[FREELANCE] Nerd, I Love You

Title : Nerd, I Love You

Author : Diani K (@diani_kpopers)

Cast : – Kim Jiyoung (OC’s)

          – Park Chanyeol (EXO-K)

          – Jung Soojung a.k.a Krystal (F(x))

          – Oh Sehun (EXO-K)

Genre : Romance, Friendship, School Life

Ratting : PG 15

Length : Oneshoot

Note : Mianhe kalau jelek, banyak typo, dan gak nyambung. Semoga suka ya! Happy Reding^^

 

 ***

Kim Jiyoung adalah seorang siswa di salah satu SMA di korea. SMA dimana hanya ada orang-orang yang kaya yang dapat sekolah disana. Sedangkan Jiyoung adalah yeoja yang berasal dari kalangan tidak mampu, dia bisa bersekolah di SMA itu karna mendapat beasiswa.

     Selama sekolah disana, Jiyoung tidak pernah diterima oleh teman-temannya. Dia selalu diejek karna dia satu-satunya orang miskin. Selain itu Jiyoung juga berpenampilan sangat udik, dengan kacamata berlensa tebal dan bulat yang dipakainya. Jiyoung juga selalu mengepang rambutnya setiap kali pergi ke sekolah.

     Jiyoung POV

     Aku berjalan menyusuri lorong sekolah yang sudah sepi. Ya, memang ini sudah lewat jam 3 sore, sudah pasti sepi. Aku terus berjalan, hingga aku manabrak seseorang.

BRUK

“Aww….sakit!!  Dasar udik, kalau jalan liat – liat dong!” Bentak Krystal yang kini terjatuh karna tak sengaja kutabrak.

“Mianhe, aku tidak sengaja” ucapku, sambil membantunya bangun.

“Singkirkan tangan kotormu itu!! Jangan sentuh aku, nanti aku ketularan miskin!! Aku bisa bangun sendiri kok!!” katanya sambil menyingkirkan tanganku dan berusaha bangun lalu pergi dari hadapanku.

#Rumah Jiyoung

     Aku keluar dari kamarku, lalu pergi ke dapur untuk makan malam. Aku melihat eomma sedang memasak, tapi aku tidak melihat appa. Aku pun duduk di kursi meja makan.

“Eomma, dimana appa? Apa dia belum pulang?” aku bertanya pada eomma.

“Belum, katanya pekerjaannya belum selesai. Waeyo?”

“Ah, Anio. Aku hanya kasian melihat appa, dia bekerja seharian tapi hanya mendapat gaji yang tidak seberapa.”

     Hening sejenak. Hingga akhirnya aku memulai pembicaraanku lagi.

“Eomma, boleh tidak aku meminta sesuatu?”

“Boleh.”

“Aku ingin berhenti sekolah, aku ingin membantu eomma saja.”

“Mwo? Berhenti? Andweyo!! Kau tidak boleh berhenti sekolah, kau satu – satunya anak eomma dan appa, kau harus hidup sukses dan mencari pekerjaan yang layak untukmu!!” bantah eomma yang mulai menaikkan suaranya.

“Tapi eomma, aku tidak mau!! Aku selaku diejek oleh teman-temanku karna aku orang miskin! dan eommaku seorang tukang cuci!” balasku dengan nada tinggi.

     Eomma hanya diam mendengar perkataanku. Kami hanya saling pandang, dan akhirnya eomma meneteskan air matanya. Aku yang melihatnya hanya bisa merasa bersalah, karna tidak seharusnya aku berkata seperti itu pada eomma.

“Eomma…jangan menangis, mianhe, seharusnya aku tidak berkata seperti itu.”

     Eomma menghampiriku lalu duduk dihadapanku.

“Eomma mengerti bagaimana perasaanmu, tapi….mau bagaimana lagi? Hidup kita memang seperti ini, kita harus tetap menjalaninya dan tetap semangat. Jangan pernah kau hiraukan teman – temanmu itu! Mereka tidak tahu bagaimana rasanya jadi kita. Kau sabar saja ya…..” Eomma menasihatiku.

