[FREELANCE] My Sweet Panda

Author : Han Ji Eun

Judul : My Sweet Panda

 Cast : EXO-M Tao

Jin Hee (OC)

EXO-M Xiumin

EXO-M Lay

Genre : Romance

Rated : G (Semua Umur)

Type : F iclet

NOTE : anggep aja di sini Xiumin-Lay-Tao seumuran yah,kekekeke,ntah kenapa saya jadi merhatiin si Tao ini,padahal pertama gasuka,eh lama lama suka gegara mata nya yg mirip panda itu,saya khilaf karna meng-anak tiri-kan dia huahahaha,yasud,check this out guys,don’t forget to RCL ^^

Oiya thankiss buat artworker poster nya nae chingu mekeyworld @chokyulateworld.wordpress.com

~ ~ ~

Suatu sore yang cerah tapi sedikit dingin,terlihat seorang gadis yang sedang menunggu seseorang di bangku taman tengah kota Seoul.

Ia terlihat merapatkan jaket nya,mungkin karena tiupan angin yang kencang saat musim gugur ini.

“Aish, di mana Xiumin Oppa? Dia lama sekali,” gerutu gadis itu sembari melihat Casio girly yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.

GREB~

Tiba-tiba ada sepasang tangan yang menutupi matanya, penglihatan gadis itu menjadi gelap. Ia terkejut, lalu diam beberapa saat ~

“Eungg … Xiumin Oppa?”

 

Jin Hee POV

Saat sedang menunggu aku terkejut karena ada sepasang tangan yang tiba-tiba menutup mataku, aku berfikir sejenak dan bertanya, “Eungg … Xiumin Oppa?”

Sepertinya dugaanku benar, dan sepasang tangan itu langsung membebaskan mataku dari kegelapan. Aku menoleh, itu Xiumin Oppa.

“Astaga,kau ingin membunuhku karna terlalu lama menunggu ?” Kesalku sambil mencubit pipi chubby-nya.

“Kekeke~ maaf ya sepupuku, tadi aku ada urusan sebentar dengan temanku,” jawabnya dengan wajah polos.

“Hmmm, apakah kau lebih mementingkan temanmu itu dari pada membantu sepupu yang paling kau sayangi ini mencari kado ulang tahun untuk Eomma-nya?” tanyaku selidik.

“Ayolah, jangan mempersulitku seperti itu.” Mukanya memelas, ini sungguh lucu, kenapa tadi aku lupa membawa kamera polaroid-ku ya? Wajahnya yang memelas ini kalau kufoto dan kutunjukkan pada Ji Ae Eonnie-pacarnya pasti seru.

“Baiklah, sekarang kau temani aku mencari kado untuk Eomma, kajja,” ajakku sambil menarik lengannya.

“Xiumin~ah, kau mau kemana?”

Tiba-tiba ada yang memanggil nama Xiumin Oppa, hmm tunggu.. Itu Lay Oppa, temannya Xiumin Oppa, tapi siapa namja yang berada di sampingnya ? Yang tadi memanggil nama Xiumin Oppa?

Mereka berjalan ke arah kami, ketika sampai di depanku, Lay Oppa memberi senyumnya dan seperti biasa, ia mengacak acak rambutku, aku memang sudah mengenalnya, ia kuanggap Oppa-ku sendiri.

“Hai dongsaeng manisku, ahh yeppeoda~,” puji nya.

“Hallo Oppa, long time no see,” balasku sambil tersenyum.

Ya! Xiumin, kau mau kemana? Sudah lupa kalau kita masih ada latihan untuk dance competition minggu depan ?”

Namja yang asing bagiku itu ikut berbicara. Tatapannya sangat tidak bersahabat denganku.

“Apa-apaan ini?” Aku meminta penjelasan kepada Xiumin Oppa.

“Jin Hee~ah bisakah kita perginya besok saja? aku benar-benar lupa.” Ia menatapku sambil mengatupkan tangannya memohon.

Tsk.. tidak bisa, aku tidak mau tahu, pokoknya hari ini, toh lombanya masih minggu depan.”

“Jin Hee, kumohon~.” Xiumin Oppa memelas lagi.

