My Destiny

Judul : My Destiny

Author : Rhara Amalia / Kirha / Achan

Main Cast : Choi Sully, Lee Taemin

Genre : Romantic

Length : One Shot (1.276 word)

A.N : ini songfic yang aku ambil dari lagu Indonesia, tepatnya lagu Last Child ft Gissele. Mengenai cast nya sebenarnya tidak direncanakan sama skali. Entah kenapa pas sementara nulis pas mau nulis cast nya tiba-tiba tangan tergerak menuliskan nama Sulli dan Taemin,.. hehehe.. mianhe kalo ada yg gk setuju ini kan Cuma FF.. hehe..

My Destiny

ooOOOOoo

Seseorang berseragam hitam putih menghampiriku dan meletakkan secangkir minuman kesukaanku diatas meja dihadapanku. Ucapan terima kasihku dibalas dengan senyuman oleh orang itu dan kini dia berjalan kembali menuju tempat awalnya.

Aku mulai menganggkat cangkir dihadapanku, menghirup aroma yang diciptakan oleh isi sang cangkir membuatku semakin tenang dibuatnya. Setelah memenuhi rongga hidungku dengan aroma khas dari isi cangkir itu, kini aku mulai menyeruput isinya sedikit demi sedikit. Rasanya semakin membuatku tenang dan terselip sedikit rasa bahagia. Aroma dan rasa isi cangkir ini entah sudah berapa lama menemaniku, hadir disetiap kisahku. Suka dan duka, bahagia dan sedih. Termasuk salah satu kisahku yang mungkin kini mendekati akhirnya.

Flashback

lihatlah luka ini yang sakitnya abadi yang terbalut hangatnya bekas pelukmu

aku tak akan lupa tak akan pernah bisa tentang apa yang harus memisahkan kita

saatku tertatih tanpa kau disini kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Aku dengan wajah sembabku dan rambut yang sangat kusut duduk diujung ranjang sambil memeluk lutut. Dihadapanku, sebuah figura manis dengan sebuah foto seorang namja yang kini sedang tersenyum sangat manis, seolah-olah dia sedang tersenyum padaku. Tapi, senyuman itu tak bisa membuat air mataku berganti dengan sebuah senyuman, mengganti wajah sembabku dengan wajah ceria seperti dulu. Karena kini senyuman itu bukan milikku lagi. Mengingat itu air mataku kembali terjatuh, untuk yang kesekian kalinya.

Sebuah telepon masuk ke iPhone ku, mengusik diriku yang kini sedang tak ingin diganggu oleh siapapun. Aku berniat untuk membiarkan saja iPhone ku terus saja menyanyikan sebuah ringtone. Selang beberapa menit kini kamarku kembali senyap tapi itu tidak bertaha lama sampai akhirnya telepon dikamarku berbunyi. Oh tidak, siapa yang sangat gigih menggangguku, membuat moodku semakin jelek. Akhirnya dengan malas aku menganggkat telepon itu.

yeobseyo” sapaku dengan suara yang serak.

“Sully-ah! Ya ampun, akhirnya diangkat juga. Gwaenchanayo?” oh ternyata Krystal, sahabatku. Aku pikir namja itu.

gwaenchana Krys” jawabku singkat.

gotjimal. Aku tidak yakin kau baik-baik saja. Ayolah Sully, lupakan Taemin untuk apa kau menangisinya? Ini kan bukan yang pertama kalinya. Mestinya ini kau jadikan pelajaran, jangan pernah menaruh cinta padanya lagi”

ani, aku tidak bisa melupakannya. Dia memang sudah berkali-kali meninggalkanku dan sudah berkali-kali menyakitiku, tapi rasa cinta ini tetap menjadi miliknya”

“hya! Michigesseo. Kau benar-benar sudah terhipnotis olehnya. Sully-ah dengarkan aku, namja seperti Taemin tidak pantas untuk yeoja yang sangat baik sepertimu. Dia hanya mempermainkanmu. Cepatlah lupakan dia dan mari mulai hidup baru.”

ani. Dia pasti akan kembali padaku lagi. Karena aku cinta sejatinya”

“bagaimana kau bisa yakin seperti itu setelah semua apa yang dia lakukan padamu?”

molla, aku hanya ingin terus menunggunya kembali padaku.”

