I Will Always Love You ( Sequel One Year Later)

  • Author : Im SooNa ( RizkYoong )
  • Cast : Im Yoona, Cho Kyuhyun, etc.
  • Genre : Sad, Romance, Family
  • Rating : General
  • Length : Sequel

annyeong 🙂 tadaaaaa, ini sequelnya one year later, semoga pada suka ya ^^ visit juga ya http://imsoonafanfiction.wordpress.com/ ^^

~~AUTHOR POV~~

“Kau tidak salah Yoong.” Ucap KyuHyun pelan. “Aku yang salah. Saranghae.” Tambahnya.

“7 tahun ini sangatlah berat bagiku, melupakanmu tak semudah itu. Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melupakanmu, mungkin selama aku hidup aku tak dapat melupakanmu. Kau datang kembali setelah 7 tahun meninggalkanku, kau datang saat aku berusaha melupakanmu dan mengubur dalam semua perasaanku padamu.” Ucap Yoona, tak terasa ia mulai meneteskan air matanya.

“Mianhe, Yoong.” Sesal KyuHyun.

“Dan disaat kau kembali, aku justru melukaimu. Apa aku masih pantas berada di sisimu? Apa aku masih pantas untuk melihat senyummu?”  ucap YoonA lirih.

Tangis YoonA pecah, namun dengan cepat KyuHyun menarik YoonA ke pelukannya dan mendekap gadis itu erat. Ia tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang lemah lantaran baru saja tersadar dari tidur panjangnya, ia hanya ingin melepas kerinduannya kepada gadis yang telah mengunci rapat pintu hatinya.

“Kau tak pernah melukaiku, akulah orang yang selalu melukaimu. Tentang kecelakaan itu, itu bukanlah kesalahanmu. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu aku tak ingin kau terluka. Biarlah jika aku terluka, namun tidak denganmu. Kau begitu berharga DeerYoong.” Ucap KyuHyun, ia juga mulai meneteskan air matanya. “Akulah yang tidak pantas untukmu, akulah yang mengecewakanmu, akulah yang menlukaimu.” Tambahnya, ia sama sekali tak memberi kesempatan bagi YoonA untuk bicara.

Seketika keheningan menyelimuti ruang VIP no.7 yang tidak lain adalah ruang rawat KyuHyun. Dua orang manusia yang berada diruang itu masih sibuk dengan pikirannya masing-masing.

“Tetaplah disisiku, aku tak ingin kehilanganmu. Aku berjanji untuk selalu menjagamu, mencintaimu, dan akan selalu disisimu hingga maut menjemputku. Itu bukanlah keinginanku untuk meninggalkanmu, aku tau aku bodoh karna telah meninggalkanmu. Apakah kau mau memberiku kesempatan lagi, DeerYoong?” ucap KyuHyun memecah keheningan diantara mereka.

‘Could your feelings perhaps be the same as mine?
Will you give me another chance?
I know now that we can never part from each other
The one person I love and love again’

“Ah kau sudah tersadar Mr. Cho.” Ucap seseorang yang memasuki ruang rawat KyuHyun, dan dapat dipastikan jika orang itu adalah Dokter Kim.

Kedua orang itu segera melepaskan pelukan mereka, dan segera menghapus air mata mereka. Dan segera mengalihkan pandangan mereka ke Dokter Kim dengan senyum yang terkesan dipaksakan.

“Ah, mianhe. Saya harus memeriksa anda terlebih dahulu Mr.Cho.” ucap Dokter Kim lagi.

“Gwaenchanayo, silahkan Dokter.” Jawab YoonA kemudian sembari tersenyum simpul.

Dokter Kim telah selesai memeriksa KyuHyun, ia segera keluar dari ruangan itu. KyuHyun dan YoonA segera bertukar pandang, mereka merindukan hal ini. Setelah itu keheningan mendera ruang itu lagi. Kecanggungan menyelimuti kedua insan itu, sudah sangatlah lama mereka tidak seperti ini.

“DeerYoong.” Ucap KyuHyun lirih.

“N..ne?” ucap YoonA terbata-bata.

