Just the way you are “We meet again” 1st

 

AUTHOR : IM SOONA

CAST : Cho Kyuhyun, Im Yoona

GENRE : Romance, Sad

RATING : General

LENGHT : Twoshoot

Annyeoooong *teriak pake toa* I’m back >< Semoga pada suka yaaaa :) ditunggu kritik dan saran reader :) happy reading all :* and don’t forget to RCL ^^

+ A U T H O R     P O V+

          Cuaca kota Seoul tak secerah biasanya. Hari ini cenderung lebih mendung dari biasanya. Namun hal itu tak berpengaruh dengan kegiatan warganya, mereka tetap berkegiatan walau cuaca tak begitu mendukung.

Seorang gadis tengah berjalan tertatih memasuki  sebuah cafe, gadis itu menggunakan alat bantu untuk berjalan. Seketika itu juga suasana cafe yang baru saja dimasuki gadis itu langsung ramai, hampir semua pengunjung cafe itu tengah saling berbisik.

“Bukankah ia Im Yoona? Anggota Girls Generation?” pekik salah seorang pengunjung cafe itu. Sedangkan gadis yang disebut-sebut bernama ‘Im YoonA’ itu hanya tersenyum hambar ke arah para pengunjung.

Gadis itu kemudian memilih untuk mengacuhkan para pengunjung yang mungkin telah mengenalinya dan duduk di tempat duduk yang terletak di pinggir cafe, tempat yang penuh dengan kenangan bagi gadis itu.

Kalian ingin tau mengapa para pengunjung mengenali gadis ini? Ia adalah anggota dari girlband Korea Selatan terkenal yang sudah go internasional. Siapa yang tidak tahu dengannya? Gadis yang terlahir dengan wajah cantik yang merupakan visual dari Girls Generation, Im Yoona.

Kecelakaan 2 tahun yang lalu mengakibatkan Yoona lumpuh, lumpuh yang bersifat sementara. Dan juga ia harus vakum dari dunia entertainment yang mampu membuat namanya melejit.

Kecelakaan itu menyisakan perih yang mendalam, hingga saat kecelakaan itu juga Yoona harus dirawat di negara Paman Sam –Amerika. Bukan itu saja, semenjak kecelakaan itu terjadi gadis cantik itu koma selama satu bulan.

Dan baru hari ini ia kembali ke negara asalnya, negara penuh kenangan manis dan pahit. Negara yang mampu membuatnya merasakan jatuh cinta dan dicintai. Sungguh, ia begitu merindukan negaranya. Yang ia inginkan hanyalah semuanya kembali seperti semula, namun ia sadar jika tak akan bisa lagi kembali seperti semula.

“Permisi, agasshi. Ada yang ingin kau pesan?” tanya seorang namja yang merupakan pelayan dari cafe itu.

“Tolong Moccacino-nya satu.” Jawab Yoona ramah.

Memang tak ada yang berubah darinya, ia masih sama seperti yang dulu. Gadis manis yang ramah dan murah senyum, gadis yang mampu mambuat ratusan bahkan ribuan namja jatuh cinta padanya. Namun hanya akan ada 1 nama seorang namja yang terukir di hatinya.

Suasana cafe itu menjadi sedikit normal lagi, namun ada beberapa orang yang mengabadikan foto Yoona. Mungkin mereka akan mempublish fotonya ke jejaring sosial. Namun Yoona tampak tak menggubris mereka, ia lebih memilih untuk berdiam dan berkutat dengan kenangan manisnya.

“Dengan melihat keadaanku yang seperti ini, apa kau masih akan selalu disisiku seperti yang kau janjikan dulu?” desis Yoona yang membuang pandangannya ke luar cafe.

F L A S H B A C K

            Hari ini adalah hari ulang tahun namja chingu Yoona, Cho Kyuhyun. Ia memang sengaja memberikan kejutan untuk orang yang paling ia cintai. Kejutan itu diawali dengan perpisahan diantara keduanya dan diakhiri dengan pesta kecil-kecilan bersama anggota SJ dan SNSD.

“Kau tau, kejutanmu benar-benar membuatku sedih sekaligus bahagia.” Tutur seorang namja yang tengah duduk di samping seorang yeoja.

“Kau suka kan, Oppa?” jawab sang yeoja sembari tersenyum evil ke arah namja disampingnya.

“Yak, Cho Yoona! Sejak kapan jadi evil begitu.” Gerutu sang namja sembari menyebut nama yeoja disampingnya namun dengan marga yang berbeda.

“Cho Kyuhyun! Namaku Im Yoona, bukan Cho Yoona.” Amuk yeoja yang bernama Im Yoona sembari menyebut nama namja disampingnya –Cho Kyuhyun.

“Akan kubuat menjadi Cho Yoona, bagaimana?” goda namja bernama Kyuhyun sembari tersenyum jahil ke arah Yoona.

“Bagaimana jika aku tidak mau?” balas Yoona sembari menjulurkan lidahnya ke arah Kyuhyun.

“Harus mau, nyonya Cho.” Balas Kyuhyun tak mau kalah. Setelah itu mereka berdua tertawa bersama.

“Akankah kau selalu disisiku?” tanya Yoona.

