[Chapt 1] Paper Cranes

Title          : Paper Cranes

Author       :Choi HyeRin a.k.a. mekeyworld

CAST         -Cho KyuHyun [Super Junior]

-Lee HaKyung [OC]

-Han Hyunri [OC]

-and, Other(s)

Genre        :Fluffy-Angst, Romance, AU

Rating       : T

Backsound  : (Better if you hear this song)

>IU – I Really Don’t Like Her,

Disc: all the CAST just belong to themselves; story and plot just BELONGS TO ME.

P.S: Thank to MissFishyJazz@myfishiworld.wp.com for the Beautiful Artwork. Author really need Constructive critism. typo may applied^^ Happy reading~

NOT FOR SIDERS!!

T^T

“Permisi sekretaris Hwang, apa Sajang-nim ada di dalam?” tanya seorang gadis berambut coklat yang melingkar di ujungnya.

“Sajang-nim baru saja meninggalkan ruangannya, sekitar 15 menit yang lalu” Jawab yeoja yang duduk di balik mejanya, Sekretsris Hwang.

“hmm, kalau begitu aku akan menunggu di dalam”  Sekretaris Hwang hanya membungkuk 45˚ seraya tersenyum merespon perkataan gadis yang hampir setiap hari datang, Kekasih atasannya.

“sebentar lagi jam makan siang habis, apa Oppa makan diluar?” gumam seorang gadis, yang sedang duduk menunggu sang kekasih. Tangannya dengan lincah melipat kertas origami, menjadi sebuah Burung Bangau.

~Now– Now it’s time to fly go min ha ji ma
Now it’s time to fly keu ge du pal beo lyeo him ggeot jeom peu hae bwa
It’s time to fly hi-hi-high! ham gge myeon hal su i sseo
Now~ Now it’s time to fly jja rit han mo heom~

Gadis itu terkesiap dan bergegas meraih Ponselnya yang berdering.

“ne, yobosaeyo?”

Ya! Lee HaKyung! Dimana kau? Kita harus segera memulai rapatnya segera setelah jam makan siang usai. Professor Jung sedang di jalan sekarang.”

“Ne? haiss kau ini. Seharusnya kau memberitahuku dari tadi.”

Ppaliya!!

“ne arra arra aku berangkat sekarang.” Lee HaKyung-gadis itu- segera bergegas keluar dari Ruangan Direktur yang sedang kosong itu dengan tergesa-gesa

“Sekretaris Hwang, aku permisi. Tolong katakana padanya, setelah sampai langsung hubungi aku.” Ujarnya saat tiba di depan meja sekretaris.

“Baiklah, Nona Lee.” Jawab sang sekretaris dengan sopan, disertai bungkukan yang hanya dibalas HaKyung dengan anggukan.

TT^TT

“Jwosunghamnida Sajang-nim.” Ujar seorang yeoja pada atasannya yang baru saja tiba di Kantornya.

“Ne?” Namja jangkung itu menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap yeoja yang di dada kirinya terdapat sebuah Name Tag bertuliskan ‘Stephany Hwang’

“Tadi Nona Lee datang, saat jam makan siang.”

“Mwo? Aissh anak itu. Arraseo.”  Namja itu melenggang memasuki ruangannya, dan melepas jasnya. Ekor matanya menangkap sesuatu yang janggal di ruangannya, ia memutar badannya 90˚ ke kanan. Saat mendapati ‘sesuatu’ yang membuat ruangannya menjadi janggal namja itu memiringkan kepalanya, tanpa sadar seukir senyum terlukis diwajahnya. Ia menghampiri sebuah meja yang dikelilingi sofa yang ada ditengah ruangannya itu.

 

Paper Crane?” keningnya berkerut saat melihat kertas origami yang sudah dilipat menjadi seekor burung Bangau, namun senyum khasnya itu masih mengembang di wajah tampannya. Tangannya meraih sebuah Lunch Box yang tertelak di samping Paper Crane yang di temukannya tadi.

