[FREELANCE] When My Father Meet My Mother

Title : When My Father met My Mother

Cast : Cho Kyuhyun, Cho Hyeri ,Cho Gyuri

Genre : Family

Rating : General

Length : 1,742 words ; ficlet

Catatan Author :  Cho family is baaaaaack ! ~ ❤ Kalau di Father and Daughter’s Day Gyuri masih kecil dan imut imut, sekarang gyuri udah besar :”””””””””3

Cho Hyeri and Cho Gyuri are pure from my imagination. Kalau ada kesamaan nama dan tempat itu hanya kebetulan semata.

And still .. Papa Kyu is ours ~ :3

P.S. maaf banget di ff sebelumnya yang Father and Daughter’s day  typo-nya amat sangat banyak. I’ll try my best to be better here ^^

oOoOo

Seoul, 2030

Cho Hyeri’s POV

“Eomma…” suara lembut gadis yang beranjak dewasa itu menghentikan pekerjaanku. Gadisku yang berumur 14 tahun ini menghampiriku dan memeluk lenganku. Disenderkannya kepalanya di bahuku. Tingginya yang begitu menjulang membuat posisi kami terlihat aneh.

“Ada apa, Gyuri-ya?”

“Aku tadi menemukan ini di ruang baca.”

Dipamerkannya barang temuannya kepadaku , sebuah buku hardcover berwarna biru tua yang sangat ku kenal disodorknnya kepadaku.

Sexy , Free & Single..

“Bukankah ini boyband-nya appa?”

Dibukanya halaman demi halaman , setiap halaman penuh dengan foto-foto member Super Junior. Sudah berapa lama ya.. 20 tahun?

Tangan Gyuri berhenti saat apa yang dia cari ditemukan.

“Ini appa. Ya kan?”

Aku tersenyum dan mengangguk ,”Ya, sayang.”

Senyum gyuri merekah. Aku suka senyumnya, mirip sekali dengan ayahnya.

Appa tampan ya,eomma.” gumam Gyuri sambil terus memandangi foto ayahnya 20 tahun yang lalu.

Aku tertawa ringan dan mengangguk. “Ya, sayang. Sangat tampan.”

Gyuri tersenyum senang dan merangkul pinggangku. Kubelai rambut sebahunya dan mencium keningnya. Tak terasa gadis kecilku sudah tumbuh sebesar dan menjadi  secantik ini. Rasanya baru kemarin aku menggendongnya dan menggantikan popoknya setiap hari.

“Ceritakan bagaimana eomma bertemu appa. Aku belum pernah mendengarnya.” rengek Gyuri manja.

Aku tersenyum dan mempererat rangkulanku padanya, “Kau tahu, ayahmu ini artis terkenal. Ia tentu saja sering bolak balik stasiun TV. Dan….  Eomma-mu saat itu adalah seorang scriptwriter untuk berbagai drama di sebuah stasiun TV. Eomma dan Appa mu sering bertemu karena itu.”

Mata Gyuri berbinar –binar begitu mendengar ceritaku, “ Benarkah ? Uwaaaaah jadi kalian berdua jatuh cinta karena sering bertemu?”

Belum sempat aku menjawab pertanyaan Gyuri, Cho Kyuhyun—suamiku duduk di sebelah Gyuri dan menarik Gyuri  dari rangkulanku secara paksa. Suamiku merangkulkan tangannya di pinggang Gyuri dan menarik Gyuri ke dalam dekapannya.

“Lebih tepatnya appa terpaksa bertemu eomma-mu setiap hari, Gyuri-ya.”

“Terpaksa?” Gyuri mengernyitkan dahinya tak mengerti.

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum congkak. Kucubit lengan Kyuhyun , berharap agar dia menutup mulut. Namun sepertinya  usaha itu tidak mebuahkan hasil, Kyuhyun tidak menghiraukan usaha ku untuk menghentikannya.

Cho Kyuhyun pabo.

Jangan mempermalukan istrimu di depan anakmu sendiri.

“Kau tau, Gyuri-ah. Ibumu dulu itu fans beratku.”

F-ans berat?”Gyuri membesarkan matanya karena terkejut.

Tidak,Kyu. Jangan ceritakan ini ke Gyuri.

Aku tak tahu harus ditaruh dimana harga diriku.

 Kyuhyun bodoh!

