About The Sun and The Moon ~01

Title : About The Sun and The Moon.

Author : Rei

Cast : Xi Lu Han (EXO-M), OC (Coming Soon)

Genre : Fantasy, Sad.

Length : Chapter

Rate : General

Disclaimer : Luhan bukan punya saya (Kalau dibolehin jadi punya saya boleh juga #plakk). Tapi cerita ini asli punya saya, dan bukan hasil plagiat. Cuma terinspirasi dari beberapa komik dan novel yg pernah saya baca.

Credit poster : https://smtownhouseff.wordpress.com/

A/N : Annyeong, semuanya!! Author Rei di sini! Ini FF pertama yg saya publish di sini. Akhirnya, setelah memeras otak selama tiga-empat hari, saya mendapatkan sebuah cerita yg (cukup/enggak) memuaskan. Hehehe ^__^. Karena saya masih baru, mohon bantuannya, ya #bow

Happy Reading!!

///

“Kamu pilih yang mana, bocah? Matahari, atau bulan?”

Tangisan Luhan kecil terhenti seketika, saat mendengar suara menggelegar tetapi ramah itu. Dia mendongak, dan mendapati seorang pria paruh baya bertubuh gemuk tengah menatapnya sambil tersenyum. Di tangan kanannya terdapat sebuah bola yang berwarna jingga kemerahan, sedangkan di tangan kirinya terdapat sebuah bola berwarna perak.

Kedua tangan pria itu terulur, mendekatkan kedua bola itu ke wajah Luhan. Tatapannya mengisyaratkan kata ‘cepat-pilih’ dengan amat jelas. Luhan mengulurkan tangannya ke bola berwarna jingga kemerahan dengan ragu-ragu. Pria tua itu menyeringai, tapi seringaian itu segera lenyap karena Luhan menarik kembali tangannya.

Luhan menggumam tidak jelas. Kemudian, dia memiringkan kepalanya, menimbang-nimbang bola manakah yang akan ia pilih. “Umm, aku pilih bulan”, gumamnya. Tangannya terangkat untuk mengambil bola perak yang ada di tangan kiri pria bertubuh gemuk itu.

Kini, bola perak itu sudah berada di tangan Luhan. Sesaat, suasana hening. Hanya ada pekik kegirangan Luhan yang baru saja mendapat mainan baru. Pria gemuk itu melongo sejenak, kemudian menyeringai. Mendadak, dia tertawa. Tawanya sangat keras dan membahana, sampai-sampai tanah berguncang. Luhan terdiam seketika. Bola perak itu ia dekap erat-erat.

“Bagus sekali, bocah! Sungguh menarik”, kata pria itu, disela-sela tawanya yang membahana, sambil bertepuk tangan antusias. Lalu, dia mengangkat tubuh kecil Luhan ke pangkuannya. “Baiklah. Karena kamu sudah memilih bola yang kamu suka, aku akan menceritakan sesuatu padamu. Pasang telingamu baik-baik.”

Luhan yang semula berontak, karena mengira pria tua ini akan mencekiknya, menjadi tenang. Dia sangat suka mendengarkan cerita. Baik itu dongeng, sejarah, maupun cerita horror. Pria tua itu tersenyum. “Bagus. Baiklah, dengarkan baik-baik ceritaku ini, bocah”, katanya.

Pria tua gemuk itu menarik napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya pelan-pelan. Dia mengulanginya beberapa kali. Luhan mendengus kesal. “Hentikan itu, Paman. Dan cepatlah mulai bercerita.”      

“Khekhekhe, kamu tidak sabaran sekali, ya.” Pria itu terkekeh. Dilihatnya Luhan yang masih mengerucutkan bibirnya, kesal. Dia menghela napas, kemudian mulai bercerita,

“Kamu tahu, kamu adalah orang yang ke … err, kira-kira kamu adalah orang kelima puluh yang memilih bulan.” Luhan mengangguk, menyerap perkataan si pria tua. Senyum mulai mengembang di bibirnya. “Tapi menurutku, matahari jauh lebih baik daripada bulan. Bisa-bisanya mereka memilih sesuatu yang remang-remang, daripada memilih sesuatu yang terang.”