“Masih sempat kau membuatkanku makan siang, dan menungguku dengan Paper Crane ini? Benar-benar Gadis keras kepala” gumamnya seraya membuka Lunch Box berwarna Biru itu. Ia memakan BiBimbab itu dengan lahap, Lezat.

Setelah melahap habis BiBimbap buatan gadisnya, jari nya dengan lihai menari diatas layar sentuh ponselnya, menulias sebuah pesan singkat untuk gadisnya.

To: Lee HaKyung

Neomu Massisuh~ Gomawo Chagi~

TT^TT

Lee HaKyung melirik Ponselnya yang bergetar, tubuh dan pikirannya sedang focus pada layar 14” di hadapannya. Tangannya dengan malas dialihkan dari KeyBoard Laptop ke Ponselnya.

From: KyuHyun Oppa

Neomu Massisuh~ Gomawo Chagi~

Ia menggeleng-nggelengkan kepalanya, membacaa pesan dari Namjachingu-nya. Jarinya dengan cepat mengetik balasan.

To: KyuHyun Oppa

Itu makan siang, kenapa kau memakannya di jam makan malam, eo? Mianhae oppa, nan bapayeo (aku sibuk)

SENT

HaKyung melanjutkan kembali pekerjaannya sebelumnya, membuat skripsi. Akhir tahun ini HaKyung akan melepas gelas ‘Mahasiswa’ dan menggantinya menjadi ‘Sarjana’, setelah itu ia akan membantu Lee DongHae kakak laki satu-satunya menjalankan Perusahaan sang Appa.

Setelah selesai mengembalikan semua ketempat semula. HaKyung menghempaskan tubuh rampingnya di ranjangnya. Tersungging senyum manis saat ia membaca pesan singkat dari KyuHyun yang baru saja masuk beberapa menit yang lalu.

From : KyuHyun Oppa

Jal-jah-yo Chagi

Setelah selesai menulis balasan ia meletakkan Ponselnya  di bawah bantalnya, tempat yang tepat untuk menaruh ponsel menurutnya.

TT^TT

Sinar matahari pagi yang hangat menyeruak masuk ke sebuah kamar berukuran 4×4 meter melalui jendela kaca yang terletak di sisi kira ranjang.

“emmh” lenguh HaKyung yang mulai terganggu oleh sinar matahari. Ia menyibakkan selimutnya dan berjalan dengan setengah sadar ke kamar mandi. Ia membersihkan dirinya. Setelah itu ia melangkahkan kakinya ke Pantry Apartemennya yang tak terlalu besar ini.

Setelah sepotong Baked Bread dan segelas susu terhidang dihadapannya, dengan segera ia menghabiskannya dan memulai aktivitasnya hari ini.

~Now– Now it’s time to fly go min ha ji ma
Now it’s time to fly keu ge du pal beo lyeo him ggeot jeom peu hae bwa
It’s time to fly hi-hi-high! ham gge myeon hal su i sseo
Now~ Now it’s time to fly jja rit han mo heom~

 

“ne oppa, wae?” ucap HaKyung sesaat setelah ponselnya telah menempel di telinga kirinya.

“Dongsaeng-ah, jangan lupa acara besok malam ne? ajak KyuHyun juga”

“Arra arra, kau tak perlu mengingatkanku setiap hari”

“Dongsaengku kan ceroboh, bagaimana kalau dia lupa dan tidak datang. Aku yang malu.”

 

“ishh kau selalu memikirkan dirimu sendiri”

“hehehe nantinya kau juga akan memiliki pemikiran yang sama denganku”

“oke! Aku sibuk Lee DongHae. Annyeong”

PIP… HaKyung memutuskan sambungan telefon tanpa menunggu jawaban dari DongHae diseberang. Dengan langkah cepat HaKyung telah tiba di Basement dan segera melajukan mobilnya di jalanan kota Seoul.

TT^TT

“eoh? HaKyung-sshi ?” ujar seorang namja yang berwajah imut, saat melihat HaKyung.

