Just the way you are “I will always by your side” 2nd END

AUTHOR : IM SOONA

CAST : Cho Kyuhyun, Im Yoona

GENRE : Romance, Sad

RATING : General

LENGHT : Twoshoot

Ditunggu kritik dan saran reader :) happy reading all :* and don’t forget to RCL ^^

+ A U T H O R     P O V+

“Lepaskan aku.” Ucap Yoona yang sedari tadi tengah mencoba melepaskan sebelah tangannya yang ditarik oleh Kyuhyun. Namun Kyuhyun tidak bergeming, namja itu masih saja menarik paksa Yoona.

“Kumohon lepaskan aku, biarkan aku pergi.” Pinta Yoona. Dan saat itu juga, Kyuhyun menghentikan sesi tarik-menariknya. Ia berhenti tepatnya di gang sempit yang jarang dilalui oleh orang dan segera menatap Yoona walau ia masih menggengam lengan gadis itu.

“Yoona, tolong jujur padaku. Kau Im Yoona-ku, bukan?” ucap Kyuhyun lirih.

Pertahanan Yoona goyah saat ia melihat sepasang bola mata orang yang paling ia rindukan. Matanya sudah tak bisa menahan air yang sedari  tadi tengah ia tahan, air itu satu persatu meluncur dengan lancarnya di pipi gandis itu.

“Jawab aku. Benar bukan jika kau Im Yoona?” tanya Kyuhyun lagi, ia menguncang-guncangkan bahu Yoona dan melepaskan genggaman tangannya pada Yoona. Dan saat itu juga Yoona memanfaatkan untuk melarikan diri, walau ia tau jika dirinya tak akan mampu berlari dengan capat.

Yoona mencoba menggerakan kakinya sebisa mungkin, ia berusaha untuk berlari dengan alat bantu berjalannya walau Kyuhyun tetap mengejarnya. Dan naas, karna Yoona kehilangan keseimbangannya ia terjatuh.

“Yoona-ya, gwaenchanayo?” ucap Kyuhyun panik. Ia tidak berpikir panjang lagi dan segera menggendong gadisnya ke tempat dimana mobilnya berada. Betapa beruntungnya mereka karna tak ada orang yang mengenali mereka saat itu.

“Mianhe aku membuatmu terjatuh.” Sesal Kyuhyun sembari melirik ke arah lutut Yoona yang berdarah, sedangkan Yoona hanya terdiam dan memutuskan untuk tidak mengeluarkan suaranya sekecil apapun.

“Aku akan mengobati lukamu.” Ucap Kyuhyun lagi sembari mengambil kotak P3K yang ia simpan di dashboard mobilnya.

“Aaaaaaaaa.” Eranng Yoona, saat merasakan perih di sekitar lututnya akibat obat yang dioleskan oleh Kyuhyun.

“Gwaenchana? Apa sangat sakit?” tutur Kyuhyun panik sembari melihat ke arah Yoona. Namun gadis itu masih saja tidak meresponnya. “Mianhe.” Sambung Kyuhyun.

“Yoona, mianhe karna aku tidak menjengukmu di Amerika.” Tukas Kyuhyun setelah beberapa saat keheningan menemani mereka.

“Kenapa kau begitu yakin jika aku Yoona?” ucap Yoona yang sekian lama menutup mulutnya.

“Tentu aku yakin kau Yoona. Bagaimana kau bisa tidak yakin jika dirimu Yoona?” tanting Kyuhyun kemudian, Yoona kelabakan sepertinya ia kehabisan kata-kata.

“Tentu banyak hal yang membuatku yakin jika aku bukan Yoona.” Ucapnya tegas dengan sesekali melirik ke arah Kyuhyun. “Yoona bisa berjalan, sedangkan aku tidak. Sadarlah jika aku bukan Im Yoona lagi, Cho Kyuhyun!” Sambungnya lagi. Ia mengucapkan kalimat terakhir dengan nada sedikit membentak. Kyuhyun sedikit tersentak karna hal itu.

“Kau Im Yoona. Selamanya akan menjadi Im Yoona-ku!” jawab Kyuhyun.

“Tidak. Kau bisa memiliki pasangan yang sempurna dan sudah jelas jika orang itu bukan aku!” balas Yoona.

“Kau yang terempurna untukku, Im Yoona.” Ujar Kyuhyun.