“Ya, Gyuri anakku. Dia penggemar beratku. Ibumu itu stalker sejati. Setiap hari dia tiba-tiba muncul di hadapanku. Bayangkan, setiap hari. Aku tahu ibumu itu scriptwriter yang hebat, semua orang mengakuinya sejak dulu. Tapi yang aku bingungkan, kenapa dia bisa menguntit appa-mu setiap hari. Setiap hari, selalu ada bingkisan di depan dorm kami. Baju,sepatu, tas,bahkan kadang ada sepiring sarapan di depan pintu dorm kami. Dan tahukah kau,Gyuri? Itu semua dari Ibumu. Ya, ibumu yang sekarang ada di sebelahmu. Saking banyaknya pakaian yang dia selalu berikan, sampai sampai appa tak perlu lagi membeli pakaian.”

Kututup telingaku dengan bantal. Rasanya ingin  aku menghilang di telan bumi setelah ini. Entah apa yang akan Gyuri lakukan setelah mendengar kisah tentang bagaimana aku bertemu Kyuhyun saat itu.

“Jika kau menjadi aku saat itu, Cho Gyuri.”Lanjut Kyuhyun

“Kau pasti muak. Sangat amat muak. Appa-mu setiap hari melihat wajah ibumu yang sumringah, waktu istirahatku di backstage selalu terusik karena ibumu muncul dan mengejar-ngejar aku. Berapa kalipun appa berusaha menghentikan Ibumu tetap saja keesokan harinya Ibumu akan muncul lagi di hadapanku.”

“Cho Kyuhyun, Jebbal Geumanhae.”rengekku.

Eomma. Biarkan aku dengarkan cerita appa dulu.”sergah Gyuri sambil memeluk appa-nya.

Kyuhyun tertawa bangga dan mengelurakan evil smirk-nya padaku. Kyuhyun kembali focus pada Gyuri dan melanjutkan ceritanya.

“Hingga suatu hari.. Aku ingat sekali hari itu.. Puncak musim panas tahun  2014.. Hari terpanas di Seoul.. Saat itu aku lelah sekali karena belum tidur semalaman.. Namun aku tetap harus tampil untuk festival musim panas tahun itu..”

Uh-oh bagian ini..

Aku tak ingin mendengarnya..

Aku bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar. Cho Kyuhyun, awas kau nanti

Gyuri’s POV

Eomma berdiri meninggalkan kami berdua ke kamar. Wajahnya memerah dan bibirnya menekuk. Eomma marah.

Appa..Eomma marah.”ujarku khawatir. Eomma kalau marah seram sekali, apalagi kalau penyebab kemarahannya itu Appa.

“Biarkan saja. Nah.. sampai mana kita tadi? Ah.. ya.. Puncak musim panas tahun 2014.”

Aku mengangguk. Appa mencubit pipiku gemas dan kembali melanjutkan ceritanya

“Terjadi keributan kecil di backstage. Ada seorang fans yang bersikeras untuk menemuiku , katanya satpam sampai kewalahan untuk mencegahnya. Dan kau tahu siapa orang itu?”

Aku menjawab dengan yakin, “ Eomma.”

Appa mengacungkan jempolnya , aku tersenyum bangga karena benar dalam menebak.

“Ya , itu ibumu. Appa langsung naik pitam begitu tahu siapa fans itu. Tanpa berfikir panjang appa langsung datang menuju ibumu dan kau tahu apa yang terjadi?”

Aku menggelengkan kepalaku mengaku tidak tau.

Appa memaki-maki ibumu. Di depan semua staff .. dan juga para fans. Entah apa yang membuat apa semurka itu, mungkin karena Appa sangat lelah saat itu.”

Aku terhenyak mendengar cerita appa. Memang aku sering melihat eomma dan appa beradu argument. Tapi tak bisa kubayangkan jika appa memaki maki eomma, apalagi di depan umum.  Aku tahu pasti eomma merasa sedih saat itu.

Appa jahat.” gumamku pelan.

Appa hanya tersenyum lemah dan mengacak rambutku.

“ Dengarkan dulu cerita appa dan baru setelah itu kau bisa putuskan sendiri appa itu jahat atau tidak.” ujar Appa seraya memeletkan lidah kepadaku.

Aku mendengus kesal. Terkadang appa menyebalkan. Aku bingung kenapa eomma begitu mencintai appa.

