[FREELANCE] Heaven Knows

Title : Heaven Knows

Author : Berries

Length : Oneshot

Rating : G

Genre : Sad, Romance

Main Cast :

  • EXO-M  Tao
  • SNSD Seohyun

Other Cast :

  • EXO-M Chen
  • SNSD Yoona

Disclaimer : Cerita ini datang dari kepala author yang lagi seneng-senengnya dengerin ni lagu. Jika ada kemiripan dengan FF lainnya, itu adalah ketidak sengajaan.

Author Note : Seperti biasa Annyeonghaseyo *bow. Akhirnya jreng jreng #apaansih Author menjadi Author Tetap disini horeee *bunyiPetasan #gila. Oke skip, tadi hanya sekedar pemberitahuan hehe. Ini adalah FF ketiga author setelah Twoshot : Enemy. FF ini juga Author post di blog author http://cocoafanfiction.wordpress.com jangan lupa mampir ya #plak. Disini pairingnya adalah SeoTao. Disini author tidak memaksa para readers untuk suka ma SeoTao, tapi memaksa untuk menyukai ceritanya #Lho hehe becanda. Please Don’t Bash ya. Ini pertama kalinya author ngebuat songfic, author lagi bener-bener jatuh cinta dengan lagu ini. Author sarankan baca FF ini sambil ngedengerin lagunya Heaven Knows – Rick Price . Don’t Forget To Comment. Enjoy Reading !!!

#NowPlaying : Heaven Knows – Rick Price

“Berhentilah memotretku” ucap yeoja itu ke namjachingu-nya. “Kau sangat cantik hari ini, tidak bolehkah aku mengabadikannya ?” tanya namja itu.

“Baiklah, terserah kau saja” jawabnya, Seohyun sambil menggembungkan pipinya yang chubby. “Kau sangat menggemaskan” ucap namja itu, Tao tertawa sambil mencubit pipi Seohyun.

“Appo” ucap Seohyun kesal sambil mengelus pipinya yang merah. Setelah tidak merasakan rasa sakit di pipinya, dia pun melepas sepatunya. Lalu, berjalan ke tepi pantai mempertemukan kakinya dengan air laut yang terasa dingin sambil menutup matanya. “Aku sangat menyukai tempat ini” ucapnya.

Tao berjalan mendekati Seohyun, lalu berdiri di sampingnya. Dia melihat ke arah wajah Seohyun yang terkena sinar matahari senja. “Kenapa ?” tanya Tao. Seohyun membuka matanya perlahan, melihat ke arah Tao sambil tersenyum “Karena disini, di pantai ini kita di pertemukan dan di persatukan” ucapnya.

***

“Mimpi itu lagi” ucap Tao sambil membuka matanya. Masih terekam di ingatannya, kenangan mereka saat itu.

She’s always on my mind

From the time I wake up, Till I close my eyes

She’s everywhere I go, She’s all I know

“Kau bermimpi tentang Seohyun lagi ?” tanya sahabatnya, Chen. Lalu, Tao mengangguk.

Chen menghela nafas. Tidak tau harus berbuat apa lagi untuk mengembalikan semangat sahabatnya seperti dulu lagi.

Tao adalah Direktur perusahaan nomor satu di Korea, perusahaan Huang yang merupakan perusahaan milik keluarganya. Saat masih kecil dia terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkannya dengan mudah. Dia pun menjadi orang yang dingin, sombong dan tidak peduli dengan perasaan orang-orang disekitarnya. Karena sifatnya itu, tidak ada yang mengakuinya sebagai calon penerus. Tapi setelah dia bertemu dengan Seohyun, dia berubah menjadi orang yang ceria, tidak sombong, dan peduli dengan sesama. Dia juga berusaha untuk diakui oleh orang lain bahwa dia pantas untuk menjadi penerus perusahaan huang, walaupun pada saat itu dia harus melewati banyak rintangan untuk meyakinkan semua orang. Sekarang dia sudah berhasil membuktikan bahwa dia pantas menjadi penerus.

Tetapi sejak Tao kehilangan Seohyun, dirinya kembali menjadi orang yang dingin. Chen sudah mencoba berbagai cara untuk mengembalikan sahabatnya seperti dulu lagi. Mulai dari memperkenalkan sahabatnya itu dengan yeoja-yeoja yang menurutnya cocok untuk Tao. Tapi setiap kali Chen memperkenalkan yeoja-yeoja itu kepada Tao, yang bisa dilakukan Tao hanyalah bersikap dingin dan tidak mempedulikan mereka. Dia seperti hidup di dunianya sendiri. Walaupun begitu, mereka tetap tidak meyerah untuk mendekati Tao. Lagipula siapa yang tidak mau menjalin hubungan dengannya. Tapi pada akhirnya mereka menyerah untuk mendapatkan hati Tao. Hatinya seakan sudah tertutup dan tidak akan pernah ada yang bisa mengisinya. Chen tau yang ada di hati Tao hanya Seohyun, dari dulu dan tidak pernah berubah sampai sekarang.

“Aku pulang dulu, berkas-berkas yang kita kerjakan semalam akan kubawa. Jagalah dirimu baik-baik aku takut kau bisa gila. Jika kau memerlukan sesuatu telepon aku. Berusahalah untuk melupakan dia” kata Chen sambil berjalan ke arah pintu keluar. Tao hanya tersenyum sambil melihat ke arah Chen sampai akhirnya Chen menghilang di balik pintu.

