Ficlet – Let It Hurts

Author : AltRiseSilver

Cast : Zhoumi Super Junior M, Song Qian aka Victoria F(x) and Choi Gynsuk (OC)

Genre : Angst, Hurts

Lenght : Ficlet (1.522)

PLEASE COMMENT IF U LIKE MY FANFICT^^

“Huek Huek,” suara seseorang sedang memuntahkan sesuatu terdengar beberapa kali dari dalam dapur. Choi gynsuk, gadis yang tengah memuntahkan semua isi perutnya itu menjadi kegiatan paginya setiap hari 3 minggu ini.

Merasa perutnya lebih enak dia menyalakan keran air dan membersihkan mulutnya. “Aigoo, apa aku harus terus muntah-muntah seperti ini setiap pagi?” gumam gadis itu perlahan sambil membasuh kedua tangannya.

Choi gynsuk lalu meninggalkan dapur dan masuk ke kamar mandi hendak membersihkan dirinya. Gadis itu melirik kalender meja yang ia letakkan diatas meja didepan kamar mandi lalu meraihnya.

Gynsuk membalik lembar kalender itu dan melihat lingkaran merah yang dia beri tanda terakhir dia mengalami datang bulan. Setelah itu ia kembali membalikkannya ke lembar awal.

Keningnya berkerut lama, dihitung dari terakhir ia mengalami datang bulan ia sudah telat tiga minggu.

Gynsuk heran, tidak biasanya ia mengalami keterlambatan sampai tiga minggu seperti ini. Keningnya masih berkerut namun segera hilang saat mengingat 3 minggu terakhir dia mulai sering muntah-muntah.

Refleks gadis itu memegang perutnya dan menaruh kembali kalender diatas meja.

“Benarkah?” hanya itu yang bisa gadis itu ucapkan ditengah keterkejutannya.

***

Gynsuk memutuskan untuk tidak bekerja di butik, gadis berambut pirang itu sibuk duduk didepan komputernya dan mencari sesuatu yang ia ingin ketahui.

Matanya menyusuri tiap-tiap kalimat dilayar komputer dengan seksama sambil menyocokkan apa yang dibacanya dengan yang dialaminya.

Mata Gynsuk melebar tak percaya saat membaca kalimat terakhir di situs tersebut.

“Aku tidak akan tahu kebenarannya kalau tidak mengeceknya sendiri,” gumam Gynsuk yang sekarang meraih sebuah tespeck dan masuk kedalam kamar mandi.

***

Ponsel Gynsuk berdering saat ia baru saja keluar kamar mandi. Nama Zhoumi, kekasihnya, muncul disana.

Ia segera mengangkatnya, ada yang harus Gynsuk beritahu kepada Zhoumi. “Yeoboseyo.”

“Gynsuk-a, aku sedang menuju rumahmu, ada yang ingin aku bicarakan,” sahut Zhoumi tanpa membalas sapaan Gynsuk. Nada bicaranya terdengar panik namun Gynsuk menepis anggapan itu karena ia terlalu bahagia dengan hasil tespeck yang berada di genggamannya.

Ne, ada yang ingin aku bicarakan juga padamu,” ucap Gynsuk yang berusaha menahan perasaan bahagianya agar terlihat santai.

Tanpa basa-basi lagi pria di sebrang telepon menutup sambungannya. Gynsuk menaruh ponselnya diatas meja dan menatap tespeck ditangannya.

Dua garis merah itu menunjukkan hasil positif. Gynsuk tahu dia harus bahagia karena selama ini dia hanya berhubungan dengan Zhoumi, kekasihnya. Dan ia bisa pastikan kalau anak didalam rahimnya adalah anak Zhoumi.

Gynsuk dan Zhoumi sudah menjalin hubungan hampir 3 tahun, keduanya memang tidak pernah mengiklarkan cinta mereka dalam ikatan pertunangan atau pernikahan namun keduanya beberapa kali pernah melakukan hubungan intim.