“Pada saat itu, appa kira ibumu akan menangis. Tapi ternyata tidak, Ibumu hanya diam dan membungkuk meminta permohonan maaf pada semua orang yang ada di tempat keributan itu terjadi. Bayangkan Gyuri-ah, ada lebih dari 20 orang di sana dan ibumu membungkuk meminta maaf kepada setiap orang. Dan saat dia membungkuk minta maaf padaku,ibumu berkata kalau dia tidak akan mengusikku lagi. Appa sebenarnya agak merasa bersalah saat itu, namun karena appa terlalu lelah, Appa tak mau memedulikan hal seperti itu. ”

Aku mengerucutkan bibir begitu mendengar kisah appa. Kasihan eomma.

“Tuh kan Appa jahat.”

“Kubilang dengarkan aku dulu, anakku yang keras kepala.” dijitaknya kepalaku dengan lumayan keras.

Appo!!”

Aku yang sudah kepalang kesal berusaha lepas dari rangkulannya. Namun tenaga appa terlalu besar dan alhasil aku kembali terjebak bersamanya.

“Semenjak itu appa benar-benar tidak pernah melihat ibumu lagi. 1 minggu.. aku masih yakin dia akan muncul lagi. 2 minggu.. 3 minggu.. 4 minggu.. hingga 6 bulan..1 tahun.. tanpa terasa ibumu benar-benar tak pernah muncul lagi.”

“Lalu bagaimana appa bertemu eomma?”

Appa mendengus dan mencubit pipiku keras , “Kubilang dengarkan aku dulu. Kau ini sama saja dengan ibumu.” Appa kembali melanjutkan ceritanya tanpa memedulikan aku yang kesakitan. “Pada saat itu, appa mendapat tawaran menjadi bintang utama dalam sebuah drama di stasiun TV tempat ibumu bekerja. Entah apa yang membuat appa-mu ini menerima tawaran itu begitu saja, padahal biasanya appa selalu menolak tawaran bermain drama. “

Appa terdiam sebentar, kutunggu appa angkat bicara lagi sambil memainkan jari panjang milik Appa.

“Dan saat itu ,Gyuri-ah. Appa dan para pemain drama sedang berkumpul untuk reading naskah drama itu. Sutradara, cameramen, scriptwriter ,dan para pemain drama dikumpulkan untuk reading naskah. Dan disaat itulah.. akhirnya.. Appa melihatnya lagi.. ya, ibumu,Gyuri-ya.”

Senyumku merekah, d isini pasti eomma kembali menghampiri appa dan keadaan menjadi seperti dulu.

“Apakah eomma menghampirimu saat itu ,appa?”

Appa menggelengkan kepalanya , “ Tidak, sayang. Ibumu hanya tersenyum sopan kepadaku dari kejauhan.

“Saat itu appa merasa risih melihat ibumu yang tidak datang menghampiri appa

Aku menghela nafas kecewa. Pasti dulu eomma sangat kecewa sampai enggan mengejar-ngejar appa lagi.

“ Pada saat itu appa merasa sangat amat bersalah. Setelah bertemu lagi dengan ibumu setelah setahun tak berjumpa membuat appa sadar, Ibumu telah berhasil menyusup ke dalam hati appa dan membuat appa tak bisa lepas dari ibumu. Kau tahu? Saat reading naskah drama itu, aku melakukan banyaaaaak sekali kesalahan”

“Pasti karena kau tidak focus dan terus melihat eomma.” Sahutku dengan yakin.

Appa tersenyum lebar, ia mengangguk-angguk dengan malu. Eomma hebat sekali bisa membuat appa jadi seperti ini. Kukecup pipi appa dan menyengir lebar.

“Itu hadiah karena appa kembali ke sisi eomma.” ujarku santai.

Appa tertawa senang begitu mendapat hadiah ciuman dariku. Ditepuk tepuknya pundakku. Belum selesai appa tertawa kugigit lengan appa sekeras mungkin. Appa berteriak kesakitan.

“Yaaa! Cho Gyuri anak nakal! !”

“Itu hukuman karena appa pernah menyakiti eomma.” ujarku seraya memeletkan lidah. Aku bangkit dari sofa dan lari menuju kamarku. Kukunci rapat pintu kamarku dan tertawa dengan puas.

“CHO GYURI BUKA PINTUMU! YAK!”

“Tidak dengaaaaaar.”

Aku melompat berbaring di atas kasur dan memandangi foto aku, appa dan eomma. Appa , tersenyum lebar sambil memelukku dari belakang, dan eomma terlihat cantik merangkul pinggang appa dan menggenggam tanganku. Aku menghela nafas dan tersenyum .

