[FREELANCE] Deadline’s Love

 

Title      : deadline’s love

Author :   Septaaa

Cast       :

–          Kim Joon Myun – Suho (EXO-K)

–          Min Hyora (OC)

Other    : You can find it^^

Genre    : Romance – comedy(?)

Rated    : Teen

Summary : akankah cinta tumbuh di tengah padatnya pekerjaan dan job?

Disclaimer : Suho milik SM tapi cerita ini murni dari pikiran saya | DON’T BASH DON’T PLAGIAT!

A/N :

Anyeong Chingu^^

Septa imnida^^ saya baru kirim FIC disini pertama kalinya~ jadi ini FF DEBUT saya keke~ Kalo ada yang suka akan aku kirim FF lainya^^ mohon bantuanya~ dengan COMENT^^

LANGSUNG SAJA ======>>>>>>

Pagi yang begitu cerah~ setidaknya awan biru menyapa burung-burung untuk menari di atas langit. Matahari Nampak tersenyum indah~ langkah cepat seorang yeoja tak peduli akan indahnya pagi ini. Tak peduli pandangan orang-orang sekitar. Bagaimana bisa yeoja itu mengacuhkan bunga-bunga beserta burung yang seakan memanggilnya untuk bermain~.

“Mianhamnida~ saya di kejar DeadLine~ anyeong” bungkuk yeoja itu kepada orang-orang di sekitarnya. Yang melihat hanya bisa bergumam “apa hari libur ia sibuk bekerja? Kasihan sekali jika iya” orang-orang hanya berdecak maklum.

Masih terus berlari dan sesekali melirik jam yang melingkar di tanganya. Di kalungkanya kamera yang sedari tadi ia pegang. Di rapatkan hody-nya melangkah gusar menuju halte.

“Pemberhentian berikutnya Halte  Gangnam-gu, Seoul” teriakan supir bus  menyadarkan lamunan yeoja ber-hody coklat itu. Di angkat tubuhnya dari tempat duduk. Di berikannya tiket halte tadi dan secepat itu pula yeoja yang kini turun dari bus telah berlari kembali. Di lihat kembali kertas yang ia pegang .

Sepucuk kertas yang bertuliskan SM Entertainment, Apgujeong-dong. Gangnam-gu, Seoul yeoja itu menghela nafas lega~ mendapati gedung di depanya sama persis dengan tulisan di kertasnya itu. Tanpa ragu lagi ia segera masuk menuju loby. Di edarkan pandanganya, ia tersenyum mendapatkan rekan-rekannya sedang berkumpul.

“Anyeong~ Mianhamnida saya terlambat~” yeoja itu membungkuk. Orang-orang berbalik melihatnya dan tersenyum.

“Gwaenchana Min Hyora. Interview akan di lakukan 5 menit kemudian. Karna di undur” ucap salah satu namja di antara mereka.

“Ah~ ne Mianhamnida ne” yeoja itu kembali membungkuk sebelum temannya menyeretnya. Membuat Min Hyora yeoja ber-hody coklat itu merintih kesakitan.

“Appo Jina!!!” rintih Hyora pada temanya itu.

“Ah~ hehe mian~ hey! Kau ini selalu saja terlambat fufuf~” ucap Jina-sahabat Hyora- itu sembari meniup poninya.

“Hah~ kau tahu sendiri bukan~ aku paling malas jika di suruh interview tetapi malah kita yang datang menemui artisnya~ biasanya juga artisnya yang akan datang! Ck!” jawab Hyora.

“Haha Arraseo~ kau tahu? Kita ini kan sedang meng-interview Boygrup baru di SM jadi manja sedikit tak papa lah~ lagi pula mereka tampan-tampan ah~” ucap Jina memamerkan senyumnya mengingat wajah rupawan para boygrup baru itu.

“Aiiisshh sama saja! Hah~ setampan apa? Aku sudah kebal dengan wajah-wajah artis~” jawab  Hyo sinis. Belum sempat Jina menjawab sebuah instruksi telah memekakan telinga mereka.

“Baiklah~ Min Hyora kau akan meng-interview Kim Joon Myun. Dia ada di ruangan itu” ucap seorang namja paruh baya sembari menunjuk sebuah ruangan pertama. “dan Shim Jina kau meng-interview Do Kyungsoo  dia ada disana dan Jung Minra kau meng-interview Kim Jong In dan dia ada di situ” sambungnya kembali.