“Annyeong Sungmin-sshi” sapa HaKyung seraya menundukkan kepalanya sebentar. Sungmin membalasnya dengan bungkukan yang sama, dan senyuman manisnya.

“Mencari Cho Sajang-nim?”

“Ne, apa dia ada di ruangannya?”

“waahh sayang sekali Nona Lee. Sajang-nim sedang rapat dengan client.

“Huhh… belakangan ini sulit sekali menemuinya. Apa rapatnya di luar ?”

“hehe, anni. Di lantai 4”

“hmm, kalau begitu Kamsahamnida Sungmin-sshi”

“ne”

Dengan bibir yang dikerucutkan HaKyung melenggang memasuki Ruangan yang di pintunya terdapa tulisan “Prince President”. HaKyung menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di ruangan itu. Ia mengeluarkan Laptopnya dan mulai melanjutkan skripsinya. Berharap KyuHyun segera datang.

~ Gichaneun ppalla ppareumyeon bihaenggi bihaenggineun nopa nopeumyeon geollibeo
Geollibeoneun S.J. Geollibeoneun S.J.

S.J. In the house, make way for the new king!!~

 

HaKyung berdiri mencari sumber suara, ia menemukan Ponsel KyuHyun yang tergeletak di meja kerja KyuHyun.  ‘New Message’ tertera di layar. HaKyung mengusap layar ponsel secara horizontal, dan muncullah pesan yang baru saja masuk beberapa detik yang lalu.

From: Han HyunRi

KyuHyun-ah, bisakah setelah ini kau menemuiku di taman yang kita lihat kemarin?

“Siapa Han HyunRi ?” gumamnya.

“Bogoshipeo chagi~” bisik KyuHyun tepat di telinga HaKyung, tangannya melingkar di pinggang HaKyung. Itu semua terjadi tanpa suara, dan tiba-tiba, membuat HaKyung tersentak kaget.

“Ya! Oppa! Kau mengagetkanku!” sentak HaKyung, saat menyadari kekasihnya memeluknya dari belakang. KyuHyun membalikkan badan HaKyung, dan sekarang ia membenamkan kepala HaKyung di dadanya, mengelus rambut panjang gadisnya. HaKyung mendorong pelan siku KyuHyun hingga pelukan mmereka terlepas. KyuHyun menatap gadisnya bingung, ia mendekatkan wajahnya ke wajah gadisnya.

“Bogoshipji annia?” bisik KyuHyun menggoda HaKyung. Semburat merah muncul di pipi HaKyung, membuat KyuHyun tertawa puas, sedangkan HaKyung menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. “hahahaha ekspresimu lucu sekali HaKyung-ah!”

“Ya! Hentikan” HaKyung memukul pelan lengan KyuHyun hingga namja jangkung itu menghentikan tawanya.

“oppa, DongHae oppa mengundang kita makan malam dengan beberapa kolega perusahaan besok malam.” Ujar HaKyung menyampaikan pesan sang ‘Oppa’.

“Baiklah besok kujemput”

“hmm…Oppa”

“Mwo? Wae geurae chagi?”

“Han HyunRi… nugu?”

“eoh? Han HyunRi? Teman kuliah ku dulu, wae? Apa dia menelfon?”

“Anni, hanya pesan singkat”

“Bab Meogeoseo? Aku lapar Chagi, kau tidak ada acara bukan?”

“Sayang sekali Tuan Cho, aku harus pergi sekarang. Alasanku kemari hanya untuk memberi tahumu tentang pertemuan besok, dan aku juga sudah makan. Halkaeyo?”

“Ya! Mwogayeo? Memangnya se-sibuk itu kah Lee HaKyung?”

“Ne, mianhae… sampai bertemu besok oppa. Aku harus segera mendapatkan bahan skripsi. Halkaeyo~ makanlah tepat waktu ne?” HaKyung meninggalkan ruangan KyuHyun dengan tergesa. Seperti alas an yang ia ucapkan pada KyuHyun. Ia harus segera bergegas.