Tuhan.. berikanlah aku hati setulus eomma. Agar aku dewasa aku akan bertemu dengan namja yang sebaik appa.

oOoOo

Epilog

Kupandangi  Hyeri—istriku yang sedang berbaring di tempat tidur. Kuhampiri dia dan kupegang bahunya. Dia menepis tanganku dan bergeser menjauh. Aku terkekeh pelan melihat tingkahnya, aku bergeser mendekatinya lagi dan dia bergeser menjauh lagi.

“Kau bisa jatuh kalau bergeser terus, bodoh.” kuseret tubuhnya agar mendekat kepadaku. Hyeri meronta minta dilepaskan namun tetap saja tenaganya kalah dibandingkan dengan tenagaku.

“Lepaskaaaan hiks..hiks..Ya Cho Kyuhyun!” rengek Hyeri sambil sesenggukan.

Kuputar tubuhnya menghadapku, matanya sembab.

“K-kau menangis?” kupegang wajahnya dan kuhapus air matanya. Kutarik ia kedalam pelukanku dan kubelai rambut panjangnya.

“Jahat. Kau cerita semuanya kepada Gyuri. Kau tahu seberapa malunya aku sekarang, hah!?” dipukulnya dadaku berulang kali. Hyeri meronta ronta minta dilepaskan. Kupererat pelukanku agar dia diam.

“Untuk apa malu?  Justru Gyuri bangga denganmu.”

“Eh?”Hyeri berhenti meronta dan mendongakkan kepalanya . Jantungku berdentum keras setiap menatap ke dalam mata bulatnya. Sudah belasan tahun aku bersamanya namun sepertinya sensasi itu akan selalu muncul setiap kupandang matanya.

Aku mengangguk dan tersenyum kepadanya. Kusingsingkan lengan bajuku dan kutunjukkan memar bekas gigitan Gyuri sebagai bukti. Hyeri tersenyum puas dan mencubit memar bekas gigitan Gyuri.

“Yaa! Awww itu sakiit awww Hyeri -ya!” ringisku kesakitan. Hyeri tak menghiraukan dan memeletkan lidah padaku. Ibu dan anak memang sama saja.

“Kemarikan tanganmu , biar kuberi salep.” Hyeri berdiri mengambil salep yang ada di laci dan menghampiriku ,diolesinya bekas memarku dengan lembut.

Bahkan dalam diam pun , Hyeri terlihat sangat cantik. Kudekatkan wajahku dan kucuri curi kesempatan untuk mengecup bibirnya.

“Ya! Jaga kesopananmu! Kalau Gyuri melihat bagaimana?” Gertak Hyeri seraya menekan memarku.

“Ah-Ahh! Appo! Yaa!! Biarkan saja Gyuri melihat, biar nanti kau tambah malu.”

“Cho Kyuhyun pabo! !!!!Aku membencimuuu!!!!!”

Hyeri yang geram  karena aku jahili daritadi akhirnya menyerah dan pergi meninggalkanku. Aku tertawa puas, aku mengejarnya dan memeluknya dari belakang.

“Aku  menyayangimu… “ Langkah Hyeri terhenti.. dipegangnya lengaku.

“Sebagai seorang fans.. Aku menyayangimu.. bukan karena kau istriku , tapi karena kau seorang fans. Fans beratku.”

“CHO KYUHYUN!!!!!!!!!!!!!!!!!.”

Advertisements

6 thoughts on “[FREELANCE] When My Father Meet My Mother

  1. sukaaaaaaaaaaa,,,,asli envy bgt liat mrka,,,kluarga bahagia, ,haha..gyurinya kyanya mkin gde mkin lucu deh,,lol

    oh ya mskipun msh ada typo n td uda ka bnerin, tp slama critanya bgus gpp deh,,msh bs d prbaiki lg de..keep writing yah….^^

    tuh kan kta ka jg sequelnya psti bgus…bnr” unik cara ktmunya kyu n hyerinya,,kyanya bole tuh d coba..lol

  2. wahh..aku suka banget sama Cho family!! ceritanya ga terlalu berlebihan.
    kalo aja ada beneran keluarga kayak gini..pasti lucu banget deh xD
    eh iya, emagya ii semacam sequel? kok sekarag gyuri-nya udah gede?
    dan aku baru sadar gyuri itu bisa jadi gabugan dari nama kedua orangtuanya : gyu (gyuhyun/kyuhyun) ri (hyeri)..haha a tau deh ni bener apa nggak –”

    dan untuk author-nya, ttp semangat nulis ff ya!! fighting!!! bbuing bbuing~~ *gila

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s