Idol’s Story (Park Yoochun & Choi Sulli)

By       : MissFishyJazz

Cast     :

–          Park Yoochun

–          Choi Sulli

–          JYJ’s member

–          f(x)’s member

Genre  : Romance, Friendship

Rating : PG-15

Length : One-Shoot

AN      : Terpesona sama hasil foto Yoochun oppa buat ELLE, akhirnya jadi kaya gini ><

Victoria pov

Dari kemarin sore, kulihat Sulli selalu gelisah. Berjalan kesana kemari, sesekali menggigit kukunya, dan berkeringat dingin. Mirip seekor kelinci yang akan menghadapi serigala saja.

“Sulli-ya, bisakah kau ikut denganku sebentar?” Sulli mengangguk padaku dan mengikutiku menuju balkon dorm kami.

“Ada apa unnie?”

“Harusnya aku yang bertanya padamu. Ada apa denganmu? Semenjak kemarin kau selalu gelisah.”

“Eehh.. Ohh.. Aniya.. Aku tak apa, unnie.”

“Sulli-ya…”Kusikutkan siku ku pada lengannya. Aku paling tahu jika dongsaeng super polosku ini berbohong. Kukunya akan saling bertemu, dan dimainkan.

Unnie-ya..”

Ne?”

“Bagaimana ini.. Kau tahu @ParkY86?” Sulli menatapku penuh harap. Yang kubalas dengan anggukan.

“Tentu saja, teman chatting mu itu kan? Ada apa dengannya?”

“Kau tahu siapa dia unnie?” Sulli meraih tanganku dan meremasnya perlahan, giginya menggigit bibirnya sendiri.

Aniya, memang siapa?”

“Dia.. Dia.. Dia itu.. Itu.. Yoochun oppa.” Hehh?? Mataku langsung membelalak terkejut. Jadi teman chatting Sulli, yang gila, supel, friendly, tapi wise itu, Yoochun oppa?

Jinjja-yo??” Tanyaku tak percaya pada Sulli yang kini merunduk.

Ne, unnie. Lalu bagaimana ini?”

“Apa dia tahu bahwa @SChoiJin adalah kau?” Sulli menggeleng lemah. “Lalu kenapa kau khawatir?”

“Apa unnie lupa? Jaejoong oppa juga sering chatting denganku, dan dia tentunya tahu siapa aku dan apa akunku. Tamatlah aku unnie.”

“Apa yang salah?”

“Aku pernah bilang bahwa aku tidak suka dengan perpisahan, karena itu aku tidak suka 3 sunbaeku yang meninggalkan 2 temannya sendirian, tapi aku hanya tidak menyukai yang bermarga Park hingga saat ini. Dia kelihatan sombong sekali. Jika Yoochun oppa tahu yang kumaksud adalah dia, maka tamat riwayatku unnie.” Sulli meneteskan air matanya. Sementara aku hanya menatapnya bingung. Apa yang harus kulakukan jika seperti ini keadaannya?? Aigoo~

Junsu pov

Dari tadi kulihat Yoochun tersenyum-senyum sendiri tiap melihat MacBook dihadapannya. Jika layar laptop itu padam, secepat kilat dia akan menyalakannya kembali, tapi setelah beberapa jam, rautnya lama-lama murung juga.

“Yoochun-aa, kau kenapa? Senyum senyum sendiri saja.”

“Kau tahu rasanya jatuh cinta, Junsu-ya?”

“Mungkin.” Aku mengasah otakku sebentar untuk menangkap maksdu perkataan orang ini, dan akhirnya, “Kau jatuh cinta ya?!” Sorakku kegirangan. Sementara Yoochun hanya tersenyum malu, dan mengacak rambutnya sendiri.

Hyung! Jaejoong hyung! Cepat kemari, temanmu sedang jatuh cinta!!” Teriakku pada orang yang berdiri di balik pantry. Jaejoong hyung langsung melongokkan kepalanya, dan menatap kami girang. Kurang dari 10 detik, aku dan dia telah mengapit Yoochun.

“Jadi siapa gadis beruntung itu?” Tanya Jaejoong hyung langsung.

Molla. Aku hanya mengenalnya melalui chattinghyung. Dia gadis yang manis, terbuka, dan selalu berkata sopan. Itu yang bisa kutangkap dari obrolan kami selama ini.”

Aigoo, Yoochun-aa, kau harusnya bertanya siapa namanya.” Desakku.

“Bagaimana aku mau bertanya, semenjak aku mengirimkan fotoku padanya sore, dua hari yang lalu, dia tak menjawab setiap chat yang kukirimkan.”