“Kemarilah, duduk disini.” Perintah KyuHyun sembari menepuk-nepuk sisi ranjang rawatnya mengisyaratkan jika ia menyuruh YoonA untuk duduk disitu. YoonA hanya patuh dengan perintah namja itu, ia duduk di sisi ranjang KyuHyun namun mengalihkan pandangannya ke arah lain bukan ke arah namja itu.

“Bisakah aku membayar 7 tahun yang telah kau lewati tanpaku?” ucap KyuHyun kemudian, sontak YoonA melirik kearah namja itu dan mengangguk pelan.

YoonA tak ingin menolaknya, ia masih begitu mencintai KyuHyun. Rasa cintanya kepada KyuHyun tak pernah berubah sejak namja itu meninggalkannya 7 tahun yang lalu.

“Terimakasih DeerYoong. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu.”

“Nado, GameHyun.” Jawab YoonA.

“Gomawo DeerYoong, kau memberiku kesempatan lagi. Aku sangat mencintaimu, sampai kapanpun.” Ucap KyuHyun tulus.

“Jangan tinggalkan aku lagi, GameHyun.” Jawab YoonA.

“Aku tidak akan meninggalkanmu.”

“Bolehkah aku minta suatu hal?” tanya YoonA.

“Ne, apapun itu.”

“Jangan membenci Appamu, GameHyun-ku.” Ucap YoonA.

“Wae? Apa alasanku untuk tidak membencinya? Ia memisahkanku dengan orang yang sangat kucintai, ia juga melukai orang yang sangat kucintai.” Ucap KyuHyun.

“Tolong, lakukan itu untukku.”

“A..aku tidak bisa.”  Jawab KyuHyun.

“Ne, aku mengerti.” Ucap YoonA. ‘Aku ingin mengatakan yang sebenarnya tentang Appa-mu, GameHyun.’ Batin YoonA.

***

1 Week Later

          Hari ini KyuHyun keluar dari Rumah Sakit, Dokter sudah memperbolehkannya pulang dan ia dinyatakan telah sembuh total. Keesokan harinya YoonA ingin memberi kejutan pada sahabatnya yang baru datang dari Jepang setelah 2 minggu lamanya berada di Jepang. Memang ia sengaja tidak memberitahu sahabatnya jika KyuHyun telah sadar, sebenarnya KyuHyun dan YoonA-lah yang merencanakan hal itu.

To : Soo~

From : Yoong~

Soo, kau sudah sampai kan? Aku akan menjemputmu 30 menit lagi.

From : Soo~

Sudah. Yak, mau kemana?

To : Soo~

Sudahlah, cepatlah ganti pakaianmu.

30 menit kemudian mereka telah sampai di kediaman SooYoung, KyuHyun memarkirkan mobilnya di depan kediaman SooYoung. Tampak SooYoung yang baru saja keluar dari dalam rumahnya dengan langkah yang terkesan tergesa-gesa. Ia kemudian melirik ke arah mobil yang dikendarai KyuHyun, dan kemudian YoonA membuka kaca mobil itu dan melambai ke arah SooYoung. Ia sama sekali tidak melihat keberadaan KyuHyun karna KyuHyun memang berpenampilan sedemikian rupa agar SooYoung tidak mengetahuinya.

‘mungkin yang menyetir adalah sopir pribadinya karna orang itu mengenakan topi hitam di kepalanya.’ Batin SooYoung. Ia segera masuk ke dalam mobil itu dan duduk di kursi penumpang.

“Mau kemana Yoon? Kau tidak menjenguk Kyu?” tanyanya saat ia masuk ke dalam mobil itu dengan segera KyuHyun mulai menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil itu.

“Rahasia.” Ucap YoonA sembari tersenyum simpul.

“Sejak kapan kau tersenyum seperti itu? Kita tidak ke Rumah Sakit?” tanyanya lagi.

“Anniyo~ aku selalu tersenyum Soo-ah.” Elak YoonA.

“Yak kau ini kenapa? 2 minggu tidak bertemu denganmu kau sudah aneh seperti ini.” Ucap SooYoung heboh.

“Ish, kau ini. Aku sedang bahagia Soo-ah.” Ucap YoonA kemudian.

“Aku tidak pernah melihatmu bahagia Yoon.” Cibir SooYoung.

