Music and Lyric [chap. 1]

Title : Music and Lyric [chap. 1]

Author : @Idznimitsali (Idzni Mitsali)

Genre : Romance, Friendship.

Cast: Krystal Jung, Jessica Jung, Choi Minho, Choi Siwon.

Other cast : Luna Park, Choi Sulli, Amber Liu.

Kim Jonghyun, Kim Kibum, and Lee Taemin.

Type : Chapter

 

Annyeong haseyo ! i’m back with another story and another couple hihihi hope you like it, especially for Eomma who asked me to post this story in here 🙂 And don’t forget to give me some comment 😉 kamsahamnida 😀

 

 

Seorang wanita berumur awal empat puluhan membuka sebuah pintu dan memasuki ruangan yang cukup besar. Ruangan itu terlihat girly, dengan dinding yang di cat biru serta didekorasi dengan foto-foto dua gadis yang sangat cantik. Terdapat sebuah lemari besar yang menutupi sisi kanan ruangan tersebut, sedangkan sisi kirinya diisi dengan dua buah meja belajar dan sebuah meja rias. Sebuah rak buku yang ditempatkan di sudut ruangan, membuat ruangan itu terlihat sangat rapi dan tertata. Apalagi dengan diletakannya sebuah tempat tidur king size dengan bed cover berwarna merah muda di tengah ruangan. Tempat tidur itu terlihat sedikit berantakan dan menggembung karena dua orang tengah terlelap disana.

Wanita tadi kemudian berjalan ke sisi kanan, tempat dimana putri sulungnya biasa tidur. Dia menyibakan bed cover yang menutupi tubuh mungil itu sambil menepuk bahu anak sulungnya pelan.

“Jess..”

“Hmm…” Yeoja itu menjawab dengan gumaman.

“Ppalli ireona!” (Cepat bangun!)

Yeoja itu membuka matanya dan mengerjap beberapa kali. Kemudian menghela napas malas.

“Ayo cepat bangun, kau lupa kita harus ke bandara?” tanya nyonya Jung.

Nyonya jung tersenyum saat gadis yang mempunya nama lengkap Jessica itu terperanjat dan bangun dari tidurnya. Anak sulungnya ini sebenarnya lebih sulit dibangunkan ketimbang anak bungsunya, tapi jika dia dikagetkan, dia pasti akan bangun dengan segera.

Setelah melihat Jessica duduk, Nyonya Jung kemudian melangkah ke sisi kiri untuk membangunkan putrinya bungsunya.

“Biar aku saja Eomma,” ucap Jessica sambil menggulung rambut panjangnya.

“Baiklah. Cepat, ya! Eomma tidak mau kita terlambat.”

“Arasseo.”

Jessica berdiam diri sebentar untuk mengumpulkan nyawanya sambil memperhatikan ibunya yang keluar dari kamar. Setelah dirasa nyawanya sudah utuh, dia menggoncangkan bahu yeoja yang selalu tidur disebelahnya itu sedikit keras.

“Krystal.. Irewoooonha!” Ucap Jessica sambil menguap lebar.

“Aaaah Eonni, aku masih mengantuk!” Jawab adiknya sambil menarik selimutnya sampai menutupi kepala.

“Ada yang harus kita lakukan, cepat, nanti Eomma marah!” Jessica kemudian berdiri dan berjalan ke kamar mandi.

Krystal langsung menyibakan selimutnya kembali dan mengubah posisi tidurnya tadi menjadi duduk, “Memangnya ada apa?”

“Kita harus menjemput seseorang. Selagi aku mandi, tolong siapkan baju, ya!” Perintah Jessica lalu menutup pintu kamar mandi.

Krystal menurunkan kakinya dengan berat dan berjalan ke arah lemari besar tempat dia dan kakaknya menyimpan semua pakaian mereka. Dia membuka lemari gantungan lalu mengambil sebuah mini dress berwarna merah muda dan blazer berwarna hitam untuk kakaknya. Sedangkan dia memilih untuk mengenakan t-shirt berwarna putih dan denim short. Krystal meletakan baju-baju tadi di ranjang sambil menunggu kakaknya selesai mandi.

15 menit berlalu, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan Krystal melihat Eommanya masuk.

“Kau sudah bangun? Omona! Semalam kau tidur larut lagi, Krys?”

Krystal mengangguk menjawab pertanyaan ibunya dengan pandangan bertanya, “Memangnya kenapa?”

Nyonya jung berjalan ke arah meja rias dan mengambil krim untuk menghilangkan lingkaran hitam, “Kau ini! Lihat matamu jadi seperti panda!” Nyonya Jung mengarahkan wajah Krystal ke hadapan cermin. Terlihat lingkaran hitam disekitar mata yeoja cantik itu. Lingkaran hitam tersebut adalah hasil dari tidur larut-nya selama dua minggu ini.

Krystal membuang nafasnya. Bukan, dia bukan mengeluh karena adanya lingkaran hitam itu. Dia mengeluh karena melihat sebuah bekas luka memanjang di kening sebelah kirnya.

Kenapa luka ini belum hilang juga?” Batin Krystal.

“Mentang-mentang kau sedang liburan, kau malah jadi seenaknya tidak merawat dirimu!” Nyonya Jung bersiap mengoleskan krim tadi disekitar mata Krystal tapi Krystal memiringkan kepalanya, berusaha menghindar.

“Aku baru mau mandi, nanti saja aku pakai itu.”

Tepat saat Krystal berkata begitu, Jessica keluar dari kamar mandi dengan badan terbalut handuk baju dan rambut tertutup gulungan handuk. Krystal kemudian berlari ke kamar mandi untuk menghindari omelan Eommanya.

Aigoo, kenapa adikmu itu tidak bisa menjaga dirinya seperti dirimu, sih, Jess?” Keluh Nyonya Jung kepada Jessica. Jessica tersenyum sambil membuka handuk yang tadi menutupi rambutnya.

“Coba lihat Ini! Apa ini? Kenapa dia senang sekali mengenakan t-shirt dan celana denim begini? Hhhhhh…” Nyonya Jung terus mengomel sambil membuka lemari dan mengeluarkan sebuah dress tangan panjang selutut berwarna kuning.