Min Hyora- yeoja ber-hody coklat itu melangkahkan kakinya menuju ruang pertama. Diketuknya pintu itu sampai ia memastikan kapan ia akan masuk-

Di salaminya namja berwajah rupawan di depanya sembari memperlihatkan senyum itu. Sang namja membalas senyumnya ‘angel smile’ gumam Hyora mengagumi senyuman namja di depanya.

“Jadi, siapa namamu nonna?” ucap Kim Joon Myun atau Suho kepada Hyora yang masih terbengong mengagumi malaikat di depanya itu.

“Ah ne~  Min Hyora imnida ah~ aku 91line’s panggil saja aku Hyo~ sedikit risih jika di panggil nonna~ hehe” ucap Hyo yang mulai duduk di kursi depan namja itu.

“Jinja? Ah~ umurmu masih muda~ tetapi kau sudah bekerja sebagai jurnalis~ aku yakin kau jurnalis muda- sebelumnya aku tak pernah melihat jurnalis muda di sekelilingku~” ucap Suho panjang lebar. ‘sepertinya dia bersifat friendly’ batin Hyora dalam hati.

Selama interview berlangsung mereka selalu di selingi dengan canda tawa. Hingga sebuah pertanyaan di lontarkan Hyora.

“Aku pernah baca profilmu kalau kau lemah dalam permainan kertas batu gunting bukan?” ucap Hyora.

SKAK MAT—Suho menunduk malu- memikirkan reputasinya dalam permainan itu ck!

“Ah~ ANI bukan seperti itu- aku hanya mengalah oleh para dongsaeng” jawab Suho mengelak.

“Jinja? Kalau begitu ayo bermain denganku” ajakan Hyora seperti sebuah bencana bagi Suho ‘bagaimana ini? Masak iya nanti aku kalah dengan yeoja cantik ini? Bisa turun reputasiku dimatanya-‘ batin Suho.

Dan permainan pun di menangkan oleh Hyora- ia hanya tertawa lepas dan sesekali meminta maaf kepada Suho dengan pandangan ‘maafkan aku yang menertawakanmu’ sungguh Hyora tidak bermaksud menertawai Suho dia hanya bercanda dan dia suka dengan ini.

“Kau lucu sekali Suho-shi. Haha aku menyukaimu-“ ucap Hyora di tengah tawanya dan bermaksud meminta maaf.

DEG

Jantung Suho berdetak dengan cepat menyadari perkataan Hyora. ‘benarkah dia menyukaiku? Ah~ kenapa hatiku seperti ini? Bukankah banyak yang mengatakan ini sebelumnya. Tetapi kenapa jantungku seperti ini sekarang?’ batin Suho menanyakan fakta hatinya sendiri—bukan masalah  memang jika orang berkata itu. Toh selama ini banyak yang bilang suka dan cinta kepadanya.  Fans-fansnya mungkin.

Hyora sesekali melirik kearah jam tangan hingga jam yang di nanti datang juga.

“Baiklah Suho-shi sepertinya cukup sampai di sini~ Terima kasih sudah meluangkan waktu anda demi kami- Anyeong” ucap Hyora sembari berdiri dari tempat duduknya dan berlalu meninggalkan Suho yang masih terbengong-bengong.

–SKIP TIME—

PRAANNNGGGG

BRUUKKK

BRAAAAKKKKKKKKK

Pagi yang rusuh di Dorm  EXO-K seperti biasa. Duo Baekyeol pasti sedang berdebat. Sungguh ironi—sebagai leader Suho sudah mencoba sesabar mungkin. Untung ada sang eomma D.O sehingga Suho tidak sendirian jika menenangkan suasana Dorm yang kacau balau ini.

Di acuhkanya duo BaekYeol itu sejenak, di hirupnya aroma wangi yang terarah di dapur. Ah~ ternyata sang eomma sedang memasak. Kembali Suho menamati dorm-nya yang kacau itu. Sebuah majalah telah terserak di depan pintu. “ah~  itu pasti untuk edisi hari ini” gumam Suho. Segera ia langkahkan kakinya memunguti majalah itu.

“Hey! Bukankah ini interview kita kemarin” ucap Suho.