Gynsuk dan Zhoumi tahu hal yang mereka lakukan salah namun ikatan cinta mereka terlalu kuat. Zhoumi terlalu takut berpisah dengan Gynsuk hingga ia mengikat kekasihnya dengan badannya sendiri.

Bunyi bel rumah gadis itu terdengar beberapa kali membuat lamunan Gynsuk tersadar dan segera membuka pintu rumahnya.

Sosok tinggi Zhoumi dengan wajah muram menyambut Gynsuk. Wajah ceria si gadis berubah seketika. Ia tidak tahu nada yang dirasakannya saat Zhoumi tadi menelpon membuatnya melupakan rasa bahagianya dalam sekejap.

Zhoumi segera masuk kedalam rumah, menutup pintu lalu menarik Gynsuk duduk diatas sofa.

“Ada apa?” tanya Gynsuk penasaran.

Zhoumi menghela nafasnya perlahan, ada keengganan dalam kedua bola matanya. Tangan Zhoumi tak sedikitpun melepas genggaman tangan Gynsuk, malah pria itu menggenggamnya semakin erat seakan ketakutan.

Gynsuk benci berada diposisi seperti ini, ia benci menunggu kalimat yang terucap dari bibir kekasihnya.

“Katakanlah,” ucap Gynsuk berusaha menenangkan Zhoumi padahal ia sendiri dilanda kepanikan.

“Dengarkan aku Gynsuk, dengarkan dan jangan sekalipun menyelanya,” pinta Zhoumi, Gynsuk hanya bisa mengangguk dan siap mendengarkan.

Zhoumi kembali menarik nafasnya dan membuangnya.

“Maafkan aku Gynsuk, aku menghamili Song Qian.”

Seakan diruntuhkan beribu gunung diatas tubuhnya saat kalimat itu keluar dari mulut Zhoumi. Gynsuk tak bisa berkata apapun untuk beberapa detik. Matanya memanas dan mengalirkan airmata ke pipinya.

Zhoumi memanggil Gynsuk beberapa kali, suara pria itu terdengar bergetar. Gynsuk tahu siapa wanita yang disebut Zhoumi tadi, dia mantan kekasih Zhoumi.

Kalau boleh jujur, pada awalnya Gynsuk menerima pernyataan cinta Zhoumi saat hubungan Song Qian dengan kekasihnya itu diambang kehancuran. Bukan Gynsuk memang yang menghancurkan hubungan keduanya yang sudah jauh lebih lama rusak namun Qian berpendapat Gynsuk-lah yang merebut Zhoumi-nya.

“Sayang, maafkan aku.” Kali ini Gynsuk mampu mendengar suara Zhoumi.

Pandangannya sedikit kabur karena airmatanya sendiri. Tangan Zhoumi ternyata sejak tadi berada di pipi Gynsuk dan menghapus airmata gadisnya.

“Apa kau masih bisa memanggilku sayang seperti itu sekarang?” tanya Gynsuk sinis tanpa meredakan tangisnya.

Kepala Zhoumi tertunduk. Perasaan menyesal menyerang tubuhnya saat ini. Andai pertengkaran dua bulan lalu tidak terjadi, hal seperti ini juga tidak akan terjadi.

Zhoumi dan Gynsuk bertengkar hebat dua bulan yang lalu karena Zhoumi masih menerima pesan dari Qian, Gynsuk yang cemburu mulai tidak terima kekasihnya menerima pesan perhatian dari wanita lain.

Zhoumi yang merasa tidak salah terus membela diri dan menjelaskan kepada Gynsuk kalau mereka tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.

Pasangan kekasih itu akhirnya meredam emosi mereka dengan caranya sendiri, Zhoumi datang ke bar dan tanpa sadar menghubungi Qian lalu setelah itu yang Zhoumi tahu dia terbangun didalam sebuah kamar hotel dengan Qian disampingnya. Tanpa busana.

Gynsuk menjauhkan tangan Zhoumi dari pipinya. “Nikahilah dia,” ucap Gynsuk membuat kepala Zhoumi terangkat dan membelalakkan matanya tak percaya.

