One Year Later (Part 2 of 2) Part 2 END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Author : Im SooNa
  • Cast : Im Yoona, Cho Kyuhyun, Im SeoHyun, etc
  • Genre : Sad, Romance
  • Rating : PG+13
  • Length : Twoshoot

Annyeong, ini adalah terusannya One Year Later (Part 2 of 2) Part 1 😀 semoga pada suka yoo ^^ i hope you like it, and don`t forget to RCL ^^

~~YOONA POV~~

“Se..sebenarnya aku kemarin hampir tertabrak truk.” Ucapku lirih.

“Mwoyaa?” teriak eomma semakin keras.

“Dengarkan aku dulu eomma, aku diselamatkan oleh seseorang dan..” aku menggantung kalimatku.

“Dan?” tanya eomma.

“Orang itu yang tertabrak.” Ucapku parau, kini air mata telah membasahi pipiku.

“Eonnie.” Ucap SeoHyun lirih.

“Ini semua salahku membuatnya tertabrak.” Ucapku parau.

“Siapa dia YoonA?” tanya Eomma yang entah dari kapan sudah berasa disamping YoonA.

“Mianhe Eomma, aku akan bercerita nanti. Perasaanku sedang bercampur aduk, aku akan menjenguknya ke rumah sakit.” Ucapku, jujur saja aku tidak kuat untuk menceritakan ini kepada orang lain.

“Aku akan mengantarmu eonnie.” Ucap SeoHyun.

“Anni~ aku akan kesana dengan SooYoung.” Tolakku halus.

***

Kini aku tengah berada di depan ruang rawat KyuHyun, ingin rasanya aku segera masuk ke dalam ruang itu. Aku sangat merindukannya, apa ia sudah sadar?

“Yoon, ayo masuk.” Ucap SooYoung dan hal itu berhasil membuyarkan lamunanku.

“Aku belum siap, Soo-ah.” Jawabku kemudian.

“Kyu pasti merindukanmu, dan kurasa kau sangat merindukannya.” Jawab SooYoung, memang jawabannya sangatlah benar aku begitu merindukannya.

“Ayo, kajja.” Tambahnya, kami segera memasuki ruang rawat KyuHyun.

Aku menghentikan langkahku dengan segera setelah mendapati bahwa…bahwa ia masih belum tersadar. Ia terbaring lemah di ranjangnya dengan perban di kepalanya dan beberapa alat yang membantunya bernapas. Oh Tuhan, apa yang kulakukan padanya?

Aku terduduk lemah ditempat itu juga sembari menangis, rasanya sangat menyakitkan melihat KyuHyun masih terbaring lemah dengan alat-alat itu. Oh tuhan aku bersedia menggantikan tempat KyuHyun, aku tak ingin ia menderita.

“Yoon, kau kenapa?” pekik SooYoung yang kini tengah membantuku berusaha berdiri.

“Ini semua salahku!!” teriakku kemudian, aku sudah tak kuat lagi Tuhan.

“Yoon.” Ucap SooYoung lembut dan dengan segera ia memelukku, dan membelai rambutku perlahan.

“AAAAAAAA.” Teriakku kemudian, aku seperti sudah tak bisa mengendalikan diriku lagi.

“Yoon, tenanglah aku disini.” Ucap SooYoung lirih tepat di telingaku.

“AAAAAAAA.” Lagi-lagi aku berteriak.

“Y..Yoon, k..kau kenapa?” tanya SooYoung yang mendapati tubuhku tengah menggigil.

“…..” aku terdiam dengan tetap menggigil.

Dengan segera SooYoung membawaku ke sofa yang terletak di ujung ruangan, ia mendudukanku disana. Dan tidak lupa ia menyelimutiku dengan selimut yang disediakan perawat untuk KyuHyun.

“Yoon, aku dsini.” Ucap SooYoung pelan, ia masih tetap memelukku. Dapat kurasakan jika SooYoung menangis ia meneteskan air matanya di telapak tanganku.

***

          Rasanya saat ini pusing sekali kepalaku, ada apa denganku? Apa yang terjadi? Dimana aku? Pertanyaan-pertanyaan itu terlintas bergantian di dalam otakku, pikiranku kembali melambung jauh disaat aku akan masuk ke ruang rawat KyuHyun. Tunggu, apa aku tertidur disini? Tapi dimana SooYoung?

Aku melihat ada sebuah note kecil yang terletak dibawah lampu hias di ruang rawat KyuHyun. Aku segera mengambil note itu dan membacanya.

To : Yoon~

Aku sedang membeli makanan, aku akan kembali secepat mungkin ~~~~~~^^

Hanya itu isi notenya. Aku melirik ke arah ranjang KyuHyun, dan ia masih seperti tadi. Terbaring lemah dengan alat-alat disekitarnya, dan kini aku kembali meneteskan air mataku.