“Benarkah hyung?” jawab salah satu diantara mereka yang sedang keluar dari dapur.  ternyata itu si eomma D.O

“Ne~ kau mau membacanya denganku eomma??” ucap Suho memamerkan senyum jenakanya. Sang empu yang di panggil eomma pun mempelototkan mata O_O nya

PLETAK

Sebuah pukulan mendarat di kepala Suho “YA! Aku bukan eomma-mu Hyung!!!” geram D.O

“Haha arra~ bukankah kau yang bilang sendiri bahwa kau eomma EXO-K eoh? Bahkan disini kau mengatakan itu” ucap Suho sembari menatap majalahnya di part interview kusus D.O

D.O hanya memutarkan kelopak matanya kesal. Dan berlalu menuju ke ruang tengah yang ada Kai sedang bermain game di situ. Suho hanya berdecak dan duduk di sofa sambil melanjutkan membaca majalahnya itu.

12.06.05 Joynews Interview Part  – Suho, Kai, D.O

 

Judul sudah terbaca oleh Suho dilanjutkannya membaca isinya. Ia melototkan matanya saat membaca  kata-kata yang membuatnya sweatdrop seketika.

Kelemahan Suho adalah kalah dalam permainan batu, kertas, gunting. Suho biasanya kalah saat mereka melakukan batu, kertas, gunting untuk melihat siapa yang akan membereskan kekacauan setelah makan snack. “Mereka melangkahi saya. Saya hanya mengalah hanya untuk para dongsaeng,” kenangnya. Kami lalu memutuskan untuk memainkan batu, gunting, kertas antara reporter dengan Suho. Sang reporter menang.

 

“Hyaaaa awas kau Hyora!!! Kau  benar-benar memposting ini ya!!!” rutuk Suho sambil mengacak rambutnya frustasi.

Diambilnya ponselnya segera mencari  ‘joynews office’ di kontak ponselnya itu. ‘ketemu!’ batin Suho girang

“Yeobosseyo” ucap Suho

“…..”

“….”

“…”

“Dia meninggalkan barangnya! Mungkin ia lupa. Ne~ suruh saja ia mengambil ke dorm kami”  ucap Suho sebelum ia memutuskan sambungan itu.

‘Tunggu balasanku Hyora!!’ gumam Suho menampilkan senyum menyeringainya.

—–

“MWO? Kembali ke SM? Wae? Untuk apa sangjangnim?” ucap yeoja yang sedang terbelalak kaget sebelumnya ia masih berkutat dengan pekerjaanya di computer depanya itu.

“Katanya kau meninggalkan barangmu di sana? Aish kau ini masih saja ceroboh! Sana cepat ambil! Siapa tahu barang kantor” namja paruh baya merutuki yeoja yang berada di depanya. Berkacak pinggang menghadapi yeoja itu.

“Tapi—-“

“Tidak ada pengecualian!!! Cepat atau—-“ namja paruh baya itu menggantungkan kata-katanya dan seolah mengerti yeoja yang berkutat dengan pekerjaanya pun langsung beranjak dari ruanganya itu. Sang namja paruh baya hanya bersenyum smirk.

Min Hyora- yeoja yang mendapatkan deathglare dari sang manager langsung berjalan menjauhi kantornya. Dengan langkah kesal dan menapakan kakinya berulang kali di tanah.

“Seingatku aku tidak melupakan apa-apa. Yah- walaupun bisa di bilang aku ini ‘pelupa’ tapi jujur kali ini aku benar-benar serius-_v” gumam Hyora merutuki dirinya sendiri.

Di lihatnya bus di depanya. Tersadar- Hyora langsung berlari ke arah Halte  berharap ia tidak tertinggal bus itu- atau kalau tidak dia akan menunggu 15 menit kemudian untuk mendapatkan bus yang baru.

“Tunggu— tunggu aku~ JEBAL!!”

Hyora segera melompat menapakan kakinya untuk memasuki bus itu. “hosh~ hosh–” Hyora sepertinya kehilangan oksigen untuk sementara. Ia rebut semua oksigen di dalam bus itu. Di edarkan pandanganya ternyata bus penuh dan terpaksa ia harus berdiri ‘sungguh sial aku hari ini’ batin Hyora kesal.

Ia berjalan gontai menuju gedung tinggi di depanya. Melihat setiap tulisan di pintu berharap pintu itu bertuliskan Dorm EXO-K. ia merutuki dirinya sendiri karna tubuhnya menurut saja saat di suruh kemari.