“Nde eomma, mianhe.” Akupun berdiri lalu memeluk eomma.

“Aku berjanji akan tetap meneruskan sekolahku dan tidak mempedulikan teman – teman yang mengejekku.”

Jiyoung POV end

#Disekolah

     Jiyoung menjalani hari – harinya di sekolah. Dia selalu kesepian dan menerima bullyng dari teman – temannya. Namun, mau bagaimana lagi? Jiyoung sangat menyayangi orang tuanya, dia juga tidak mau menyianyiakan beasiswa yang didapatkannya dengan susah payah. Jadi, satu – satunya jalan bagi Jiyoung hanyalah tetap bersekolah dan membahagiakan orang tuanya.

***

KRING KRING KRING

     Bel tanda istirahat berbunyi. Semua anak berhamburan keluar kelas kecuali Jiyoung. Dia mengeluarkan kotak bekal yang dibawanya dari rumah seperti biasanya, karna tidak mungkin Jiyoung mampu membeli makanan di kantin sekolah yang serba mahal. Jiyoung pun membawa kotak bekalnya untuk dimakan di kantin.

     Seorang namja terlihat sedang berjalan – jalan mencari tempat duduk yang kosong, karna kebetulan kantinnya penuh sekali. Akhirnya namja itu menghampiri kursi kosong dihadapan Jiyoung.

Jiyoung POV

“Boleh tidak aku duduk disini?” Tanya namja itu dengan sopan.

     Aku tersenyum lalu mengangguk padanya.

“Kau membawa bekal dari rumah?” Tanya namja itu lagi.

“Nde.”

”Kenapa kau tidak membeli makanan yang ada di kantin saja?” tanyanya.

“Ah, anio. Makanan di sini terlalu mahal bagiku, lebih baik aku membawa bekal saja.” Jawabku.

“Oh. Bukankah Kau murid baru yang mendapat beasiswa itu? Joneun Park Chanyeol imnida, panggil saja aku Chanyeol!” namja itu memperkenalkan dirinya.

“Joneun Kim Jiyoung imnida, kuharap kita bisa menjadi teman baik.” Balasku dengan ramah.

“Nde.” Jawabnya.

     Kamipun makan bersama – sama. Aku senang, karna akhirnya aku punya teman baru yang tidak mengejek penampilan dan statusku.

     Saat kami sedang makan, aku mendengar seseorang menyapaku.

“Annyeong Jiyoungie?” sapa Krystal dengan nada sok ramah.

     Yup! Krystal adalah yeoja yang kutabrak kemarin, Krystal adalah Yeoja yang paling populer di sekolahku. Dia popular karna kecantikan dan kekayaannya, namun dia sangat angkuh, dia adalah orang yang paling sering mengejekku di sekolah.

“Annyeong.” Jawabku.

“Apa yang kau bawa itu?” tanyanya, sambil menunjuk kotak bekalku.

“Ini……” belum sempat aku melanjutkan kata – kataku namun sudah dipotong oleh Krystal.

“Iiiiiii……pasti itu makanan kampung yang khusus dimakan orang – orang nerd sepertimu?” Hahaha……Krystal dan gengnya itu menertawakanku.

“Oh iya, aku lupa. Jiyoung kan tidak mampu membeli makanan di sini, karna harganya sangat mahal. Haha…dasar anak tukang cuci!” lanjut Krystal. Kali ini bukan hanya gengnya Krystal yang menertawaiku, tapi juga orang – orang yang ada di kantin. Aku sungguh malu.

Jiyoung POV end

Chanyeol POV

     Aku tidak tahan melihat Jiyoung diperlakukan seperti ini. Akhirnya aku menegur Krystal.

“Ya! Krystal! Berhentilah menjelek – jelekan Jiyoung! Kau ini benar – benar bukan manusia, kau tidak punya perasaan!” Aku lalu mengajak Jiyoung pergi dari tempat menyebalkan itu.