“Suruh dia pakai ini! Ya Tuham, kenapa dia bisa begitu tomboy?” Nyonya Jung berkata frustasi.

“Untung Eomma hanya punya dua anak,” ucap Jessica terkekeh.

“Iya kau benar, dan untungnya hanya Krystal yang seperti ini!” Jawab Nyonya Jung sambil menyimpan dress kuning itu di tempat tidur.

Sekitar 10 menit kemudian Krystal keluar dan melihat kakaknya sedang mengeringkan rambut dengan tubuh yang sudah terbalut dengan dress yang tadi dia siapkan. Dia berjalan ke tempat tidur untuk mengambil pakaiannya sendiri.

“Kenapa pakaianku jadi yang ini?” Krystal sedikit memekik dan mengangkat dress kuning tadi dengan pandangan aneh.

Eomma menyuruhmu mengenakan itu, sudah jangan banyak protes! Cepat siap-siap!”

Eomma kenapa, sih, selalu menyuruhku berkelakuan layaknya Eonni?” Krystal mengeluh dari balik bilik tempatnya biasa mengganti pakaian dan keluar beberapa saat kemudian.

“Kau tau tidak? Kau itu lebih cantik daripada aku kalau kau berkelakuan layaknya wanita,” ucap Jessica sambil memberikan sisir kepada Krystal.

“Jadi maksud Eonni, kalau aku hanya mengenakan t-shirt dan celana jeans, aku bukan wanita?” Krystal menatap kakaknya dengantajam.

“Bukan aku yang berkata begitu.” Jessica terkekeh dan keluar dari kamar. Meninggalkan Krystal yang baru saja akan menyisir rambut panjangnya.

 

 

Eomma, sebenarnya siapa yang akan kita jemput?” Tanya Krystal sambil melepas earphone yang tersambung dengan sebuah ipod di genggamannya.

“Kau ingat tidak saat kita di Amerika, Eomma dan Appa berteman baik dengan keluarga Choi?” Tanya Nyonya Jung sambil berbalik ke belakang untuk menatap Krystal. Krystal mengerenyitkan keningnya, mencoba mengingat-ngingat.

Eomma…” Jessica yang sedang menyetir menyentuh lengan Eomma-nya pelan.

“Ah, mian. Tidak usah memaksakan diri, Krys! Intinya kita akan menjemput mereka.”

Krystal terlihat sedih tapi kemudian dia bertanya lagi, “Semua keluarga?”

“Tidak, hanya Siwon dan Minho saja,” ucap Nyonya Jung sambil menghadap lagi ke depan. Krystal tidak ingat siapa itu Siwon maupun Minho. Nama mereka terasa tidak asing. Tapi, siapa mereka?

Jessica yang melihat ekspresi bingung adiknya dari spion tengah kemudian bersuara, “Siwon Oppa, dan Minho. Teman dekat kita saat di Amerika. Dulu kita selalu memanggil mereka ‘Choi Brother‘, sedangkan mereka memanggil kita ‘Jung sister‘.”

Krystal hanya membulatkan mulut dan kembali tenggelam dalam earphone-nya, mendengarkan musik yang sedikit keras.

“Kenapa harus kita yang menjemput mereka?” Tanya Krystal lagi setelah mengecilkan volume ipod-nya.

“Mereka akan tinggal di rumah kita untuk beberapa bulan. Mereka akan sekolah disini tapi belum sempat mencari apartemen.”

 

30 menit kemudian mereka sampai di Bandara Internasional Incheon, mereka langsung menuju ke pintu kedatangan untuk menjemput ‘Choi brother‘.

“Mana mereka?” Tanya Jessica sambil memperhatikan sekeliling.

“Aku ingin ke toilet,” ucap Krystal sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari dimana toilet berada. Setelah tahu dimana letak toilet, dia berjalan sambil menunduk untuk melepas earphone dan mematikan ipod-nya.

Tiba-tiba saja seseorang menabraknya, menyebabkan dia dan benda kecil berwarna putih yang baru saja dia matikan jatuh mencium lantai. Seseorang yang menabraknya tadi tidak terjatuh, tetapi benda kecil yang tadi dipegangnya terlepas dari genggaman. Benda itu ternyata sebuah ipod berwarna putih juga, sama seperti milik Krystal.

Aish..” Krystal mengumpat pelan, terlebih untuk dirinya sendiri dan berdiri. Seseorang yang ternyata seorang namja itu sedang mengambil kedua ipod mereka dan memberikan yang satu kepada Krystal.

Kamsahamnida.” Ujar Krystal sambil mengambil ipodnya.

“Lain kali kalau jalan itu hati-hati!” Namja itu berkata dingin sambil memasang earphone-nya tanpa membalas ucapan terimakasih krystal.

Krystal yang tadi hendak tersenyum seketika langsung memberikan tatapan tajam kepada si namja dan mencabut earphone yang baru saja dipasangnya dengan kasar.

Yaa! Kalau hanya aku yang tidak berhati-hati, maka hanya aku yang akan terjatuh. Tapi kau juga ikut terjatuh, itu berarti kau juga tidak hati-hati!” Ucap Krystal dengan sinis lalu bersiap melanjutkan langkahnya menuju toilet. Tapi baru saja Krystal berjalan dua langkah, tiba-tiba sebuah tangan menangkap pergelangan tangannya dan membalikan tubuh Krystal dengan sedikit hentakan.

Yaa! Neo nuguya? Beraninya mencabut earphone dari telingaku!” Ujar namja tadi kesal. Krystal yang terkejut berusaha melepaskan genggaman namja itu. Walaupun namja itu terlihat kurus, ternyata tenaganya sangat kuat.

Krystal mencoba mengembalikan wajah sangarnya, “Umur kita sepertinya tidak terlalu jauh. Lagipula untuk apa aku bersikap baik padamu? Kau duluan yang tidak membalas ucapan terimakasihku!” Sekarang Krystal benar-benar kesal dan menantang tatapan namja tadi.