TOK

 

TOK

 

TOK

Sudah di temukanya pintu itu. Hening~ tak ada jawaban dari dalam. Di ketuk lagi-

GREP

“fasgjhsskhksbjhsgyshamn” yeoja itu bersuara memekikan telinga bagi setiap orang yang mendengarnya. Ternyata orang lain telah membungkam bibirnya itu.

“DIAM! ATAU KU CIUM KAU!!”

DEG

Jantung Hyora melemah saat mendengar kalimat itu. Pelan~ tapi tepat menyentuh telinga. Membuat Hyora bergidik geli- ngeri- di indahkanya kata-kata itu- DIAM

5 Menit..

10 Menit..

15 Menit..

“YA AMPUN!! SUHO-SSHI????????” Teriak Hyora saat berbalik menghadap orang yang membekap bibirnya-yang sudah di lepas tentunya-

CHUP~

Sebuah kecupan singkat di bibir Hyora~ SINGKAT! Sangat singkat- hanya menempel- dan efeknya sungguh luar biasa. Tanpa Hyora inginkan jantungnya telah berdetak cepat. Tak karuan- gugup dan canggung~.

“SUDAH AKU PERINGATKAN!” ucap Suho menekan.

Hening~ Hyora kembali bungkam.

“Jadi aku minta tanggung jawab darimu!”

“Mwo? Tanggung jawab apa?” Tanya Hyora bingung.

“Karna kau telah melecehkanku! Dan jika kau tak bertanggung jawab maka aku akan menuntutmu perihal ‘pencemaran nama baik’ arra?”  ungkap Suho

“MWO?????????”

“Ini lihat ini!!!!!!!” Suho memberikan majalah yang tadi pagi ia baca di bagian interview part- Suho.

Hening~~

“HAHAHAHAHAHAHAHAHA” Hyora tertawa geli mengetahui kekesalan Suho “jadi karna ini kau menuntutku? CK! Itu salahmu sendiri kenapa kau mengelak saat aku Tanya? Kalau kau mengakui kan aku tidak memasukan kata-kata ‘bahwa Suho kalah bermain kertas, batu, gunting denganku!” sambungnya setelah tawanya meredam.

“DIAM!!! Kau tetap harus bertanggung jawab!” ucap Suho penuh kemarahan. Sedikit rasa bersalah di hati Hyora, yah~ ‘asalkan tidak merepotkan tak salah bukan jika menerima pertanggung jawabanya’ batin Hyora dalam hati.

“Huh~ arraseo—baiklah~ apa yang harus ku tanggung jawabkan Suho-shi?” Tanya Hyora.

“Aku akan melakukan pertukaran pegawai!! Kau akan menjadi managerku selama 1 minggu dan managerku akan menjadi sepertimu”

“MWO???? Mana bisa seperti itu???????”

“BAIKLAH~ ATAU KAU AKU—–“ Suho sengaja menggantung kata-katanya.

“OKE! OKE! AKU akan menjadi managermu~ tapi tolong jangan suruh managermu menggantikanku. JEBAL! Aku tak mau pekerjaanku berantakan nanti plies^^” ber-puppy eyes

“Hmm” Suho mengetuk jari-jari di dagunya sendiri. Menerawang hendak berfikir~ “Baiklah tetapi jangan salahkan aku jika kau kelelahan~ kau masih jadi Jurnalis dan kau akan merangkap jadi managerku” sambungnya kemudian.

“Huh~ ne arra~ aku usahakan se-profesional mungkin”

“Baguslah kalau begitu~ jadi beri aku nomor ponselmu sekarang!” ucap Suho menyerahkan ponselnya itu pada Hyora.

—-

“HYORA KAU HARUS MENANDATANGANI INI”

 

“HYORA NANTI AKU ADA SHOWCASE SEBAIKNYA KAU JANGAN PERGI”

 

“HYORA TOLONG DATA INI”

 

“HYORA TOLONG AMBILKAN BAJU PESANANKU”

 

“HYORAAAAA NANTI KITA INTERVIEW”

 

“HYOORRAAAAAAAAA AKU ADA JADWAL PEMOTRETAN”

 

“HYORAAA SIAPKAN SEMUANYA”

 

“HYORA JEBALLLLLL!!!!!!!!!!!!!”