“Aku cacat, Kyu! Aku tak bisa berjalan lagi! Aku tak pantas untuk selalu disampingmu!” pekik Yoona frustasi, ia makin tak bisa membendung air matanya lagi. Namun dengan sigap Kyuhyun memeluk Yoona erat, tak peduli jika gadis itu meronta-ronta meminta untuk ia melepaskan pelukan itu.

“Aku tidak peduli, Yoong! Kaulah yang akan selalu ada disampingku, tak peduli dengan bagaimana keadaanmu! Kau akan selalu sempurna dimataku.” Jelas Kyuhyun, kali ini namja itu juga ikut meneteskan air matanya.

“Sadarlah, Kyu. Aku hanya akan mempermalukanmu dengan memiliki pasangan sepertiku.” Desis Yoona.

“Hanya kau yang akan selalu disampingku, hanya kau satu-satunya yang telah mengunci rapat pintu hatiku. Aku mencintaimu apa adanya, bagaimanapun keadaanmu.” Ucap Kyuhyun sembari mengeratkan pelukannya ke arah gadisnya. Ia begitu merindukan pelukan itu. Sedangkan Yoona, gadis itu makin terisak didalam pelukan Kyuhyun. Melepaskan segala kerinduannya yang selama 2 tahun ini ia pendam.

Sebenarnya Yoona sangat yakin jika Kyuhyun masih akan tetap mempertahankannya bagaimanapun keadaannya. Namun hati kecilnya selalu menolak, ia seakan tidak ingin namja yang begitu ia cintai memilikinya yang mungkin bagi dirinya sendiri sudah tak sempurna lagi.

“Aku akan tetap mempertahankanmu walaupun kau akan tetap menolak itu. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Kumohon biarkan aku menjagamu, biarkan aku menghabiskan masa tuaku bersamamu dan hanya denganmu.” Ucap Kyuhyun. Sedangkan Yoona, apa yang dilakukan gadis itu? Ia makin terisak di pelukan namjanya, ia sangat beruntung bisa memiliki orang yang mencintainya tulus bagaimanapun keadaannya.

“Gomawo.” Ucap Yoona lirih, ia juga makin mengeratkan pelukannya.

+ + + + +

“Kemana sih anak itu?” ucap seorang namja yang akrab dengan warna pink atau sebut saja ia Sungmin, Lee Sungmin. Ia sedari tadi mondar-mandir di depan pintu, layaknya orang yang tengah gelisah.

“Molla, anak itu tak mengangkat telponku.” Ucap namja yang sangatlah membenci warna pink atau sebut saja ia Donghae, Lee Donghae.

“Ia juga tak mengangkat telponku.” Celetuk namja yang akrab dengan sebutan ‘malaikat tanpa sayap’ atau sebut saja Eeteuk, Park Jung Soo.

“Memang ia tak menghubungimu, hyung?” celetuk namja yang terkenal dengan sebutan ‘eternal maknae’ sebut saja ia Ryeowook, Kim Ryeowook.

“Tidak, tadi kulihat ia tengah memainkan gadgetnya dan merubah raut wajahnya dan kemudian ia pergi secepat kilat.” Jelas Sungmin, yang mendapat respon berupa mulut menganga membentuk huruf O dari ketiga orang itu.

“Mungkin ia sedang pergi ke Kona Beans.” Ucap seseorang yang baru saja muncul, ah ternyata ia Eunhyuk, Lee Hyuk Jae.

“Yak! Apa maksudmu?” pekik Eeteuk heboh.

“Hyung! Jangan tinggikan suaramu.” Keluh Eunhyuk. “Begini, kalian percuma saja menghubungi bocah itu. toh gadgetnya ia tinggalkan di kamarnya.” Sambung Eunhyuk sembari tersenyum, memperlihatkan deretan gigi putihnya.

“Mwo? Ditinggal?” tanya Sungmin tak kalah terkejut. Itu karna tadi ia tak memasuki kamarnya dan tak mendengar suara dari Gadget Kyuhyun.

“Tapi bagaimana bisa tadi kami tak mendengarkan suara gadgetnya saat kami telpon?” gumam Eeteuk kemudian.

“Yah, tentu saja bisa. Ia tidak mengaktifkan suaranya.” Jawab Eunhyuk sekenanya.

“Lalu bagaimana kau tau jika Kyuhyun ke Kona Beans?” tanya Ryeowook kemudian.

