[Prolog] Who is My Umma?

Annyeonghasseo~ setelah berabad-abad lamanya menghilang dari SMTHFF, Pororo (mantan maknae SMTHFF yang paling kece #digebukin) kembali jugaaaa~~ sudah lama gak post ff, silakan dinikmati. Btw, castnya OTP saya loh (re : MinSul). OTP saya yang main TTBY, aduh makasih deh SMent bikin itu drama. OTP saya yang kurang laku jadi banyak yang minat sekarang! *loncat bahagia*

Yuk, ah, kita baca :*

Author : vanflamighty (@vanflaminkey91)
Genre : AU, romance, fluff, friendship, family, sad, marriage-life, angst
Length : chapter, may be?
Rating : G (someday will be PG xD)
Main cast :

  • Jung Yoogeun as Choi Yoogeun
  • Choi Minho SHINee
  • Choi Sulli f(x)
  • Krystal Jung f(x)
  • Lee Taemin SHINee

Support and other cast : SHINee and others
Disclaimer : this story and its cover are claimed by me (@vanflaminkey91), please respect.
Theme song : Run With Me (SHINee) and Beautiful Stranger f(x)

Dad, who is my mother?
Can you tell me? I curious.

Who is My Umma?
chapter ©2012 by vanflamighty

PROLOG

Seoul Tower, 18.10 KST

Sepasang mata menatap lurus ke depan, memandang citylight yang berkilauan di bawah naungan mega hitam. Kedua tangannya menggendong seorang anak lelaki berusia sekitar 7 tahun yang sedang terperangah menatap kota.

“Ahjumma, lihat, suatu hari aku akan memberikanmu berlian sebanyak itu.” Anak kecil menggemaskan itu menunjuk citylight dengan antusias.

Gadis yang menggendongnya tersenyum lemah, “Terimakasih, Yoogeun-ah. Tapi, kau tak mau memberikannya pada ummamu?” Ia merapatkan mantel anak tampan bernama Yoogeun itu.

Seketika kedua mata bulat Yoogeun yang bersih memandang matanya. Dia bisa melihat mendung menyelubungi mata Yoogeun saat itu juga.

Mendadak gadis itu merasa miris dan menyesal mengatakan hal yang sangat sensitif bagi anak kecil berpipi tembam itu.

“Aku tak tahu siapa ummaku, ahjumma. Jadi, aku memberikannya padamu saja. Bagaimana?”

Gadis bermantel coklat itu tidak menjawab, tetapi membenamkan Yoogeun dalam pelukan hangatnya. Mata itu berkaca-kaca memandang citylight.

***

“Minho oppa.”

Langkahku terhenti begitu saja ketika mendengar suara yang sudah familier di telingaku memanggil. Tanpa perlu berbalik, gadis itu sudah berdiri di depanku dengan tatapan yang tidak dapat kulukiskan.

“Kita tidak bisa terus membiarkan Yoogeun tumbuh tanpa ummanya. Apa kau sudah benar-benar menyerah mencari dia?” Nama gadis itu Krystal Jung. Dia sepupuku. Orang yang berperan sebagai ‘umma’ untuk Yoogeun sejak anak itu masih bayi dan ibunya menghilang entah ke mana.

Salah satu sahabat prianya juga berperan sebagai ‘appa kedua’ karena aku sendiri sibuk dengan pekerjaanku.

Aku masih enggan memperdengarkan suaraku dan memilih meninggalkannya sendirian di koridor lantai dua – tempat ruang apartementku berada.

Aku mendengar langkah kaki beralaskan sneaker putih itu di belakangku. Aku menghela napas sambil membuka pintu.

“Opp-“

Ucapan Krystal terhenti saat Yoogeun berlari menghampiri kami. Aku menyambutnya dengan senyum lebar dan pelukan hangat. Ugh, anakku sudah besar. Dia cukup berat.

“Appa, appa, apakah kau membawa umma?”

Entah mengapa, sesuatu seperti menghantam hatiku. Menohoknya dengan sangat keras. Aku diam membisu.

“Kenapa kau diam?” tanya Yoogeun dengan suara khas anak kecil. “Ahjumma.” Ia melirik Krystal, membuatku mengikuti apa yang dia lakukan. Menatap Krystal penuh harap. “Apa kau membawa umma?”

Krystal balas menatapku dengan tatapan ‘kau-lihat-sendiri-kan-betapa-dia-membutuhkan-ummanya’. Aku membalasnya dengan helaan napas pasrah.

“Yoogeun-ah, tidurlah,” ucapku akhirnya, setelah hampir dua menit kami terdiam.

“Tidak.” Anak itu menggelengkan kepalanya dan menggembungkan sepasang pipinya. Aku tersenyum lebar. Bangga padanya. Dia benar-benar menggemaskan. “Aku tak mau tidur sendirian, aku sudah menunggu appa seharian. Ayo, tidur dengan Yoogeun!” rengeknya memelukku.