TT^TT

HAKYUNG POV

[Listen: IU-I Really Don’t Like Her]

Is she still so great?

Does your heart drop just by a single phone call?

You even forgot what you were

saying and think about something else

My heart is more surprised at your quickly hardened face

 

“Oppa, apa kau sibuk? Kajja kita jalan-jalan” ajakku pada KyuHyun Oppa,  dari satu jam yang lalu kami hanya diam disini, aku lelah dan bosan duduk di depan meja. Sekarang aku harus melihatnya seperti ini, apa yang ada dipikarannya.

“ne? kau tidak menulis skripsimu?” Ia terkesiap, memandangku sekilas, lalu melirik ke ponsel yang sedari tadi digenggamnya. Sedang menunggu telfon?

“Aku lelah, ayo kita keluar”  ajakku lagi, saat mulutnya terbuka ingin menjawab, ponsel ditangannya bergetar. Dengan gerak cepat ia menekan tombol hijau disana, lalu menempelkannya di telinga kirinya.

“Yeobosaeyo”

“…”

“Ne, aku akan berangkat sekarang HyunRi-ya. Chakkaman” ia memutuskan sambungan telfonnya, kemudian menatapku dengan pandangan yang.. err dingin. Berbeda dari biasanya. “HaKyung-ah, aku… mian ak-“

“Arrasaeo, pergilah. Aku akan pergi dengan SangRa.” Jawabku di sertai senyuman, seperti biasanya. Tanpa berkata apapun lagi ia keluar dari ruangannya, meninggalkanku sendiri.

TT^TT

Aku menerima Cappucino yang tadi ku pesan. Kulangkahkan kakiku menuju tempat favoriteku. SangRa tadi sedang sibuk, ia pasti akan terlambat. Kumulai membuat Burung Bangau dari kertas origami, untuk yang kesekian kalinya aku melipat kertas-kertas ini di waktu luangku yang tidak banyak, dan seharusnya ada KyuHyun oppa di sini. Tapi untuk yang kesekian kalinya ini posisinya di gantikan oleh Paper Cranes ini.

Kupicingkan mataku saat melihat seseorang yang sudah tak asing bagiku. Ia sedang mennyesap kopi-nya dengan mata yang focus pada Laptop dihadapannya, sama persis denganku beberapa bulan terakhir. Kuberanikan diriku menghampirinya, ia sama sekali tak menyadari bahwa aku kini sudah ada dihadapannya.

“Permisi, boleh aku duduk disini?” ujarku sopan, berusaha mengganggunya.

“Eoh? Apa mejanya sudah pen- Neo!!” terlihat ekspersi kaget diwajahnya, membuatku mengulum tawaku. Aku duduk di kursi yang ada tepat di depannya.

“Apa Kabar Ryeowook-sshi. Lama tak bertemu” Kim Ryeowook, sahabat KyuHyun Oppa, terakhir kudengar dirinya sedang ada di Jepang.

“OMO! Kau benar-benar mengagetkanku HaKyung-sshi.”

“Mianhae. Aku tak bermaksud.”

“ahh Ye! Mana KyuHyun? Kau tidak bersamanya?”

“Sedang sibuk. Hmm kapan kau kembali dari Jepang?”

“Wahh kau mau tahu? Kau orang pertama yang kutemui setelah sampai di Seoul”

“ne? Jinja? Hahaha kalau begitu kau beruntung masih dapat bertemu denganku.”

“Wae?”

“Aku sedang tahap akhir mempersiapkan skripsi-ku”

“Aigoo~ aku tahu bagaimana rasanya. Bersabarlah sebentar lagi”

“Aiissh kau ini! Ahh Ryeowook-sshi, bolehkah aku bertannya sesuatu?.”

“Mwo?”

“Kau sahabatnya dari dulu, kau juga berada di Universitas yang sama dengannya. Hmm kau…mengenal Han HyunRi?” tanyaku sedikit terbata, aku ragu menyannyakan hal ini padanya.