Aku berjalan ke arah KyuHyun, dan duduk di kursi yang berada di samping ranjangnya. Air mataku telah mengalir dengan derasnya, mungkin air mata ini akan berhenti saat aku sudah tak bisa lagi menangis. Kubelai lembut wajahnya, berharap ia akan tersenyum lagi seperti dulu.

“Apa aku masih layak melihat senyummu?” Gumamku.

“Kau tak berubah, aku senang jika kau masih seperti yang dulu. Segera buka kedua matamu Game, aku merindukanmu.” Ucapku kemudian.

~~END YOONA POV~~

~~AUTHOR POV~~

SooYoung telah selesai membeli makanan, ia segera kembali ke kamar rawat KyuHyun. Namun ia segera mengurungkan niatnya setelah mendapati sahabatnya tengah terduduk di samping ranjang KyuHyun.

‘Mungkin ia butuh waktu.’ Batin SooYoung.

“GameHyun bangunlah, aku merindukanmu. Taukah kau betapa sulitnya melupakanmu? Mengubur seluruh rasaku padamu? Aku mencintaimu, sampai kapanpun. Rasa itu tak akan pernah berubah, tak akan pudar seperti janji kita dulu.” Ucap YoonA kemudian, dan berhasil terdegar oleh SooYoung.

Ia tertegun mendengar kalimat itu, ia begitu sedih melihat sahabatnya seperti itu. Bagaimana tidak? Ia sangatlah menyayangi kedua sahabatnya itu. Ia sangat ingin melihat mereka kembali bersama lagi, bersenda gurau seperti dulu kala. Ia tak ingin mengingat-ingat lagi bagaimana YoonA kala KyuHyun pergi tanpa memberi kabar apapun.

Sudah lumayan lama SooYoung berada di luar ruang rawat, ia ingin masuk disaat yang tepat. Kini ia memberanikan dirinya untuk masuk ke ruangan itu, ia juga tidak ingin jika sahabatnya sakit karna ia telat makan.

“Yoon, ayo makan.” Ucap SooYoung yang kini telah berada disebelah YoonA yang tengah terduduk di samping ranjang Kyuhyun. Namun YoonA hanya merespon dengan gelengan kepala saja.

“Nanti kau sakit, Yoon. Ayo makan.” Ajak SooYoung lagi, namun ia tetap menggelengkan kepalanya.

“Biarkan aku sakit, biarkan aku mati sekalian agar aku bisa memberikan nyawaku pada KyuHyun.” Desis YoonA, namun dapat terdengar oleh SooYoung.

“Kau tak boleh seperti itu Yoon, Kyu akan sembuh. Yakinlah.” Jawab SooYoung meyakinkan YoonA.

“Buktikan Soo, buktikan. Buktinya kini ia masih terbaring di ranjang ini, apa ini yang artinya sembuh?” tangisnya pecah lagi.

“Yoon, jangan seperti ini. Aku sedih Yoon, sedih melihatmu seperti ini.” Ucap SooYoung kemudian, kini ia juga menangis.

“Bagaimana aku tidak seperti ni Soo? Aku mengecewakan KyuHyun, mengecewakan Appa KyuHyun. Bahkan aku mencelakai orang yang sangat aku cintai.” Ucap YoonA sembari menghapus kasar air matanya.

“Yoon, ia menyelamatkanmu adalah bukti bahwa ia memang mencintaimu sepenuh hatinya.” Jawab SooYoung kemudian. “Uljima, kita harus yakin jika Kyu akan sehat kembali.” Tambahnya sembari membelai lembut rambut panjang sahabatnya.

***

“Yoon, ayo pulang ini sudah malam.” Ajak SooYoung yang sedang memasukan barang-barangnya kedalam tas berwarna pink.

“Aku ingin menemani Kyu, Soo-ah.” Rengek YoonA kemudian.

“Anni~ kau harus jaga kesehatan, besok aku akan menemanimu lagi. Aku berjanji.” Jawab SooYoung dan dibalas anggukan oleh YoonA.

“Apa aku tidak merepotkanmu, Soo-ah?” tanya YoonA.

“Tentu saja tidak.” Jawab SooYoung sembari menampilkan senyum lebarnya.

“GameHyun, aku pulang dulu ya. Aku akan kembali lagi besok, kuharap besok aku bisa melihat senyumanmu.” Ucap YoonA sembari mencium telapak tangan KyuHyun dan ia segera keluar dari ruang rawat KyuHyun.

“Kyu, cepatlah bangun. YoonA dan aku merindukanmu, kau sudah membuatnya kehilangan banyak air mata Kyu.” Pamit SooYoung

***

“Soo, apa aku jahat?” tanya YoonA dengan seketika membunuh keheningan yang sedari tadi menemani mereka di dalam mobil.

“Apa maksudmu Yoon?” tanya SooYoung dengan sesekali melirik ke arah YoonA karna ia masih terfokus untuk menyetir.