Aku melirik Krystal, “Kita akan membicarakan ini nanti.” Gadis itu mengangguk.

“Untung aku sudah pindah ke apartment sebelah,” gerutunya pendek, kemudian menyetel TV. Ia tersenyum pada Yoogeun sebelum aku membawa Yoogeun ke kamarnya.

***

“Jadi, apa rencanamu?”

Pria itu membisu sambil menatap kepulan asap dari cangkir berisi mocca panas di hadapannya. Sementara Krystal memandangnya dengan sepasang mata yang menyipit.

“Kau tidak berencana untuk terus menutupi identitas ibunya, kan? Kau akan mencari dia, kan?”

“Aku tak tahu,” sahut pria itu sambil meletakkan cangkit mocca-nya di atas meja dan menyandar di sandaran kursi. Tatapannya tertuju pada langit-langit ruang tamu, terlihat frustasi.

Krystal menatapnya penuh pengertian. Ia sudah mengenal Minho sejak masih kecil. Minho adalah sepupunya yang terdekat dibanding sepupu-sepupu mereka yang lain, karena dulu Minho pernah dititipkan pada orang tuanya ketika Tuan dan Nyonya Choi ada di Amerika.

Jadi, intinya, Krystal tahu benar apa yang dirasakan oppanya itu.

“Aku juga heran kenapa dia pergi begitu saja, Oppa. Tapi, kuharap kau mencarinya dan menikahinya segera.” Krystal berdiri. “Sudah terlalu malam. Aku capek. Besok ada kuliah pagi.” Krystal berjalan tanpa menoleh mendekati pintu. Tangannya memegang knop pintu ketika ia bicara lagi, “Pikirkan masa depan Yoogeun tanpa ibunya. Apalagi kalian belum menikah sama sekali, jangan biarkan Yoogeun menderita di kemudian hari, Oppa. Jaljayo.”

Pintu terbuka, kemudian tertutup lagi menghilangkan Krystal dari pandangan putus asa seorang pria yang kini hanya bisa menutup matanya. Membiarkan otaknya bekerja keras untuk berpikir.

***

Bertemu denganmu adalah anugerah untukku. Menyukaimu adalah suatu kebanggaan untukku. Mencintaimu adalah kebahagiaan terbesarku.

Semuanya baik-baik saja sebelum daun-daun berguguran.

Sebelum anak kita datang dikirimkan Tuhan kepada kita.

Dia kebahagiaan terbesar keduaku setelah dirimu. Tetapi, mengapa kau pergi tanpa jejak sedikit saja? Paling tidak aku bisa mencarimu dan menikahimu.

Apa alasanmu pergi?

Aku mencintaimu, kau juga mencintaiku. Kita punya anak, sebagai bukti dari cinta ini. Tapi, apa? Apa? Kau membuat segalanya kelabu.

Haruskah aku berhenti mencarimu? Haruskah?

Bagaimana dengan anak kita?

Ah, sudah. Aku sudah lelah menulis. Kuharap surat dalam botol ini sampai ke tangan yang tepat. Jika kau menerimanya, tolong kembalilah. Kami menunggumu. Kami menantimu.

Saranghae, Choi Jinri.

-CMH-

To be continued

Teaser for 1st Episode
WIMU : A Message In The Bottle

“Aku menyerah. Aku tak akan mencarinya lagi.”
“Oppa, betapa bodohnya dirimu. Kau menyerah begitu saja? Lalu, apa yang kau katakan dulu? Dulu kau mengatakan kau mencintainya. Sekarang?”
“Maaf, Soojung, aku tidak tahu harus bagaimana.”

________

“Dia Lee Taemin, creative director kita yang baru.”
“Senang berkenalan denganmu.”

________

“Kenapa kau menangis dan apa itu?”
“Ini? Surat. Dari seseorang yang kurindukan.”

See you in the 1st episode!

Advertisements

14 thoughts on “[Prolog] Who is My Umma?

  1. Asikk pororo saeng comeback, tapi sayangnya aku gak kangen sama pororo hehe #dilempar sandal.

    Seperti biasa saya datang-ngerusuh-kabur. Tapi kali ini ada yang spesial, aku tambahin comment Love TTBY, lanjutannya di tunggu. Udah gitu aja. #Gubrak… >< hehe

  2. biasanya kalo nemu FF MinSul itu pasti dia dipasangin jadi ade kaka deh..
    ehh sekarang jadi sepasang kekasih..
    ayeeeeeeeeeeee..
    ayoo lanjutin thor Tae Joon ama Joo Hae nya.
    😀

  3. min aku juga suka MinSul banget! Lanjutin ya thor. kalo udah ada lanjutannya bilang ya min. Mention aja ke @rirapark_ ^^ aku tunggu

  4. annyeong thor , aku reader baru , salam kenal ..
    thor ini udh ada lnjutannya aph blom , maklum udh ktinggalan jauh bnget .

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s