“Han HyunRi? Aah! Secret Admirer! Yaa.. Han HyunRi bukan? Tentu aku mengenalnya” Secret Admirer?.

“Secret Admirer? Maksudmu?”

“ahh kau membuatku mengenang masa lalu.. akan menjadi panjang jika ku ceritakan, setelah ini aku harus ke Busan. Kemarilah akan kutunjukkan foto kami.” Kugeser kursi yang kududuki mendekat padanya. Ia mulai menunjukkan foto-foto yang masih tersimpan rapi di Laptopnya. Beberapa foto dapat kulihat KyuHyun oppa dengan seorang gadis yang tidak terlihat seperti orang korea. Aku menerkanya bahwa itu lah Han HyunRi, sedekat itukah mereka? Tidak terlihat ada jarak di antara mereka.

“Yeppeo, kalian begitu dekat?” kalimat itu terucap dengan sedirinya.

“Dangyeonhaji !!! kita selalu bersama, kadang orang berpendapat bahwa aku dan Kyu memperebutkan HyunRi.” Siapa yang menyukai siapa?.

“Lalu? Siapa yang menarik hati Han HyunRi?” Aku sangat yakin, bahwa Ryeowook tak tahu kalau hubunganku dengan KyuHyun oppa lebih dari yang ia ketahui, karna terakhir bertemu, aku masih berstatus ‘adik sahabatnya’ belum ‘kekasihnya’.

“Hahahaha, perlu aku menjawabnya? Tentu saja itu Kyu, mana mungkin diriku?, huhh tapi saat KyuHyun kembali ke Korea, mereka berpisah, katanya karna HyunRi tak bisa Long Distance” jadi mereka lebih dari sahabat dulu?.“Aigoo mianhae, aku harus segera berangkat sekarang, semoga skripsi-mu sukses! Dan sampaikan salamku untuk Kyu, katakana maaf aku baru akan menemuinya minggu depan. Annyeong!” ujar Kim Ryeowook, kemudian berlalu begitu saja.

“Yang dimaksud olehnya dengan ‘Secret Admirer’ itu siapa?” gumamku pelan. Ku gelengkan kepalaku untuk menyingkirkan pikiran buruk. Kulanjutkan membuat Burung Bangau lagi. Ini membosankan, Han SangRa kau dimana?!

I’ve never met her but I really don’t like her

How much did you like her to be like this?

How much did you love her to be like this?

What was so great about her?

Why are you like this?

TT^TT

“Oppa, dua hari yang lalu aku bertemu dengan Kim Ryeowook”

“Jinja? Bagaimana dia sekarang? Apa katanya?”

“Sekarang ia jauh lebih tampan dan tinggi.hmm.. katanya maaf baru bisa menemuimu minggu depan”

“Begitu? Dia sangat sukses di Jepang”

“Kau juga sukses di Korea” pujiku, ia tersenyum. Senyum yang kurindukan, kenapa kau baru menunjukkannya oppa?. “hmm oppa… kemarin Ryeowook menunjukkan foto kalian bersama Han HyunRi saat di Amerika, katan-”

“Itu sudah berlalu Lee HaKyung, tidak bisakah kau tidak mengungkitnya?” potongnya. Mutiara hitam pekatnya menatapku seolah-olah itu adalah Black Hole.

“Aku hanya ingin bertannya.” Aku membela diriku, menghindari tatapannya itu.

“HaKyung-ah, percayalah padaku. Sekarang kami hanya sebatas teman, rekan kerja. Tak lebih. Aku sudah membuang masa-masa itu jauh-jauh. Percayalah aku hanya mencintaimu.” Ucapnya meyakinkanku, tapi ekspresi wajahnya berkata sebaliknya. Mana yang harus kupercaya?.

 

You said you forgot her, that you erased all of her

That it’s all in the past so you don’t even remember

But in reality, are you still embracing her in your heart

And still not being able to let her go?