“Sudahlah, tinggalkan saja dia, waktu kita tidak banyak, aku malas bertele-tele.” Lalu namja itu menarik lengan Xiumin Oppa.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” bentakku pada namja itu, lalu menarik kembali Xiumin Oppa.

“Hanya melakukan yang harusnya kulakukan,” jawabnya enteng.

“Aku sudah menunggu nya dari tadi,aku ada perlu dengan Xiumin Oppa! “ Jawabku sedikit menyentak.

“Gadis kecil, lebih baik kau pulang dan belajar, tidak usah membuat masalah denganku.” Namja itu menatapku tajam.

“Gadis kecil? Huh lucu~ Aku sudah dewasa kau tahu?!” Aku menatapnya sinis.

Ia hanya melihatku dari ujung kepala sampai ujung kaki dan langsung membuang muka.

“Aku sudah bilang, jangan mencari masalah denganku,” jawabnya sedikit geram.

“Jin Hee~ah,lebih baik kau dengarkan kata Xiumin, itu saranku.” Tiba-tiba Lay Oppa bersuara.

Andwae Oppa! Aku sudah lebih dulu membuat janji dengannya !” tegasku.

Lalu dia menarik Xiumin Oppa lagi

“Itu bukan urusanku, aku tidak mau tahu, sekarang lebih baik kau pergi sebelum kau menyesal nantinya.”

“Menyesal? Tidak akan !” jawabku lagi dan menatap matanya seakan aku menantangnya.

Harusnya dia akan menyerah dan pergi, apalagi terhadap wanita sepertiku.

“Kau memilih pergi sendiri atau pergi dengan caraku ?” icapnya tiba-tiba.

Nde?” Aku tersadar dari lamunanku.

Tsk, apa kau tidak mengerti?” Menatapku seakan meremehkan.

“Sekali tidak tetap tidak !” Bentakku lagi.

“Tao~ah sudahlah, kita mengalah saja, ia sepupunya Xiumin, aku juga tahu ia tidak bisa mengalah begitu saja.” ucap Lay

Tetapi namja itu tidak mengindahkan ucapan temannya dan tetap menatapku.

Hingga perlahan tapi pasti, sosok namja itu mulai mendekat ke arah ku dan sekarang tepat di hadapanku.

Death glare-nya sungguh menyeramkan, sedikit membuat pertahananku goyah.

“Aku tidak main-main dengan apa yang kuucapkan.”

“Kau pikir aku main main eoh?!” jawabku lagi, sungguh perasaan ku tak karuan dan ada sedikit rasa takut.

Aku ingin berbicara lagi,tapi tiba-tiba …

PLAK !!

Pipi kiriku memanas dan terasa sakit.

Aku terdiam dan tak percaya atas apa yang terjadi,perlahan kusentuh pipiku yang mulai memerah.

Ya! Apa yang kau lakukan ? Tao~ah dia sepupuku!” Xiumin Oppa menghampiriku yang sekarang jatuh terduduk di rerumputan.

“Jin Hee~ah, gwaenchana?” Terdengar nada khawatir dari pertanyaannya. Lalu aku bangkit dan menatap namja itu, tatapan membunuh tepatnya.

“Bagaimana? Sakit?” tanyanya enteng.

Speechless…  itulah yang aku rasakan, bagaimana bisa seorang namja menampar yeoja sepertiku? Bahkan ia terkesan tidak perduli dengan statusku sebagai ‘yeoja’ atau ‘sepupu’ dari Xiumin Oppa.

Tsk… aku sudah bilang jangan mencari masalah dengaku, dan itu benar-benar serius.” Sekarang ia menatapku rendah.

“Bahkan yeoja cerewet sepertimu bisa diam dalam sekali tamparan, itu sudah bagus, bukan?” Ia menyeringai.

“Kau tahu, bahkan kedua orang tuaku belum pernah menampar wajahku seperti tadi, atau mungkin orang tuamu yang mengajarkanmu untuk bertindak seperti yang kau lakukan? Sungguh menjijikkan, aku kasihan padamu,” ucapku meremehkan.

“Apa kau bilang?” Ia mencengkram kedua pundakku kasar.