“Aku melihat gadgetnya dan langsung tertera nama Yoona, dan baris itu menerangkan jika Yoona berada di Kona Beans.” Jelas Eunhyuk.

“Yoona? Di Seoul? Bukankah dia dulu koma dan dibawa ke Amerika? Aku mendengar gosip jika nyawanya tak tertolong.” Ujar Donghae yang jelas saja dengan nada terkejut.

“Kau bohong kan Hyung?” ucap sang eternal maknae.

“Yak, Hae. Kabar darimana itu? kau ini.” Pekik Eeteuk sembari menjitak kepala dongsaengnya itu.

Namun tiba-tiba suasana menjadi hening saat mereka mendengar pintu dorm mereka terbuka. Semua mata mereka terarah pada pintu menantikan siapa yang datang. Dan mereka benar-benar terkejut saat mendapati orang yang mereka tunggu tengah bersama seorang yeoja. Dan yang lebih mengagetkan lagi yeoja itu menggunakan alat bantu berjalan.

“Annyeong.” Sapa Kyuhyun memecah keheningan dorm Super Junior.

“Kyuhyun? Yoona?” ucap Eeteuk.

“Annyeong Haseyo.” Sapa Yoona sembari membungkukkan badannya. “Ah, apa aku mengejutkan kalian?”

“Anniyo. Kami bahagia melihatmu lagi, Yoona-ah.” Ujar Eunhyuk kemudian.

+ + + + +

“Apa kau ada rencana untuk bergabung lagi dengan SNSD?” tanya Kyuhyun di sela-sela kegiatan menyetirnya menuju dorm SNSD.

“Sebenarnya aku sangat ingin, oppa. Tapi kau lihat kan keadaanku bagaimana? Mana bisa aku menari dengan satu kaki.” Ucap Yoona kemudian, tampak kesedihan dyang trsungging di wajah cantiknya.

“Ah, mianhe. Bodohnya aku bertanya hal seperti itu.” gumam Kyuhyun meruntuki dirinya sendiri.

“Hahaha, gwaenchana oppa. Semoga benar kata dokter jika lumpuhku ini hanya sementara.” Jawab Yoona sembari sedikit tertawa.

“Aku akan selalu mendukungmu.” Jawab Kyuhyun.

Saat mereka sudah sampai di parkiran apartement SNSD, Kyuhyun segera turun dari mobilnya dan segera mengambil kursi roda yang ada di bagasi mobilnya. Hari ini Kyuhyun memang sengaja membawakan kursi rodan untuk Yoona, agar gadisnya itu tidak terlalu sulit untuk pergi kemana-mana. Dan tentu saja ia harus setia menemani kemanapun gadisnya pergi. Ia segera membopong gadisnya dan mendudukannya di atas kursi rodanya.

“Oppa, gomawo. Aku hanya bisa merepotkanmu.” Ucap Yoona saat Kyuhyun mulai mendorongnya menuju ke lift.

“Sama sekali tidak merepotkanku.” Elak Kyuhyun sembari menutup pintu lift dan menekan lantai yang akan mereka datangi.

“Tetap saja aku merasa tidak enak denganmu, Oppa.” Jawab Yoona.

T I N G

Pintu lift terbuka, namun pintu itu terbuka bukan di lantai tujuan Yoona dan Kyuhyun. Dan segeralah ada seorang yeoja yang masuk ke lift itu, dan ternyata lantai yang mereka tuju sama.

“Jessica eonnie.” panggil Yoona lirih, ia takut jika salah orang. Dan benar saja yeoja yang dipanggil oleh Yoona mengalihkan pandangannya ke arah Yoona.

“Yoona.” Pekik Jessica, ia terkejut saat mendapati dongsaeng kesayangannya sudah ada di depan matanya, sudah lama sekali ia tak melihat Yoona tepatnya setelah kecelakaan maut itu menimpa donngsaengnya.

“Eonnie, bogoshipoyo.” Ucap Yoona, Jessica langsung menyejajarkan tubuhnya dengan Yoona dan memeluk gadis itu dengan erat.

“Aku lebih merindukanmu, aku bahagia sekali bisa melihatmu lagi Yoona.” Ucap Jessica, kemudian ia melepaskan pelukannya agar dongsaengnya bisa bernafas dengan lega. “Kau mau ke dorm, Yoong?” sambung Jessica kemudian.

“Ne, eonnie.” jawab Yoona sembari  menyunggingkan senyuman manisnya.