Tao menghela nafasnya, dia tau yang di inginkan sahabatnya itu adalah untuk kebaikannya. Tapi dia tidak bisa melakukan hal itu. Tidak bisa dan tidak akan pernah bisa, hatinya sudah dia berikan semua ke Seohyun dan tidak ada lagi yang tersisa untuk orang lain. Yang ada semakin dia berusaha melupakan Seohyun, semakin besar rasa cintanya kepada Seohyun.

And though she’s so far away

It just keeps getting stronger everyday

And even now she’s gone, I’m still holding on

*SKIP*

Tao mengendarai mobilnya menuju pantai dimana tempat semua kenangan mereka berada.

*FLASHBACK*

“Apa ini ?” tanya seohyun yang sedang berdiri di tepi pantai seperti yang biasa dia lakukan sambil melihat sebuah kotak kecil yang sudah terbungkus rapi di atas tangannya. “Ini hadiah untukmu, bukalah” ucap Tao.

Lalu Seohyun membuka hadiah tersebut, yeoja itu kaget melihat apa yang diberikan Tao untuknya. Di dalamnya berisi sebuah cincin yang sudah di pakaikan rantai kalung yang cocok dengan cincin itu.

“Aku tau kita masih SMA, kita masih sekolah. Tapi aku benar-benar mencintaimu, tidak pernah berkurang sedikitpun. Aku ingin selalu bersamamu, mengahabiskan waktuku bersamamu, memilikimu seutuhnya. Aku tau perjalanan untuk bisa mendapatkan itu samua masih panjang. Tapi selama itu bisa membuatku bersamamu, akan kulakukan itu semua. Mungkin kau menganggapku hanya bercanda, tidak apa-apa jika kau tidak mempercayainya. Tapi kumohon tunggulah, bersabarlah dan jangan pernah menyerah. Aku pasti akan menepati janjiku ini dan akan langsung melamarmu.” Kata Tao sambil melihat kearah Seohyun. Wajahnya menunjukkan tidak ada keraguan dari semua yang ia katakan barusan dan di matanya tidak ada kebohongan.

Seohyun melihat ke arah Tao “Aku pasti akan menunggumu, selalu” ucapnya sambil tersenyum yang dibalas dengan senyum juga dari Tao. Lalu, Tao mengambil kalung cincin tersebut dan memakaikannya di leher Seohyun.

Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti, Tao meletakkan tangannya di belakang tengkuk Seohyun, perlahan tapi pasti mereka berdua mendekatkan wajah mereka lalu bibir mereka saling bersentuhan, lembut. Mereka berdua berciuman untuk waktu yang lama dan tidak ada dari mereka yang ingin melepaskan ciuman mereka itu.

*FLASHBACK END*

Tao menatap jalan yang ada di depannya itu dengan tatapan kosong. Semua kenangannya bersama Seohyun selalu muncul begitu saja tanpa tau apakah itu akan semakin menyakitinya atau tidak.

“Kau bilang akan selalu menungguku, inikah yang kau sebut menunggu ?” ucap Tao. Hatinya masih terasa sakit setiap kali mengingat wanita yang sangat dicintainya itu. Dia menepikan mobilnya di pingggir jalan, hal yang selalu dia lakukan setiap kali mengingat tentang Seohyun. Lalu, mengeluarkan semua yang ada di hatinya, walaupun itu tetap tidak akan menyembuhkan lukanya.

“Aku sangat mencintaimu, tapi apa yang kudapatkan ? Kau malah pergi meninggalkanku, tanpa memikirkan perasaanku. Kau tidak tau, bagaimana sakitnya hati ini ketika kau mengucapkan kalimat itu. Kalimat ‘Selamat Tinggal’ yang tidak pernah ingin kudengar keluar dari mulut indahmu. Tidak bisakah kau kembali ?” tanyanya lebih terdengar seperti memohon. Suaranya bergetar menahan air mata yang tidak pernah ingin dia keluarkan.

So tell me, where do I start

‘Cause it’s breaking my heart

Don’t wanna let her go

*SKIP*

Tao memarkirkan mobilnya sebelum turun dari mobil. Setelah selesai memarkirkan mobilnya, diapun turun dan berjalan menuju pantai itu.

“Apa kau masih ingat janji kita berdua ?” tanyanya sambil memandang ke arah deburan ombak.

*FLASHBACK*

“Kau tau ? aku sangat iri dengan Chen” ucap Tao, sambil memeluk Seohyun dari belakang.

“Kenapa ?” tanya Seohyun heran, tidak biasanya pacarnya ini iri dengan orang lain.

“Yoona selalu menunjukkan aegyo nya pada Chen dan itu selalu membuat Chen senang. Setelah kupikir-pikir, kau tidak pernah menunjukkan aegyomu padaku” ucap Tao sambil pura-pura menunjukkan wajah sedih. Ya, Yoona adalah pacar Chen sekaligus sahabat Seohyun.

Setelah mendengar ucapan Tao, Seohyun tampak berpikir sambil mamanjangkan bibir indahnya. Tao yang melihat wajah Seohyun itu menahan tawanya. “Aigoo, imut sekali” ucap Tao dalam hati.

“Kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa” kata Tao, masih tetap memasang wajah sedihnya. “Bukan begitu” kata Seohyun dengan cepat. “Lalu kenapa ?” tanya Tao. “Hemm, aku ingin meminta sesuatu” jawab Seohyun hati-hati. Tao kaget mendengar ucapan yeojachingu nya itu, jarang sekali Seohyun meminta sesuatu. “Kau ingin meminta apa?” tanya Tao. “Aku ingin kita berdua membuat janji” jawab Seohyun. “Janji tentang apa ?” tanya Tao lagi, penasaran.

“Aku ingin kita berdua membuat janji untuk datang ke pantai ini,hari…. hemm, sabtu. Ya hari sabtu. Aku juga akan berjanji. Bagaimana ?” tanya Seohyun dengan ragu-ragu, takut Tao menganggap permintaannya ini terlalu aneh. “Aku tau kita selalu pergi ke pantai ini, hanya saja aku ingin setiap hari jumat kita tidak pergi kemana-mana selain ke pantai ini” ucap Seohyun. “Aku tidak mengerti” ucap Tao. “Begini, biasanya kan kita pergi ke pantai ini. Tapi kan tidak pernah selama satu hari penuh. Khusus hari sabtu kita harus seharian penuh di pantai ini. Bukan berarti hari-hari lainnya kita tidak ke pantai ini. Hanya saja pada hari sabtu kita akan disini seharian. Aku terlalu menyukai tempat ini” jawab Seohyun panjang lebar.

Tao tampak berpikir, lalu “Baiklah” jawab Tao sambil tersenyum. Seohyun kaget mendengar jawaban Tao “Benarkah ?” tanyanya. “Baiklah, aku berjanji. Tapi kenapa harus hari sabtu?” tanya Tao, merasa heran. “Kau tidak ingat, hari sabtu kan hari dimana kita pertama kali bertemu” jawab Seohyun tanpa ragu. “Karena aku sudah berjanji, maka kau harus menunjukkan aegyomu padaku” ucap Tao sambil tersenyum.

“Gomawo chagi……” ucap Seohyun dengan suaranya yang dibuat seimut mungkin dan sambil memegang kedua pipinya yang menjadi merah karena malu. Tao kaget melihat Seohyun tiba-tiba melakukan aegyo.

“Pfft, hahahahahhaha. Ternyata memang lebih baik kalau kau tidak melakukan aegyo. Kau sama sekali tidak cocok melakukan itu. Aku menyesal sekali memintamu melakukan hal itu. Hahahahaha” kata Tao sambil tertawa “Apa katamu?” ucap Seohyun sambil memukul-mukul Tao yang masih tertawa.

*FLASHBACK END*

Tao tersenyum perih, “Hanya aku yang menepati janji ini” ucapnya. “Kau tau, aku tidak bisa melupakanmu. Hatiku sakit setiap kali mengingat kau tidak ada disisiku lagi. Aku selalu memohon agar kau kembali ke sisiku. Kumohon kembalilah, kumohon…” ucapnya

Maybe my love will come back someday

Only heaven knows

And maybe our hearts will find a way

But only heaven knows

And all I can do is hope and pray

‘Cause heaven knows

Drrtt, Tao merasakan ada getaran di saku celananya. Dia melihat ke layar handphonenya, ada sms masuk dari Chen.

From : Chen

Makan malam di rumahku jam 7.

Tao melirik jam tangannya. Jam 6. Dia pun segera pergi menuju Rumah Chen.

*SKIP*

@Rumah Chen

Tao dan Chen duduk di halaman belakang Rumah Chen sambil menunggu Yoona selesai mempersiapkan makan malam.

“Kau dari baru saja dari pantai ?” tanya Chen. Tao mengangguk dengan tatapan kosong. Chen menghela nafas dengan berat. “Sudah dua tahun sejak kejadian itu. Lupakanlah dia, tidak pernahkah kau berpikir mungkin saja sekarang dia telah bersama orang lain sekarang. Kau juga tidak bisa terus-terusan menunggunya, iya jika dia kembali tapi jika tidak bagaimana ? Kau tau, aku sangat menyesal telah memberimu nasihat dulu. Aku tidak tau nasihatku itu akan berdampak seperti ini padamu. Mianhae” ucap Chen, dengan nada menyesal.

Tao tetap diam. Dia tau apa yang di maksud ‘nasihat’ oleh Chen.

*FLASHBACK*

“Hei, dimana Seohyun ?” tanya Chen pada sahabatnya, Tao. “Aku juga tidak tau” jawab Tao jujur, sambil melihat ke sekelilingnya. “Apa dia tidak datang ? Tapi ini kan hari kelulusan, tidak mungkin dia tidak datang” ucap Chen merasa heran karena tidak melihat Seohyun sama sekali. “Kalian tidak sedang bertengkar kan ?” tanya Chen.

Tao tampak berpikir, lalu dia menggelengkan kepalanya “Seingatku tidak, hanya saja sejak tadi malam dia tidak mengangkat teleponku, dia juga tidak membalas smsku” ucap Tao, merasa aneh dengan sikap pacarnya itu. Tiba-tiba handphone nya bergetar, dia lalu melihat ke arah layar handphonenya, ada satu sms masuk.