Sebentar.. Jadi Yoochun mengirimkan fotonya pada gadis itu. Yoochun itu idol, jika dia mengirimkan fotonya pada gadis itu, kan bisa saja, gadis itu merasa minder pada Yoochun.

Pletakk..

Sebuah jitakan melayang di kepala Yoochun yang berasal dari tangan Jaejoong hyung. Aku pun tergelak sesaat karenanya.

“Kau itu. Kau itu idol. Gadis mana yang tak akan minder berhadapan denganmu, jika gadis itu adalah gadis baik-baik. Bodoh.” Yoochun hanya meringis, dan mengelus kepalanya sebentar.

“Pemikiranku tidak sampai sana, hyung.”

“Hahahahaha. Oh ya, apa  nama akun chattingnya, Chun-aa?” Kugeser dudukku untuk mengambil segelas orange juice diatas meja.

“@SChoiJin.” Yoochun mengatakannya dengan santai. Aku dan Jaejoong hyung langsung berpandangan. Bukankah itu..

“Sulli?” Tanyaku memastikan. Yoochun langsung menoleh ke arahku dengan bingung.

“Sulli?” Yoochun menatap balik diriku.

“Iya, aku sering chatting dengan Sulli, dan itu akunnya.”

Jaejoong hyung langsung berlari ke kamarnya, membawa iPad-nya keluar, dan menunjukkan akunchattingnya pada kami. Dan di deretan nomor 5, terdapat dengan jelas nama aku @SChoiJin dengan recent chat, “Sudah tidur sana, Sulli-ya.” Sekitar 3 hari yang lalu. Yoochun menatapnya dengan raut depresi, membuat kami heran.

“Ada apa?”

“Dia bilang, dia benci perpisahan. Dia benci 3 sunbaenya yang meninggalkan dua rekannya sendirian. Tapi dia hanya membenci yang bermarga Park hingga sekarang. Artinya, dia membenciku?” Aku dan Jaejoong hyung hanya menatapnya dengan tatapan bingung, kasihan sekali orang ini. Sekalinya jatuh cinta dengan gadis baik-baik seperti Sulli, justru patah hati karena Sulli tidak menyukainya.

“Yoochun-aa, tenang saja! Kau masih punya kesempatan! Benci itu beda tipis dengan cinta.” Aku dan Jaejoong hyung berusaha menyemangati dia.

“Tapi, Sulli kan dekat dengan Taemin?” Haduh. Kenapa temanku ini mirip dengan remaja SMA yang sedang kasmaran?

“Yoochun-aa, kau sudah cukup tua untuk tidak bertindak konyol seperti ini. Jika Taemin yang lebih muda dari mu saja bisa, maka kau juga bisa. Sana, cepat dekati dia!” Sergah Jaejoong hyung.

“Caranya?” Aku tidak lagi menemukan Yoochun yang berwibawa dan sangat manly sekarang. Sulli, Sulli, aku tak menyangka kau bisa membuat temanku yang selalu kelihatan dewasa ini, menjadi sangat kekanakan.

Author pov

Sulli baru saja keluar dari kamarnya dengan celana ¾ berwarna hijau, dan kaus kuning lengan pendek, Mangosteen, ketika Ia melihat 4 member grupnya, siap dengan dandanan, dan sepatu masing-masing.

“Ehh.. Kita mau kemana sebenarnya?” Tanya Sulli heran melihat penampilan member grupnya yang sebenarnya sama santainya dengan dirinya, tapi kelihatan lebih siap untuk pergi.

“Ke restoran Yesung oppa Sulli-ya. Kita diundang Changmin dan Yunho oppa untuk acara kecil kesuksesan mereka di Jepang.” Sahut Luna, yang baru saja keluar dari kamarnya.

“Oohh.. Siapa saja yang akan datang?” Sulli berjalan menuju rak sepatunya, dan meraih yellow flat shoesnya, ketika sebuah pesan masuk ke ponsel Victoria.

“Sebentar, ini Yunho oppa baru membalas pesanku. Katanya, dia mengundang Super Junior, Girls’ Generation, grup kita, SHINee, BoA unnie, Kangta oppa, Kibum, dan.. JYJ oppadeul.” Victoria sudah menekankan JYJ, tapi Sulli masih dengan santainya mengenakan sepatu.

“JYJ oppadeul juga diundang unnie?” Pekik Krystal dari ruang makan.

“Ya, kata Yunho oppa, untuk menghangatkan hubungan mereka.” Sulli mulai menangkap pembicaraan ini. Otaknya bekerja, menangkap seluruh informasi yang dia dengar, mengolahnya, dan menghasilkan satu informasi. JYJ datang, Yoochun adalah anggota JYJ, jadi Yoochun akan datang!