“Choi Sulli! Kau memang benar-benar sudah gila dibuatnya. Geurae! Sekarang terserah padamu, aku sudah cukup mengingatkanmu” Krystal memutuskan teleponnya.

jika memang dirimulah tulang rusukku

kau akan kembali pada tubuh ini

ku akan tua dan mati dalam pelukmu

untukmu seluruh nafas ini

Aku tau Krystal sangat kecewa padaku yang sampai saat ini tidak bisa berhenti mengharapkan namja yang sudah berkali-kali menyakitiku itu. Tapi aku yakin, Taemin pasti akan kembali ke pelukanku lagi.

kita telah lewati rasa yang pernah mati bukan hal baru bila kau tinggalkan aku

tanpa kita mencari jalan untuk kembali

takdir cinta yang menuntunmu kembali padakku

disaatku tertatih tanpa kau di sini kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Aku berjalan memasuki pekarangan sekolah, walaupun mood-ku belum kembali aku tetap harus sekolah. Sudah seminggu lebih aku membolos hanya karena namja itu. Oh Tuhan jangan pertemukan aku dengan namja itu. Aku takut tidak bisa membendung air mataku jika dihadapannya.

Begitu aku berjalan dikoridor sekolah menuju kelasku seseorang menarik tanganku dan membawaku kebelakang sekolah. Aku yang terkejut tak dapat mengenali siapa yang menarikku. Siapa namja ini kenapa menarik-narik tanganku dan membawa ku ke belakang sekolah. Perasaan takut mulai menghinggap padaku. Oh Tuhan, semoga namja ini tidak berniat mengerjaiku.

Begitu sampai dibelakang sekolah namja itu melepaskan genggaman tangannya dari tanganku tapi dia masih membelakangiku membuatku semakin penasaran dia siapa.

mi..mianhe. a..aku..” tanpa memberiku kesempatan untuk meneruskan kata-kataku tiba-tiba namja dihadapanku berbalik dan memelukku membuatku kembali terkejut. Sempat aku memberontak untuk melepaskannya tapi tiba-tiba suara lembutnya menghentikanku. Dia Taemin!

mianhe Sully-ah. Selama ini aku hanya bisa menyakiti dan meninggalkanmu, aku tidak pernah membahagiakanmu walau sedikitpun. Jeongmal mianheyo.” Oh Tuhan, dia menyadarinya dan kini dia meminta maaf padaku. Aku sama sekali tidak menyangka, apakah ini benar-benar Taemin?

Dia akhirnya melepaskan pelukanku setelah cukup lama dia memelukku. Dan kini dia menatapku dalam, aku tidak percaya dibuatnya. Kelembutan dan kasih sayang kini terpancar dari matanya, apakah dia sungguh-sungguh? Ini tidak seperti dia yang biasanya.

“kenapa kau tidak mengatakan sesuatu apapun? Apa kau tidak bisa memaafkanku? Aku tau memang sulit memaafkanku karena semua perbuatanku padamu tapi, jebal Sully-ah­ kali ini aku benar-benar menyesal. Tolong maafkan aku dan kembalilah padaku. Aku baru sadar ternyata selama ini hanya kaulah yang berhasil mengusik hidupku, tanpa dirimu hidupku seperti terasa lain dan hampa. Tolong maafkan aku dan kembalilah mengusik hidupku” air mataku kini terjatuh. Tidak, ini bukan air mata kesedihan yang biasa aku teteskan untuknya tapi ini air mata kebahagiaan. Dia benar-benar menginginkanku, apakah ini bukan sandiwara? Ataukah ini hanya mimpiku? Oh Tuhan cepat sadarkan aku kalau ini memang Cuma mimpi, aku tidak ingin semakin sakit jika mengetahui ini Cuma mimpi.