From : Seobaby

Temui aku di halaman belakang sekolah.

Seketika Tao merasa heran dengan sms yang baru saja dikirimkan Seohyun “Tidak biasanya dia seperti ini” ucapnya dalam hati. “Ada apa ?” tanya Chen, penasaran. “Tidak apa-apa, aku pergi dulu” jawab Tao, sambil melangkah menuju pintu keluar aula tersebut. “Jangan lupa kau harus membantuku pindah rumah” teriak Chen yang di jawab Tao dengan acungan jempol. Chen yang melihat sikap sahabatnya itu hanya bisa heran.

*SKIP*

Setelah Tao sampai di halaman belakang sekolah, Tao melihat sekeliling halaman tersebut. Dia berhenti ketika melihat sosok yeoja cantik dengan dress putih selutut, rambutnya yang bergelombang dibiarkan terurai berdiri di bawah sebuah pohon. Tao pun langsung menghampiri yeojachingunya itu.

“Sedang apa kau disini ? Kau tidak datang ke acara kelulusan ?” tanya Tao. Tapi Seohyun hanya diam. “O iya, kenapa kau memanggilku ke sini ?” tanya Tao lagi heran melihat sikap Seohyun yang tidak seperti biasanya.

“Kita putus saja” ucap Seohyun sambil menundukkan kepalanya, tidak berani menatap namja yang ada di depannya itu. Tao kaget mendengar ucapan Seohyun “Kenapa ? Apa aku berbuat salah padamu ?” tanya Tao, suaranya terdengar lirih. Seohyun hanya bisa diam, masih dengan kepalanya yang tertunduk.

“Jawab aku !!” teriak Tao. Seohyun tetap diam sambil memegang gaunnya kuat, menahan tangisnya agar tidak keluar. “Kumohon jangan tinggalkan aku. Akan kuberikan, kulakukan apa saja agar kau tidak meninggalkanku. Aku janji akan memperbaiki semua kesalahanku. Kumohon…… kumohon jangan pergi dari hidupku” ucap.

Seohyun menarik nafas dalam-dalam. Seohyun tau benar, Tao tidak akan dengan mudah melepaskannya. Dia tidak ingin semua pertahanan yang dia bangun selama ini akan dengan mudah hancur karena melihat orang yang sangat dicintainya memohon-mohon seperti itu. Dia tidak tega melihatnya. “Maafkan aku” ucap Seohyun dalam hati.

“Akan kau berikan apa saja agar aku tidak meninggalkanmu” ucap Seohyun tiba-tiba mengulang kalimat yang Tao baru saja ucapkan. “Kau kira aku ini apa ? Hanya karena kau memiliki banyak uang bukan berarti kau bisa seenaknya saja memintaku untuk tetap disisimu. Kau kira uangmu itu bisa membeli hatiku hah !!” ucap Seohyun dengan marah.

“Bukan itu maksudku” jawab Tao, dadanya perih. Masalah uang adalah hal yang paling dibencinya. “Kau tidak usah berpura-pura. Bersama denganmu untuk waktu yang lama sudah cukup membuatku tau seperti apa dirimu. Dan ini” ucap Seohyun sambil melepas kalung cincin pemberian Tao. “Aku tidak membutuhkannya, aku terlalu lelah menunggu hal yang tidak pasti” ucap Seohyun sambil melempar kalung cincin tersebut ke arah semak-semak di halaman itu.

Tao hanya bisa diam, hatinya tidak cukup kuat untuk menerima itu semua. “Maafkan aku” hanya dua kata itu yang bisa di ucapkan Tao. “Aku tidak butuh permintaan maafmu” jawab Seohyun sambil melangkah pergi dari tempat itu. Tao hanya diam melihat kepergian orang yang sangat di cintainya itu.

*SKIP*

Setelah satu jam Tao berdiri di situ, tiba-tiba handphonenya bergetar. Diapun melihat ke layar handphonenya

From : Chen

Jangan lupa kau harus membantuku.

Tao melihat ke arah jam tangannya, dia lalu pergi. Dia tidak tau bahwa dari tadi Seohyun masih berada di situ, Seohyun berdiri di belakang tembok bangunan sekolah menangis sejadi-jadinya tanpa mengeluarkan suara.

*SKIP*

“Pintar sekali kau, datang pada saat semuanya sudah selesai” ucap Chen dengan nada kesal. Yang dibalas Tao dengan tersenyum yang dipaksakan “Mana Seohyun, bukankah kau tadi menemuinya ?” tanya Chen, penasaran. Tao hanya diam, Chen yang melihat reaksi Tao, mengerti ada suatu hal yang terjadi. “Aku sudah tidak bersamanya lagi” jawab Tao, Chen kaget mendengar perkataan sahabatnya itu.