I’ve never met her but I really don’t like her

“Tapi aku hanya ingin tahu bagaimana kalian bisa berpisah? Aku tidak ingin melakukan halyang sama”

“Sudahlah, kuantar kau pulang sekarang, jika aku menceritakannya kau akan membencinya hm? Kajja” jawabnya dengan nada bercanda, tapi itu justru membuatku berpikir yang lain, aiissshh Lee HaKyung ada apa denganmu?!

How much did you like her to be like this?

How much did you love her to be like this?

What was so great about her?

Why are you like this?

 

How much did you like her to be like this?

How much did you love her to be like this?

How can you make even me be in pain?

Until when are you going to be like this?

TT^TT

“HaKyung-ah mian, aku lupa. Hari ini aku akan bertemu HyunRi, membicarakan proyek kami, gwenchana?” masih terngiang kalimatnya setengah jam yang lalu di telingaku degan sangat jelas. Ia membatalkan janjinya, saat aku sudah cukup lama menunggunya. Belakangan selalu seperti ini, selalu Han HyunRi.

“eoh! HaKyung-sshi!!” suara yang ceria membuyarkan segala lamunanku, kudongakkan wajahku, ternyata Kim Ryeowook lagi. Aku tersenyum membalas senyumannya, aku merindukan senyuman dibibir KyuHyun oppa. “Kita bertemu lagi. Sendiri lagi?”

“hmm menurutmu?” candaku, dia terkekeh.

“ahh!! Kau dengan mereka” ralatnya seraya menatap Paper Cranes buatanku, aku terkekeh. Ia pandai membuat suasana jadi lebih menyenangkan.

“Sudah kembali dari Busan?” tanyaku basa-basi. Aku bukan setipe dengannya. Aku bukanlah Mood Maker  yang pandai memilih kata.

“Tentu saja, bukankah kau sedang di Seoul?, dan untuk kedua kalinya. Kau orang pertama yang kutemui.” Jawabnnya dengan semangat, hingga tanpa sadar sudut bibirku tertarik dengan sendirinya, takdir kami unik bukan?

“Jadi kau belum bertemu dengan KyuHyun dan HyunRi ?”

“Aku sudah bertemu dengan HyunRi, saat di Busan beberapa hari yang lalu, namun aku belum bertemu dengan KyuHyun.”

“hmm” gumamku, karna tak tahu harus membahas apa.

“Kau pernah melihat mereka bersama? Kalau kau melihatnya mungkin kau akan berpikir kalau mereka benar-benar serasi”

“maksudmu KyuHYun oppa, dan HyunRi ?”

“Ne! mereka benar-benar cocok!”

“Ryeowook-sshi bolehkan aku bertanya padamu?”

“hmm Mwo? Malhaebwa”

“Bagaimana merreka bisa berpisah? Siapa yang memutuskan terlebih dahulu”

“Kau, jangan katakana pada KyuHyun kalau aku mengetahui yang sebenarnya ya.. KyuHyun selalu menutupinya, itu membuatku penasaran dan pada akhirnya aku mengetahui segalanya”

“eottokhae?”

“HyunRi mengkhianati KyuHyun. HyunRi pula yang membuat keputusan itu, Kyu tak pernah bisa menolak HyunRi. HyunRi begitu penting baginya, aku bahkan tak mengira terjadi hal seperti ini pada mereka” KyuHyun oppa dikhianati? Lalu sekarang mereka masih bisa bertemu seperti tak pernah terjadi apapun? KyuHyun oppa masih menyimpan rasa itu padanya di sudut hatinya,yang tak terjangkau olehku.

Why is she calling you when she coldly left you?
It’s frustrating to see you pick up the call too
As I see you go through this, I still stick by you
For that, I’m the bigger fool
I’m the bigger fool for waiting for you

How much did you like her to be like this?
How much did you love her to be like this?
What was so great about her?
Why are you like this?

TO BE CONTINUED

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s