[FREELANCE] Y Si Fuera Ella

 

 Author : Ariani Agustina

Cast                 : Kim Jonghyun (SHINee) & Choi Jin Ri (Sulli fx)

Sub Cast          : Key-Onew-Taemin-Minho-Sulli’s Mom for cameo

Genre              : Sad, Angst.

Lenght             : One Shoot

 

‘Maybe that sound like a light for you but for me…its too heavy..’

 

*Thanks to ErlyRine for makin’ the beautiful poster

and also Smtownhouseffwordpress for accepting my request poster 🙂

 

***

Jonghyun dan Sulli bersahabat sejak bertahun-tahun lamanya. mereka, bertemu saat Jonghyun berada di kelas grade 2, Junior High school. sedangkan, Sulli satu grade berada di bawahnya. persahabatan mereka dimulai, saat Jonghyun menemukan Sulli yang terjatuh dari pohon yang berada tepat dibelakang sekolah mereka. Sulli menangis tersedu karena luka yang membuat lututnya berdarah.

 

“Ya! kau baik-baik saja?” tanya Jonghyun saat itu. Sulli yang masih menangis hanya memperlihatkan lututnya yang terluka pada Jonghyun. “Aw…apa itu sangat sakit? k-kau bisa berdiri?”

Sulli menggeleng. detik berikutnya, Jonghyun memutuskan untuk menggendongnya sampai ke UKS. setelah, selesai di obati Sulli berhenti menangis dan memeluk Jonghyun yang menunggunya di depan ruang Uks tersebut.

“Gomawo…Oppa~”, ucapnya lembut. Jonghyun terkekeh setelah sebelumnya, ia sempat terkejut saat Yeoja yang baru ia kenal itu memeluknya erat.

 

“Berusahalah, agar tidak terjatuh lagi!” ucap Jonghyun. Sulli mengangguk pelan dalam pelukan.

“So…whats your name?”, sambung Jonghyun  usai melepaskan pelukan Sulli.

“Sulli. Choi Sulli.” ucapnya sembari tersenyum manis

 

 ” Aku Jonghyun. Kim Jonghyun.”  balas Jonghyun dengan senyum khasnya yang menggoda. ia ,memiliki senyum itu sejak kecil. begitupun, Sulli. Senyum manis yang ia miliki telah mengabdi lama pada wajah cantiknya.

sejak saat itu, mereka bagai 2 buah magnet yang tak terpisahkan.  jika, yang satu berada di satu tempat maka, yang satunya akan terus mengikuti. dimana ada, Jonghyun disitu pasti ada Sulli. dan kapanpun Sulli membutuhkan pertolongan, Jonghyun selalu menjadi nomor satu yang bisa di andalkan. mereka sangat menikmati hubungan yang disebutnya sebagai sahabat sejati itu.

selang waktu berjalan, Jonghyun menyadari bahwa perasaan aneh memasuki-nya di mulai  saat, ia memasuki grade 1 senior High School.

Jonghyun mulai merasa bahwa, ia memiliki perasaan lain terhadap Yeoja manis, sahabatnya itu. Cinta?.

***

May 25,  2008

“Sulli-aah, aku menyukai-mu…”

“nado Jonghyun-Ssi! aku juga menyukaimu, kau adalah sahabat yang baik!”

September 5, 2009

“Sulli-aah, stop melakukan hal bodoh! tidakkah kau tau, aku menyayangimu lebih dari diriku sendiri?!”

“Andwe. ini hanya salah paham! bodoh. bagaimana bisa kau berfikir bahwa aku tidak menyayangimu? aku sangat menyayangimu, Dino! kau adalah sahabat-ku satu-satunya!”

January 11, 2010

“Sulli…apa kau pernah berfikir, ingin memiliki hubungan denganku lebih dari ini? semua teman-temanku berkata bahwa kita sangat cocok menjadi pasangan…”

“Jjongie-aah~ tentu kita cocok. tidak ada sesuatu yang lebih berharga, dari hubungan persahabatan ini, Oppa! aku sangat senang bisa bersahabat dengan dino-head sepertimu selama-lamanya.”