     Aku membawanya ke taman sekolah, lalu kami duduk di kursi taman. Aku melirik ke arah Jiyoung, dan ternyata dia menangis. Kulihat dia mengambil tisu disaku seragamnya. Dia membuka kacamatanya yang sangat tebal itu lalu mengusap air matanya dengan tisu. Omo! Dia cantik sekali jika tidak memakai kacamata! Tanpa sadar, aku terus memperhatikannya dan jantungku mulai berdetak cepat.

“Gomawo karna sudah membelaku.” Ucapnya, sambil memasang kembali kacamatanya.

Nde, sama – sama.”

     Sepertinya aku mulai jatuh cinta pada Jiyoung.RING

***

     Hari demi hari aku lewati bersama Jiyoung sebagai sepasang sahabat. Hanya sahabat? Ya, Jiyoung memang hanya menganggapku sebagai sahabatnya, tidak lebih. Sampai saat ini hanya aku yang mau menjadi temannya.

Chanyeol POV end

 

Jiyoung POV

     Aku duduk di depan kelasku sambil memandangi para namja yang sedang bermain basket di lapangan. Tapi lebih tepatnya aku hanya memandangi satu namja, namanya Oh Sehun.

     Dia adalah namja yang terpopuler di sekolahku. Dia itu tampan, berprestasi, kaya, dan ramah. Jujur, aku menyukainya dari sejak hari pertama aku bersekolah di sini. Tapi dia namja yang sangat sulit untuk didekati. Bahkan, seorang Krystal yang cantik dan populer saja tidak bisa merebut hati Oh Sehun. Seseorang menyadarkan lamunanku, tapi lebih tepatnya dia mengagetkanku.

“Dooorrrr…!!!”

     Akupun menoleh kebelakang, dan ternyata dia Chanyeol.

“Huh, kau ini mengagetkanku saja!” ucapku sedikit kesal.

“Mianhe, habisnya dari tadi aku perhatikan kau melamun terus, waeyo?” Tanya Chanyeol yang sepertinya mulai heran.

“Aku sedang memperhatikan Sehun, dia sangat tampan!” jawabku sambil menunjuk ke arah lapangan.

“Oh, dia. Kenapa kau memperhatikannya?”

“Aku menyukainya!”

Jiyoung POV end

 

Chanyeol POV

     Aku benar – benar kaget mendengar jawabannya. Hatiku rasanya ditusuk ribuan pedang. Yeoja yang aku cintai menyukai namja lain. Apa berarti cintaku bertepuk sebelah tangan? Aku benar – benar berharap bahwa ini hanya mimpi, namun sayangnya ini kenyataan.

Chanyeol POV end

 

***

Jiyoung POV

     Pagi – pagi sekali aku datang ke sekolah. Aku melihat kerumunan siswa didepan mading. ‘masa pagi – pagi begini sudah ada berita yang menghebohkan?’ gumamku. Akupun memutuskan untuk menghampiri kerumunan itu lalu menatap ke arah mading.

Pengumuman

Besok malam akan diadakan pesta dansa di Gedung xxx

Seluruh siswa diundang untuk menghadiri pesta tersebut.

Terimakasih

(pengumuman gaje)

     Oh, ternyata pengumuman pesta dansa. Aku ingin sekali datang ke pesta itu, tapi aku tidak punya gaun untuk dipakai ke pesta dansa. Lagipula penampilanku ini juga tidak pantas. Akupun menjauh dari kerumunan itu lalu berjalan menuju kelasku.

***

     Aku duduk di kursi taman sekolahku sambil memikirkan bagaimana cara agar bisa mendapatkan gaun untuk pergi ke pesta dansa. Tanpa kusadari, Sehun sudah duduk disebelahku.

“Kau akan datang ke pesta dansa itu kan? Semuanya diundang.” tanyanya tiba – tiba.