Namja tadi sudah akan membalas ucapan Krystal ketika seseorang memanggil namanya.

“Minho-ya!”

Krystal membeku ketika mendengar nama itu, “Nugu? Minho? Sebentar, sepertinya aku ingat sesuatu,” ucap Krystal dalam hati.

“Oh, Siwon Hyeong!” Namja yang ternyata bernama Minho itu segera melepaskan genggamannya pada tangan Krystal ketika melihat kakaknya menghampirinya bersama seorang yeoja cantik yang mengenakan mini dress merah muda dengan blazer hitam.

Krystal bingung ketika melihat kakaknya berjalan dengan namja yang baru saja memanggil orang menyebalkan di hadapannya ini.

“Oh, Krys! Kau sudah bertemu Minho disini ternyata?” Jessica berlari kecil menghampiri Minho dan Krystal yang masih terheran-heran.

“Sebentar! Nugueyo? Krystal?” Tanya Minho sambil menatap Jessica dan Krystal bergantian. Jessica mengangguk dan mendekati Minho untuk memeluknya. Keheranan Minho hilang sejenak ketika tubuh kecil Jessica memeluknya dan menyebabkan hidungnya dipenuhi oleh aroma vanilla dari parfume Jessica.

Noona! Delapan tahun kita tidak bertemu, kau tetap cantik seperti dulu,” ujar Minho setelah Jessica melepas pelukannya.

Aish, dasar namja Amerika! Bisanya menggombal!” Jessica memukul pelan dada Minho dan membuat mereka semua tertawa, kecuali Krystal.

Krystal memegang kepalanya yang pening. “Mereka terlihat akrab. Kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali?” Batinnya.

Annyeong SooJung-ah!” Sapa Siwon dan tersenyum lembut kepada Krystal. Sedangkan Krystal hanya tersenyum kikuk  sambil membungkukan badan memberi salam.

Neo.. kieok anayo?” Tanya Siwon sambil menggelangkan kepalanya. (Kau.. tidak ingat?)

Krystal menggeleng sambil tersenyum tidak enak.

Jessica berbicara tepat di telinga Siwon, menjelaskan. Siwon mengangguk mengerti. Sedangkan Minho menatap Siwon penuh tanya.

Mianhae.” Krystal berkata pelan sambil menunduk. Menyesal tidak mengingat namja tampan yang ada dihadapannya itu.

“Ahahaha… Tidak apa-apa, tenanglah!” Siwon merangkul Krystal dan menepuk bahu yeoja itu pelan.

“Ayo kita kembali! Eomma pasti sudah menunggu,” ujar Jessica sambil terus mengoceh, menanyakan banyak hal tentang mereka.

Yeoja ini adalah Krystal? SooJung-ah? Benarkah? Kenapa dia begitu sinis?” Batin Minho sambil mengamati yeoja yang sedang berjalan di depannya dengan seksama.

Sejak dulu dia tahu kalau Krystal memang tidak terlalu ramah. Tapi, Krystal tidak pernah sesinis ini. “Apa karena tadi dia tidak mengenaliku? Ingatannya buruk sekali!” Minho masih terus berperang dengan pikirannya, memikirkan apa yang terjadi pada Krystal.

 

 

Minho baru saja meletakan kopernya di samping tempat tidur ketika seseorang mengetuk pintu dan membukanya.

“Oh, Noona.

“Minho-ya, ayo kita makan! Nanti saja membereskan barang-barangnya,” ucap Jessica dengan tangan masih menggenggam pegangan pintu.

Noona duluan saja! Nanti aku menyusul.” Jawab Minho sambil tersenyum. Jessica mengangguk dan kembali menutup pintu. Minho bisa mendengar suara high heels Jessica menjauh di balik pintu.

Minho melepas ransel serta jaketnya dan meletakannya sembarangan di sofa. Dia mengedarkan pandangan melihat ruangan yang sekarang bisa disebut sebagai kamarnya. Setelah dirasa puas, dia kemudian keluar menuju ruang makan.

“Ini rumah apa istana? Besar sekali.” Minho bergumam pelan ketika menyadari bahwa rumah ini tergolong besar. Apalagi jika diisi oleh satu kepala keluarga yang terdiri dari 4 orang. Walaupun tadi dia sempat diperkenalkan dengan dua orang pembantu dan seorang penjaga kebun, yang membuat rumah ini mempunyai 7 penghuni. Tapi tetap saja rumah ini terasa besar.

Dia melanjutkan langkahnya menuju ruang makan. Sesampainya disana, Nyonya Jung segera menyapanya dengan riang.

“Ah, Minho-ya! Ayo cepat sini! Makan dulu. Kau pasti belum makan, kan?”

Minho mengangguk dan tersenyum kikuk. Dia kakaknya terbang dari Amerika pukul 3 pagi, dan selama di pesawat, mereka tidur dengan lelap. Bagaimana mungkin dia sempat makan?

Minho menarik kursi yang berada tepat disebelah Siwon kemudian duduk dengan manis.

“Ayo makan yang banyak! Krys, berikan nasinya pada Minho!” Perintaah Nyonya Jung yang membuat mata Krystal membelalak lebar.

“Cepat berikan!” ujar Jessica sambil menyikut lengan Krystal pelan.

Krystal kemudian mengambil mangkuk nasi Minho dan memasukan nasi tersebut kesana dengan wajah tidak ikhlas.

Yaa, Ajjushi! Igo,” ucap Krystal sambil memberikan mangkuk yang sudah terisi nasi itu ke hadapan Minho.

Ajjushi?” Tanya Nyonya Jung bingung.

“Dia tadi memintaku untuk menghormatinya, ya sudah aku panggil dia begitu.” Jawab Krystal acuh dan kembali melahap makanannya. Dia benar-benar masih kesal soal Minho yang menarik tangannya tadi, dan tentu saja soal permintaan maaf-nya yang malah diacuhkan oleh Minho.

Nyonya Jung menahan tawa, begitupun Siwon dan Jessica.