 

sahabat?…

 

 

***

“Jjongie, bangun~! kita bisa telat!”

Suara seseorang menginterupsi, tidurku di pagi hari. sebenarnya, aku tidak benar-benar masih tertidur. lebih tepatnya, melamun sambil menutup mata. dan dengan polosnya, dia mengira bahwa aku masih tidur.

ya.dia.

 Yeoja, yang berada di sampingku ini memang selalu ada dipagi hari. hampir setiap hari , Ia datang untuk membangunkan-ku karena waktu tidurku yang terlampau lama dan sulit dibangunkan. bahkan, dia bersedia menunggu selama kurang lebih 2 jam hanya untuk berangkat bersama-sama denganku ke sekolah. Yeoja, yang selalu membuatku melebarkan senyum dimanapun keberadaannya. yang membuat, mulutku bungkam hanya dengan melihat matanya. yang membuat-ku, bertekuk lutut saat melihatnya menangis. yang membuat jantungku, terhenti saat ia balas menatapku. dan…yang mencuri hatiku, tanpa memberi peringatan.

“Kau duluan saja. aku berangkat dengan Onew-Hyung hari ini. kami ada janji!” sahutku usai mengakhiri, akting tertidurku tadi.

Ku lirik wajahnya yang, tampak kecewa dengan pernyataanku barusan.

“Eumh, baiklah! aku duluan Jjongie~ kau jangan telat ya, hati-hati dijalan! oh iya, aku juga sudah menyiapkan bekal untuk makan siang! nanti, kita makan bersama ya?”, ajaknya.

“…”

“Jjongie~ kau tidur lagi?”, tanyanya lagi sembari menggoncang-goncangkan kecil tubuhku. no respon. “huh, dasar Puppy-saurus tukang tidur! arraso!”

Kurasa, tubuhnya mulai beranjak dari tempat tidurku. bersiap untuk meninggalkan kamarku. sebelum akhirnya, sebuah kecupan mendarat di dahiku.

“Jaga dirimu baik-baik, Kim Jonghyun~. kau adalah sahabat terbaikku.” ucapnya usai mengecup dahiku. lalu, berlalu pergi.

Air mata, turun tak tertahankan membanjiri pipiku saat mendengar pernyataannya.

Sahabat?!

Entah, sejak kapan aku membenci status yang sempat ku sukai beberapa tahun yang lalu. tapi, tidak untuk beberapa tahun ini. perasaan-ku pada Sulli kini, berangsur menjadi sebuah Cinta. dan aku, mengharapkan Sulli mengerti apa mauku.

Memang egois. sangat egois. aku tidak bisa menerima bahwa Sulli hanya menganggapku sebagai sahabat. status itulah, yang kini membuatku sedikit menjauhinya dengan berharap bahwa ia akan merasa kehilangan dan menyadari perasaannya padaku.

Berkali-kali secara tidak langsung, aku menyatakan perasaanku padanya. responnya, hanyalah kepolosan dengan sebuah kata bernama ‘sahabat’ diikut sertakan, dalam penolakan yang secara tidak langsung itu.

Status itu membuatku benar-benar tidak waras. setiap aku mendengar kata itu terucap dari bibir merahnya, air mataku selalu jatuh diam-diam usai ia pergi. seakan, kata itu begitu menyakitkan. bahkan mematikkan. im sick all of that things!

“Bestfriend?…what the Fuck are ya talkin about, Sul…” Gumamku disela tangis.

***

#NormalPov

Jonghyun berjalan sendiri ke sekolah dengan wajah yang muram. sebenarnya, ia sangat berharap bisa bersama dengan Sulli saat ini. tapi, sepertinya…itu bukan ide yang bagus.

