Untouchable Star : 2nd Year of Highschool

Untitled 1

Author  : Summercat08
Judul Cerita : Untouchable Star : 2nd  Year of Highschool
Tag (tokoh) : Lee Donghae, Choi Hanbyul
Genre : Romance
Rating : PG
Length : Continous story ; 797 Words for 2nd  part
Disclaimer :  Sekarang Donghae & Hanbyul udah naik kelaaaas (?) ~(ㅎㅂㅎ~) ㅋㅋㅋㅋ

Kesamaan ide dan tokoh hanya kebetulan semata. Beberapa nama organisasi dan sekolah ada yang benar benar ada di dunia nyata ada juga yang hanya karangan penulis semata. Mohon maaf kalo ada typo,masih pemula sih heuheuheu (;ㅂ;)9

Enjoy Reading !

*Edited : I decided to change Yeonhee into an OC character

~(ㅎㅅㅎ~) ~(ㅎㅅㅎ)~ (~ㅎㅅㅎ)~

2nd year ,first semester

40o Celsius

Hari ini hari terpanas di musim panas tahun ini. Namun panasnya matahari sepertinya malah membakar semangat coach park untuk menempa para pemain untuk menjadi yang terbaik. Mengasah berlian memang harus lebih keras,yakinlah jika aku keras pada kalian berarti aku percaya kalian akan menjadi berlian yang cemerlang. Kata kata yang selalu ia ucapkan ketika ada pemain yang mengeluh soal pelatihan coach park yang terlampau keras.

Semua pemain diberi waktu istirahat 45 menit setelah bermain dari jam 7 sampai jam 12. Dan waktu yang pendek itu tidak mereka sia-siakan. Hampir semua pemain sekarang ada di ruanganku—ruangan manager sepakbola (satu satunya ruangan ekskul yang ber AC) dan jatuh terlelap di lantai. Aku terkikik melihat mereka sudah tertidur lelap dalam hitungan detik. Kukeluarkan pocket camera dari tas kecilku dan mengambil beberapa gambar dari member club yang sedang terlelap. Hihihi.. mereka terlihat lucu..

“Ehem..”,deheman dari seorang laki-laki membuatku gelagapan. Kumatikan cameraku dan langsung kumasukkan ke dalam task u lagi.

“Eungg.. aku memoto mereka bukan karena apa apa kok.. mereka terlihat lucu saat tertidur.. itu saja.”,elakku sambil menggaruk kepala ku.

Laki-laki itu—Lee Donghae terkekeh dan berjalan menghampiriku. Di acaknya rambutku dandicubitnya pipiku. Aliran darahku tiba-tiba mengalir deras dan ujung ujung jariku terasa dingin. Kugigit bibirku untuk menahan sensasi mendebarkan ini yang tak pernah mereda setiap kali dia mendekat.

“Aku tidak melarangmu untuk menyimpan foto mereka kok.”,Sahutnya santai seraya duduk di bangkuku—bangku manager. Senyumannya kembal I memudar, ditopangnya dagunya dan matanya melihat kejauhan. Kuikuti arah pandangannya dan mengernyit bingung.. dia hanya memandangi dinding.

“Sepertinya aku akan keluar dari klub ini.”

“M-mworago?”

Dia tersenyum lemah, dimainkannya pulpen yang ada di mejaku.

“Ayahku terus menanyakan apakah aku ingin menjadi penyanyi atau tidak.”

“…….”

“ Kau tau.. kupikir piker aku belum pernah membanggakan beliau. Sepertinya ini satu satunya cara.”

“…..”

“…..”

“SEMUANYA WAKTU ISTIRAHAT KALIAN HABIS. IREONA!!”

Donghae menghela nafas dan tersenyum padaku,” Jjaa.. sekarang aku harus latihan lagi. Lee manager, sepertinya hari ini latihan terakhirku. Tapi itu bukan berarti kita tidak akan bertemu lagi,kan?”,ditepuknya pundakku. Aku hanya bisa menunduk dan menghindari pandangan matanya. Dia hanya menghela nafas dan berlari menuju lapangan. Kupandangi pungunggnya yang perlahan menjauhiku. Air mata memenuhi pelupuk mataku hingga aku tak bisa melihat dengan jelas. Saat itu ingin rasanya aku tenggelam di telan oleh bumi sehingga aku bisa menangis sebebas bebas nya tanpa diusik.