“Kalian ini, sejak dulu selalu saja bertengkar,” ucap Nyonya Jung sambil menggelengkan kepalanya.

“Kalau Minho adalah Ajjushi, lalu aku apa?” tanya Siwon dengan wajah jenaka.

Keurom, Oppa adalah harabeoji!” jawab Jessica dan langsung disambut Siwon dengan wajah cemberut. Nyonya Jung tidak bisa menahan lagi tawanya, beliau tertawa keras dan diikuti oleh Minho serta Jessica, sedangkan Siwon yang awalnya cemberut protes, akhirnya ikut tertawa juga.

“Sudah lama sekali kita tidak bercanda seperti ini,” ucap nyonya Jung yang disambut anggukan oleh kedua namja itu dan Jessica, tetapi tidak demikian dengan Krystal. Krystal masih mengatupkan bibirnya.

“Ngomong-ngomong soal Ajjushi. Ajjushi cigeum eoddieyo?” tanya Minho pada Nyonya Jung. (Sekarang paman ada dimana?)

“Dia sedang di Italy.” jawab Nyonya Jung singkat, “Oh, iya, lusa kan kalian masuk sekolah, Minho pasti belum punya seragam. Bagaimana kalau setelah makan, kalian pergi jalan-jalan keluar sekalian membeli peralatan Minho?” usul beliau.

Eomma, mereka baru saja sampai. Biarkan mereka istirahat dulu!” tolak Jessica tapi langsung disanggah oleh Minho.

Aniyo Noona, gwenchanhayo. Uri kachi ka!” (Tidak noona, tidak apa-apa. Ayo kita pergi bersama!)

“Kalian saja, ya? Aku ingin di rumah,” ujar Krystal dan langsung mendapat perhatian serius dari ibunya.

“Kau harus ikut, Krys! Bagaimana Minho bisa tahu seragam sekolahnya kalau kau tidak ikut? Kalian kan satu sekolah.”

Mwo?” Minho dan Krystal bertanya bersamaan.

“Iya. Minho akan satu sekolah denganmu, sedangkan Siwon akan satu kampus dengan Jessica.”

Oh, God! What the hell is going on? Bagaimana mungkin aku bisa satu sekolah dengan makhluk ini? Makhluk menyebalkan dan menyebabkanku selalu ingin melemparkan berbagai macam benda ke wajahnya?” Ujar hati Krystal sambil menatap Minho sinis.

Kenapa dia bisa menjadi makhluk dingin nan menyeramkan seperti ini?” Minho yang menjadi objek pengelihatan Krystal membatin. Masih tak habis pikir kenapa yeoja ini berubah begitu banyak.

 

 

Hasil bujukan Jessica selama satu jam ternyata tidak sia-sia. Akhirnya Krystal setuju untuk ikut mereka berjalan-jalan, meskipun dengan wajah yang terus ditekuk. Mereka berjalan-jalan cukup lama tanpa sadar hari sudah gelap.

“Wah, sudah jam 7 malam,” ucap Jessica setelah melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya.

Krystal hanya berdecak, tidak habis pikir kenapa orang-orang ini sampai lupa waktu. Padahal sedari tadi, Krystal rajin sekali melihat kalungnya yang berbandul sebuah jam.

“Bagaimana kalau kita ke Paris Bouquette dulu?” usul Jessica.

“Wah, ide yang bagus! Ayo, aku sudah lama ingin kesana.” Siwon menyetujui.

Akhirnya, mereka berhenti di Paris Bouquette terdekat. Paris Bouquette adalah tempat menjual roti dan kue kecil yang cukup terkenal di Korea. Sesampainya mereka disana, mereka tidak membeli roti. Jessica, Siwon dan Minho memilih patbingsu. Patbingsu adalah es serut kacang merah khas Korea. Sedangkan Krystal memilih kwailbingsu, yaitu es serut yang dicampur buah.

Setelah menunggu beberapa menit, pesanan mereka datang. Minho langsung berseru ketika melihat pesanan Krystal.

“Krys, kau masih menyukai ini?” tanya Minho. Krystal tidak menjawabnya. Dia sibuk meremukan es yang menggunung dan membentuk seperti kerucut.

“Ingat tidak dulu waktu kita di Amerika, kita berempat selalu membuat es buah ala kita sendiri?” tanya Minho lagi masih berusaha mengajak Krystal bicara.

“Ah, iya benar! Aku ingat!” jawab Jessica, “Kau selalu memasukan mentimun kedalam es buahku! Padahal kau tau kalau aku tidak menyukai mentimun, dan sejak kapan es buah ada mentimunnyaaaaaa?” Jessica bertanya nyaring sambil menjitak kepala Minho pelan. Minho meringis pura-pura kesakitan kemudian melihat Krystal. Yeoja itu terlihat acuh sekali. Seolah dia hanya duduk sendirian disini.

“Krys, kau tidak ingat? Ya Tuhan, ingatanmu buruk sekali!” Ucap Minho sambil tertawa bercanda. Tetapi Jessica dan Siwon tidak tertawa, mereka malah membeku ketika melihat Krystal meletakan sendoknya kemudian berdiri.

“Aku pulang duluan, kalian teruskan saja.”

Krystal berjalan cepat keluar dari Paris Bouquette tanpa memperdulikan Siwon yang memanggil-manggilnya.

 

“Krys! Krystal!”

Siwon sudah akan mengejarnya ketika lengannya ditahan oleh Jessica.

“Jangan dikejar, dia biasa seperti itu. Tenanglah! Dia pasti pulang ke rumah,” ujar Jessica dan menyuruh Siwon kembali duduk.

“Dia kenapa jadi sinis seperti itu, sih?” tanya Minho polos. Jessica menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Aku belum memberitahunya.” Siwon menjawab pertanyaan yang tersirat dari wajah Jessica.

Hyeong, ada apa?” Sekarang Minho menatap mereka serius. Menagih jawaban.

“Minho-ya, sebenarnya Krystal mengalami amnesia,” ucap Siwon.

“Ingatannya hilang sepenuhnya.” Jessica mengklarifikasi.