Di liriknya, bekal makanan yang dibuat Yeoja tadi untuknya. Sulli, memang selalu memperhatikkan kesehatannya beberapa tahun belakangan ini. bahkan, ia rela bermalam dirumah Jonghyun minggu lalu hanya untuk memasak makanan kesukaan namja itu karena, sang namja tidak ingin memakan masakan ibunya selama beberapa hari.

“Kim Jong!!!” terdengar suara seseorang dari belakang.

Jonghyun menoleh ke sumber suara yang memanggil nama depan plus setengah nama aslinya tersebut. “Aish, Onew Hyung?! sudah ku bilang, jangan memanggiku setengah-setengah seperti itu! apa kau tidak tau? itu terdengar seperti setengah hati!”, kata Jonghyun pada Onew. salah satu teman sekelasnya.

“Dia memang jarang memiliki hati, Jong. terlebih, saat adik tiri pujaannya hilang entah kemana!” ledek seseorang yang berada di belakang Onew. ah, Itu Key. ada Minho, dan Taemin juga. mereka, teman-teman sekelas Jonghyun.

Jonghyun mendelik ke arah Key yang asal bicara. ia tau, bahwa Onew mencintai Adik tirinya yang sudah lama menghilang. Onew sempat terdiam mendengar ledekan Key, sebelum akhirnya Key menyadari bahwa Ucapannya terlewat batas.

“Babo! aku hanya bercanda, Onew-Baby! sudahlah, lupakan masalah itu! bagaimana, kalau nanti malam kita shopping?”, ajak Key. teman Jonghyun yang satu ini memang, gila belanja. apalagi, jika ada sale.

“Aku tidak bisa. hari ini ada latihan basket dan aku tidak mungkin meninggalkannya dengan alasan, Belanja!”, ucap Minho.

“Aku juga tidak bisa. ada tugas, yang harus ku kerjakan.”tambah Onew.

“Aku juga tidak bisa!”, sambung Jonghyun.

“Aku bisa, Key-Hyung. tapi, belikan aku 2 kaleng susu ya!” gumam Taemin.

Wajah Key mengeras mendengar pernyataan teman-temannya itu. disaat, ada yang setuju ikut dengannya malah meminta imbalan. “Ya!!! apa-apaan kalian para Namja?! sok sibuk sekali! Hey, Jjong! kenapa kau tidak bisa?! bukankah, hari ini kau free?!”, geram Key.

“Justru karena itu, aku tidak bisa. sudahlah. lupakan tentang Shopping! jam pelajaran sudah mau di mulai!”, seru Jonghyun kemudian berjalan lebih cepat ke arah kelas. dan yang lain, mengikutinya.

***

Saat Jam istirahat, Jonghyun menunggu Sulli ditaman sekolah. Yeoja, itu berjanji untuk memakann bekalnya bersama-sama. tapi, sudah hampir setengah jam menunggu.. Sulli tidak kunjung datang.

“Ah! apa-apaan dia ini?! sudah tau, aku paling benci disuruh menunggu!!!” gerutu Jonghyun kesal. disamping, rasa amarah-nya ternyata masih ada bagian tubuh lain yang lebih marah dan tak sabaran.

kriuk-kriuk~

Perutnya. karena ingin memakan makanan itu bersama Sulli. ia jadi, tidak makan. “Aduh, laper lagi~” gumamnya.

Diliriknya bekal makanan yang sedari tadi ia pegang. saat, berniat membukanya ego dalam dirinya, mulai unjuk gigi lagi. “Tidak-tidak. aku tidak akan memakannya. dia tidak datang. maka, jangan salahkan aku jika aku tidak akan makan dan mengembalikannya. meskipun, sebenarnya…aku lapar~” gumam Jonghyun lagi pada dirinya sendiri.

***

Jonghyun berjalan sembari memegangi perutnya yang lapar di koridor sekolah. berniat mengembalikan bekal Sulli untuknya. “Ya! Kau kenal Choi Sulli?” Tanya Jonghyun pada Salah satu teman sekelas Sulli.

“Ooh, Sulli. dia di UKS, Oppa!”, jawab Yeoja itu.

