(2/?) A Fortunate Coincidence

tumblr_m1fap3hvih1qfl734o1_500

Title     :  A Fortunate Coincidence

Author : Summercat

Cast     :  Kris Wu , Jung Soojung

Genre  : Romance , Humor

Rating  : PG

Type : Chaptered

Length :  1.025 words

Author’s note : I’ve never write humor romance before. I hope i’m not failed at this ><

Kris

Hasrat untuk buang air kecil membangunkanku dari tidurku. Kantung kemihku terasa penuh sekali dan sepertinya jika aku bergerak sedikit saja bisa tumpah. Aku hendak bangkit untuk memenuhi ‘panggilan alam’ku. Namun seorang gadis yang tidur tengkurap dengan posisi melintang tepat di atas perutku membuatku tak bisa bergerak—sama sekali.

“Damn.”,geramku seraya mengepalkan tangan.

Aku tak tahu bagaimana bisa gadis itu tertidur tepat melintang di atas perutku. Setahuku semalam aku membaringkan dia di sisi bagian kiri tempat tidur dan aku tidur di sisi bagian kanan. Dan dengan tempat tidur ukuran king size rasanya mustahil jika dia berakhir tepat di atas tubuhku seperti ini.

Aku berusaha mengangkat tubuhnya. Dan gagal. Tak kusangka tubuhnya begitu berat. Bahkan lebih berat dari ibuku. Aku seret tubuhnya untuk turun dari atas tubuhku , dan dia malah berguling ke arahku. Dan sekarang dia tidur telentang di atas dadaku. Perfect.

“Neo.. Ireona.”,geramku sambil menarik rambutnya.

Tarik rambutnya pelan.

Tidak ada respon.

 

Tarik rambutnya agak lebih keras.

Dengkurannya semakin malah semakin keras.

 

Tarik rambutnya keras.

Dia menggumam pelan.

 

Begitu mendengar dia menggumam aku bersyukur kepada tuhan—ia melihat hambanya kesusahan (?) Segera aku menepuk badan tubuh gadis itu untuk membangunkannya.

“Wake up!”,ujarku seraya menggoyangkan tubuhnya dengan kasar. Sekarang aku benar benar tidak tahan lagi. Kantung kemihku rasanya mau meledak. Ini bahaya.

“Argghh berisiikkk!”,teriaknya seraya menekan sikutnya tepat di perutku. Aku mengerang kesakitan karena sikutnya yang tajam.

“YA!! TERSERAH KAU MAU TIDUR SAMPAI KAPANPUN TAPI JANGAN DI ATAS TUBUHKU BO-“

Belum selesai aku memarahinya cairan yang dari tadi kutahan akhirnya keluar seenaknya  saja. Aku mengerang kesal seraya meninju kasur.

Aku mengompol.

Dan gadis itu..

Tetap tidur.

______________________________________________

Soojung

Hangover itu tidak enak.

Aku bersumpah tidak akan minum lagi.

Rasa pusing menyergapku dan berhasil membuatku bangun—dan kesakitan. Aku menggeliat seraya memegang kepalaku yang sakit.

“Get off.”,suara berat laki-laki mengejutkanku.

Aku mencari sumber suara tapi tak kulihat seseorang di sekelilingku tapi aku tak bisa menemukan siapapun. Aku mengernyitkan dahi—bingung.

“Aku ada tepat di bawahmu. Kau menimpaku selama tidur bodoh.”,ujarnya seraya medorong tubuhku ke sisi lain.

Wajahku seketika panas saat melihat laki-laki itu. Wajahnya yang walaupun datar tetap terlihat tampan tanpa cacat sedikitpun. Bibirnya merah dan terlihat begitu lembut. Aku menelan ludah.

“Berhenti memerhatikan bibirku , gadis mesum.”

Aku terheran. Apakah dia vampire? Bagaimana bisa dia membaca pikiranku?

“Pikiranmu tertulis jelas di wajahmu.”

Kepalaku kembali disergap oleh rasa pening. Aku mengernyit kesakitan seraya memegangin kepalaku. Laki-laki itu mendesah gusar.

“Ayo ikuti aku.”, tangannya menarikku dan menuntunku ke kamar mandi.

“Muntahlah.”,ujarnya enggan seraya menepuk nepuk punggungku. Pipiku kembali memanas ,tangannya besar dan hangatnya menjalar ke seluruh tubuhku. Damn my teenage hormone!