Mwo? Apa yang terjadi? Kenapa bisa begitu?”

“Delapan bulan lalu, Krystal mengalami kecelakaan bersama Kai, pacarnya. Saat itu mereka berdua baru selesai makan di rest area jalan bebas hambatan. Mobil yang mereka kendarai ditabrak oleh sebuah bus dari arah belakang. Krystal belum sempat mengenakan sabuk pengaman. Kepalanya menghantam kaca depan, sehingga menyebabkan dia kehilangan ingatan.” Jessica menghela napas panjang. Menceritakan kejadian yang dialami adiknya ini selalu membuat dia sulit untuk bernapas.

“Krystal koma selama tiga minggu. Saat dia membuka matanya, kami semua sangat bahagia. Bahkan Appa sampai menangis gembira. Tapi tiba-tiba dia mengajukan pertanyaan yang membuat kami semua kaget. Dia menanyakan siapa dirinya dan siapa kami,” lanjut Jessica sedih. Siwon merangkulnya, berusaha menguatkan yeoja itu. Siwon sebetulnya sudah mendengar cerita ini sekitar 2 bulan lalu. Mereka memang sering berhubungan melalui email atau skype saat Siwon masih di Amerika.

“Lalu si Kai itu sekarang kemana?”

“Sejak pertama mereka menjalin hubungan, sebenarnya Appa tidak setuju, begitupun Tuan Kim, ayah Kai. Maklum, mereka adalah saingan bisnis. Makanya saat kejadian itu terjadi, Tuan Kim langsung membawa Kai untuk berobat ke Belanda. Dia mengalami patah kaki karena kakinya terjepit,”

“Sebetulnya aku pribadi sedih ketika Krystal tidak mengingat apapun. Tapi mungkin lebih baik begini. Karena Appa tadinya sudah akan memisahkan mereka dengan cara mengirim Krystal untuk belajar di luar negeri. Aku tahu mereka saling mencintai, lebih baik begini, daripada mereka dipisahkan secara paksa.”

“Romeo Juliet sekali,” celetuk Minho polos dan langsung mendapat lemparan tissue dari Siwon.

“Sampai sekarang Krystal belum mengingat Kai?” tanya Siwon.

“Untungnya belum, dan aku harap tidak. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya dia nanti. Dia sangat menyayangi namja itu.”

Minho mengangguk dan meresapi semua cerita yang baru saja didengarnya. Dia sekarang bingung harus bagaimana terhadap Krystal. Tadi, saat mereka bertemu di bandara, dia malah memarahi yeoja itu. Lalu sekarang, dia membuat yeoja itu marah, atau mungkin sedih. Bagaimanapun, kata-katanya tadi sudah tergolong keterlaluan, apalagi untuk seseorang yang sedang amnesia.

Bagaimana ini? Maafkan aku, Krys,” ucap Minho di dalam hatinya.

 

 

Krystal menyetop taksi dan menyebutkan alamat rumahnya kepada sang sopir. Dia membuang napas dan memikirkan apa yang tadi diucapkan namja menyebalkan itu sambil memadang keramaian kota Seoul di malam hari. Krystal merasa kesal, dan sedih.

“Ingatanmu buruk sekali!”

Aish!” Krystal mengumpat sebal sambil menarik rambutnya, “Kenapa sampai sekarang ingatanku belum kembali sepenuhnya!”

Krystal mengambil ipod yang tadi dia masukan ke saku jaketnya. Musik selalu bisa membuatnya lebih tenang. Makanya dia selalu membawa benda kecil itu kemana-mana. Setelah memasang earphone-nya, dia membuka playlist dan langsung memilih menu shuffle. Intro sebuah lagu mulai terdengar dan memasuki gendang telinganya. Lagu itu sudah berlalu sekitar satu menit dan membuat Krystal bingung.

“Ini lagu siapa?” ucapnya sambil memencet tombol skip. Lagu lain sekarang menggantikan lagu yang tadi. Tapi, Krystal lagi-lagi keheranan.

“Kenapa lagu-lagunya tidak aku kenal?”

Dia kemudian memutuskan untuk mengotak-atik ipod-nya, melihat susunan playlist.

“Hah? The Script? Laza Morgan? One Republic? Maroon 5? Simple plan? Kenapa lagunya jadi random seperti ini?” ucap Krystal lagi saat melihat nama penyanyi dan lagu-lagu yang menghiasi layar ipod-nya. Krystal jarang sekali memasukan lagu-lagu penyanyi barat ke ipod-nya. Dia hanya akan memasukan lagu-lagu milik penyanyi wanita seperti Taylor Swift atau Sara Bareilles. Tapi ini?

Dia membalik ipod tersebut dan mencari-cari hal yang membedakan ipod-nya dengan ipod lain.

“Bagaimana bisa hilang?”

Bagian belakang ipod-nya dipasangi stiker silver dengan huruf K dan J, inisial namanya. Tapi ini tidak ada. Dia termenung sesaat, mencari jawaban kenapa ipod-nya bisa berubah.

Aish! Babo cheorom!” ucap Krystal langsung saat dia menyadari kalau ipod yang sedang digenggamnya ini adalah milik Minho, pasti namja itu salah mengembalikan saat tadi pagi di bandara. (Orang bodoh!)

Krystal hendak melepas earphone-nya, tapi urung dia lakukan ketika mendengar sepenggal bait dari lagu yang sedang mengalun.

I’m sick of this life… I just wanna scream… How could this happen to me…

Lagu ini kenapa seperti menggambarkan keadaanku saat ini?” batin Krystal sambil melihat penyanyi dan judul lagu tersebut di layar ipod.

Simple Plan – Untitled

Lagu itu berhenti dan siap memaikan lagu yang baru. Tapi Krystal memencet tombol back dan merubah pengaturan lagu menjadi repeat. Lagu itu-pun mulai lagi dari intro.

“I open my eyes… I try to see but I’m blinded by the white light… I can’t remember how… I can’t remember why”

“And I can’t stand the pain… And I can’t make it go away… No I can’t stand the pain… How could this happen to me”

Lagu itu terus mengalun menemani perjalan pulang Krystal dan mampu meredam emosinya.