“Tidak…” ucap Kyuhyun tertahan dengan menampilkan senyuman evilnya. “Tidak akan pernah meninggalkanmu.” Sambungnya.

F L A S H B A C K   E N D

Tak terasa air mata mulai mengalir di pipi gadis itu –Yoona, ia benar-benar merindukan namjanya. Namun ia tidak ingin bertemu dengannya, ia hanya ingin memendam perasaannya saja. Mungkin kini yang ia bisa hanyalah mengenang semua kenangan manisnya bersama Kyuhyun.

+ + + + +

Suasana sepi menyelimuti kamar yang ditempati oleh Kyuhyun dan Sungmin anggota boyband terkenal Korea Selatan ‘Super Junior’. Namun di kamar itu hanya ada satu orang, yang tidak lain adalah Cho Kyuhyun. Namja yang akrab dengan sebutan ‘Evil’ dan ‘Maknae on TOP’ itu tengah berkutat dengan gadgetnya.Matanya membulat seketika setelah membaca sebuah baris yang menyatakan jika ia bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya.

Aku bertemu Yoona ‘Girls Generation’ di Kona Beans, benar-benar mengejutkan dapat melihatnya lagi setelah dua tahun tidak melihatnya.

            Kyuhyun benar-benar tak dapat berkata-kata lagi, lidahnya terasa kelu saat itu juga. Namun ia masih belum percaya dan memutuskan untuk mencari kebenaran info itu.

Apa benar gadis yang menggunakan alat bantu berjalan itu Im Yoona? Apa benar? Wajahnya sama sekali tidak berubah.

Kyuhyun makin membulatkan matanya saat membaca gadis yang begitu ia cintai menggunakan alat bantu jalan. Namun mengapa ia tak mengetahui hal itu?

Ia segera menarik kasar jaket kulitnya yang ia gantungkan di pintu, dan mengacuhkan seluruh teriakan hyung-nyungnya yang menanyakan kemana ia akan pergi. Dengan segera ia pergi ke Kona Beans, berharap jika gadis yang ia cari masih berada disana. Dengan kecepatan penuh ia melajukan mobilnya tanpa peduli dengan keadaan jalanan kota Seoul yang ramai.

Ia segera membuka secara kasar cafe itu, sepasang bola matanya tengah mencari-cari dimana gadis yang ia cari berada. Dapat! Sepasang bola matanya menangkap seorang gadis yang tengah duduk di pinggir cafe itu dengan pandangan yang lurus menghadap ke jalanan. Ia segera mendekati gadis itu dan berharap jika gadis itu adalah yeoja yang ia cari.

“Im Yoona.” Ucap Kyuhyun saat ia tengah berada di dekat gadis itu. Merasa namanya dipanggil, ia segera mengalihkan pandangannya. Semua mata memandang mereka dengan tatapan bingung, mungkin mereka terkejut mendapati anggota Super Junior yang tanpa pengamanan.

Seketika itu juga mata Yoona memanas, lidahnya kelu saat mendapati siapa yang memanggilnya. Ia segera menyeka air matanya yang masih tersisa di pipinya, dan kemudian ia mengambil alat yang mampu membuatnya berjalan lagi.

“Aku bukan Yoona.” Jawab gadis itu –Yoona- singkat. Ia segera meletakkan selembar uang kertas di meja tempat dimana ia duduk dan kemudian bersiap-siap untuk berjalan menjauhi namja didepannya yang tengah mematung.

“Kau Yoona, aku yakin itu.” elak Kyuhyun sembari menahan tangan gadis yang ia yakini bernama Yoona.

“Sudah kubilang aku bukan.” Tutur gadis itu sembari menghentakkan tangannya dengan maksuud agar tangannya terlepas dari Kyuhyun.

Namun naas, cuaca tidak berpihak pada Yoona. Saat ia akan melangkahkan kakinya keluar cafe itu, hujan turun dengan derasnya. Dan terpaksa ia harus menunda kepergiannya.

“Kau Yoona, gadisku yang selama 2 tahun ini tidak kutemui.” Tukas Kyuhyun. Walau tadi gengamannya lepas, ia masih tetap mencoba menahan gadisnya agar ia tidak pergi. “Aku bersyukur kau kembali lagi.” Sambung Kyuhyun, ia membalikkan tubuh Yoona agar berhadapan dengannya.

“Harus berapa kali aku harus mengatakan jika aku bukan Yoona?” ucap Yoona frustasi, ia mulai meneteskan air matanya secara perlahan.

“Harus berapa kali aku mengatakan jika kau Yoona? Yeoja tersempurna yang akan selalu kumiliki.”  Jawab Kyuhyun, ia sudah tak peduli lagi dengan paparazzi yang mungkin telah mengambil gambarnya dengan Yoona.

“Yoona sangat sempurna, namun aku tidak. Jadi bisa disimpulkan bukan jika aku bukan Yoona?” ucap Yoona tanpa jeda sembari mengusap air matanya. Ia segera memapah Yoona secara paksa ke mobilnya. Hal itu ia maksudkan agar mereka bisa berbicara tanpa ada pendengar ketiga. Bukankah mereka masih butuh privasi?

+ E N D    A U T H O R    P O V+

T O     B E       C O U N T I N U E

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s