Love at The very first dream; Chapter 1

Main cast : Choi Minho, Jung Soojung

Genre : Romance, Fantasy

Rating : PG-15

Type : Chaptered Story

Length : 695 words for chapter 1

Catatan Author :

Di chapter ini mengandung adegan meminum alkohol di bawah umur. That’s why I rate it as PG-15. Kesamaan tokoh, nama organisasi, dan lain-lainnya beberapa ada yang nyata ada juga hanya karangan penulis semata.

Enjoy reading ! :*

 

———————————————————

What if someone you never met,

someone you never saw,

someone you never knew was the only someone for you?

Sleepless in Seattle

Early Spring

Lowell High School’s Gymnasium – Spring Party

San Francisco

 

Soojung melangkahkan kakinya ke dalam gymnasium dengan penuh percaya diri.

Mala mini akan menjadi malam yang menyenangkan,gumamnya dalam hati.

Balutan gaun merah darahnya membuat rasa percaya dirinya meningkat. Cahaya terang benderang lampu ballroom membuat senyuman di bibir merahnya mengembang.

Berbagai imajinasinya tentang Annual Spring Party menjejali otaknya. Sebagai seorang freshman , spring party merupakan pesta wajib yang harus dihadiri. Kapan seorang freshman berkesempatan untuk berdansa dengan para senior yang tampan itu kalau bukan saat spring party ? Kesempatan yang jarang bukan?

Namun imajinasinya tentang spring party yang menyenangkan segera sirna ketika lampu ballroom dimatikan dan video dirinya terpampang jelas di layar proyektor.

Video yang diambil pada musim panas tahun lalu.

Video yang ingin dia musnahkan selamanya dari muka bumi.

Soojung ingat sekali kejadian itu. Saat pertama kali ia mabuk dan menari streaptease seraya menanggalkan bajunya satu persatu . Dan video itulah yang ditonton oleh ratusan murid Lowell Highschool .

Soojung memandangi sekeliling untuk mencari sahabatnya—Berharap mereka akan menenangkan hatinya. Harapan Soojung runtuh seketika saat matanya bertumbuk dengan mata Sulli—sahabatnya yang tersenyum sinis padanya dan ikut menertawai video itu.

Soojung ingin spring party-nya menjadi momen tak terlupakan.

Tapi bukan “tak terlupakan” yang seperti ini .

______________________________________________

-San Francisco

Pernahkah kamu dikhianati oleh sahabat yang kamu sayang?

Pernahkah kamu dipermalukan oleh sahabat yang kamu percaya?

Aku pernah. Dan rasanya sakit. Sejak itu aku tidak pernah percaya orang lain selain orangtuaku.

Karena aku takut dikhianati.

“Soojung-ah…  Memang di dunia ini tidak semuanya baik”,Suara mom memecahkan lamunanku. “Everyone watched that video,mom! Bagaimana mungkin aku tidak sedih?”,air mataku kembali tumpah. “Lain kali kamu jangan terlalu percaya dengan orang. Sebaik apapun sahabat kamu tetap orangtua kamulah yang paling bisa kamu percaya. Mom tak bisa konsentrasi menyetir kalau kamu menangis terus.”,Mom masih berusaha meredakan tangisanku. “Mom focus menyetir saja. Anggap Soojung taka da, mudah kan? “,Sahutku sambil mengelap air mataku yang tidak dapat berhenti.

“Cukup!!”,Mom membentakku, ia mendadak mengerem mobil. “MOM! Kita ditengah jalan! Jangan mendadak berhenti seperti ini. Just let me cry for a while and keep driving.”,rengekku pada mom.  Mom menghela nafasnya dengan kesal, “Ada saat dimana kamu harus berhenti menangis dan melanjutkan hidup kamu. Nanti juga mereka lupa dengan video itu , mom saja sudah tak ingat dengan video itu. Mom capek melihat kamu begini terus. Berpikirlah dewasa,Jung Soojung!  Kamu juga harus melupakan kejadian kemarin. Jangan terjebak dengan apa yang terjadi di masa lalu!” Aku takmampu berkonsentrasi mendengarkan mamaku. Mobil kami berhenti di tengah jalan dan imajinasi liarku mulai membayangkan hal negatif.

“Iya,mom. Mianhaeyo . Tapi,please jangan berhenti di tengah jalan begi..”. Tiba-tiba kurasakan hantaman yang keras dari belakang mobil.Aku tak tahu apa yang terjadi, aku hanya menutup mata sambil berdoa pada tuhan.

Semuanya terjadi begitu cepat, aku tak tau apa yang terjadi tadi. Lalu aku rasakan ada cairan banyak sekali mengalir di dahiku.

Nyeri,nyeri,nyeri sekali.

Bahuku juga luar bisa sakit tidak bisa digerakkan. Semua ini salahku, kalau saja aku dewasa dalam menyikapi masalahku mama tidak akan melakukan hal senekat tadi. Aku berusaha menggapai tangan mom dan menggenggamnya. Semuanya terasa lebih damai saat aku menggenggam tangan mom.

Aku menutup mataku dan menghirup udara sebanyak banyaknya.

Aku yakin semua akan baik-baik saja.

-Seoul-

“Kau yakin bisa pulang naik bus sendiri ?”, Key menepuk-nepuk pundakku pelan. Dituntunnya aku untuk berjalan menuju halte.

Kupicingkan mata untuk memandangi wajah sobatku dengan jelas namun tak berhasil. Seluruh pandangan mataku berkunang kunang dan berputar putar.

“Tentu saja. Aku tidak terlalu mabuk.”,ujarku pelan.

“Kau mabuk. Aku tahu itu.”

“Tidak.”

“Neo jinjja! Bagaimana kalau polisi menemukanmu? Kau kan masih di bawah umur untuk diperbolehkan minum alkohol.”

Aku yang jengah dengan omelan Key langsung menendangnya untuk menjauh. Aku melambaikan tanganku seraya berjalan menyeberangi jalan sempoyongan.

“Kkeokjonghajima! Aku akan baik-baik saja. Kau ini persis seperti eomma­-ku yang…”

“MINHO AWAS !!!”

BUUUK!

Besi yang terasa dingin dari bumper mobil menghantam dadaku. Aku terlempar cukup jauh dan jatuh dalam keadaan terlentang.

Aku tak ingat apa yang terjadi setelah itu.

Yang kuingat hanyalah..

Langit malam seoul terlihat penuh bintang dan benderang saat itu.

-San Francisco-

“Mrs. Jung, Anak putri anda—Jung Soojung mengalami cedera kepala berat dan  dalam keadaan koma “

-Seoul-

“Temanmu—Choi Minho mengalami cedera kepala berat dan dalam keadaan koma. “

 

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s