Chen tau, tidak ada yang bisa menyembuhkan rasa sakit di hati sahabatnya itu kecuali Seohyun sendiri. “Kalau kau benar-benar mencintainya maka kau harus merelakannya. Kalau kau memang berjodoh dengannya, dia pasti akan kembali walaupun tidak untuk waktu dekat. Jika dia kembali suatu saat nanti maka yakinlah bahwa dia memang jodohmu, Tuhan pasti sedang merencanakan sesuatu yang baik padamu. Maka dari itu bersabarlah” ucap Chen panjang lebar memberikan ‘nasihat’ kepada sahabatnya itu. Tao mengangguk mengiyakan ucapan sahabatnya itu. “Kau habis berguru dengan siapa ? bisa-bisanya mengucapkan kata-ta bijak seperti itu” ucap Tao sambil tertawa . “Tidak tau” jawab Chen kesal karena telah di ejek oleh Tao. Mereka berdua pun tertawa.

My friends keep telling me

That if you really love her

You gotta set her free

And if she returns in time

I’ll know she’s mine

*FLASHBACK END*

“Kau tidak perlu meminta maaf” ucap Tao. “Saat itu, tanpa kau berikan aku nasihat seperti itu pun aku tetap akan menunggunya” jawabnya sambil tersenyum. “Jadi, percuma saja aku memberikanmu nasihat panjang lebar seperti itu. Dasar” ucap Chen kesal, merasa telah dibodohi, Tao tertawa “Jangan marah, paling tidak saat itu kau telah membuatku tertawa dengan sikap sok bijakmu itu”

Yoona yang sedari tadi hanya melihat mereka hanya bisa merasa bersalah. Sebenarnya dia tau kenapa Seohyun memutuskan Tao.

*FLASHBACK*

@Restaurant

“Satu Greentea latte dan satu goguma latte” ucap Seohyun kepada pelayan restaurant tersebut. “Hey, ada apa ? dan kenapa aku tidak boleh memberitahukan Chen kalau kau mengajakku bertemu” ucap Yoona ke Seohyun. “Aku akan pindah dan melanjutkan kuliahku di Inggris” ucap Seohyun. “Mwo ?! Apa Tao tau mengenai hal ini ?” tanya Yoona kaget mendengar perkataan sahabatnya ini. Seohyun menggelengkan kepalanya. “Aku akan memutuskan Tao di hari kelulusan kita” ucap Seohyun. “Mwo ?! Tapi kenapa ? Hanya karena kau pindah ke inggris bukan berarti kau harus berpisah dengannya. Lagipula menurutku, dia pasti akan sering menemuimu walaupun kau pindah ke ujung dunia sekalipun. Dia sangat mencintaimu, kau tau benar tentang hal itu melebihi orang lain” ucap Yoona.

Seohyun mengangguk mendengar perkataan sahabatnya. Dia tau benar apa yang di maksudkan sahabatnya itu. Tapi permasalahannya bukan itu. “Aku di jodohkan oleh orang tuaku” ucap Seohyun, sedih terdengar dari nada suaranya.

“Mwo ?! Di jodohkan ?!!!” teriak Yoona. “Tapi kau kan sudah memiliki Tao, orang tuamu juga tau kau berpacaran dengan Tao. Lagipula apa kurangnya Tao ?” tanya Yoona. “Aku tau, aku sudah berusaha untuk menentang perjodohan ini hanya saja perjodohan ini sudah ada sejak aku belum mengenal Tao. Orang tuaku berteman baik dengan orangtua Kyuhyun oppa, calon tunanganku. Aku pindah ke inggris pun alasannya karena ini. Mereka ingin aku untuk mencoba menjalin hubungan terlebih dulu dengan kyuhyun oppa sebelum aku menikah dengannya” ucap Seohyun menjelaskan mengapa semua ini bisa terjadi.

“Aku tidak tau harus bagaimana, kau tau aku adalah anak satu-satunya. Mereka mengandalkanku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak tega jika harus membuat orang tuaku sedih” sambungnya sambil menangis. “Tapi kau juga harus memikirkan kebahagiaanmu dan lagi, apa kau tega memutuskan Tao ? Dia sangat mencintaimu begitu juga kau” tanya Yoona untuk terakhir kalinya, pasrah dengan apa yang akan di pilih Seohyun.

“Maafkan aku” jawab Seohyun. Yoona menghela nafas “Jika memang hanya itu yang bisa dilakukan. Aku akan mendukungmu” jawab Yoona tersenyum sambil menenangkan sahabatnya itu. “Gomawo yoong, aku tidak tau harus bercerita kepada siapa. Kumohon jangan katakana masalah ini kepada Tao maupun Chen” ucap Seohyun yang di jawab Yoona oleh anggukan.

*FLASHBACK END*

*SKIP*

Tao, Chen dan Yoona sedang menyantap makan malam mereka di rumah Chen.

“Kalian tidak ada rencana untuk menikah ?” tanya Tao tiba-tiba, sontak Yoona dan Chen pun kaget. “Kenapa muka kalian kaget begitu ? Aku kan hanya bertanya, lagipula sudah dua tahun kalian tinggal bersama semenjak hari kelulusan itu. Kan tidak enak di liat orang sekitar kalian, tidak menikah tapi tinggal bersama” ucap Tao menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa melihat salah tingkahnya mereka berdua.