Wajah Sulli mendadak memucat. Dia berusaha menelan ludah sebaik mungkin sebelum akhirnya Victoria berdiri dihadapannya.

“Apa kau tidak enak badan?” Victoria sebenarnya hanya ingin memberikan kesempatan pada Sulli untuk menghindari bertemu dengan Yoochun.

Neunnie. Mendadak perutku sakit. Ya ampun!” Sulli segera berlari ke kamarnya, dengan memegang perut. Victoria ingin terbahak melihat akting dongsaengnya itu.

“Ayo kita pergi, sepertinya Sulli harus tetap tinggal.” Krystal, Luna, dan Amber langsung melenggang bersama Victoria, meninggalkan dorm mereka.

Sulli pov

Sudah hampir 1 jam, aku mengurung diri dalam kamar. Astaga, parahnya diriku. Karena terlalu takut bertatap muka dengan Yoochun oppa, aku jadi melakukan hal konyol seperti ini.

Ting.. Tong..

Ehh? Siapa yang membunyikan bel? Apakah ada barang unniedeul atau Krystal yang tertinggal? Dengan cepat aku segera berjalan ke arah pintu dorm, baru saja aku ingin membuka kuncinya, aku teringat sesuatu. Jika itu unniedeul ataupun Krystal, mereka tidak perlu membunyikan bell bukan? Mereka pasti tahu kode kamar ini. Lalu siapa? Kugeserkan kepalaku hingga tepat di depan lubang kecil ditengah-tengah pintu, aku mengintip siapa orang diluar.

Aigoo!! Yoochun oppa. Tamatlah riwayatku. Dia pasti ingin melabarakku karena tidak sopan padanya. Karena aku asal saja mengumbar kebencianku padanya pada orang lain yang aku tidak ketahui identitasnya, sampai akhirnya aku tahu bahwa itu adalah dirinya sendiri. Matilah aku.

Ting.. Tong..

Bel terus berbunyi, sementara aku hanya bisa berdiri bersandar pada pintu. Keringat dingin bercucuran di dahiku. Astaga! Apa yang harus kulakukan?

Ting.. Tong..

Mengerikan. Aku seperti mangsa yang siap ditangkap oleh binatang buas. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Bunyi yang akan keluar jika tidak ada orang diluar. Dengan segera aku memencet tombol sumber bunyi itu, agar Yoochun oppa segera pergi.

“f(x) sedang tidak ada di dorm, anda bisa kemari lain waktu.” Suara Krystal terdengar begitu saja, karena tombol itu memang diset menggunakan suara Krystal.

“Choi Sulli, aku tahu kau didalam.”

Glekk.. Aku bisa merasakan ludahku yang menjadi sangat pahit sekarang. Mati aku. Apa yang harus kulakukan sekarang.

“Buka pintunya, atau aku akan mendobraknya.” Aigoo~ Apa-apaan ini. Apa yang harus kulakukan?

“Cepat!” Bentaknya. Mati aku. Mati aku. Dengan bergetar, kuarahkan tanganku pada gagang pintu. Ku buka kunci yang ada secara perlahan, dan terakhir kubuka pintu itu secara perlahan pula. Pelan sekali, hingga akhirnya pintu terbuka ¼ dan aku melongokkan kepalaku untuk melihat orang di balik pintu. Jantungku seakan dipacu sangat keras, saat melihat tatapan tajamnya mengarah padaku. Aigoo.. Dengan  terburu-buru, aku berusaha menutup lagi pintu itu, tapi sebuah kaki langsung muncul di celah pintu, dan sebuah tangan mendorong pintu itu, hingga aku juga ikut terdorong ke belakang. Tamatlah riwayatmu sekarang, Choi Sulli!

“Eehh.. oppa, untuk apa kemari? Ehh.. bukankah Yunho dan Changmin oppa mengundangmu makan bersama?” Tanyaku berusaha menutupi kegugupanku.

“Ada yang harus kuutamakan disini.” Tamat kau Sulli. Selangkah aku mundur selangkah pula dia maju. Gawat, aku mau kabur kemana?

“Eehh.. tapi member yang lain tidak ada. Apa yang kau utamakan disini?” Pabo! Pabo! Tentu saja kau bodoh. Dia pasti tidak terima sekarang.

“Kau. Kenapa kau mengatakan membenciku?” Benarkan dugaanku, pasti dia bertanya tentang ini.

“Eeee.. Itu, aku.. Aku..”

Duaghh..