“Nde, aku akan datang Sehun-ssi, tapi aku tidak punya gaun untuk dipakai di pesta nanti.”

“Ini, kau bisa memakainya. Aku harap ukurannya pas denganmu.” Sehun memberikan kantong plastik (bukan keresek) yang berisi gaun berwarna putih.

“Ini untukku?” tanyaku agak ragu.

“Nde.”

“Kenapa kau memberikannya padaku?” tanyaku heran.

“karna aku sering melihatmu menonton permainan basketku setiap istirahat, dan aku pikir kau menyukaiku.”

     Mwo? Jadi dia tahu kalau selama ini aku memperhatikannya bermain basket?

“Kamshahamnida, Sehun-ssi.”

“Nde, sama – sama. Umm…siapa namamu?”

“Joneun Kim Jiyoung imnida.”

“Baiklah Kim Jiyoung, jangan lupa datang ke pesta dan pakai gaun itu. Araseo?”

“Nde.” Jawabku sambil tersenyum.

     Sehun pun berdiri lalu pergi meninggalkanku.

Jiyoung POV end

 

***

Chanyeol POV

     Hari ini aku ingin membelikan gaun untuk Jiyoung. Aku tahu dia tidak punya gaun untuk pergi ke pesta dansa.

#Rumah Jiyoung

     Aku mengetuk pintu rumah Jiyoung hingga pintunya terbuka. Yang membuka pintunya adalah seorang yeoja, sepertinya dia ibunya Jiyoung.

“Annyeong ahjumma, joneun Park Chanyeol imnida. Saya temannya Jiyoung.”

“Nado Annyeong, saya eommanya Jiyoung. Jiyoung ada di kamarnya, ayo masuk!”

“Nde, kamshahamnida.”

     Akupun duduk di kursi ruang tengah. Hingga aku melihat Jiyoung keluar dari kamarnya menggunakan gaun putih. Dia terlihat cantik, tapi itu gaun dari siapa?

“Ah, Chanyeol kau ada di sini? Bagaimana? Bagus tidak? Ini gaun pemberian Sehun. Dia baik sekali.” Tanya Jiyoung sambil menunjuk – nunjuk gaunnya.

     Mwo? Jadi aku terlambat? Jiyoung sudah menerima gaun dari Sehun. Kenapa harus seperti ini? Kenapa? Aku pun berdiri dan membungkukkan badanku ke arah Jiyoung.

“Mianhe Jiyoung, aku harus pergi.” Ucapku singkat lalu pergi.

Chanyeol POV end

 

Jiyoung POV

     Aku menatap kepergian Chanyeol yang tiba – tiba itu. Pandanganku teralih pada bungkusan yang dibawa Chanyeol. Aku membukanya, ternyata Chanyeol datang untuk memberikan sebuah gaun untukku. ‘dia benar – benar sahabat yang baik’ gumamku. Setelah aku perhatikan, ternyata ada sebuah ketas. Tulisan di kertas itu adalah ‘Saranghae Kim Jiyoung!’ aku sungguh kaget membaca tulisan itu, jadi selama ini Chanyeol menyukaiku?

***

#Malamnya, di Pesta

     Aku berjalan memasuki gedung mewah tempat diadakannya pesta. Ternyata pestanya sudah dimulai, banyak sekali orang yang datang.

“Omo! Siapa gadis itu? Dia cantik sekali!” ucap seseorang.

“Wahh! Cantik sekali dia!” teriak orang – orang.

     Aku hanya tersenyum mendengarnya. Biasanya aku diejek habis – habisan oleh orang – orang, tapi sekarang malah kebalikannya. Mungkin karna penampilanku yang berbeda malam ini, dengan gaun putih dan rambut tergerai. Karna biasanya jika aku pergi kesekolah aku selalu mengepang rambutku.

“Kim Jiyoung!”

     Seseorang memanggilku, ternyata dia Sehun.

“Ah, Sehun-ssi!” ucapku penuh semangat.