“Sebenarnya kami akan menikah bulan depan” jawab Chen yang di setujui oleh Yoona. “Benarkah ?” tanya Tao senang, Chen hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.”Kukira kau akan langsung mengomel saat kutanya seperti itu. Ternyata kalian memang sudah merencanakannya. Bukankah kau bilang ingin menikahinya tahun depan. Apa karena ada si kecil makanya kau buru-buru ingin menikah dengannya ?” tanya Tao dengan wajah serius yang dibuat-buat. Tidak sadar, Chen tetap mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar apa yang di katakan Tao barusan. “Jadi….. Yoona sedang hamil ?!” teriak Tao, sengaja. Chen tersadar “Hah ? Apa ? Siapa yang mengatakan itu ?” tanya Chen panik, Tao tertawa melihat reaksi Chen.

“Ya !! Dasar bodoh bagaimana bisa kau membongkar rahasia ini. Kita kan sudah sepakat jangan sampai yang lainnya tau” ucap Yoona sambil memukul-mukul Chen. “Aku kan tidak sengaja, lagipula salahmu tidak menyadarkanku” jawab Chen. “Apa ?! kau menyalahkanku ?” jawab Yoona kesal. Tao yang memperhatikan kedua sahabatnya itu hanya bisa tersenyum.

Maybe my love will come back someday

Only heaven knows

And maybe our hearts will find a way

But only heaven knows

And all I can do is hope and pray

‘Cause heaven knows

*SKIP*

Tao membuka matanya, lalu terduduk di pinggir kasurnya. Matanya, hatinya, pikirannya masih sangat lelah setelah semalaman memutuskan apa yang harus dilakukannya sampai pada akhirnya dia memutuskan sesuatu. Dia melihat ke atas meja yang berada di sebelah tempat tidurnya. Di meja itu terdapat kalung cincin yang sudah dua tahun ini selalu di pakainya dan tidak pernah di lepaskannya bahkan saat tidurpun tidak pernah ingin dia melepaskan kalung itu. Tapi saat ini kalung itu tergeletak di atas meja.

*FLASHBACK*

Malam itu Tao sedang sibuk meyelesaikan pekerjaannya tiba-tiba saja kalung itu terlepas dari lehernya dan jatuh ke lantai. Tao pun mengambil kembali kalung cincin tersebut. Dia kaget, melihat rantai kalung itu terputus dan tidak dapat di sambung kembali. “Apa ini pertanda bahwa aku harus melupakannmu ?” tanyanya.

*FLASHBACK END*

Setelah tersadar dari lamunannya, Tao bergegas menuju kamar mandinya. Hari ini adalah hari sabtu. Hari dimana dia mengunjungi suatu tempat seperti yang biasanya dia lakukan.

*SKIP*

Tao mengendarai mobilnya menuju pantai, hal yang biasanya dia lakukan setiap hari sabtu itu hanya saja kali ini niatnya berbeda. Setelah semalam kalungnya terlepas dari lehernya, dia mulai memikirkan apa yang dikatakan Chen seminggu yang lalu saat mereka duduk di halaman belakang rumah Chen  menunggu Yoona menyiapkan makan malam. Semalaman dia memikirkan itu semua, sampai akhirnya dia memutuskan sesuatu.

Tao menepikan mobilnya di pinggir jalan. Tanpa di sadarinya Air-air bening jatuh dari sudut matanya. Air mata yang selama dua tahun ini tidak pernah di keluarkannya. “Saat kau meninggalkanku air mata ini tidak pernah keluar seperti ini, tapi kenapa di saat aku ingin melepaskan semua penderitaan ini air mata ini malah jatuh dan tidak ingin berhenti ?” tanyanya. “Aku percaya bahwa suatu hari kau akan kembali kesisiku tapi kenapa hari itu tidak datang juga ? Selama dua tahun ini aku hidup dalam keterpurukan menunggumu yang tidak ada seorangpun tau kau akan kembali atau tidak.” ucapnya.

“Kau jahat. Kau meninggalkanku tapi hatimu tidak pernah kau ambil. Apa kau tau bagaimana sakitnya hati ini ketika sadar kau tidak ada di sisiku. Kau meninggalkanku begitu saja tanpa tau apakah aku akan baik-baik saja atau tidak. Kau kira aku adalah orang yang kuat ? Kau tidak tau bagaimana lemahnya, sakitnya hati ini saat kau meninggalkanku. Kau tau aku hanya berpura-pura kuat selama ini, padahal di sini di dalam dada ini, hati ini rasanya sangat perih. Tidak hanya pada saat kau meninggalkanku, saat ini pun seperti itu. Saat aku akan melepas semuanya. Tuhan, Kenapa ? Kenapa rasanya begitu sakit ?” ucapnya sambil menangis mengeluarkan semua yang di rasakannya dari dulu sampai sekarang.

Why I live in despair

‘Cause wide awake or dreaming

I know she’s never there

And all the time I act so brave I’m shakin’ inside

Why does it hurt me so ?

*SKIP*

Seperti biasa setelah sampai di pantai dia memarkirkan mobilnya. Sebelum turun Tao mengambil nafas dalam-dalam. Sudah cukup puas dia mengeluarkan apa yang di rasakannya selama ini. Lalu dia turun dari mobilnya dan berjalan menuju pantai.

Tidak biasanya pantai itu di datangi oleh orang-orang kecuali Tao dan Seohyun tentunya. Tapi entah kenapa hari ini pantai itu lumayan ramai, Tao melihat kea rah jam tangannya. Jam 10, tentu saja. Dia biasanya datang di sore hari, hari ini tanpa di sadarinya dia datang terlalu cepat.