“Terserah padamu saja.” Ucap YoonA menyerah. Memang benar bukan jika YoonA selalu murung sejak perginya KyuHyun?

Keheningan menyelimuti perjalanan mereka, walau sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin ia sampaikan pada sahabatnya. Pertama-tama tentang keanehan sikapnya, lalu kenapa ia terlihat begitu bahagia disaat orang yang ia cintai sedang sakit?

“Bagaimana keadaannya Yoon?” tanya SooYoung memecah keheningan diantara mereka, sontak YoonA melirik ke arah SooYoung.

“Siapa?” tanyanya, walau ia tau yang sahabatnya bicarakan adalah KyuHyun.

“Tentu saja KyuHyun.” Jawab SooYoung kemudian, kali ini ada nada kesal di pelafalannya.

“Kau akan tau.” jawab YoonA singkat, ia langsung memalingkan wajahnya dari SooYoung.

“Eh?” Sooyoung mengernyitkan dahinya.

***

          Mereka telah tiba di suatu tempat, tempat yang sangat sering dikunjungi oleh KyuHyun dan YoonA terkadang mereka juga mengajak SooYoung untuk menghabiskan sore mereka.

“Seoul Park?” satu-satunya kata yang keluar dari mulut SooYoung, mulutnya mengangga lebar. Mereka sudah tak pernah ke tempat itu sejak perginya KyuHyun.

“Wae Soo-ah?” tanya YoonA kemudian. Ia segera keluar dari mobil itu dan merentangkan kedua tangannya menikmati desiran angin yang berhembus kearahnya.

“Tidak ada yang berubah dari taman ini, seperti rasa cintaku padamu yang tak pernah berubah.” Ucap KyuHyun sembari memeluk YoonA dari belakang, YoonA hanya tersenyum. Dan disisi lain SooYoung yang melihat hal itu semakin bingung dengan apa yang terjadi.

‘Sejak kapan YoonA mencintai sopirnya?’ batin SooYoung, itulah yang terngiang di otaknya.

“Aku merindukan taman ini, GameHyun.” Ucap YoonA senang. Tentu saja SooYoung mendengar ucapan YoonA, dan itulah puncak kebingungannya.

“KyuHyun?” Ucap SooYoung lirih, yang mempunyai nama KyuHyun-pun segera melihat ke sumber suara.

“Ne?” jawabnya dengan tersenyum simpul, ia segera melepaskan topi hitamnya yang sempat menggelabuhi SooYoung.

“Kau memang KyuHyun?” pekik SooYoung heboh.

“Tentu, kau pikir aku siapa? Pamanmu?” jawab KyuHyun sedikit kesal.

“7 tahun tak bertemu sifatmu masih sama, dasar evil.” Sindir SooYoung, YoonA terkekeh mendengar pernyataan itu namun berbeda dengan KyuHyun yang kesal dengan pernyataan itu.

“Coba kutebak, kau masih suka bermain game bukan?” ejek SooYoung lagi, kali ini tawa YoonA makin tidak terkendali.

“Ish.”

Mereka duduk di taman itu menggunakan tikar, dibawah pohon beringin yang sudah berdiri di taman itu ratusan tahun silam. Mereka bercanda tawa, bersenda gurau seperti saat dulu sebelum KyuHyun pergi. Namun suasana menjadi hening saat ponsel KyuHyun berbunyi tanda jika ada telepon masuk dan tertera nama ‘Bodyguard’ saat ponselnya berdering.

“Annyeong haseyo.”

“……”

“Ne, ada apa?”

“……”

“Mwo? Kau bohong bukan?”

“……”

KyuHyun langsung menjatuhkan ponselnya, wajahnya menyatakan kalau ia sedang shock. SooYoung menatap KyuHyun bingung, namun tidak dengan YoonA. Ia menatap namjachingunya itu dengan tatapan iba, dan langsung menarik KyuHyun kedalam pelukannya.

“Tidak mungkin, ini tidak mungkin Yoong!” teriak KyuHyun di dalam pelukan YoonA, YoonA makin mengeratkan pelukannya.

“Kenapa Appa meninggalkanku?” tangis KyuHyun pecah.

Memang KyuHyun sudah tidak pernah berkomunikasi dengan Appanya sejak kejadian 7 tahun yang lalu, namun jauh di lubuk hatinya ia begitu menyayangi Appanya.