“Aku tidak mau!” tolak Zhoumi mentah-mentah.

“Lalu kau membiarkan anakmu lahir dan besar tanpa ayah?!” bentak Gynsuk kesal.

“Lalu kau bagaimana? Aku tidak mungkin meninggalkanmu!”

“Lantas kenapa kau melakukannya pada Song Qian?!” Gynsuk membentak Zhoumi tak kalah keras. Keduanya kini saling terdiam dan mengatur nafas masing-masing.

“Nikahilah dia, aku bisa mengurus diriku sendiri,” ucap Gynsuk sinis kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja komputernya, mengambil tespecknya dan menaruhnya didalam laci sebelum Zhoumi menemukannya.

Zhoumi yang berjalan mengikuti Gynsuk tak mampu melihat apa yang gadisnya itu sembunyikan.

“Apa yang kau sembunyikan?” tanyanya.

Gynsuk berbalik dan mendapati Zhoumi sudah berada tiga jengkal dari tubuhnya dan mencoba meraih laci meja.

Gynsuk menahan tangannya. “Kau tidak perlu tahu, pergilah, ini bukan tempatmu,” ucap Gynsuk sinis.

Zhoumi menatap Gynsuk tak percaya, gadisnya itu tak pernah mengusirnya seperti sekarang. “Kau masih kekasihku.”

“Masihkah kau anggap aku kekasihmu saat kau harus menikahi gadis lain yang sedang hamil anakmu?!” pekik Gynsuk kesal. Ia lupa kalau perutnya juga sedang mengisi anak mereka.

Zhoumi tak mampu menjawab, Gynsuk sibuk mengatur nafasnya.

“Pergilah, pintu rumah ini sudah tertutup untukmu,” ucap Gynsuk kemudian memalingkan wajahnya tak mau menatap Zhoumi. Ia takut tak sanggup menatap pria yang menyayat hatinya sangat dalam itu. Ia takut menahan kepergian Zhoumi saat menatap kedua mata itu.

Mendapat pengusiran dua kali, Zhoumi melangkahkan kakinya keluar rumah. Gynsuk yang melihat kepergian Zhoumi bergegas menutup pintu dan menguncinya.

Airmatanya perlahan keluar lagi, isakannya mulai terdengar diseluruh rumahnya.

Badan Gynsuk lemas, gadis itu terduduk dibelakang pintu kemudian memeluk kakinya sendiri dan menangis sepuasnya.

Tanpa ia sadari Zhoumi masih berdiri didepan rumahnya dan mendengarkan semua tangisan Gynsuk yang membuat hatinya ngilu.

***

Choi Gynsuk Point of View

Suara syahdu didalam gereja membuatku menahan haru, kutatap pria bertuxedo putih yang begitu kucintai sepenuh hatiku berada dihadapan seorang pendeta yang tangannya sedang memegang sebuah alkitab.

Raut wajahnya terlihat lelah namun ada segurat senyum di wajah keriputnya karena kebahagiaan yang dipancarkan sang mempelai pria

Kugigit bibir bawahku saat seorang anak kecil mulai masuk dan menaburkan banyak bunga di jalan kecil menuju altar tempat pria tadi menunggu. Bibirku mulai bergetar saat seorang wanita dengan keanggunannya masuk menyusuri jalan menuju pria yang kucintai tadi.

Tangan pria itu terulur kala wanita yang akan dinikahinya mulai mendekatinya.

Harusnya aku, harusnya aku yang berada diposisi wanita itu sekarang. Harusnya aku yang mengucapkan janji sehidup semati dengan pria itu. Kulirik orang-orang disekitarku yang mulai menunjukkan ekspresi bahagia.

Tanpa kusadari airmataku mulai jatuh perlahan saat pria itu menyematkan cincin yang tadinya akan diberikan untukku kepada wanita dihadapannya.