“Orang tuaku bahkan belum mengajarkan hal yang seperti ini.”

Tiba-tiba wajahnya semakin dekat, aku mencoba mendorong tubuhnya menjauh tapi percuma, karena tubuhnya lebih besar dan ia masih mencengkramku.

Aku takut, kali ini benar benar takut sampai kupenjamkan mataku.

Saat merasa aneh karna tidak terjadi apa-apa, aku membuka mataku dan kudapati namja itu hanya menatapku lama.

Tatapan kami saling beradu, dan aku tersadar saat ia melepaskan cengkramannya di pundakku.

“Kenapa kau hanya menatapku saja?” Akhirnya kuberanikan diri bertanya.

“Kau pikir aku akan melakukan apa? Menciummu eoh?” Ia mendengus.

Mwo? Untuk apa aku berpikiran seperti itu?” Elakku sambil menunduk.

“Bahkan wajahmu memerah,ckckck… dasar ‘yeoja’,” Dengusnya.

“Jangan pernah membuatku marah, apalagi menyebut-nyebut orang tuaku, mereka sudah tidak ada di dunia ini.”

Tiba-tiba aku merasa bersalah padanya, ahhh… eotokhae?

Mianhae, aku tidak bermaksud untuk menyinggung tentang orang tuamu, jeongmal mianhae,” kataku sambil membungkuk.

“Sudah terlanjur,” jawabnya enteng.

“Sudah terlanjur? Maksudmu ?” tanyaku sedikit bingung.

“Ya sudah terlanjur, kau harus membayarnya karena itu.” Ia kembali membuang muka.

“Bayar? dengan cara?” Sungguh aku masih bingung.

“Kau menjadi yeojachingu-ku.” Tatapannya sulit diartikan.

Aku hanya menatapnya tidak percaya, seakan tak mau menunggu lama, ia berbicara lagi.

“Tidak menjawab berarti kau setuju, ku jemput kau besok pulang sekolah di depan SMA-mu, oiya aku pergi dulu, Lay-Xiumin kajja!” ucapnya.

CUP ~

Tiba-tiba ia mencium pipi ku.

“Dan itu sebagai permintaan maaf atas tamparanku tadi.” Itu kalimat terakhir yang kudengar dari bibirnya, kulihat sosoknya menjauh bersama dengan Xiumin dan Lay Oppa.

Astaga! Apa yang terjadi barusan? Apakah aku sedang mimpi? Apa aku sudah gila? Aku menepuk nepuk pipiku seakan tidak percaya, karena tidak juga menemukan jawabannya, kuputuskan untuk pulang dan berendam air hangat, setidaknya itu akan membantu menjernihkan pikiranku.

# # #

Jin Hee pikir, ucapan namja bernama Tao itu hanya omong kosong, tapi tidak saat Jin Hee menyadari ada seorang pria yang sedang menunggunya di depan gerbang sekolah dengan menyandar di samping ssebuah motor sport putih yang cukup keren.

Orang itu menatapnya lama seakan menyuruh Jin Hee segera menghampirinya. Jin Hee berjalan kikuk menuju gerbang.

“Kau ini lama sekali, berjalan saja seperti siput,ckckck,” Ia menggerutu.

“Itu bukan urusanku, siapa suruh kau menunggu ku,” jawabku acuh sembari melipat tangan ke dada.

“Ya sudah, pakai ini!” Ia menyerahkan helm berwarna senada dengan motor sport-nya.

“Aku tidak mau, kau pulang saja,aku bisa naik bus,” Tolakku.

“Ya sudah, aku pulang,” jawabnya seraya men-starter motor dan pergi meninggalkanku yang terperangah akan sifatnya, hingga sosok itu pun menghilang.

Apa-apaan namja itu? Seharusnya dia tetap berusaha merayuku agar pulang dengannya, bahkan saat kutolak ia malah pergi.  Menyebalkan~

# # #

Akhirnya Jin Hee pulang dengan bus umum seperti biasanya.

Saat sampai di rumah, ponselnya bordering tanda ada panggilan masuk, untuk sesaat ia ragu, karena yang menelfon hanya berupa nomor saja, tidak ada namanya. Tetapi pada akhirnya ia menekan tombol hijau pada iPhone manis berwarna putih nya itu.

