[DRABBLE] Love Under The RAIN

LOVE UNDER THE RAIN

Author: LucifeRain

Genre: Romance / smooth / fluff

Ratting: General

Length: drabble

Main Cast:

–         Lee Taemin

–         Shin Sungrin

Annyeong haseyo..

ini FF debutku di blog ini haha 😀 I hope you like it, bekicottt…

~*~*~*~

~First RAIN~

Bau tanah menyeruak pelan di antara kepungan bulir bulir hujan. Gumpalan debu yang tersapu angin berangsur angsur menghilang terhapus air, menyisakan semerbak wangi basah yang terlalu menggoda di hirup seorang gadis.

seorang gadis yang di katai bodoh oleh orang orang di sekitarnya karena melakukan aktivitas berlawanan ketika hujan datang. Bukanya mengembangkan payung seperti yang di lakukan kebanyakan orang, gadis itu malah menengadahkan kepalaya, menantang hujan dengan senyuman lembut yang mengembang di bibirnya.

“SHIN SUNGRIN!!! KAU KETINGGALAN BIS LAGI BODOH!!!”

Teriakan itu sontak membuat matanya terbelalak lebar, ia menoleh ke kanan dan ke kiri ternyata halte bus yang disinggahinya kosong. Lalu dari mana teriakan itu berasal?

Saat matanya memandang lurus kedepan, ia mendapati sebuah bus yang ditunggunya selama setengah jam sudah berlalu tapi kepala sahabatnya masih mencongol (?) dari jendela bus dan meneriakinya dengan heboh.

Refleks ia pun berlari dengan tangan mengapai gapai diudara untuk memanggil bus itu, menerobos hujan yang semakin deras tanpa alat pelindung. Karena pandanganya terus ke arah bus, gadis itu tak menyadari ada bongkahan batu di depanya dan…

Brukkkk….

“awww” pekiknya.

Bibir gadis itu sukses berciuman dengan aspal. Tapi ada satu hal yang aneh, sekujur badanya masih merasakan tusukan air hujan namun tak demikian dengan kepalanya.OMMO! Apa aku mati setengah badan?

Sontak ia pun menoleh dan mendapati sepasang sepatu kets di depan mukanya. Saat ia menengadah, ia mendapati seseorang berdiri menjulang tinggi di hadapanya.

Sadar akan posisi konyol nan bodoh, buru buru Sungrin beranjak berdiri dan sambil merapikan seragamnya yang basah kuyup. Ia memandang namja yang menatapnya dingin, namja itu berdiri dengan memegang sebuah payung putih transparan.

Sedangkan dirinya dibiarkan berdiri di bawah air hujan, dan tadi namja itu sama sekali tak menolongnya saat terjatuh! Aigoo… Namja macam apa dia!!

“kau!” Sungrin menunjuk namja itu tepat di hidungnya.

Tapi apa yang terjadi setelahnya? Namja itu berbalik dan pergi meninggalkanya sendirian di tengah hujan. sungguh apes nasibmu Shin Sungrin! Kau ketinggalan bus dan dipermalukan seseorang namja yang terasa familiar… tunggu! Familiar???

~*~*~*~

~Second RAIN~

Seorang gadis bertapa di sebuah batu datar yang terletak di kolam buatan belakang halte bus yang kemarin. Jika biasanya ia menengadahkan wajah kelangit untuk merasakan ciuman hujan di pipinya atau msekedar mengamati titik titik hujan, kini gadis penggila hujan itu memilih menyilangkah kaki dan meletakan genggaman tanganya di atas lutut. Semacam bertapa atau semedi jadi jadian.

Sejak tadi dirinya hanya fokus mengingat siapa namja menyebalkan yang mempermalukanya kemarin. Seragam namja itu jelas jelas bukan seragam SednaShall Accademy, sekolahnya. Tapi dia sangat familiar dengan wajah itu.

Shin Sungrin membuka matanya, dia tahu….

Namja itu adalah Namja yang sering dibicarakan teman temanya karena selalu menang dalam Dance Battle juga sering menunjukan keahlianya di Street dance. Dia pernah beberapa kali melihat namja itu karena diajak teman temanya. Namanya….

“LEE TAEMIN! Haha, iya, Lee Taemin?! ngaahaha”

“kau memanggilku?”

~DOENGGG~

Sungrin termangap lebar, ia berkomat kamit dalam hati dan berharap saat berbalik nanti dia tak menemukan namja itu. semoga suara itu hanya halusinasinya saja atau suara dedemit dan kawan kawanya.

Tapi….

ORANG ITU ADA DISANA! Shin Sungrin terlonjak, ia mengatup mulutnya yang mengaga. Sial! Kenapa ekspresinya selalu jelek ketika bertemu namja itu?