Sedetik kemudian tak kulihat lagi pemandangan didepan altar, kutundukkan kepalaku berharap bisa menyembunyikan kesedihanku karena kesalahanku sendiri. Aku tahu pria yang kini sah menjadi suami wanita anggun itu mencintaiku, bahkan sangat mencintaiku.

Aku tahu dari tatapan matanya yang menyiratkan cinta yang dalam padaku, aku tahu dari ciuman dalamnya yang seakan tak mau merelakan diriku untuk pria lain. Aku tahu, pokoknya aku tahu!

Namun karena keegoisanku, pria yang mencintaiku tadi terpaksa menikahi wanita anggun yang sekarang berjalan beriringan hendak keluar gereja.

Mataku dan pria itu bertumpu, dalam waktu 20 detik kami saling bertatapan dan waktu seakan berhenti membiarkan kami menikmati tatapan terakhir kami. Aku mencoba tersenyum padanya walau mataku sembab karena airmata milikku sendiri. Ini bukan sepenuhnya kesalahanmu sayang, aku tak pernah sekalipun marah karena sikapmu ini jadi jangan tunjukkan aku tatapan bersalahmu.

“Terimakasih sudah mengembalikannya padaku,” tiba-tiba suara wanita anggun itu menjalankan waktu antara aku dan kekasihku.

Aku tersenyum menunjukkan kebahagiaan kepadanya. “Dia milikmu jadi sudah seharusnya aku yang merebutnya darimu dulu mengembalikannya padamu hari ini,” ucapku dengan nada bergetar.

Song Qian, wanita anggun itu kemudian melemparkan senyumnya padaku. Bukan senyum bahagia melainkan senyum kemenangannya. Dia kemudian melangkah meninggalkanku dan kembali menggandeng Zhoumi yang masih menatapku dengan tatapan matanya yang selalu kusukai.

Keduanya berjalan keluar gereja dan masuk kedalam mobil untuk bergegas ke tempat resepsi mereka. Satu persatu semua tamu undangan pergi dari gereja untuk menyusul pasangan pengantin itu, meninggalkan aku sendirian yang kini terduduk disalah satu bangku dan melayangkan pikiranku.

Airmataku kembali mengalir mengingat semua penjelasan Zhoumi beberapa hari yang lalu. Seandainya tidak terjadi pertengkaran itu. Yah seandainya. Masih seandainya.

THE END

Advertisements

5 thoughts on “Ficlet – Let It Hurts

  1. haaaaaaa..areeeeesss tragis bgt ikh ff nya..keren deh yg jd gynsuknya..-____- bs ngerelain pcrnya bwt cwe lain pdhal dy jg lg ngandung anaknya zhoumi..;(

    eh eh tp eomma rada” gmn klo baca vic yg d pairing sm cwo lain,,,hehe..tp gpp deh, itung” vic lg maen film az,,*lho??

    aaahh,tp vic disninya ko jahat gtu sih?dy mlh snyum sng krn bs milikin zhoumi lg..

    areees mian yah eomma br baca ff nya…

    • aku emg lg galau eomma buat ff ini hehehe-_-v
      sbnrnya tdnya jg bukan vict yg di hamili tak sengaja oleh zhoumi cm krn aku lg bete sama zhoumi yg wktu smtown taiwan duet sama vict pke cium2 tangan segala makanya aku pairingin ke vict muehehehe
      mian ya eomma aku bikin vict jd jahat, sbnrnya ga jahat sih cm seneng dia bs dapetin zhoumi lg /alesan/ hehehe
      makasih eomma buat komentarnya^^

      • oahahahahhaha,,,,gtu toh kronoligisnya,,,kekekeke..

        ia gpp ko,,,ah eomma jg bete, klo m cwo lain vic bs bebas mu ngapain az, tp giliran sm khun mrka bnr” ruz ati” bgt..;( mrka jd gx bs mengekspresikan apa yg mw mrka lakuin scara spontan..-___- *ko jd curcol?lol

        ia sama” syg,,klo ada ff lg nti eomma baca..;)

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s