“Ap-apa?!! D-di UKS?! untuk apa?!”, tanya Jonghyun mulai panik.

“Ditengah pelajaran tadi, mendadak kepalanya pusing. belum sempat memberitau Sonsaengim, kami mendapatinya pingsan di depan kelas!”, jelas sang Yeoja.

Tanpa berfikir panjang, Jonghyun segera berlari menuju ruang UKS. tempat dimana, Yeoja tercintanya berada.

***

“Sulli~”, panggil Jonghyun pelan saat mendapati Sulli terbaring di UKS.

“Jjongie?”, sahutnya pelan sembari tersenyum. “Babo! kenapa tidak memberitahuku, jika kau sakit! kenapa malah masuk? kenapa tidak dirumah saja! kau mau menjaga kesehatanku tapi, kau sendiri sakit. bagaimana kau ini?!” gerutu Jonghyun kesal.

“Ya, Kim jonghyun. pelankan sedikit suaramu.. di sini bukan hanya aku, yang sakit.” ucap Sulli pelan. “Kita keluar saja, ayooo” ajak Sulli.

“Choi Sulli…kau masih harus berbaring..” seru yisa seonsaengnim di UKS.

“Aku tidak apa-apa, Yisa sonsaengnim. kau tidak perlu khawatir. karena, aku bersama Jonghyun.” seru Sulli.

Tanpa disadari, pernyataan Sulli barusan membuat, Jonghyun merona merah. butuh waktu beberapa detik, untuk Jonghyun agar bisa mengembalikan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat saat Sulli mengatakan hal sesimple itu.

Mereka berhenti di sebuah taman dekat sekolah. Jonghyun dan Sulli memutuskan untuk duduk, pada detik berikutnya.

“Kau…belum memakan makananku?” tanya Sulli sembari melirik benda berwarna merah yang di pegang Jonghyun. “Aniy! kau mengatakan bahwa kita akan memakannnya bersama-sama. maka ku putuskan untuk menunggumu!” jawab Jonghyun.

“Bukankah,.. kau paling benci disuruh menunggu, Kim Jonghyun?! ya! what’s going on? kenapa tiba-tiba kau mau menungguku?”, Ledek Sulli.

“Aish! ayo cepat makan! perutku sudah lapar! oh, iya ngomong-ngomong…kenapa kau bisa sampai pingsan?”

“Ah?! aniy! mung-mungkin…hanya kecapean. jangan khawatir, Jjongie!”

“Bagaimana tidak khawatir?! babo! belakangan ini, kau menjaga-ku agar tetap sehat tapi kenapa malah kau yang sakit? kenapa malah memperhatikan orang lain dibanding dirimu?!”

“K-kau bukan orang lain…Jonghyun.” ucap Sulli. Jonghyun menegag ludahnya sebelum berkata..”mak-maksudmu?”

“Kau adalah orang yang paling berharga dalam hidupku. kau adalah…”

“Apa…?”

“Sahabat terbaikku.” jelas Sulli.

SREEET!…

Jonghyun bagai teriris pisau. hatinya seakan tersayat sebuah silet yang sangat tajam mendengar kata-kata itu muncul lagi dari bibir mungil Sulli.

“Cukup.” Gumam Jonghyun pelan sembari menahan amarahnya.

“Ap-apa maksudmu, Jong-”

“Kubilang, Cukup Sulli! aku tidak ingin mendengarnya lagi!!”, Seru Jonghyun berang.

“…”

“Aku mencintaimu.” Ucap Jonghyun.

Mata Sulli sempat membelalak saat, Jonghyun mengatakan itu sebelum akhirnya ia berhasil mengembalikan pandangannya.  “Nado, Jjong,” balas Sulli.

Kini gantian, mata Jonghyun yang membelalak mendengar ucapan Sulli. “K-kau?!”

Sulli menatapnya aneh. “Ya! ada apa denganmu?! bukankah sebagai sahabat kita memang harus saling mencintai?”