“kau masih tidak menjawab. Jadi kau benar-benar tidak bisa memaafkanku. Baiklah, aku bisa mengerti. Tapi asal kau tau, aku juga tidak bisa memaafkan diriku yang sudah menyianyiakan kamu selama ini sebelum kau memaafkanku. Tapi ternyata kau sudah memutuskan untuk tidak memaafkanku, baiklah aku akan pergi. Aku tidak akan mengganggumu lagi” Taemin kini melangkah pergi meninggalkanku. Oh tidak, jangan pergi aku membutuhkanmu. Secepatnya aku berlari dan memeluknya dari belakang membuat jalannya terhenti.

mianhe membuatmu menunggu lama untuk mendengar jawabanku. Aku hanya masih tidak percaya kau bisa memohon diriku untuk kembali padamu. Ini benar-benar terasa seperti mimpi” Taemin kini berbalik menghadapku dan kini dia meraih kedua tanganku dan menggenggamnya sambil menatapku dengan tatapan yang dipenuhi kelembutan dan kehangatan.

“kali ini aku bersungguh-sungguh. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, aku berjanji. Aku berjanji padamu dan berjanji pada Tuhan yang saat ini sedang menyaksikan kita diatas sana. Aku benar-benar menyayangimu” kata Taemin seraya dia mengecup bibirku lembut kemudian memelukku erat.

Flashback End

Mengingat kejadian itu selalu membuat senyuman akan kembali terukir dibibir ku. Kejadian itu benar-benar manis menurutku, walaupun itu terjadi dibelakang sekolah tapi itu cukup memberikan kesan padaku untuk sepanjang masa.

dan ini yang terakhir aku menyakitimu dan ini terakhir aku meninggalkanmu

takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

Tampak seorang namja berjalan menghampiriku dengan senyumannya yang memang memikat hati setiap wanita yang melihatnya. Setelah menyapaku kini dia duduk disampingku.

“sudah lama menunggu?” tanyanya sambil menggenggam tanganku.

“belum terlalu” jawabku sambil tersenyum lebar. Dia kembali tersenyum dan mengacak-acak rambutku dengan lembut. Tapi walaupun dilakukan dengan lembut tapi itu cukup membuat rambutku berantakan. Aku sedikit merengut padanya dan itu membuatnya tertawa.

“oh iya, ada sesuatu untukmu” katanya sambil sedang berusaha mengambil sesuatu pada kantong celananya. Dengan penasaran aku menunggu. Kira-kira dia memberiku apa?

Sebuah kotak merah keluar dari kantong celananya dan disodorkannya padaku. Aku dapat melihat itu sebuah kotak yang biasanya berisi cincin didalamnya. Tapi untuk apa dia memberikan cincin padaku? Apa dia akan melamarku? Aku pun menatapnya bingung membuatnya kembali tersenyum lembut. Dia pun membuka kotak tersebut dan memperlihatkan isinya padaku dan kini dia menatapku dengan sungguh-sungguh membuat jantungku berdegub kencang. Apa dia benar-benar akan melamarku?

“jadilah ibu dari anak-anakku” katanya lembut sambil menatapku dengan sorot mata yang penuh kesungguhan. Ini membuatku jantungku berdegub semakin kencang. Dengan perlahan aku menganggukan kepalaku tanda aku menerima lamarannya. Melihat itu dia tersenyum, dikeluarkannya cincin itu dari kotak merah itu dan dipakaikan pada jari manisku.

gomawoyo, yeobo” ucapnya seraya mengecup keningku.

“hey, kita belum menikah. Panggilan yeobo nya disimpan dulu” protesku.

“haha, biarkan saja. Nanti kitakan juga akan menikah” katanya sambil mengerling padaku membuatku tertawa kecil.

_The End_

Advertisements

10 thoughts on “My Destiny

  1. achaaaann..pas liat poster and jdulnya eomma uda tertarik bwt baca, mskipun singkat tp ngena bgt,,haaaa,,,apalagi pas liat liriknya yg last child and giselle itu,,eomma suka bgt lagu itu, sumpah dalem,,aahhh..jd bercermin k keadaan eomma skr….-___-

    keep writing ya syg, oya skalian happy bday yah, mian telat..wish u all d’best dear..;)

  2. asdfghjkl mian baru baca. wkwk, ini bagus banget walaupun singkat. jujur, saya kurang suka sama cewek yang sukanya mewek gitu (mian ^.^). kalau dipikiran saya, pasti si sulli bakalan kasih pelajaran dulu baru balik lagi, tapi kalo ceritanya begitu malahan jadi chaptered-_- okelah, hwaiting min 🙂

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s