“Hyun~” ucap YoonA lirih.

“A..apa yang terjadi Yoon?” tanya SooYoung, yang memang tidak tau apa yang terjadi.

“Hyun~ tenanglah, aku disini. Mianhe aku tidak segera memberitahumu, aku menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini.” Ucap YoonA dengan nada penuh penyesalan.

“K..kau mengetahui hal ini?” tanya KyuHyun kemudian sembari mendongakan kepalanya dan menatap ke arah YoonA.

“Appa-mu datang ke mimpiku saat kau koma, ia telah tiada 1 bulan sebelum kau melarikan diri. Ia memintaku untuk menyampaikan permintaan maafnya dan mengatakan bahwa Appa-mu begitu menyayangimu Hyun~” jawab YoonA parau, kini ia tengah bersimbah air mata. Ia tak ingin orang yang ia cintai bersedih, sungguh lebih baik dirinya saja yang bersedih bukan KyuHyun.

“Appa memang bodoh.” Runtuk KyuHyun kemudian.

“Hyun~ Tolong maafkan Appa-mu.” Ucap YoonA lirih.

“Ia bodoh Yoong! Ia bodoh! Dengan perginya dia apa ia berpikir aku akan berhenti membencinya? Itu salah! Aku makin membencinya yang meninggalkanku.” Teriak KyuHyun frustasi.

SooYoung yang mendengar pernyataan itu juga tak bisa membendung air matanya, ia sangatlah iba kepada kedua sahabatnya itu. Banyak sekali cobaan yang mereka lalui.

“Hyun~ jangan seperti itu. Biarkan Appa-mu tenang diatasa sana Hyun. Ingatlah bahwa Appa-mu akan selalu mengawasimu dan menjagamu dengan caranya sendiri. Mungkin ia tak dapat kita lihat tapi ia akan selalu hidup di hati kita Hyun.” Ucap YoonA yang berusaha menenangkan KyuHyun walau ia juga tengah menangis.

***

          Setelah mendengar kabar itu, mereka langsung meluncur ke pemakaman Appa KyuHyun. Appa-nya memang di semayamkan di Seoul, karna seluruh kerabat dan keluarga besar mereka berada di Seoul jadi mereka memutuskan untuk menyemayankan Appa KyuHyun di Seoul.

Mereka telah sampai di pemakaman itu, pemakaman kalangan eksekutif dan tentunya disuguhi oleh pemandangan yang sangat indah. Tidak susah untuk mencari sebuah makam di pemakaman eksekutif,  karna mengingat jarak antara makam satu dengan yang lain cukup jauh dan juga banyak penjaga yang berada di makam itu. Dan mereka menemukan makam itu, yang terletak di atas bukit pemakaman.

“Appa.” Gumam KyuHyun terus menerus saat perjalanan naik ke atas bukit itu.

Disana dapat ia temui bodyguard yang sangatlah dekat dengan Appa-nya, KyuHyun dan bodyguardnya memang telah merencanakan untuk bertemu di tempat itu.

“Tuan Cho KyuHyun.” Sapa bodyguardnya yang dulu telah membantunya dalam proses melarikan diri.

“Mr. Kim.” Sapa KyuHyun kemudiam dengan menyunggingkan senyu tipisnya.

“Mianhe, aku baru memberitahumu.” Sesal sang bodyguard.KyuHyun hanya mengangguk seakan tidak memperhatikan ucapan bodyguardnya, pandangannya lurus searah dengan langkahnya.

“Appa.” Ucap KyuHyun lirih, sembari mengusap batu nisan bertuliskan ‘RIP Cho JaeHyun’.

“Teganya kau meninggalkanku. Aku membencimu!” pekik KyuHyun. YoonA memeluk KyuHyun dari belakang, dan segera menghapus tetesan air mata namjachingunya.

“Taukah kau betapa beratnya dikurung di Paris sendirian? Apa kau tau Appa? Aku hanya ingin hidup selamanya dengan orang yang kucintai, apa itu salah? Lalu kini kau meninggalkanku untuk selama-lamanya, bahkan tanpa sepengetahuanku.” Pekik KyuHyun histeris, ia sudah tak dapat meredam air matanya lagi.