Kepalaku membentu sesuatu yang cukup keras, setelah kutolehkan kepalaku, ternyata yang kutabrak adalah pintu kamarku. Tuhan! Kau memang baik. Dengan segera kugeser tubuhku, membuka pintu dengan tangan di belakang, masuk dan langsung mendorong pintu sekuat mungkin. Tapi lagi-lagi aku gagal. Baru saja aku berhasil menutup pintu dan ingin kukunci, pintu sudah terbuka kembali, dengan sekali dorongan dari Yoochun oppa. Sulli, mati kau sekarang! Tak ada jalan lain.

Oppa, mianhae, jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud mengatakannya. Aku hanya.. Hanya ingin jujur karena orang itu.. Ehh.. Kau, bertanya apa aku pernah tidak menyukai orang dalam hidupku atau tidak. Mianhae, oppa.” Kakiku membentur lemari, hingga akhirnya aku terjatuh dalam posisi terduduk disamping lemari. Yoochun oppa kulihat juga ikut duduk di hadapanku.

Saranghae..” Mwo?! Apa yang dia katakan tadi? Saranghae? Dia mencintaiku? Kunaikkan kepalaku hingga tepat menatapnya.

Chu~

Sebuah kecupan mendarat di bibirku setelahnya. Yoochun oppa menarikku untuk masuk dalam dekapannya. Kepalanya bersandar di bahuku.

Saranghae. Jeongmal saranghae-yo. Aku menyukaimu tanpa tahu identitasmu yang sebenarnya, kau adalah wanita yang kucari selama ini. Dan saat tahu kau membenciku, jujur saja aku sempat frustasi dan putus asa. Tapi Junsu dan Jaejoong hyung, menyuruhku untuk berusaha mendapatkanmu. Aku tidak peduli jarak 8 tahun di antara kita, yang aku tahu, aku mencintaimu. Dan aku selalu berharap kau juga mencintaiku.” Deklarasinya terasa begitu manis, hingga membuat kedua pipiku memerah dan panas rasanya.

“Ehh.. Oppa.. Kau tidak marah, jika aku membencimu?”

“Tidak, justru aku senang kau membenciku. Artinya kau memperhatikanku kan?” Tangannya mengusap rambut dan punggungku perlahan, membuatku nyaman berada di dekatnya. Sepertinya aku salah membencinya.

“Kurasa.”

“Lalu apa kau mencintaiku juga?”

“Kurasa belum. Tapi setidaknya aku mulai bisa melupakan bahwa aku membencimu.”

Mwo? Ayolah cintaiku aku.” Dia melepaskan pelukannya, dan menatapku dengan raut sangat kekanakan.

“Sudah untung aku mulai menyukaimu. Dasar.”

“Tapi kan—”

Chu~

Pipiku langsung memerah karenanya. Aku bahkan tidak tahu aku bisa senekad ini. Kulihat ekspresi polos Yoochun oppa, karena terlalu terkejut.

“Kalau begitu, belajarlah membuatku mencintaimu, oppa.”

Ne.. Pasti!” Yoochun oppa menggandeng tanganku, dan mengajakku keluar dorm.

“Mau kemana kita?”

“Setidaknya, kita harus mengumumkan pada orang-orang yang menunggu kehadiran kita di restoran Yesung, kalau kita resmi menjadi kekasih kan?” Yoochun oppa melirikku jail.

OPPA!!

– THE END –

22 juni 2012

Advertisements

4 thoughts on “Idol’s Story (Park Yoochun & Choi Sulli)

  1. aigoo..so sweet!
    baca ff ini-selain menyenangkan utk mengisi waktu-juga bikin aku galau..
    pertama, baca kata2 “aku tidak peduli jarak 8 tahun diantara kita..” aaa~ coba kalo kibum oppa yang ngomong gitu ke aku , tapi jarak umur terlalu jauh 😥 mana mungkin kibum oppa ngomong “aku tidak peduli jarak 12 tahun diantara kita” *dibakarELF
    kedua, galau karena….aku lapar..huaaa~ #ABAIKAN-_-

    Tapi dari yg aku lihat, DBSK oppadeul dan JYJ oppadeul udah hilang kontak dan ga pernah berhubungan lagi sekarang T__T oh..i miss them together as DB5K *sokinggris*

    Keep writing ya!! ff-nya udah bagus, cuma ada sedikit typo..jadi rada ganggu hehe..
    SEMANGAT!! 🙂

  2. adek ku satu itu – red : sulli- di pasangin sama siapa aja cocok. hahaha.
    berarti kalo ama Heenim omongannya jadi gini “aku tidak peduli jarak 11 tahun diantara kita..”
    😀
    #maklumSsulHeeShipper

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s