“Hmm, begitu. Lalu?”

Pria tua itu menghela napas. “Karena itu, aku memberi mereka beberapa hadiah yang sesuai dengan pilihan mereka, bulan”, ujarnya. “Apa itu?”, tanya Luhan penasaran. Sebelum menjawab, pria tua itu menyeringai. Dia memberikan tatapan ‘yakin-ingin-tahu’ pada Luhan.

“Jawab saja. Katanya mau bercerita”, kata Luhan kesal. Dari tadi, pria tua ini selalu saja membuatnya merasa tidak nyaman. Awalnya membuat dia ketakutan dan terkejut. Sekarang membuatnya merasa kesal. “Tidak punya teman, dibenci oleh semua orang, dan kehilangan orang yang disayangi”, balas si pria tua santai.

Beberapa detik sunyi. Hanya ada suara hembusan angin. Luhan memutar kepalanya dengan gerakan pelan, untuk melihat si pria tua gemuk. Dia sama sekali tidak menyangka, pria tua bertubuh gemuk yang terlihat ramah, menyebalkan, dan payah bisa dengan santainya mengatakan hal seperti itu. Apalagi di depan anak berumur enam tahun seperti dirinya.

“Cocok sekali bukan? Manusia selalu merasa bahwa hidupnya suram tanpa teman  dan keluarga. Ditambah lagi dengan dibenci semua orang. Cocok sekali dengan bulan. Hehehe, aku memang jenius. Benar begitu, kan, bocah?”

Luhan bergidik saat pria tua itu menyeringai. “Tidak”, bisiknya. Dia berlari menjauhi si pria tua, yang sampai saat ini masih menyeringai, kemudian melempar bola perak yang dibawanya. “Aku tidak mau!!”  

“Sudah terlambat untuk menyesal, Nak. Jangan salahkan dirimu.”

TBC

A/N : Gimana readers? #nengokkeatas.  Luar biasa bagus, atau jelek amit-amit? Luar biasa panjang atau pendek? Mian ya, kalau kesannya FF ini ngawur banget. Cuma jadi spam di blog ini. Maaf, beribu maaf. Supaya saya bisa lebih baik lagi, tolong berikan komentar kalian. Oke? Baiklah, sekian pidato singkat saya ^___^ See you next chapter

Don’t Be Silent Reader, Please!

Advertisements

9 thoughts on “About The Sun and The Moon ~01

  1. menarikkk,, FF genre fantasy emang selalu gemes pengen dibaca,,
    sejauh ini masih belom kbyanga kedepannya gimana,,
    ditunggu dulu chap lanjutannya yaa,,
    baru maen tebak2annn 🙂

    p.s kependekannn thorr ._. #plakk #bukk

    • mian kalau kependekan. udh mentok sampe situ idenya bwt chap 1. hehehe ^^. makasih komennya eonnie. tnggu aja deh lanjutannnya. masih dlm pengrjaan #bhsnya.

      sekali lagi makasih *bow

  2. Annyeong chingudeul,memberdeul,admindeul*semuax dch
    sbenarnya menurut nae udah bagus idex tapi kog pendek bgt ya?…tapi bgus kog keep writing n lanjutanx A.S.A.P ya..^^
    ~2~

    • Hai juga, Roseline! ^^

      Eh? FFku yg abal2 ini dibilang bagus? Gomawo ya …

      Kependekan? Mian ya. Ideku bwt Chap 1 mentok sampe situ. Hehehe. Q usahain chap depan lebih panjang.

      Makasih reviewnya. ^____^ #bow

    • Annyeong, eonnie. makasih dah mampir, baca, n komen. hehehe, bnyk yg blng pendek. ideku mentok di situ soalnya.

      lanjutannya masih dikerjain. tnggu aja, ya ^___^
      (p.s : asap tuh apa sih? kok semuanya ngomong gitu?)

      • Eh gak tau A.S.A.P? Oke baiklah saya jelaskan #ehem asap itu kayak bilang cepetan loh dek ‘jangan lama-lama’ yah singkatnya gitu, mengerti? <<brasa jadi guru

        ok ditunggu ff'a

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s