 

“HYORRRRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

 

STOOOOPPPPPPPPPP

 

Min Hyora Point of View~~

 

STOPP! CUKUP!!! Sungguh aku sangat lelah ini sudah hari ke-5 aku harus bolak-balik SM-KANTOR-SM! Apa orang-orang tidak ada yang mengerti?? Sungguh ini sangat-sangat melelahkan! Aku tak kuat! Tuhan- cepatkan satu minggu ini! Jebal! 😥

Drrrtttt Drrttttt Drrrtttttt

Oh Tuhan! Aku tak suka suara getar ini! Sungguh aku tidak suka! Bolehkah aku acuhkan? TIDAK! Wae? Kenapa tak boleh? BOLEH KOK! Jinja?? TIDAK BOLEH HYORA TIDAK BOLEH! Arrrhhhhggg si EVIL yang berada di kuping kiri berbisik boleh! Sedangkan sang ANGEL yang di kuping kanan mengatakan tak boleh! Jadi aku harus pilih yang mana? DEVIL! ANGEL! DEVIL DEVIL DEVIL! INGAT HYORA ANGEL!! DEVILLLL!!! STOOOPPPPPPP! Kalian membuatku sangat pusing!!!!!!

“Yeobosseyo” akhirnya diangkat juga! Haha kalah kau devil!! Cih! Lihat saja nanti- kali ini kau boleh menang! BLAM*menghilang*

 

“YAK! MIN HYORAAA CEPAT KEMARI!!!!!!!!” omo! Apa tak bisa dia bertutur halus? Kalau begini aku menyesal mengangkatnya tadi. Aiissshhh Menyebalkan!!!

“WAE? Kau sudah idak ada jadwal bukan?”  bantahku

“Tapi—kau juga tidak ada kan? Jebal—aku di dorm sendirian—dan aku bosan” ucap Suho di ujung sana.

“HAH~ kenapa tidak kau sendiri yang datang eoh? Kenapa harus aku terus? Issshh” rutukku padanya.

“Kau lupa? Aku ini kan artis mana boleh keluar begitu saja”

“cih!! Kalau begitu aku tak mau!!” ancamku.

“YA!! Hah~ arra, kalau begitu kita bertemu di caffe Buble tea dekat halte Gangnam-gu jadi kau tidak harus berjalan kaki dari halte ke dorm”

“Hey? Bagaimana kau bisa tahu kalau aku selalu jalan kaki?” ucapku penuh tanda Tanya.

“Tahu saja! Cepatlah kemari! Aku sudah mati bosan!!” rengeknya

“Arraseo~ baiklah” yah setidaknya refresing sedikit bukan? Hah~ aku tidak pernah ke caffe atau kemana pun akhir-akhir ini. Bahkan berat badanku hamir dorp. Untung aku selalu minum vitamin.

Aku berjalan ke Kamar mandi dan bersiap-siap.

END Min Hyora Point Of View~~

 

“Senangnyaaa bisa berdua bersama Hyora. Tanpa ada pekerjaan di sekeliling kita~ hah—aku kasihan denganya~ apa dia tidak kelelahan ya? Baiklah. Tapi aku juga tak rela jika dia tidak bersamaku lagi! Apa lagi masa kontrak kami tinggal 2 hari lagi~ aku benar-benar tak siap kehilangan dia~ apa aku harus mengutarakan isi hatiku sekarang juga?” Suho di landa dilema untuk mengutarakan isi hatinya itu. Ia sadar semenjak pertama bertemu rasanya ke Hyora berbeda. Dalam arti bahwa ia menyukainya bahkan telah mencintai yeoja itu.

TAP

 

TAP

 

TAP

Di langkahkan kakinya menuju loby. Menyapa setiap orang yang ia temui, tak urung orang-orang itu menanyakan kemana ia akan pergi. Hanya sebuah senyuman dan anggukan yang bisa ia balas sekarang. otaknya masih bekerja  merangkai kata indah untuk Hyora dan Hyora saja. Mengenakan masker dan topi sebelum dia benar-benar keluar.

KRIIIEEETTTT

Terdengar pintu café terbuka menandakan adanya seseorang yang masuk. Sepi~ siang panas ini nampaknya mengurungkan banyak orang untuk tidak keluar. Suho berjalan memesan coffe-nya, di edarkan pandanganya mencari sosok yang ingin ia temui. Nampak yeoja ber-hody gold selutut, rambutnya yang di ikat memperlihatkan leher jenjangnya. Suho berjalan menuju sosok itu. Duduk di depanya. Yeoja itu Nampak diam, Suho khawatir bahwa yeoja itu masih marah denganya.

“Gwaenchana?” Tanya Suho selembut mungkin.