Sekali lagi, silet itu seakan menyayat hati Jonghyun berkeping-keping.

“Sulli! ini tidak ada hubungannya dengan status sialan itu!!!”, geram Jonghyun.

“Status..si-alan…?” mata Sulli tak percaya.

“Aku mencintaimu lebih dari status sialan itu! aku mencintaimu, seperti ayahku yang mencintai ibuku!! seperti, ibumu dan ayahmu!! sebagai, seorang Namja yang mencintai seorang Yeoja!! yang ingin memacarinya.Yang ingin menikahinya. Bukan dengan keinginan menjadi status yang membuatku selalu tersiksa belakangan ini!!! KENAPA KAU TIDAK BISA MENGERTI???!!!!!!!!!!!!!!” Bentak Jonghyun.

Sulli tercengang mendengat pernyataan Jonghyun. tubuhnya gemetar, melihat Jonghyun meledak-ledak seperti ini. ia tidak, pernah melihat Jonghyun semarah ini sebelumnya.

“Maaf…”

“…”

“Aku mencintaimu, hanya sebatas sahabat. tidak lebih. tidak akan pernah bisa lebih, Jonghyun. ” jelas Sulli.

Mata Jonghyun kini, menyusuri tanah yang berada dibawah. ia tidak kuat memandang Sulli, yang telah menolaknya barusan. penolakan itu, terasa begitu menyakitkan. bukan karena, kata-kata Sulli tadi…

Melainkan, betapa bodohnya dia karena baru menyadari bahwa Sulli sudah menolaknya sejak dulu. dirasanya, silet dan pisau yang sempat menusuk dan menyayat hatinya menjadi berkeping-keping tadi, kini menghancurkan tanpa sisa.

“Begitu ya…” seru Jonghyun pelan. wajahnya, kembali menatap Sulli dengan senyum palsu yang dibuatnya. “Ku kira… status sialan itu bisa berubah. tapi ternyata, tidak! …betapa bodohnya aku, selama ini mengira kau merasakan hal yang sama denganku…”

Sulli terdiam. ekspresinya datar menatap Jonghyun.

“Kau tau Sulli… status itu begitu menyakitkan untukku sekarang. dan aku, ..butuh waktu untuk mengembalikan rasa sakitku.” ucap Jonghyun.

“Mak-sud mu?…” tanya Sulli.

“Kurasa, aku akan menyerah. selama ini, kau menolakku secara tidak langsung tapi bodohnya aku…malah mengira kau hanya belum menyadari perasaanmu padaku. makanya, aku tidak pernah menyerah menyatakannya lagi, lagi dan lagi. sampai, akhirnya…semua terasa jelas. aku menyerah Choi Sulli…

Aku tidak berniat melanjutkan perasaan ini…” Jelas Jonghyun dan berniat meninggalkan taman itu.

“Jonghyun-Ssi… apa k-kau akan meninggalkanku?”,  tanya Sulli panik saat Jonghyun mulai beranjak pergi.

“Aku butuh waktu, Sulli. aku butuh waktu, mengubah perasaan sial ini!

Tunggulah, sampai aku benar-benar siap bertemu denganmu lagi sebagai status yang kau idam-idamkan itu…” Kata Jonghyun sebelum akhirnya melanjutkan langkah untuk meninggalkan taman itu dan Sulli.

….

***

#SulliPov

“Aku butuh waktu, Sulli. aku butuh waktu, mengubah perasaan sial ini!

Tunggulah, sampai aku benar-benar siap bertemu denganmu lagi sebagai status yang kau idam-idamkan itu…”

‘Aku tidak bisa menunggu, jong. I cant~’

*FlashBack

“Choi Sulli- ini hasil ronsen kepala-mu beberapa hari yang lalu!”, seru seorang Dokter memberikan hasil lab yang sama sekali tidak ku mengerti maksudnya. hanya ada gambar-gambar siluet kepala tengkorak, yang mendongak dan menunduk. itu pasti kepalaku.