“Tidak masalah, aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal” ucapnya kepada dirinya sendiri. “Selamat Tinggal, mungkin kita memang tidak berjodoh. Tapi kau harus tau, hatiku hanya untukmu” ucapnya singkat tapi bermakna. Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan itu Tao bergegas kembali ke mobilnya dan pergi menjauh dari pantai itu. Di perjalanan menuju kantornya, Tao menghubungi Chen dan menceritakan tentang perpisahannya dengan masa lalunya.

*SKIP*

@Rumah Chen

“Benarkah ? apa kau yakin ? baiklah jika memang menurutmu itu yang terbaik aku akan mendukungmu. Bye” ucap Chen menyudahi pembicaraannya di handphone.

“Yeobo, kau berbicara dengan siapa barusan ?” tanya Yoona penasaran. “Ne ? Oh, tadi Tao menelponku” jawab Chen. “Oh, ada perlu apa dia menelponmu ?” tanya Yoona lagi, penasaran. “Tidak ada, dia hanya ingin memberitahukan bahwa tadi dia baru saja dari pantai untuk mengucapkan selamat tinggal. Yah, sepertinya dia ingin berusaha melupakan Seohyun dan melanjutkan kehidupannya” ucap Chen, menjawab pertanyaan Yoona.

Yoona terdiam mendengar jawaban Chen. Beberapa hari yang lalu Seohyun memngabarkan tentang kepulangannya ke Korea. Lalu mereka berdua bertemu di restaurant favorite mereka dulu. Seohyun menceritakan segalanya tentang kehidupannya di Inggris. Mulai dari pertemuannya dengan Kyuhyun oppa sampai pernikahan mereka yang dibatalkan karena Seohyun dan Kyuhyun sadar bahwa mereka tidak bisa memaksakan yang namanya cinta. Tentu saja Seohyun tidak pernah berhenti mencintai Tao.

Sebenarnya Yoona tidak pernah ingin melihat kedua sahabatnya itu berpisah. Dia yakin bahwa kedua sahabatnya itu memang ditakdirkan untuk bersama. Tapi tidak ada yang bisa dilakukannya untuk meyatukan mereka kembali. Dia tidak tau harus berbuat apa, akhirnya Yoona memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Chen.

“Yeobo, ada yang ingin kuberitahukan kepadamu. Maafkan aku selama ini aku telah berpura-pura tidak tau” ucap Yoona merasa bersalah.

“Apa yang ingin kau katakan sayang ?” tanya Chen, heran dengan ucapan Yoona yang tiba-tiba meminta maaf.

“Sebenarnya….” ucap yoona menjelaskan semuanya. Mulai dari kepergian Seohyun ke inggris dan pernikahan Seohyun yang dibatalkan.

*SKIP*

Tao melirik jam di tangannya, pukul 4 sore. Lalu dia menutup matanya, mengistirahatkannya untuk beberapa menit. Dia terlalu lelah untuk melanjutkan pekerjaannya itu, menyentuh berkas-berkas yang ada di hadapannya saja dia sudah tidak sanggup. Tiba-tiba suara dering telepon kantornya berbunyi, dia pun mengangkat telepon dari sekretarisnya itu.

“Ada apa ?” tanya Tao. “Direktur, tuan Chen ingin menemui anda” jawab sekretarisnya itu. “Biarkan mereka masuk” ucap Tao lagi. Lalu sekretarisnya pun mempersilahkan Chen dan Yoona.

“Dasar, lama sekali sih” ucap Chen sambil mengomel kea rah Tao. “Kau tidak bisa ya sehari saja tidak mengomel ?” tanya Tao sambil terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu. “Bukan waktunya untuk bercanda” ucap Chen dengan wajah dan nada yang serius. “Ada yang harus kukatakan padamu dan ini sangat penting sekali. Ini menyangkut Seohyun” sambung Chen cepat.

Seketika Tao terdiam mendengar nama itu. “Apa yang ingin kau katakana ?” tanya Tao, dengan pandangan kosong, pikirannya melayang entah kemana. Chen pun tanpa berbasa-basi menceritakan semua yang diceritakan Yoona kepadanya.

*SKIP*

Setelah dia mendengar semua yang dikatakan Chen kepadanya, dia langsung berlari meninggalkan Chen yang masih ada di ruangannya dan pergi menuju mobilnya. Tao mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju pantai itu.

“Dasar, bisa-bisanya kau membohongiku selama ini” ucapnya sambil focus melihat kea rah jalan di depannya itu.

Maybe my love will come back someday

Only heaven knows

And maybe our hearts will find a way

But only heaven knows

And all I can do is hope and pray

‘Cause heaven knows

Heaven knows……. Heaven knows…..

*SKIP*

Setelah sampai di pantai, Tao langsung turun dari mobilnya dan berlari menuju pantai tersebut. Lalu dia berhenti saat melihat sesosok yeoja berambut panjang bergelombang dan mengenakan dress selutut bermotif bunga-bunga kecil yang sangat menawan di tubuh yeoja itu yang sedang menatap deburan ombak.