“Aku egois, Soo.” Ucap YoonA parau, dan mulai mengalirkan air matanya lagi. Karna SooYoung ingin menenangkan sahabatnya ia memutuskan untuk segera menepi dan menghentikan mobilnya.

“Yoon, sudah kubilang kan ini….” ucap SooYoung namun dipotong oleh YoonA.

“Jelas ini salahku, ini semua karna egoisku.”

“Yoon.”

“….”

“Mianhe aku merepotkanmu Soo-ah.” Ucap YoonA kemudian.

“Kau tidak merepotkanku Yoon.” Jawab SooYoung sembari tersenyum simpul.

“A..appa KyuHyun i..ia telah tiada.” Ucap YoonA lirih, sontak membuat SooYoung membelakkan kedua matanya.

“Ia datang ke mimpiku.” Ucap YoonA parau, dan tak dapat dipungkiri lagi ia meneteskan air matanya.

“Mungkin itu tidak nyata Yoon.” Elak SooYoung kemudian.

“Aku sangat yakin jika itu benar Soo.”

***

         Dengan langkah gontai YoonA berjalan menuju kamarnya, yang ia inginkan saat ini hanyalah ketenangan.

“YoonA.” Suara lirih seorang yeoja paruh baya berhasil menghentikan langkah YoonA, ia kemudian berbalik dan mendapati Eommanya menatap sendu kearahnya.

“Eomma.” gumamnya dengan menampilkan senyum yang terkesan dipaksakannya.

“Ceritakan semuanya pada Eomma. Eomma tak ingin melihatmu bersedih lagi, YoonA.” Ucap Eommanya kemudian.

“Aku tidak apa-apa, Eomma.” Itulah kata-kata yang terlontar dari bibir YoonA.

“YoonA.”

“Gwaenchana.” Elak YoonA kemudian. “Eomma, aku ke kamar dulu.” Pamitnya kemudian.

***

          Jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi, namun YoonA masih terjaga. Ia tidak bisa memejamkan matanya, banyak sekali hal yang bersarang di otak gadis itu saat ini.

“Bisakah aku melihat senyumanmu? Masih pantaskah aku?” desisnya.

***

~~END AUTHOR POV~~

~~YOONA POV~~

7 Days Later

Aku melangkahkan kakiku menuju ke rumah sakit tempat dimana KyuHyun dirawat, menerpa panasnya cahaya matahari yang mulai membakar kulitku. Aku tidak peduli dengan hal itu, yang kupedulikan hanyalah berada di samping KyuHyun.

Kemudian aku menyusuri lorong demi lorong yang berada di rumah sakit ini, dan tidak lupa aku menyapa beberapa perawat yang berlalu-lalang di rumah sakit ini. Jujur saja, kini perasaanku lebih baik daripada kemarin-kemarin, terima kasih kepada semua orang yang telah memberiku semangat.

Aku segera masuk ke ruangan VIP no. 7, ya itu adalah ruang diamana KyuHyun dirawat. Harapanku adalah ketika aku masuk ke ruangan ini aku mendapati KyuHyun tengah membaca di atas ranjangnya sembari tersenyum ke arahku saat aku masuk ke ruangannya. Namun harapan itu tak pernah terjadi, yang kudapati hanya KyuHyun yang terbaring lemah dan ditemani oleh alat-alat medis.

“Oppa, aku sudah datang.” Ucapku saat masuk ke ruangannya. “Lihat apa yang kubawakan untukmu, tadaaaaa ini adalah cokelat kesukaanmu. Ayo bangun GameHyun, kita makan bersama.” Tambahku, yang kurasakan hanyalah aku seperti orang gila yang berbicara sendiri. Tapi aku tidak peduli dengan hal itu, aku yakin jika ia akan membuka matanya dan tersenyum kembali.

Aku duduk di samping ranjangnya sembari mengenggam tangannya, dan kami berdoa. Itulah yang pertama kali kulakukan saat aku sampai di ruang rawatnya. ‘Tuhan akan selalu mendengar doa umatnya.’ Batinku.

~~END YOONA POV~~

~~AUTHOR POV~~

Matahari sudah sampai di ufuk barat, itu tandanya hari sudah sore. YoonA tertidur di samping ranjang KyuHyun sembari menggenggam tangannya.

“D…eer Yo..onn..g.” Desis KyuHyun pelan, nyaris seperti bisikan. Yoona  yang tertidur di samping ranjangnya bangun karna suara lirih yang dikeluarkan KyuHyun.

“G..Game H..yun.” pekik YoonA pelan. Ia benar-benar terkejut dengan sadarnya namja yang begitu ia rindukan.

‘I lived trying to forget for a while
Seemed like feeling fine for a while
However, i am realizing as time goes by
That i can’t be without you’

“Mianhe.” Ucap YoonA sembari menundukkan kepalanya

END

Mian ya author gantungin ceritanya, insya allah mau dikasih sequel. Eotthokae? Komen ya yang mau sequel, hehe J Don`t forget to RCL, chingudeul ~~~^^

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s