 

 

Jam sudah menunjukan pukul 1 malam. Tapi, Krystal masih tetap terjaga. Liburan semesternya benar-benar membuat dia menjadi pekerja ronda. Dia tidak pernah tidur di bawah jam 12 selama dua minggu ini.

Dilihatnya kakaknya sudah jatuh ke alam mimpi di tempat tidur. Dia memutuskan untuk keluar, melanjutkan menonton drama yang kemarin malam belum selesai ditonton-nya.

Sambil mengalunkan lagu yang tadi didengarnya selama perjalanan pulang, dia menyalakan televisi dan memasukan kepingan cd ke dalam dvd player. Dia kemudian berbalik untuk duduk di sofa.

Remote yang tadi dipegangnya langsung jatuh ketika dia melihat sosok hitam yang tengah berdiri di dapur sambil menatap dirinya. Krystal berjongkok untuk mengambil remote dan mengacung-acungkannya ke arah sosok hitam tadi.

“Neo nuguya?” tanya Krystal tajam.

Sosok hitam tadi melihat ke kanan dan ke kiri, seperti mencari sesuatu. Setelah dia menemukan apa yang dia cari, dia langsung berlari dan memencetnya.

“Krys ini aku!” ucap sosok itu saat lampu menyala karena dia memencet sakelarnya. Minho.

Krystal langsung menghembuskan napas lega sambil menurunkan tangannya yang tadi mengacung-acungkan remote. Dia lupa kalau rumah ini sekarang mempunyai penghuni baru. Dia kemudian duduk di sofa dengan pandangan lurus ke arah lcd televisi. Tidak menghiraukan Minho.

Minho yang tadi hendak mengambil air minum langsung mengurungkan niatnya dan berjalan mendekati Krystal.

“Krys..” panggil Minho yang sekarang duduk di sofa di seberang Krystal. Krystal hanya menggumam menjawab panggilan namja itu dengan pandangan tetap melihat televisi.

“Kenapa belum tidur?”

Krystal mengacungkan kotak dvd yang baru akan ditontonnya, berharap Minho mengerti bahwa dia sedang tidak ingin diganggu.

“Ehm.. Krys, aku mau minta maaf soal….” Minho belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Krystal sudah menyanggah lebih dulu.

Forget it!” jawab Krystal ketus, yang Minho diam beberapa saat. Tapi karena perasaan bersalahnya masih menghantui, dia mulai bicara lagi.

Krys, look! I’m so sorry, okay? I really don’t know about your accident, about your injured and about you memories who….” Perkataan Minho lagi-lagi disanggah Krystal. Tapi kali ini dengan sebuah decakan sebal dari mulut gadis itu.

“Ck.. I said forget it! I do not need your apology, or compassion from you!” ucap Krystal yang sekarang sudah menatap Minho tajam. Dia paling kesal jika seseorang sudah mengungkit soal kecelakaan dan memorinya yang hilang. Dia paling benci dikasihani.

Krys, i don’t give you com…

Just shut up your mouth!

Krystal kemudian berdiri dan meninggalkan Minho sendirian di ruangan itu ditemani suara yang keluar dari speaker televisi.

Minho menatap punggung Krystal yang menjauh kemudian menghembuskan napasnya.

Aish, dasar keras kepala!” ucap Minho pelan sambil menghentakan kakinya.

 

 

Krystal menutup pintu kamar agak keras, lupa kalau kakaknya sudah terlelap dengan nyenyak.

Aish..” rutuknya pelan sambil menghempaskan pantatnya di tempat tidur, “Kenapa dia selalu sok tahu, sih?”

 

 

Morning boys!” sapa Jessica riang ketika dia melihat Siwon dan Minho memasuki ruang makan bersamaan.

Morning ice princess!” jawab Siwon sambil duduk di seberang Jessica.

“Bagaimana tidur kalian? Nyenyak?”

“Aku langsung tertidur pulas, Jess. Hari kemarin benar-benar melelahkan.”

“Hahaha.. Mian Oppa. Sepertinya kau tambah lelah karena acara jalan-jalan kita kemarin.”

Gwenchanha.

Minho yang masih mengantuk tidak ikut dalam perbincangan ringan mereka. Dia bahkan membalikan piringnya sambil menguap.

Imo eoddi kaseyo?” tanya Siwon ketika sadar Nyonya Jung tidak ada disana bersama mereka. (Bibi pergi kemana?)

“Pergi lari pagi bersama teman-temannya. Eomma memang biasa seperti itu kalau hari minggu.” jawab Jessica sambil mengambil nasi untuk Siwon dan Minho.

“Minho-ya, kau pasti semalam tidur larut, ya?”

Minho memadang Jessica bingung, “Noona eottokhae arayo?” (Bagaimana noona bisa tau?)

“Kau bertengkar lagi dengan Krystal?”

Minho urung mengambil nasi, “Noona, dimana Noona belajar ilmu telepati?” tanyanya balik.

Jessica tertawa tertahan mendengar pertanyaan Minho, “Semalam Krystal menutup pintu dengan agak keras, membuatku terbangun. Lalu dia berbaring disampingku sambil merutuk. Saat itu aku tahu kalau kalian bertengkar lagi.” jelas Jessica sambil meminum jus jeruknya.

Minho langsung mendapatkan pukulan di kepala belakang dari kakaknya.

Hyeong! Wae irae? Apheo!”

“Kenapa kau mencari masalah lagi dengan Krystal?” tanya Siwon bersiap memukul adiknya lagi.

“Aku tidak mencari masalah dengan dia, Hyeong! Aku hanya mau minta maaf. Aku bilang kalau aku tidak tahu soal kecelakaannya.” Minho berusaha menjelaskan sambil menutupi kepala dengan tangannya.

“Krystal paling tidak suka jika dia dikasihani. Maafkan dia, ya. Sikapnya masih tidak stabil.” Jessica tersenyum pada Minho, meminta dia untuk mengerti.

Aniya, Noona. Aku yang harusnya minta maaf.”