Donghae-ya.. aku tau itu bukan mimpimu.

Aku mengenal dirimu lebih dari dirimu sendiri.

 

2nd year ,2nd semester

“Kau sendirian ?”

Lamunanku terpecah begitu suara namja itu mendekat. Kutolehkan kepalaku ke arah sumber suara, senyumku otomatis mengembang begitu namja itu mendekat dan duduk di sebelahku.

“Tentu saja aku sendirian. Memangnya kau melihat aku membawa siapa?”,sahutku singkat

Donghae nyengir dan mencubit pipiku.

“Ketus sekali.”

“Moodku sedang tidak baik. Jangan ajak aku bercanda.”,ujarku seraya memeletkan lidah. Hari ini memang hari yang melelahkan, bahkan seorang donghae yang biasanya sukses membuat hariku membaik tidak terlalu banyak berpengaruh.

“Kenapa? Karena ada quiz berturut turut dari pagi tadi?”,Donghae menaikkan alisnya dan tersenyum jahil kepadaku.

Aku mengangguk lemah. “Kau kan pintar. Mudah saja untukmu untuk mengerjakan quiz. Sedangkan aku? Sudah belajar saja nilaiku masih sering merah.”

Apalagi hari ini coach Park mengumumkan dengan resmi bahwa kau keluar dari klub, imbuhku dalam hati.

“Yasudah, ini untuk memperbaiki moodmu.”,Donghae menyodorkan sebatang coklat kepadaku. Aku mengedip ngedipkan mata karena terkejut. Aku yakin ini bukan dia yang membeli atau membuatnya khusus untukku. Ini pasti pemberian penggemarnya.

“Ini pemberian yeoja di kelas sebelah. Ambil saja.”

Tuh kan? Apa kubilang.

“Tidak mau.”,kusilangkan kedua lenganku seraya menggeleng.

Bibirnya menekuk begitu aku menolaknya. Ingin rasanya aku mencubit pipinya gemas tapi kuurungkan niatku. Aku tidak ingin dia merasa menang karena berhasil mebuat mood ku membaik. Aku ingin liat usaha dia menghiburku.

“Baboya. Itu pemberian orang, harusnya kau menghargainya. Setidaknya jangan diberikan pada orang lain, simpan sajalah.”

Donghae menimbang nimbang perkataanku, dilambung-lambungkannya cokelat itu dan memasukkannya ke tasnya kembali.

“Yasudah kalau begitu aku traktir kau saja hari ini.”,  ditariknya tanganku untuk berdiri.

“Sekaligus kita akan rayakan keberhasilanku.”,tambah donghae seraya bersenandung riang.

Dahiku berkerut bingung, “Keberhasilan apa?”

Donghae tersenyum bangga, langkahnya terhenti dan tubuhnya berbalik menghadapku. Dia berdehem—bersiap-siap menyampaikan berita bahagianya padaku.

“Aku…”

“Ya… kau?”

“Diterima menjadi trainee di SM entertainment!!!!”

“……………”

“Bukankah itu hebat? SM entertainment kan perusahaan yang besar. Aku tak percaya aku akan menjadi bagian dari keluarga besar itu. Waahh.. aku tak sabar bertemu dengan para sunbaenim. Pasti mereka luar biasa keren.”

“… Aku pulang saja.”

“Eh?”,donghae terdiam dan mengedipkan matanya dengan lugunya. Ditatapnya mataku dengan penasaran.

“Kau tidak enak badan?”

Donghae bodoh.

“Eo..”,gumamku sambil mengangguk.

Kutinggalkan donghae yang masih kebingungan dengan sikapku. Aku tak suka dia menjadi trainee di SM. Memang terdengar jahat ,dan juga sangat egois. Namun aku takut jika dia menjadi trainee di SM, itu adalah sebuah pertanda bahwa dunia kami tidak akan pernah bisa bersatu.

Ugh.. Hari ini memang hari tersialku.

Advertisements

One thought on “Untouchable Star : 2nd Year of Highschool

  1. aku suka untouchable star! ceritanya ga biasa dan gaya bahasanya sederhana tapi pokonya rameee. dilanjut dong summercat author! hwaiting!

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s