Yeoboseyo,” ucapnya sambil berusaha mengganti seragamnya.

“Hmm… kau sudah berada di rumah? Coba lihat ke bawah dari jendela kamarmu yang ada di lantai atas,” Jawab orang di seberang.

Eh tunggu … suaranya seperti ???

# # #

Jin Hee segera membuka jendela kamarnya dan mendapati Tao sedang berada di halaman rumahnya menatap jendela Jin Hee.

“Aku tanya apa yang kau lakukan disini?” Kini aku sudah berada di ruang tamu, duduk berdua dengannya di sofa.

“Apa tidak boleh aku berkunjung ke rumah yeojachingu ku sendiri, eung?” tanyanya penuh selidik.

Anni, bukan begitu, tapi darimana kau bisa tahu nomor ponsel dan alamat rumahku?” tanyaku bingung.

“Bukankah itu wajar? Aneh jika aku tidak tahu nomor ponsel serta letak rumahmu bukan?” jawabnya enteng.

“Kenapa namja ini malah mengalihkan pembicaraan? Sesaat kuamati wajahnya, garis wajah yang tegas, tampan, berkharisma dan mata yang …

“KUNGFU PANDA!!” Aku menyerukan sesuatu yang membuatnya sedikit terkejut,bahkan aku juga ikut terkejut dengan yang kuucapkan barusan, kekeke ~

“Kau suka film konyol itu?” tanyanya acuh.

“Hmm tidak.” Aku menggeleng.

“Lalu?” Ia menaikkan salah satu alisnya.

“Hanya lucu saja, kau terlihat seperti panda, matamu lucu, hahahaha !!” Tawaku meledak.

Tidak ada respon. Aku terdiam, ternyata dia sedang menatapku.

“Dasar anak kecil, masih saja menonton yang seperti itu,” ucapnya dingin.

“Apa tidak boleh?” tanyaku sedih.

“Terserah kau saja,aku pulang dulu.” Tiba-tiba ia beranjak dari sofa.

“Kenapa pulang?”

“Apa tidak boleh pulang? Kau masih ingin bersamaku?” Ia sedikit melirikku.

Nde?”

“Lupakan, jaga dirimu, jangan tidur larut malam.” Ia mengacak rambutku lalu pergi seperti biasa dengan motornya itu.

# # #

Saat Jin Hee mau tidur ada pesan masuk di ponselnya.

From : Tao Panda

Jangan tidur larut malam, besok pagi kuantar kau ke sekolah, jangan menolak.

~ ~ ~

Aku mendesah, kenapa namja ini suka sekali memaksa sih? Lebih baik aku tidur saja, mungkin ia juga sudah terlelap.

# # #

Saat aku keluar rumah, kudapati Tao Oppa sedang menungguku.

“Sudah lama?” Tanyaku gugup.

“Tidak, ayo sekarang naik.” Ia menepuk jok belakang.

“Jangan kencang-kencang ya mengendarai nya, aku takut,” Pintaku

“Lihat saja nanti, berpeganganlah padaku.” Ia menjawab dengan cuek.

Sebelum aku sempat protes, ia sudah melajukan motornya dengan sangat kencang, spontan aku memeluknya.

# # #

Ia berhenti ketika sampai di gerbang sekolahku.

“Sudah sampai.” Ia hendak turun dari motor, tapi aku masih memeluknya.

“Sampai kapan kau akan memelukku seperti itu? Cepat turun!” Perlahan aku melepaskan pelukanku padanya dan turun.

“Aku sedikit trauma dengan motor,maaf.” Ucapku serak.

“Aku tahu.” Ia menatapku lamat.

Tunggu~ darimana ia tahu? Aku belum bercerita padanya, bahkan kami baru saling mengenal.

“Jangan berpikir yang tidak penting, masuklah.” Ia mendorongku menjauh.

“Oiya, pulang sekolah sekolah nanti kau ada acara?” tanyanya lagi.

“Tidak, kenapa ?” tanyaku bingung.

“Oke, nanti kujemput ya, aku pergi.” Ia mengecup dahiku sebelum menghilang.