Lee Taemin masih dengan payung putih transparan yang sama, berdiri di samping halte yang sudah kosong. Ia menatap sungrin acuh tak acuh lalu berbalik dan mengabaikanya.

Mendapat perlakuan yang sama untuk kedua kali, membuatnya gemas. Sungrin berlari kecil ke arah namja itu dan berdiri di depanya sambil berkacak pinggang. Ini konyol! Dia sama sekali tak mengenal namja ini!

“kenapa kau selalu ada hah?” ceplos Sungrin dengan suara melengking. Uwoowwww memiliki suara cempreng nan melengking adalah bakat alami turun menurun dari keluarganya dan kerap kali sukses mengalahkan suara pukulan gentong dengan panci, oke ini tidak penting.

“ini tempat umum” balas Lee Taemin.

Benar juga, sial!

“kenapa kau mengabaikanku huh?!” serangnya lagi.

“kau siapa?” tanya namja itu dengan alis yang bertaut.

Sial! Dia benar lagi! aku siapanya? Bukan siapa siapa?

“kenapa kau selalu memakai payung?” Sungrin merutuk dalam hati, sumpah ini pertanyaan bodoh nan tidak penting sejagat rayap. Udah tau hujan, lha pake nanya.

“tidak, Aku hanya memakai payung ketika hujan!”

Ternyata jawaban namja itu diluar dugaan, saudara sadara! Sebenarnya siapa yang bodoh disini?!!

Terdengar bunyi mesin kendaraan di belakang mereka, dengan santai taemin melewatinya dan menaiki bus. Meninggalkanya sendirian di tengah hujan untuk kedua kalinya.

Ditemani guyuran hujan yang semakin mengganas, Sungrin kembali berkacak pinggang menatap kepergian bus tadi. Kenapa dia tidak menaiki bus itu? yaiyalah, itu kan bukan bis ke rumahnya ._.

~*~*~*~

~Third RAIN~

Shin Sungrin berjalan santai menuju halte bus yang biasa disinggahinya, seperti biasa setiap orang memandangnya dengan tatapan aneh. Jika orang disekitarnya berlomba lomba mencari tempat teduh, gadis itu malah berleha leha melangkah di bawah hujan.

Oh, dia sangat menggilai hujan. bahkan tubuhnya sudah kebal dengan temperatur air hujan sedingin apapun dan tasnya juga dilengkapi kain pelindung kedap air karena ia selalu membawa baju ganti dan barang elektronik.

Sungrin memiringkan wajahnya, menatap heran pada seorang namja yang berdesak desakan di bawah halte. Dia Lee Taemin, namja yang mempermalukanya dan mengabaikanya dua kali berturut turut.

Sepertinya ada yang kurang dari namja itu…

“kemana payungmu?!” tanya Sungrin ketus.

Taemin berada di kerumunan paling depan namun untungnya masih terlindungi atap halte, sedangkan Shin Sungrin tentu saja diguyur hujan karena berdiri di hadapanya.

“ketinggalan”

Dan saat itulah Sungrin tertawa lebar sampai sampai air hujan masuk ke dalam mulutnya, lumayan penghilang rasa haus haha…niat terselubung ._.

“kau takut dengan hujan ya?” Sungrin menyeringai lebar dengan mata berkilat nakal.

Taemin menatapnya lalu berdecak kesal, selang beberapa detik dari itu sebuah bus berhenti di depan halte dan setiap orang berangsur angsung menghilang dari tempat sebelumnya berteduh.

Begitu pula Taemin yang berlari kecil memasuki bus itu dan lagi lagi mengabaikanya di tengah rintikan air hujan.

~*~*~*~

~Fourth RAIN~

Tetesan hujan jatuh menghentak tanah, seorang gadis yang tadinya duduk di sebuah halte tiba tiba beranjak dan berdiri di depan halte, tempat yang tidak terlidungi atapnya.

Jarum jarum air itu menyerbu tubuhnya dan merembes di pakaianya. Sudah tiga jam dia duduk dam menunggu hujan… juga menunggu namja itu…

Jika keduanya selalu ada di saat bersamaan, hari ini seperti ada yang kurang. Sungrin sadar, ini pertama kalinya dia tidak antusias ketika hujan datang. Meskipun dia masih gila pada hujan dengan membiarkan seluruh tubuhnya basah.

Sungrin menunduk, hanya bisa memandangi sepatunya tanpa bersemangat. Bus terakhir sudah pergi dan terpaksa ia harus berjalan menuju halte berikutnya yang berjarak 300 meter.