“Kau menderita…Tumor otak stadium akhir.” sambung sang dokter.

“Ap-apa?!”, tanyaku tak percaya.

“Kami masih bisa melakukan Operasi, tapi rasanya…kemungkinannya terlampau kecil. sekitar,… 2,5 %. ku harap kau jangan mudah menyerah! kau harus terus meminum obat-obat yang kami rujukkan untukmu..” tambahnya lagi.

“Bag-BAGAIMANA AKU TIDAK MENYERAH?!! KAU BARU SAJA MENGATAKAN, TUMORKU SUDAH STADIUM AKHIR DAN KEMUNGKINAN AKU HIDUP HANYA 2,5 BERBANDING 100 % DOKTER?!!!!!”, Geramku sambil menangis.

Air mataku menghamburkan penglihatanku. nafasku sesak. jantungku seperti berhenti berdetak.

Aku tidak ingin ini terjadi. berkali-kali, ku dorong sang dokter untuk mengecek ulang isi kepalaku dan memaksanya mengeluarkan kabar baik dengan hilangnya penyakit sialan itu dari kepalaku.

 Tapi, tidak bisa.

Semua dokter menyimpulkan penyakit brengsek ini fix berada di kepalaku. semua ingatanku berhamburan. aku terus berlari tidak karuan keluar rumah sakit itu. tangisku meledak, sesampainya di sebuah taman Bunga.

Yang sangat ingin ku temui saat itu adalah…

Kim Jonghyun.

Namja yang selama ini aku cintai…

*Flashback End

***

3 YEARS LATER

Bertahun-tahun lamanya Jonghyun pergi meninggalkan kota tempat ia mengenal dan bersama dengan Sulli. Kini, Jonghyun tengah siap menghadapi Yeoja yang dulu pernah sangat ia cintai itu. kehidupannya yang sukses, menjadi seorang penyanyi terkenal telah membuatnya melupakan kesedihan yang menyelimutinya 3 tahun lalu.

Semua orang, mengenal Kim Jonghyun. penyanyi asal Korea, yang berhasil mengadu nasib di USA. dan ia memutuskan…untuk kembali ke korea dan bersedia menghadapi kesedihannya.

 

#JonghyunPov

*KNOCK-KNOCK

Seseorang membuka pintu untuk-ku.

“Eomoni ^^!” seru-ku  sembari memeluk Ibu kandung Sulli.

“Jonghyun-aah! wuaaaah! kau terlihat makin tampan!” balasnya.

“Aish, Gomapseumnida! eum,… Sulli’s Here?” Tanyaku.

Entah kenapa, aku melihat wajah ibu Sulli sedikit aneh mendengarku menanyakan Sulli. wajahnya tampak sedih dan kecewa.

Ada apa ini?

Apa Sulli kabur dari rumah? *pikirku

 

“Pergilah ke kamarnya. dan kau akan mengerti!” serunya sembari menutup pintu depan.

Aku segera melakukan apa yang ibu Sulli perintahkan. ku ketuk, sekali. tapi, tak ada jawaban dari kamar Sulli. lalu, aku memutuskan untuk langsung memasukinya.dan mendapati kamar itu…

kosong.

tertata rapih..

tapi, terlihat ganjil karena tidak ada lagi baju-baju Sulli. ataupun tanda-tanda kehadirannya.

Ku lirik, bingkai terbesar yang ada dalam kamar Sulli. Bingkai itu berisi, foto-foto kami sejak pertama kali bertemu dan terakhir kali aku meninggalkannya ditaman. lalu, juga ada tulisan yang lumayan besar yang menghadang wajahku disalah satu photo.

tulisan itu…

To: Kim Jonghyun~

Sebuah surat. ternyata, tulisan putih itu bukan tulisan yang menempel pada framenya. melainkan, sebuah surat yang ditulis untukku. segera ku raih dan bergegas membacanya.