“Gomawoyo. Akhirnya kau datang juga! Dan kau memakai gaun pemberianku! Aku senang. Kau terlihat cantik sekali malam ini.” Ucapnya gembira.

“Jeongmal? Kamshahamnida.” Aku tidak menyangka dia akan memujiku.

     Aku mengalihkan pandanganku untuk mencari keberadaan Chanyeol. Dan akhirnya aku menemukannya, dia sedang duduk. Wajahnya terlihat lesu.

“Sehun-ssi, aku permisi dulu ya.”

     Sehun hanya mengagguk.

Akupun menghampiri Chanyeol.

“Ya! Park Chanyeol!” panggilku semangat.

“Waeyo?” dia menjawabku dengan suara yang datar.

“Kenapa kemarin kau pulang dengan tiba – tiba? Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku! Dan, kenapa hari ini kau terlihat tidak bersemangat?”

     Belum sempat aku mendengar jawaban dari Chanyeol, Krystal sudah duluan bicara.

“Ya! Nerd! Apa yang kau lakukan di sini huh? Kau tidak pantas berada di sini! Pesta ini hanya untuk orang  –  orang kaya, bukan orang udik sepertimu!” ejek Krystal.

“Apa kau bilang? Aku tidak dengar!” balasku berpura – pura.

“Aku bilang, kau itu tidak pantas berada di sini!” bentak Krystal.

“Kau tahu? Hanya kau yang bilang aku tidak pantas berada di sini. Yang lain biasa saja!” Akupun ikut membentak Krystal.

“Dengar yah, kau pikir kau itu cantik, huh? Walaupun kau sudah merubah penampilanmu, dan didandani sebagus apapun, kau tetap saja nerd!” Krystal tidak mau kalah.

     Kamipun bertengkar dan saling adu mulut. Tapi kali ini Chanyeol hanya diam, dia tidak membelaku, ataupun melerai pertengkaranku dengan Krystal. Apa dia marah padaku?

     Aku dan Krystal terus bertengkar dan menjadi pusat perhatian orang. Hingga akhirnya Sehun datang dan melerai kami.

“Cukup! Ada apa ini ribut – ribut? Kalian ini manggangu saja!” bentak Sehun yang baru saja datang.

“Sehunie, kau tidak lihat yeoja udik ini? Tidak seharusnya dia ada di sini. Dia bisa mengotori pestamu!” ucap Krystal dengan nada manja.

“Mwo? Udik? Ya, Krystal! Seharusnya kau bercermin, kau itu tidak cantik! Kaulah yang udik! Tidak seharusnya kau tidak menghina orang di acara pesta dansa! Itu adalah perbuatan yang paling kampungan!” bentak Sehun pada Krystal.

“Kenapa kau jadi membela yeoja udik ini?” rengek Krystal.

“Aku membelanya karna dia pantas dibela! Dan namanya adalah Jiyoung, bukan Yeoja udik!”

     Krystal hanya diam mendengar bentakkan dari Sehun.

“Jiyoung-ssi, maukah kau berdansa denganku?” Tanya Sehun padaku.

“Nde.” Aku menerima tawarannya.

Jiyoung POV end    

 

Chanyeol POV

     Aku melihat Jiyoung menerima tawaran Sehun. Aku sungguh sedih melihat Jiyoung yang kini bersama namja lain. Hatiku rasanya sakit sekali. Akhirnya aku pergi keluar gedung, lalu duduk di halaman. Sulit sekali bagiku untuk melupakan Jiyoung. Aku sudah menghianati persahabatanku dan Jiyoung dengan perasaanku ini. Tapi yang disukai Jiyoung adalah Oh Sehun, bukan kau Park Chanyeol! Sadarlah! Tak terasa kini aku mulai menangis. Aduh, kenapa aku jadi cengeng seperti ini?