“Tenanglah, Hyun~ jangan begini, pasti Appa-mu punya tujuan dan itu untuk kebaikanmu.” Ucap YoonA yang masih terus berusaha menenagkan namjachingunya.

“Tuan Cho menuliskan ini sebelum ia terbunuh.” Ucap bodyguardnya sembari memberikan secarik kertas yang terdapat beberapa noda darah kepada KyuHyun.

“T..t..terbunuh?” tanya KyuHyun dengan tersengal-senggal.

“Kau ingat dihari saat aku memaksamu untuk melarikan diri? Itu adalah hari dimana kau akan dibunuh. Mereka adalah orang tua yeoja yang Appa-mu paksakan untuk menikah denganmu.” Jelas bodyguadnya panjang lebar.

“Mwo?”

***

“GameHyun, mianhe aku tidak memberitahumu secepat mungkin.” Sesal YoonA saat ini mereka sedang berada disebuah taman, hanya mereka berdua yang berada di taman tersebut.

“Anni~ kau tidak bersalah.” Elak KyuHyun kemudian, dengan menyunggingkan senyum tipisnya yang sejak tadi ditutupi oleh tangis.

“Kau harus selalu tersenyum seperti itu Hyun~” ucap YoonA bercanda.

“Bagaimana nanti jika orang-orang mengira aku yang tampan ini gila karna tersenyum terus.” Jawabnya sembari percaya diri.

“Haha, kau ini.” Saking tidak tahannya YoonA langsung mencubit pipi KyuHyun secara tiba-tiba.

“Kau senang dengan pipiku kan?” ucapnya di sela sesi pencubitan pipi yang dilakukan YoonA.

“Iya, aku suka. Boleh kumakan?”

“Apapun untukmu, kekeke~” mereka terbahak bersama, rasanya  kehangatan itu kembali terasa seperti sebelum kabar duka itu muncul.

“Jangan tinggalkan aku, tetaplah disisiku.” Ucap KyuHyun kemudian, kini wajahnya berubah menjadi serius.

“Aku akan selalu mencintaimu, GameHyunku.”

“Aku ingin membaca surat yang diberi oleh Mr. Kim tadi.” Ucap KyuHyun sembari menatap ke arah YoonA.

“Bacalah, itu kan surat untukmu Hyun~”

Dear, My beloved Son

            Dapat dipastikan saat kau membaca surat ini aku telah tiada, aku punya feeling yang sangat kuat tentang hal tadi Kyu.

            Mungkin kata maaf tak cukup mengobati rasa sakit hatimu padaku, benar bukan? Maafkan Appa yang membuatmu terpisah jauh dari orang yang begitu kau cintai dalam jangka waktu yang tidak cepat. Betapa tersiksanya Appa tak melihatmu dalam jangka waktu yang tidak cepat, Appa kira kau sudah tau jika Appa sangat menyayangimu.

            Bahagialah anakku tercinta, YoonA memang yang terbaik untukmu. Appa setuju akan semua hal yang kau pilih, asal itu dalam hal yang baik. Maaf jika Appa tidak bisa memperlihatkan rasa sayang Appa padamu, tapi yakinlah dalam hati Appa sangatlah menyayangimu.

            Maaf jika Appa sering memaksamu, jika Appa selalu mementingkan kehendak Appa dan tidak mau tau dengan apa yang kau mau. Appa sangat menyayangimu, sampaikan maafku pada YoonA. Maaf karna telah memisahkan kalian dalam kurun waktu yang lama. Saranghaeyo my Son, annyeong~

YoonA juga ikut membaca surat itu, ia mulai meneteskan air matanya. Namun dengan sigap KyuHyun menghapus air matai itu, dan segera memeluk YoonA.

“Saranghae.”

***

~~END AUTHOR POV~~

~~KYUHYUN POV~~

1 Year later

          Sudah satu tahun ini hubunganku dengan YoonA terjalin kembali, yah seharusnya sudah berjalan 9 tahun ini. Karna saat Appaku memaksaku meninggalkan Seoul kami tidak berpisah, jadi bisa disimpulkan bukan jika selama itu aku dan YoonA berpacaran?

