suara ini. Suara ini, aku sungguh mengenalnya. Suara yang selama ini kurindukan. Suara yang sudah lima tahun ini tak kudengar. Suara orang yang sangat kucintai melebihi diriku sendiri. Kyuhyun Oppa, apakah itu benar-benar dirimu?

Kutolehkan wajahku dan mendapati seorang namja tengah berlari ke laut tempatku sekarang berdiri. Mataku membelalak seolah tak percaya dengan apa yang kulihat sekarang. Mataku mulai basah karena air mata yang sudah tak bisa kubendung lagi.

“HYOJIN!” teriaknya lagi.

OPPA!” aku pun ikut berteriak dan langsung menghambur ke pelukannya.

Kupeluk pinggangnya erat seolah tak ingin melepasnya lagi. “O-op-oppa.. benarkah ini dirimu?” tanyaku sambil terisak menahan tangis haru.

“Ini aku Hyojin, aku pulang untuk menepati janjiku padamu,” jawabnya dengan mempererat pelukannya. Dadanya yang bidang, lengannya yang kekar, deru nafasnya, kehangatannya, kini itu semua dapat kurasakan setelah lima tahun ini aku begitu mendambakannya.

Oppa, kenapa sekarang kau baru kembali? Apa kau tahu betapa lelahnya aku menunggumu? Menunggu namja brengsek sepertimu yang tak pernah memberikan kabar sedikit pun pada istrimu. Kau jahat, Oppa.” Aku mengeluarkan semua uneg-unegku padanya. Kupukul pelan dadanya melampiaskan segala perasaanku sekarang. Perasaan campur aduk antara kesal, kecewa, rindu, bahagia, juga haru.

Mianhae.. Jeongmal mianhae. Tolong maafkan aku, jebaall… Akan kulakukan apa pun asal kau mau memaafkanku.”

Mianhae? Itu tak cukup, Oppa. Kau sudah membuatku menderita selama lima tahun ini. KAU JAHAT!!” kataku yang belum menuntaskan rasa amarahku padanya.

Mianhae. Aku janji tak akan pernah membuatmu menungguku lagi. Aku janji tak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku janji akan selalu ada di sampingmu mulai detik ini,” ucapnya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji?”

Ne, tentu saja. Aku tak pernah ingkar janji.”

Oppa, jangan tinggalkan aku lagi,” kataku lalu menautkan jari kelingkingku pada jari kelingkingnya.

“Aku tak akan pernah meninggalkanmu lagi. Jeongmal saranghae, Hyojin,” balas Kyuhyun Oppa dan mencium keningku lembut.

Aku menatap wajah tampannya yang diterangi sinar bulan itu. Aku tersenyum menyadari bahwa ia sungguh-sungguh tak akan meninggalkanku lagi. “Nado saranghae, Oppa.”

~THE END~

Gimana? Jelekkah? Gajekah? Maaf kalau gaje soalnya author-nya juga gaje #PLAK!

Comment? Yes. Like? Thank you. Sequel? You can make it own. *nyengir*

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s