Chanyeol POV end

 

Jiyoung POV

     Sehun menggandeng tanganku ke tengah ruangan, lalu kami berdansa. Tapi aneh! Harusnya aku bahagia karna aku bisa berdansa dengan namja yang aku sukai, tapi kenapa yang kini ada di pikiranku hanya ada Chanyeol, sahabatku? Rasa suka ku terhadap Sehun seolah – olah sirna. Yang kini ada dihati dan pikiranku hanya Chanyeol. Senyumnya, wajahnya, kenangan – kenangan bersamanya, semuanya ada di pikiranku. Hatiku rasanya tidak tenang. Aku ingin bertemu Chanyeol!

     Aku berhenti berdansa, lalu melepaskan tanganku dari tangan Sehun.

“Kau kenapa?” Tanya Sehun.

“Mianhe Sehun-ssi, aku tidak bisa.”

     Aku langsung berlari mencari Chanyeol. Saat ini benar – benar hanya Chanyeol yang ada dipikiranku. Aku terus berlari hingga keluar gedung aku dapat melihat namja yang kucari sedang duduk di halaman sambil meneteskan air matanya.

     Chanyeol yang menyadari kehadiranku langsung bangkit dari duduknya. Dia menatapku dengan matanya yang memerah.

BRUK

     Aku memeluk Chanyeol. Dan tak lama kemudian, aku menangis di pelukan Chanyeol.

“Waeyo? Kenapa kau kesini Jiyoung-ah?” Tanya Chanyeol lirih.

“Kau benar – benar pabo Park Chanyeol! Kenapa kau tidak terus terang kalau kau menyukaiku, huh? “

“Tapi bukankah kau menyukai Sehun? Jadi kukira kesempatan untukku sudah tertutup. Dan lagipula, aku tidak mau merusak persahabatan kita dengan perasaanku ini.”

”Anio, aku sadar bahwa rasa sukaku pada Sehun hanya sebatas rasa kagum saja, tidak lebih!”

“Jeongmal?” Tanya Chanyeol, sambil melepaskan pelukanku.

“Nde.” Jawabku.

“Kau tahu Jiyoung-ah? Aku menyukaimu sejak pertama kali kita berkenalan. Saranghae Jiyoung-ah.” Chanyeol mencium bibirku.

Nado saranghaeyo.” Aku membalas ciumannya.

~The End~

Advertisements

4 thoughts on “[FREELANCE] Nerd, I Love You

  1. annyeong,,,,bole kasih masukan????untuk segi ceritanya uda bgus ko, bneran…cm klo admin bole ngasih saran, untuk POV nya jgn terlalu cepet d gnti dan jgn trlalu bnyak,,,yg bgus jg mnding POV nya gx usah d sebut,krn nnti reader jg psti tau sndiri,,itu yg admin pnah admin dpet dr masukan seseorang…dan yg lbih bgus itu POV ckup pke satu az…dua jg bole cm jgn terlalu cpet gnti POV nya…

    alurnya jg agak kecepetan, tp mgkn krn ini oneshoot kali yah..hehe…

    hmmpp,,sgitu az kalia yah msukan dr admin,,mian ia klo mnyinggung, tp bneran gda mksud bwt nyinggung cm mu ngasih msukan az,,mudah” an brmanfaat dan k dpnnya bs mnghasilkan ff yg lbh baik lg,,keep wrting yah, dtnggu ff lainnya..^^

  2. Annyeong^^v
    Uwoo, Soojung-unni dapet peran antagonis… wajar, sih… wajahnya jutek 😀 /digiles
    Tapi aslinya baek~ .__. /okeiniOOC
    Aku suka ide ceritanya, simpel tapi ngena. Boleh ngasih masukan nggak? Seperti kata komentator di atasku~ P.O.V sebaiknya jangan terlalu sering diubah, karena normalnya cerita dengan sudut pandang orang pertama itu hanya mengetahui permasalahan dari satu sisi saja 😀
    Terus misalnya kata ‘benar – benar’… aku rasa itu nggak perlu di-spasi… seharusnya menjadi ‘benar-benar’ 🙂
    Okay, keep writing!^^

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s