“Bersamaku ya? Ah, ada Kyuhyun oppa. Annyeong oppa.” Ucap Jessica sembari membungkukkan badannya ke arah Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman.

T I N G

Kali ini pintu lift terbuka tepat di lantai yang mereka tuju. Kyuhyun segera mendorong kursi roda gadisnya sembari mengikuti langkah Jessica. Dan sampailah mereka di depan dorm SNSD. Jessica segera mengetikkan password apartement SNSD dan segera mengajak Yoona dan Kyuhyun masuk.

“Annyeong.” Teriak Jessica memasuki dorm SNSD, hanya nampak beberapa anggota saja. Mungkin yang lain sedang keluar karna hari ini mereka tidak ada jadwal.

“Sicca, kau sudah datang. Kau mengajak siapa?” pekik Taeyeon yang sedang berada di ruang tv, ia bertanya ‘sedang bersama siapa’ karna ia mendengar banyak langkah kaki bukan hanya satu.

“Lihat saja sendiri.” Ucap Jessica sedikit kesal karna kedatangannya tak disambut.

“Kau kesal ya? Sunny-ah, Yuri-ah ayo kita sambut Jessica.” Ucap Taeyeon sembari berjalan ke arah pintu. Ia membelakkan matanya saat sampai disana, ia begitu terkejut akan siapa yang datang bersama Jessica.

“Yoona?” Pekik Yuri. Ia segera berlari ke arah Yoona dan segera memeluknya dengan erat. Taeyeon dan Sunny-pun mengikuti Yuri dan kemudian memeluk dongsaeng yang begitu mereka rindukan.

“Aku merindukan kalian, eonnie.” desis Yoona yang mulai meneteskan air matanya, Kyuhyun menatap haru kearah mereka semua yang ternyata juga sangat merindukan Yoona.

+ + + + +

          Angin malam terasa menusuk sampai ke tulang seorang gadis yang tengah duduk di kursi rodanya. Ia tengah berada di balkon lantai 2 dirumahnya, mungkin selama kurang lebih satu jam. Sebenanya ia tengah menunggu kedatangan seseorang, namun sepertinya yang ia tunggu tidak kunjung datang.

Tiba-tiba ada seseorang yang datang, ia langsung menutup kedua mata gadis itu dengan alat yang sudah ia siapkan.

“Ada kejutan untukmu.” Bisik orang itu kemudian mendorong kursi roda Yoona menuju ke taman di belakang rumahnya.

“Kyu Oppa, aku tak bisa melihat.” Keluh gadis itu yang mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran sesuatu yang menutup matanya.

“Tunggu, Yoong. Kita akan sampai.” Bisik seseorang yang dipanggil gadis itu Kyu. “Sampai.” Sambungnya. Ia segera membopong gadis itu untuk duduk di kursi yang sudah ia sediakan dan segera duduk di samping gadis itu dan tidak lupa ia melepas penutup mata yang menutupi mata gadis itu. Ia segera menekan tombol on di remote yang telah ia sediakan.

Muncullah gambar seorang gadis yang menggunakan seragam sekolah, gadis itu tersenyum bahagia. Beberapa detik kemudian gambar itu berubah, muncullah seorang namja yang juga menggunakan seragam sekolah namun berbeda dari gadis itu. gambar itu terus berganti sampai akhirnya berakhir dengan sebuah foto. Foto itu adalah foto seorang gadis dan namja yang tadi menggunakan seragam sekolah. Namun di foto itu saat mereka telah dewasa. Foto ia menampakkan betapa bahagianya mereka berdua, terlihat dari senyuman keduanya.

Kyuhyun menarik secara perlahan gadisnya untuk berdiri, ia memegangi gadisnya dengan sangat berhati-hati. Sekarang tak ada alat bantu untuk berdiri bagi gadisnya, yang ada hanyalah Kyuhyun yang akan selalu siap menahan gadisnya saat ia akan terjatuh.

“Yoona, maukah kau menikah denganku?” tanya sang namja –Kyuhyun saat mereka sudah sempurna berdiri. gadis itu –Yoona tersenyum ke arah Kyuhyun dan kemudian menganggukan kepalanya. Tapi entah karna apa ia terepas dari pegangan Kyuhyun. KEAJAIBAN! Ia mampu berdiri dan mampu menggerakkan kakinya secara perlahan.

+ E N D    A U T H O R    P O V+

T H E     E N D

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s