Tao mengambil nafas dalam-dalam sebelum melangkah ke arah yeoja itu. Tao berdiri di sampingnya, yeoja itu Seohyun sedang menutup matanya saat Tao menghampirinya. Saat Seohyun membuka matanya, dia kaget melihat sosok namja yang selama ini tidak pernah bisa dilupakannya itu sedang berdiri di sampingnya.

“Apa yang kau lakukan disini ?” tanya Tao kepada Seohyun. “Aku sangat menyukai tempat ini, tidak bolehkah aku datang kesini dan menikmati segala keindahan yang ada disini ?” tanya Seohyun. “Tentu saja boleh, tidak ada yang melarangmu kok” jawab Tao sambil menatap Seohyun yang sedang menatap deburan ombak di depannya.

Tao melihat ke leher Seohyun, dia kaget melihat kalung cincin yang dulu telah di buang oleh Seohyun tapi saat ini masih ada dan sedang terpasang manis di lehernya yang indah itu. Tanpa diketahui Tao, setelah Tao pergi ke rumah Chen di hari mereka putus. Seohyun kembali ke halaman belakang sekolah tersebut dan semalaman dia mencari kalung cincin yang di lemparnya ke arah semak-semak itu.

Tao tersenyum, setelah sekian lama akhirnya dia mendapatkan jawaban. “Kau sendiri sedang apa disini ?” tanya Seohyun, sangat ingin mengetahui alasan Tao datang ke pantai itu. “Aku ? Aku sedang ada janji disini dengan seorang yeoja” jawab Tao, sambil tersenyum. Hati Seohuyun terasa perih mendengar jawaban Tao “Oohh” hanya itu yang bisa diucapkannya. “Ceritakan padaku yeojamu itu orang yang seperti apa ?” tanya Seohyun bersemangat, berusaha menutupi rasa perih di hatinya itu.

“Hemm, aku selalu menyukainya dan mencintainya. Hal tersebut tidak pernah berubah mulai dari saat aku pertama kali melihatnya. Pernah suatu hari dia memutuskanku tanpa alasan yang jelas, untuk pertama kalinya hatiku terasa sakit sekali. Walaupun dia sudah memutuskanku, aku tetap mencintainya dan menunggunya berharap suatu hari dia akan kembali padaku. Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk melepaskannya karena aku terlalu lelah untuk menunggunya yang tidak seorangpun tau apakah dia akan kembali atau tidak. Tapi takdir berkata lain, hari itu juga dimana aku telah melepaskannya tiba-tiba sahabatku datang dan menceritakan semua alasan kenapa dia memutuskanku dulu.” jawab Tao.

“Dia memutuskanku karena dia telah di jodohkan oleh orang tuanya jauh sebelum dia mengenalku, dia juga berkata bahwa di tidak bisa menolak keinginan orang tuanya walaupun sebenarnya itu tidak membuatnya bahagia” sambungnya. “Bodoh bukan ? Tapi kebaikan hatinya itulah yang membuatku jatuh cinta dengannya, dia lebih memilih orang-orang disekitarnya bahagia walaupun itu tidak akan membuatnya bahagia” ucap Tao sambil tersenyum. “Setelah mendengar cerita dari sahabatku, aku langsung bergegas untuk pergi ke pantai ini. Dan disinilah aku, sedang berdiri di samping seorang yeoja bodoh yang sangat kucintai” ucap Tao sambil tersenyum ke arah Seohyun yang sedari tadi menatapnya. “Ya, yeoja itu memang sangat bodoh” ucap Seohyun “Maafkan aku” sambungnya , air matanya mengalir deras di pipinya.

Tiba-tiba Tao langsung memeluk Seohyun, mendekapnya dengan erat berharap yeoja yang ada di pelukannya itu tidak akan pernah menghilang lagi dari kehidupannya. “Aku akan memaafkanmu asal kau berjanji tidak akan pernah melakukan hal seperti itu lagi, dan tidak akan pernah meninggalkanku. Semua luka yang kurasakan akan terobati selama kau terus disisiku. Jadi kumohon jangan pernah tinggalkan aku lagi” ucap Tao memohon. Seohyun mengangguk “Maafkan aku, aku benar-benar meminta maaf. Aku berjanji, kali ini aku tidak akan pernah meninggalkanmu” ucap Seohyun.

Tao melonggarkan pelukannya agar dia bisa menatap Seohyun. Mereka berdua saling memandang satu sama lain, pelan-pelan mereka mendekatkan wajah mereka. Hidung mereka bersentuhan, tidak lama kemudian bibir merekapun saling menyatu.

-END-

Akhirnya selesai juga FF Songfic author untuk pertama kalinya. Jujur author sendiri ngerasa FF ini terlalu panjang tapi author juga gak bisa ngehapus beberapa bagian karena author rasa kalo di hapus jadi gak nyambung. Walaupun ceritanya emang udh gak nyambung sih #lho ^^v peace hehe. Author harap gak ada yang bosen buat ngebaca FF ini dan please comment ya. Pasti Author balas. Gamsahamnida *deepBow

Advertisements

2 thoughts on “[FREELANCE] Heaven Knows

  1. aku malah suka couple ChenYoon-nya, jarang ada yang make cast Chen walaupun cuman jadi temen peran utama apalagi couplenya YooNa, bikin cerita couple ChenYoon lagi ya ^^ fighting

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s