“Tidak apa-apa, kalian, kan, memang tidak tahu tentang hal itu. Nanti biar aku yang bicara dengan Krystal.”

Mereka melanjutkan makan dalam diam, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Terlebih Minho. Dia merasa sangat bersalah, dan mulai menyadari satu hal, dia tidak mengenal Krystal. Padahal dulu, mereka begitu dekat. Tapi, dia tidak mengenal Krystal sama sekali saat ini.

 

 

Siwon dan Minho menghembuskan napas lega ketika melihat Krystal sudah duduk di meja makan lengkap dengan seragam sekolah keesokan harinya. Kakak-beradik ini sama sekali tidak melihat Krystal kemarin. Saat mereka bertanya pada Jessica, Jessica hanya menjawab kalau Krystal sedang tidak ingin keluar kamar. Hal itu membuat Siwon terus menjitaki kepala adiknya karena membuat masalah dengan Krystal, dan Minho semakin tenggelam dalam perasaan bersalah.

“Krys! Where have you been? It’s been a long time!” ujar Siwon dengan nada bercanda dan duduk di tempat Minho biasa duduk, di hadapan Krystal. Dia tidak ingin adiknya yang suka asal bicara ini membuat masalah lagi dengan Krystal.

“Aku kemarin tidak enak badan, Oppa. Sepertinya karena terus tidur larut. Mian,” jawab Krystal sambil memamerkan giginya yang putih bersih.

“Sekarang sudah baikan?”

“Sudah.”

“Mulai sekarang kau sudah kembali sekolah. Berhenti tidur larut!” ucap Nyonya Jung sambil memberikan Krystal tatapan tajam.

Ne, arasseo Eomma.”

“Ayo cepat kalian makan! Kalau tidak kalian bisa terlambat.” Perintah Nyonya Jung dan langsung mendapat anggukan dari Siwon dan Minho.

 

 

“Kalian hati-hati, ya! Kalian juga harus sampai di rumah bersama-sama nanti!” Jessica memberikan wejangan sebelum Krystal dan Minho keluar dari mobilnya. Mereka berempat memang pergi bersamaan. Jessica yang menyetir karena Siwon belum mempunyai lisensi untuk mengendarai kendaraan pribadi di Korea.

“Arasseo Eonni. Na kanta! Siwon Oppa, bye bye!” pamit Krystal sambil melambai pada Siwon kemudian keluar dari mobil. (Aku pergi!)

“Minho-ya! Jaga Krystal! Awas kalau kau membuat masalah lagi dengannya!” Siwon kemudian menggerakan tangannya seolah siap memukul adiknya lagi.

“Arasseo Hyeong. Ppalli ka!” jawab Minho dan langsung keluar. (Cepat pergi!)

Saat keluar dari mobil, Minho membetulkan letak celana seragamnya yang miring karena posisi duduknya di mobil tadi. Dia kemudian mencari-cari sosok Krystal yang ternyata sudah berjalan santai di depannya.

“Kau masuk kelas berapa?” tanya Krystal ketika Minho sudah berjalan seiring dengannya. Minho yang kaget mendengar Krystal bertanya padanya hanya menggeleng. Dia sendiri tidak tahu dia masuk kelas berapa.

Krystal berdecak.

“Tolong antar aku ke ruang kepala sekolah, Krys.” pinta Minho dan dijawab Krystal dengan anggukan singkat.

Mereka berjalan beriringan memasuki lapangan. Siswa-siswa yang baru saja datang menatap mereka dengan pandangan ingin tahu. Terutama ketika melihat Minho yang membalas pandangan itu dengan senyuman.

“Ck.. Dia malah memamerkan ketampanannya.” gumam Krystal.

Krystal berjalan lebih dulu saat mereka masuk ke gedung berlantai tiga tersebut. Orang-orang yang menatap Minho semakin banyak, ditambah dengan bisikan-bisikan. Dari para yeoja tentunya.

“Siapa dia? Murid baru, ya?”

“Sepertinya iya. Tampan, ya? Hahaha…”

“Tinggi lagi.”

Minho yang tadi masih melirik kanan dan kirinya sambil menebar senyum hampir saja menabrak Krystal yang berhenti di depan sebuah ruangan tepat di tengah-tengah lorong.

“Ini ruang kepala sekolah,” ucapnya sambil mengedikan dagu untuk menunjuk sebuah pintu besar tempat kepala sekolah melakukan tugasnya.

Gomawo,” jawab Minho sambil tersenyum.

Krystal mengangguk dan membalikan badannya untuk menuju ruang kelasnya, tapi Minho menahannya.

“Kita nanti bertemu dimana?”

“Bertemu untuk apa?” tanya Krystal keheranan.

“Pulang bersama?”

Krystal menundukan kepalanya lemas, dia baru ingat. Padahal hari ini rencananya dia mau berenang sepulang sekolah. Tapi karena dia masih punya hati dan tidak mungkin membiarkan namja yang baru saja pulang ke kampung halamannya selama 12 tahun ini menjawab, “Tunggu saja di depan pos satpam. Nanti aku kesana.”

Oh, arasseo.” Minho kemudian memasuki pintu tadi sedangkan Krystal berjalan ke tangga untuk menuju kelasnya yang berada di lantai 2.

Krystal membuka pintu ruang kelasnya dan langsung disambut oleh teriakan dari seseorang.

“Krystaaaaaaal!!!!” teriak teman sebangkunya, Amber.

“Ambeeeeeer!!!!” Krystal membalas teriakan temannya itu sambil berlari dan memeluknya. “Luna!! Sulli!! Aaaaaah, aku rindu kaliaaaaan!” lanjutnya lagi sambil menyapa kedua temannya yang duduk di belakang dia dan Amber.

“Kami juga sama,” jawab mereka sambil memeluk Krystal bersamaan.

“Kalian berisik sekali! Dasar yeoja,” ucap sebuah suara seorang namja yang duduk di samping mereka dan baru saja terbangun dari tidurnya. Namja itu adalah Key.