“Gwaenchana Suho-shi” jawabnya tersenyum. Suho lega~ setiap melihat senyum yeoja itu entah kenapa dengan reflek bibirnya juga akan mengembangkan senyum yang sama. Senyum yang melegakan~

“Apa kau marah padaku Hyo??”

“Aniya~ aku senang kau ajak kemari. Di tengah pekerjaan yang sepadat itu aku jadi jarang sekali keluar~ gomawo Suho-shi~” ucap Hyora tak luput dari senyum manisnya itu.

“Jinja~? Woah~ ne..cheonma Hyora—apa kau tidak lelah melakukan double job?”

PLETAK

“YA!!!!!! Apa kau baru menyadari eoh? Ini sangat-sangat melelahkan!!!!” rutuk Hyora setelah memukul Suho tepat menggunakan sendok coffe-nya.

“Yah~ appo! Iisshh ne~ne—arraseo. Mianhamnida dan gomawoyo~ untuk 5 hari ini~ eeemm aku bisa membebaskanmu hari ini. Tetapi dengan satu syarat!” tawar Suho.

“Jinja???? Apa? Apa syaratnya?? Cepat kasih tahu!” ucap Hyora dengan mata berbinar-binar.

CHU~

Suho mencondongkan badanya untuk mencium kening Hyora. Terlihat sembarut rona merah di pipi Hyora. Suho tersenyum melihat ke-gugupan Hyora. Mencubit pipi merah Hyora dan mengusapnya selembut mungkin. Senyum terus mengembang di wajah rupawan Suho.

“Aku tidak begitu pintar untuk merangkai kata. Jadi aku hanya ingin berbicara satu kali. Dan dengar baik-baik” ucap Suho. Di condongkan kembali tubuhnya itu mengarah tepat di telinga Hyora.

“Min Hyora~ Saranghaeyo~ jeongmal” bisik Suho tepat di kuping Hyora.  BLUSH~~ Membuat wajah manisnya bertambah panas.

“Na-do—Suho-shi~ nado—“ jawab Hyora sebisa mungkin, rasanya lidahnya kelu untuk mengatakan sesuatu. Ia terlalu bahagia ya, sangat bahagia.

CHU~~

Min Hyora Point Of View~~

 

Senja mulai menyapaku~ sudah 1 minggu sejak kejadian itu. Hidupku terasa lebih berarti. Aku sangat bahagia. Dulu- aku tidak pernah membayangkan jika Suho menyukaiku. Aku kira malah dia membenciku- ah hati orang bisa terbolak-balik bukan? Begitu juga aku-

Ku buka sebungkus paket yang aku terima tadi dari kantor. Aku tidak tahu dari siapa. Di sini juga tidak ada nama pengirimnya.

“Partitur?” gumamku tak percaya.

Isi paket ini sebuah partitur~ huruf berbentuk balok-balok. ku ketuk-ketuk gelasku menggunakan sendok, mengikuti huruf-huruf balok itu.   Aku memang tidak begitu mengerti tentang music atau pun instrument. Tetapi aku tahu bahwa nada di sini menandakan alunan nada yang sangat klasik.

Buku ini tebal dan sedikit usam. Warna coklat yang menandakan bahwa buku ini sudah sangat lama. Aku tidak tahu ini buatan atau memang sudah lama? Di dalamnya masih ada kertas-kertas menempel.

Ku buka halaman pertama

Deadline’s in Love

Halaman kedua

Kim Joon Myun dan Min Hyora

Halaman ketiga~~

……….

Sebuah cerita panjang tentang pertemuan antara Kim Joon Myun dan Min Hyora. Itulah isi halaman ketiga~ ternyata ini bukan sebuah partitur~ bukan. Aku salah, ini sebuah moment book yang bersampul huruf-huruf balok bernada klasik  itu.

“ah~ Ternyata isinya lebih indah dari pada sampulnya…. I love you more myunnie”

 

THE END

Anti klimaks keke~~

 

Bacotan Author  : Huaaaaa akhirnya selesai juga~~ hehe~ gak bisa so sweet gue buat FF romance wkwkwk XD baiklah cukup sekian buat sang leader Suho~ Bye-Bye tunggu saya di FF lainya *kissuereaders *plak

 

JANGAN LUPA COMENT + LIKE!!!! DON’T BE SILENT READERS YAH^^

GOMAWO CHINGU^^

 

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s