Mukaku memerah, apa ia tidak mengerti kalau ini sekolah? Dasar panda tidak peka u,u

###

“Kau suka?” Ia bertanya padaku.

Neomu joha!!” teriakku bersemangat.

Ia membawaku ke tempat yang sangat indah, kalian tahu? More than awesome!! Ada sebuah bukit yang terletak di pinggiran kota dan kita bisa menikmati pemandangan bulan serta bintang yang bersinar terang seakan menyambut kami berdua pada malam hari.

“Ini tempat favoritku, kau orang pertama yang kuajak kesini.” Jelasnya.

Jeongmal?” Tanya ku tak percaya.

Ne.”

“Lalu kenapa kau membawaku ketempat ini?”

“Hanya ingin kau merasakan apa yang kurasakan,” jawabnya.

“Memangnya apa yang kau rasakan?” Kini aku menatap matanya lekat.

“Kau benar tidak tahu?” Ia balik bertanya.

Molla, kau saja belum memberitahuku.”

“Yasudah kalau tidak tahu.” Tao Oppa tersenyum tipis.

Oppa~ya jebal beritahu aku,” bujukku sambil mengatupkan tangan.

“Kau harus mencari tahu sendiri Jin Hee~ah.” Makhluk(?) ini malah mengacak rambutku.

“Ayo kita pulang, ini sudah larut.” Ia tampak melirik Bulgarinya.

Ne.

“Kau tidak membawa jaket?” Tanyanya.

“Tidak, aku lupa karna terburu-buru, takut kau menunggu lama, hehe~” balasku sambil tersenyum manis.

Tsk, kau ini ceroboh, cepat pakai.” Tao Oppa melepas jaketnya dan memberinya padaku.

“Kau saja yang pakai, aku tidak apa, sungguh ~” Aku menolaknya halus.

“Sudah kubilang pakai ya pakai saja,tidak usah cerewet!” Protesnya.

Aish… apakah kau selalu memaksa yeoja yang kau kencani huh?” Sungutku.

“Hanya kau.” Ia mulai menstarter motornya dan aku langsung memeluk pinggangnya dengan erat, antisipasi kalau-kalau ia akan melaju dengan kencang.

Tapi dugaanku meleset, ia melajukan motornya dengan pelan.

“Kenapa pelan?” Aku bertanya.

“Kenapa kau bertanya? Kau mau aku membawa motor dengan kencang agar memberimu kesempatan untuk leluasa memelukku, eoh?

Sial… aku tidak bisa menjawabnya.

Eung… itu… aku hanya… Ah sudahlah, kenapa jadi kau yang cerewet!” Protesku padanya.

Kini tangan kiri Tao menggenggam tanganku agar lebih merapatkan pelukanku padanya, kuakui ini sedikit membuatku tersipu malu .

# # #

Dua Bulan sudah aku berpacaran dengan Tao Oppa, dia memang cuek dan terkesan tidak perduli, tapi setelah malam di bukit itu ia semakin membuatku menyukainya, meski kuakui perhatian yang ia berikan tidak seperti namja-namja yang ada dalam drama, tapi itulah sisi lain dari seorang Huang Zi Tao.

Aku menyukai Tao Oppa apa adanya, suka saat ia berpura-pura tidak perduli tapi jauh dari yang kutahu ia sangat mencemaskanku saat sakit, tersenyum diam-diam saat aku mulai merajuk, dan saat kesal sewaktu kusuruh ia melakukan “bbuing bbuing” di hadapan Xiumin dan Lay Oppa, sungguh aku menyukai apa  yang ada dalam dirinya.

Saat ini aku bersama dengan Tao Oppa seperti biasa, duduk berdua sambil menikmati cahaya bulan dan bintang yang saling bertautan.

“Jin Hee~ah” Tao oppa menatapku sendu.

“Ya, Oppa?” jawabku tetap memandang bulan dan bintang.

“Kau masih ingat saat pertama aku membawamu kesini?” Ia bertanya.

“Masih ingat yang kuucapkan?” tanyanya lagi.

Anni, aku cuma ingat sedikit, memangnya kenapa ?” Aku menggeleng sambil tersenyum polos.