“Key! Apakabar?” tanya Krystal sambil bersiap melakukan high five dengan namja itu.

Key menyambut tangan Krystal yang terangkat, Baik. Kau?”

“Baik. Taemin dan Jonghyun kemana?”

Key menunjuk ke daun pintu dengan mata sayu. Sepertinya dia belum terbiasa untuk bangun pagi lagi.

Terlihat dua namja yang ditanyakan Krystal baru saja sampai.

Hey girls!” sapa Jonghyun sambil menghampiri mereka semua. Para yeoja yang disapa menjawabnya dengan senyum lebar.

“Krys, bekas lukanya belum hilang?” tanya Sulli ketika melihat kening bagian kiri Krystal yang memang tidak tertutupi poni masih menampakan bekas luka memanjang.

Krystal mengangguk sambil menggembungkan pipinya.

“Aku juga belum mengingat semuanya. Selama liburan ini aku menjalani terapi, tapi ternyata tidak membantu.” ucap Krystal  sambil melepas ranselnya.

“Jangan dipaksakan, Krys! Biarkan ingatan itu datang sendiri.” Luna menanggapi sambil mengusap punggung Krystal. Krystal tersenyum berterimakasih.

“Kalian selama liburan pergi kemana saja? Jangan bilang kalian bertemu satu sama lain dan tidak mengajakku?” tanya Krystal penuh selidik.

“Tentu saja tidak!” jawab Amber langsung, “Kita, kan, tidak pernah bertemu jika liburan. Kita sudah melakukan itu sejak SMP, Krys.”

Krystal berusaha mengingat-ingat. Tapi tidak ada bayangan apapun yang masuk ke pikirannya.

Saat dia bangun di rumah sakit setelah kecelakaan itu, ketiga yeoja ini ada disana. Krystal juga tidak mengingat mereka. Mereka bertiga sedih dan tidak tahu harus melakukan apa supaya ingatan Krystal kembali. Tetapi keesokan harinya, mereka membawa satu buah album foto besar yang diisi oleh foto-foto mereka bersama Krystal sejak mereka mengenakan seragam SMP hingga dua hari sebelum Krystal mengalami kecelakaan. Hari itu adalah hari ulang tahun Luna. Hal itu membuat Krystal bisa mempercayai ucapan mereka walaupun dia tidak bisa mengingatnya. Bagaimanapun, bukti fisik bisa mengalahkan segala ucapan.

Lamunan Krystal terhenti ketika mendengar bel sekolah berbunyi. Para siswa yang semula duduk di meja atau yang berdiri segera duduk di tempatnya masing-masing, begitupun para siswa yang tadi berkerumun di lorong-lorong kelas.

Beberapa menit kemudian suara sepatu berhak tinggi memenuhi ruangan kelas yang tidak terlalu besar itu. Suara sepatu itu adalah milik Victoria Sonsaeongnim, walikelas mereka sekaligus guru mata pelajaran bahasa China di sekolah itu. Anak-anak biasa memanggilnya Vic Sonsaengnim.

“Selamat pagi anak-anak!!” sapa Vic  Sonsaeongnim ramah. Beliau adalah guru termuda dan tercantik di Seoul Senior High School ini. Vic sonsaeongnim orang yang baik sekali. Beliau tidak pernah marah. Makanya, tidak heran jika banyak anak-anak lelaki yang menggodanya.

Beliau juga menguasai berbagai bahasa. Menguasai bahasa China karena keluarganya berasal dari sana dan dia besar di negara yang mempunyai tembok terpanjang itu. Menguasai bahasa Korea karena beliau tinggal di Korea semenjak SMA dan bertemu dengan pujaan hatinya. Pujaan hatinya adalah orang Thailand, maka dari itu beliau juga menguasai bahasa tagalog.

“Bagaimana kabar kalian? Sepertinya kalian terlihat senang dengan liburan kemarin.”

“Liburannya kurang, Sonsaeongnim!” ucap Key yang langsung disambut oleh anggukan oleh seluruh anak kelas.

“Kalau liburannya di tambah, kalian pasti akan mendapatkan serangan amnesia mendadak. Kalian pasti lupa semua pelajaran yang sudah di ajarkan,” jawab guru itu sambil tersenyum.

“Sekarang, kalian sudah kelas 3. Tingkat terakhir dan akan menuju universitas impian kalian. Kalian harus tambah giat belajar….,”

Ucapan Vic Sonsaeongnim terhenti ketika seseorang mengetuk pintu kelas dengan cukup keras. Tanpa menunggu jawaban dari Vic sonsaeongnim, pintu dibuka oleh si pengetuk.  Terlihat Leeteuk sonsaeongnim masuk diikuti seorang namja yang wajahnya sangat dikenal Krystal beberapa hari ini.

Tanpa sadar Krystal berdiri, “Ajjushi!”

 

To be continue 🙂

 

Pasti kesel ya tiba-tiba tbc? 😀 Masih penasaran dong sama kelanjutan cerita Minstal ini? Apa Mereka bakal terus berantem-beranteman? Apa krystal bisa ingat semua kenangannya? Yang masih penasaran ayo komentar yang banyaaaaak. Sampai Ketemu di chapter selanjutnya! Annyeong 😀

Advertisements

5 thoughts on “Music and Lyric [chap. 1]

  1. mimiiiiiiiiiiiiiiitttt,,,eomma uda penasaran tingkata kut pen baca ff ini,,eh tw nya bnr” tdk mengecewakan,,eomma lgsg jtuh cnta sm ff ini,,,,apalagi, itu ada khuntorianya jg??huaaaaaaaa….excited bgt deh,,lol

    lanjutannya jgn lama” yaaaahhh,,,psti mkins eru deh,,,oh ya adegan khuntorianya jg bnyakin klo bs,,hihihi..;))

    uda gx bs ngmong apa” lg,,sumpah seruuu….ksian tu krys nya mlh hlg ingatan, dan minho dpnggil ahjussi??wah…gnteng” gitu uda d pnggil paman,,,

    oya btw, eomma br ngeuh, castnya bias eomma semua lho,,,,suka…suka..;D

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s