Bodoh! Konyol! Dan kata kata lain terus ia ungkapkan untuk mengutuk dirinya. Mungkin namja itu marah karena kemarin ia mengolok oloknya. Tapi… menunggunya adalah tidakan paling bodoh? Untuk apa? Namja itu tak mengenalnya, bahkan tak tahu namanya…

Sejurus kemudian Sungrin merasa tetesan hujan di wajahnya tiba tiba hilang padahal gemericik air masih sangat jelas terdengar. Ia menautkan alis, ketika gadis itu membuka mata, ia langsung tersentak mendapati seorang pemuda sedang memayunginya sembari tersenyum lembut.

“Lee Taemin!” pekik Sungrin. Entah mendapat dorongan dari mana, tiba tiba sungrin mememeluk Taemin secara tiba tiba.

Sejurus kemudian gadis itu sadar dan melepaskan pelukanya, ia menunduk tak mau Taemin melihat rona merah di  wajahnya. dasar Sungrin bodoh! Rutuknya.

“menungguku, Shin Sungrin?”

Sungrin tersentak mendengar namanya disebut namja itu, ia mendongak dan mendapati senyum lembut Lee Taemin menyapa penglihatanya.

“da.. darimana kau tahu namaku?” ucapnya terbata.

Taemin maju selangkah, membiarkan Sungrin berteduh pada bagian payung depan yang ia bawa, membiarkan mereka dilindungi satu payung yang sama.

“karena aku selalu memperhatikanmu, gadis penggila hujan”

Sungrin tak mampu menyembunyikan senyumanya lebih lama, ia tak mampu merangkai setiap kata dalam otaknya. Mendapat jawaban itu sudah membuatnya bahagia.

“kau tahu, aku tidak suka berbasah basah karena hujan. tapi melihatmu sangat menggilai hujan, sepertinya itu menyenangkan”

Sungrin tersenyum lebar lalu memegang gagang payung Taemin tepat di atas lingkaran tangan namja itu. “kalau begitu lepaskan payung ini”

Secepat Sungrin mengakhiri kata katanya, secepat itu pula Sungrin melepaskan payungnya. Sekarang mereka bukan lagi berada pada satu payung yang sama, melainkan berada dalam satu rintikan hujan yang sama.

“sepertinya aku ketinggalan bus” ucap Taemin sembari menatap jalan yang kosong melompong.

“kajja”

Dan mereka pun berjalan berdampingan, membiarkan bulir bilir air menyusup kesela sela baju mereka dan menyapa permukaan kulit mereka dengan sangat lembut.

Dari kejauhan terlihat tangan mereka yang sesekali tak sengaja bersentuhan, namun sejurus kemudian tangan itu juga berada dalam satu ayunan yang sama karena Taemin langsung menggenggam tangan Sungrin.

Mereka tersenyum, menikmati tetesan hujan yang membawa aroma tersendiri juga mebawa awal suatu kisah dengan irama tersendiri. Hujan… sesuatu hal sederhana yang terdiri dari kumpulan titik air, namun romantis dan selalu di tunggu.

THE END

Huaaaa…. Aku nulis ini dalam waktu satu jam, ngebut jadinya nggak maksimal. Maafkan segala typo yang ada Cuma iseng doang sih penghilang mumet hehe abis aku juga suka banget sama hujan *semoga ketemu org kyk tetem #eh?

Semoga readers sekalian menyukainya. Dan aku sangat berterima kasih untuk para reader yang rela meninggalkan komen di kisah kecil ini. gamsha

Cheers,

LucifeRain (Ayya)

Advertisements

3 thoughts on “[DRABBLE] Love Under The RAIN

  1. uuuuuuuuuuuu…….co cwiiiiiiiitt >.<
    rapih thor,,dpet feelnya..
    cm pnulisan dialog diprhatikan lgi yoo ^^a

    aqu ngiri sama sungrin,,,lol.
    smoga klo ku k halte nnti hujan,,aqu gg ush bw payung.
    my chagiya yg pling gnteng setata surya aka key bkalan mayungin aqu *oke,,ini ngayal kejauhan*

  2. rui,,mian eomma br smpet baca ff nya,,ahahahaha,,rui eomma slalu suka sama kata” dr f mu, nak…slalu az bs bkin eomma ktawa, asliiii lho ini ff romance tp slalu nyelip komedinya,,,kekekekekeke….

    ceritanya jg unik, drabble tp ngena,,,oya rui suka hujan yah??jgn” gara” ff ini eomma jg bkalan suka hujan nih,,hoho…

    keep writing yah,,,eomma tnggu ff lainnya…:D

    oya tu eomma jg uda ksih jmpol eomma….^^

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s