“Gadis kecilku benar tidak ingat?” Raut wajahnya menunjukkan kalau ia kecewa.

“Hanya sedikit Oppa,sungguh jangan memasang wajah seperti itu.” Sesalku.

“Kalau begitu dengarkan aku, tak ada replay, kau tahu alasanku membawamu kesini waktu itu? Tidak kan? Makannya sekarang kuberitahu.” Pengucapan nya serius.

“Alasannya aku bahagia, bahagia karena mencintaimu, bahagia kau sudah jadi milikku, bahagia karena kau mau menerimaku dan bahagia karena kau jadi pendampingku saat ini, gomaptta. ~ Saranghaeyo yeongwonhi Jin Hee~ah, mianhae karena pertama bertemu aku menyakitimu, mianhae karena aku tidak perduli padamu, tapi asal kau tahu aku sudah mengenalmu saat Xiumin dan Lay bercerita tentang polah seorang gadis yang ada di sampingku ini, dan dengan mudahnya merebut perhatianku tanpa kau tahu sebelumnya, hehehe ~ “ Ia tersenyum.

Baru kali ini aku melihat ia tersenyum seperti itu.

“Apakah kau serius Oppa?” Dan orang yang kupanggil Oppa ini mengangguk.

“Kalau tidak serius mana mungkin aku membawamu ketempat ini berulang kali.” Ia mengacak-acak rambutku.

“Berjanjilah kau akan di sisiku selamanya.” Pintaku tulus.

Trust me, kalaupun aku bosan denganmu, aku tidak bisa jauh dan pergi darimu, karena kau telah memikatku di dalam hatimu.”

Aih apa dia merayuku ?

“Aku tahu, aku tahu dan aku tahu, jadi bisakah aku meminta satu hal?” Tawarku padanya.

“Hmm … apa?” Astaga sifat sok cool-nya keluar lagi.

“Mendekatlah kemari, aku ingin memperhatikan wajahmu lebih lama.” Dan ia memajukan wajahnya padaku.

“Apakah ini sudah cukup?” Tanyanya lagi.

Anni maju lagi, tutup matamu juga, jangan banyak bertanya.” Perintahku sebelum ia mulai cerewet.

Hana …  Dul … Set …

CUP

Aku menciumnya tepat di bibir, hanya menempelkannya sebentar. Tao Oppa terkejut dan membuka matanya.

Sebelum ia berkoar-koar menceramahiku, sebaiknya aku harus melarikan diri, hahaha XD.

Ya! Gadis nakal, mau kemana kau?!” teriak nya sembari mengerjarku.

END

Oke finish,maafkan saya kalau ada typo di FF abalnya,just for fun,RCL ditunggu ^^

Advertisements

16 thoughts on “[FREELANCE] My Sweet Panda

  1. haloo, ini ff nya bagus koook 🙂 fluff begituu

    tapi cuma saran ajaa yaa, di ff mu cuma perlu diperhatikan tanda baca dan penggunaan hurup kapital aja, but over all it’s so good d^^b

    itu cuma sekedar saran aja, maaf kalau misal ada perkataan yang kurang berkenan 🙂

    salam Lusy aka Bee

    • Hallo admin,gomawo buat comment nya..
      Itu alurnya kecepetan apa ya ? Oke,lain kali bakal lebih diperhatiin,mian klo typo bertebaran,kekeke ~

  2. Ciiee ciiee~ “was teken by hyukjae, in relationship with sunggyu, and belongs too Dongwoo” *apa ini*
    Aku sependapat yaa ndah sama Bee eonnie
    *Boo & Bee*

    Ditunggu ff slnjutnya *co-pas urara eonnie*
    ak selalu siap jadi beta-reader lohh~
    wkwkwkw perasaan kemaren ga adahurup miringnya ndah??
    GOOD!! lanjutkan yya~

  3. punya nama korea ‘jinhee’ berasa masuk di ff ini >< *ok, abaikan*
    Uaaa!!! SUKA BANGET MIN SAMA STORYNYA! apalagi castnya aku (._.?) sama Tao. Secara Tao itu biasku di EXO (K-M)
    Keep going min! Buat karya FF yang banyak (dan castnya Lee Jinhee /plakk/)

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s