JJONGIE!!

kau dimana? kau tidak mengunjungiku? babo. aku rindu padamu, Jong. bagaimana kehidupanmu sekarang? kau tetap menjaga kesehatanmu kan?…

maaf, meninggalkanmu seperti ini. aku juga tidak ingin meninggalkanmu, tidak pernah ingin. tapi, penyakit tumor otak yang ku derita sudah semakin membuatku hilang kesadaran. iya Jongie. aku menderita tumor otak stadium akhir.

aku tidak pernah mengatakannya padamu bukan? sama halnya dengan aku tidak pernah mengatakan bahwa aku mencintaimu.

ah, salah! aku mengatakannya. tapi, aku membuat semua kata-kata itu menjadi sebuah makna status yang kau sebut ‘sialan’ itu. ingat saat, kita bertemu di taman bunga?

kau bertanya padaku, kenapa air mataku mudah mengalir saat itu. itu karna… aku baru mengetahuinya hari itu. dan yang semakin membuatku kaget adalah… kau menyukaiku.

hari itu, sumber kebahagiaan dan kesedihanku menjadi satu. otakku berfikir terlalu keras untuk menolakmu tapi, perasaanku tidak kalah kerasnya untuk tinggal dan menerimamu dengan senang hati.

tapi rasanya….aku tidak mungkin membiarkan kau mencintai yeoja yang hidupnya tidak akan lama lagi. sungguh egois. yah, sangat malah.

maafkan aku telah menyakitimu. hari itu…hari dimana kau meninggalkanku ditaman… aku berfikir untuk mengejar dan menarik semua kata-kataku Jjongie…tapi, kepala sialan ini membuat langkahku berat dan…pingsan seketika.

saat, tersadar… aku hanya bisa melihatmu dari TV. kau sudah menjadi penyanyi profesional ya? wahhh! chukae. ibu bilang, aku koma selama setahun. dan saat, sadar pun kondisi ku tidak kunjung membaik. Jjongie ah~… maaf memberitahumu dengan cara seperti ini…

aku sudah sangat senang menjadi sahabatmu selama ini. …

aku mencintaimu. sangat mencintaimu… seperti ibuku mencintai ayahku…seperti ibumu dan ayahmu…seperti seorang yeoja yang mencintai namja. Bukan sahabat. aku ingin menjadi pacarmu, bahkan istrimu. tapi, keinginan itu terlalu besar… aku tidak bisa menggapainya.

jika,aku bisa pasti aku akan menyusulmu ke stasiun TV yang menyiarkanmu dan memelukmu bahkan menciummu. setelahnya, aku berjanji tidak akan melepaskanmu.

tapi aku tidak bisa…

aku harus pergi ke tempat yang jauh.

mianhae Jongie-aah. sar-sarangahaeyo ^o^

 

 

-sulli-

 

Jonghyun menangis usai membaca surat dari Sulli tersebut. Ibu dan Ayah Sulli pun datang memeluknya dan menangis bersama-sama.

 

 ~ End ~

 

Advertisements

9 thoughts on “[FREELANCE] Y Si Fuera Ella

  1. this my first time read your fanfict rii,Daebak!! dasar kau blingers!(bener g sih? itu kan y sebutan buat pecinta jonghyun ri?) good job chingu 😀 Good story, tp sayang minho nya cm dikitt bgt *siap2ditimpuk! ehehee..

  2. hwaa.. Nyesek nih..
    Bener2 menyayat-nyayat..
    Ayo buat ff jjong lg.. Aku jg blingers lho..#gadaygtanya
    btw, ini first comment-ku.. Dan aku belum dapet numb urut sepertinya..
    Keep writing, chingu..

  3. Thor sumpah ini ff bikin gue nangis 😥 ga nyangka ternyata sulli jg mencintai jjong dan ternyata dia nolak jjong karna hidupnya ga lama lagi ya ampun thorrrr 😥

  4. sediihh,.. kirain sulli g bilng ska m jonghyun gra2 ska m cwo lain.#plakk.sok.tauu. ..eh trnyta krn dy kna tumorr. . .
    daebakkk ^_^

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s