“Hyun~ kenapa melamun?” ucap seseorang yang tentu saja ia adalah YoonA, siapa lagi yang memanggilku Hyun~ selain yeoja spesial yang duduk di depanku.

“Anni~ siapa yang melamun?” tanyaku kemudian, ia hanya mengidikkan bahunya.

“Yoong.” Ucapku, ada yang ingin kusampaikan padanya.

“Ne, Hyun?” Jawabnya kemudian.

Aku mengambil suatu benda yang kuletakkan di dalam saku celanaku, kulihat ia penasaran dengan apa yang kuambil. Benda yang kuletakkan di dalam kotak merah kecil, bisakah kalian menebak apa isi dari kotak itu?

“Would you marry me?” ucapku sembari membuka kotak merah yang tadi kukeluarkan dari saku celanaku yang berisi cincin. YoonA tak kunjung menjawabku, kukira ia masih mencerna kata-kataku. Namun setelah itu ia mengangguk dan tersenyum kepadaku.

“Gomawo.” Ucapku sembari memasangkan cincin ke jari manisnya.

***

~~END KYUHYUN POV~~

~~AUTHOR POV~~

YoonA melangkahkan kakinya menuju altar gereja dengan diiringi musik yang mengalun dengan indahnya menyambut kedatangannya. Ia menggunakan gaun putih panjang dengan rambut yang sengaja di urai. Terpancar kebahagiaan yang maha dahsyat di wajahnya.

Akhirnya YoonA tiba di depan altar dan ia lihat KyuHyun tengah tersenyum ke arahnya. Ia terlihat sangatlah tampan dengan tuxedo berwarna hitamnya.

“Cho KyuHyun, apakah kau bersedia menjaga, mencintai Im YoonA seumur hidupmu di kala suka maupun duka.”

“Ya aku bersedia.” Jawab KyuHyun mantap. Kini pastur itu beralih ke Yoona.

“Im Yoon Ah, apakah kau bersedia menjaga, mencintai Cho KyuHyun seumur hidupmu di kala suka maupun duka.”

“Ya aku bersedia.” Jawab YoonA mantap.

***

6 Years Later

“Eomma, YoonHyun pulang.” Ucap seorang namja kecil berumur 5 tahun saat ia masuk ke dalam rumah megah berlantai dua itu.

“Annyeong, YoonHyun.” Jawab seorang YoonA. Ia tengah menggendong seorang bayi perempuan yang masih berumur 6 bulan. Namja kecil yang dipanggil ‘YoonHyun’ itu langsung berlari ke arah YoonA dan memeluknya dengan sangat erat. YoonA kemudian jongkok untuk menyamakan tingginya dengan YoonHyun agar ia bisa memeluk adiknya.

“Appa dimana, sayang?” tanya YoonA sembari mengacak-acak rambut YoonHyun.

“Yoong.” Ucap seorang namja saat memasuki rumah itu.

“Hyun~” jawab YoonA sembari tersenyum lebar.

“Eomma, itu Appa.” Seru YoonHyun sembari menunjuk ke arah KyuHyun.

“Ne, itu memang Appa. YoonHyun ganti baju dulu ya, Eomma sudah memasakkan makanan favorit YoonHyun.” Ucap YoonA kemudian, YoonHyun kemudian mengangguk dan berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.

Kini YoonA dan KyuHyun tengah duduk di ruang keluarga, mereka sedang bersantai dan menunggu YoonHyun selesai mengganti pakaian.

“Bagaimana kabar KyuNa?” tanya KyuHyun sembari mengusap kepala malaikat kecilnya yang sedang digendong oleh YoonA.

“Baik sekali, kau tidak menanyakan kabarku?” Jawab YoonA, dengan sedikit cemberut karna yang nampyeon-nya tanyakan hanya kabar malaikat kecil mereka saja.

“Eommamu cemburu padamu KyuNa-ya. Kekeke.” Jawab KyuHyun yang pura-puranya mengajak bicara KyuNa namun tersenyum jahil kearah anae-nya.

“Oppa.” YoonA kemudian menggembungkan pipinya.

END

Tadaaaa, ini dia Sequelnya One Year Later. Kkkk~ semoga pada suka ya ^^ Don`t forget to RCL J

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s