Keinginan muntahku menuntut. Aku menundukkan tubuh ke kloset dan memuntahkan semua yang ada diperutku. Terdengar suara erangan jijik dari laki-laki itu. Namun dia tidak pergi keluar , dia malah memegangi rambutku agar tidak terkena muntahan ku. How gentle.

Aku bangkit dan menyenderkan tubuhku ke dinding.

Dia menilikku dengan agak khawatir.

“Kau tidak apa apa?”

Aku mengangguk lemas.

“Lain kali jangan minum sendirian. Kau membuat orang asing susah.”,ujarnya dingin seraya pergi meninggalkanku.

Aku merasa bersalah begitu mengingat kejadian semalam. Aku perhatikan punggungnya yang berbalik meninggalkanku. Rasa bersalahku sirna begitu kuperhatikan bagian basah di celananya.

“Pwahahaha kau mengompol? HAHAHA.”,pekikku seraya menunjuk bagian basah celananya.

Laki-laki itu langsung berbalik dan menatapku tajam. Begitu tajam sehingga rasanya tubuhku dibakar dengan laser yang keluar dari matanya. Tawaku langsung mereda dan kami berdua langsung diam.

“Ini gara gara kau bodoh. Tubuh beratmu menimpaku. Aku heran ada gadis seberatmu. Merepotkan.”

Ia tidak terlihat marah. Tapi wajahnya memerah dan bibirnya menekuk ke bawah—malu dan kesal. Tawaku meledak kembali melihatnya, aku kira laki-laki dewasa tidak bisa cemberut. Cute.

Laki-laki itu menggeram kesal melihatku tertawa.

Dan aku tidak peduli.

Tak pernah aku tertawa selepas ini, lagipula tertawa itu sehat bukan?

____________________________________________

“Rumahmu dimana? Biar aku antar kau pulang.”

Aku yang bosan setengah mati menunggu dia mandi langsung melebarkan mataku. Seorang laki-laki asing hanya memakai handuk menutupi bagian pingganya ke bawah. Dadanya terlihat basah oleh titik titik air bekas dia mandi. Rambut coklatnya menggelap karena basah. Wanita mana yang tidak tergiur?

Sebuah senyum licik terlihat di wajahnya.

Dia melangkah perlahan kea rah tempat tidur. Aku menelan ludah saat melihat dia menggigit bibir. Tubuhku memansa dab dadaku berdetak kencang.Ia duduk di sampingku. Tubuhku melonjak terkejut begitu dia menyender di bahuku. Aku bisa merasakan tubuhnya yang masih basah.

Wajahnya mendekat ke arahku. Bibir merahnya membuka—ingin mengatakan sesuatu. Aku menahan nafas. Imajinasiku meliar.Ayolah, wanita mana yang dalam keadaan seperti ini tidak berharap dicium olehnya?

Bisikan pelan darinya langsung menghapus imajinasiku dan membuatku merasa seperti orang  idiot.

“Close your mouth you pervert girl. I could see you’re drooling over me.”

Damn.

_________________________________

Kris

Sejak kejadian tadi gadis itu tidak lelahnya cembertu. Mulutnya menekuk ke bawah—seperti bebek.

“Berhenti cemberut dan makanlah ini.”

Kulemparkan seplastik sandwich kepadanya. Ia mengabaikan sandwich dariku. Aku terkekeh melihat mulutnya yang semakin menekuk kebawah, kini tangannya menyilang di depan dadanya.

“Gadis mesum, berhenti cemberut seperti itu.”

“Kalau begitu berhenti memanggilku gadis mesum.”

“Kalau begitu berhenti menganga dan meneteskan liur tiap melihatku.”,balasku tak mau kalah.

“Jangan salahkan aku! Salahkan hormonku!”,Pekiknya kesal. Ia bangkit dan menghentakkan kakinya untuk jalan menuju pintu.

“Hey tunggu..”,kutarik bahunya untuk berhenti.

“Aku mau pulaaaaaang!!”,teriaknya kesal, dahinya berkerut karena marah.

“Tunggu sebentar, biar aku antar kau pulang.”

Aku bergegas mengambil kunci mobil. Kulemparkan topi baseball ke arahnya seraya berjalan keluar apartment.

“Rambutmu seperti semak-semak. Topi itu akan berguna ,bukan?”

Gadis itu hanya mengangguk dan memakai topinya, bibirnya masih menekuk ke bawah. Ia mengekorku untuk keluar dari apartment.

“Dimana rumahmu?”

Ia tak menjawab. Aku membalikkan tubuhku untuk melihat gadis itu. Senyum licik menghiasi wajahnya, dan bayangan dari topi membuatnya kelihatan menyeramkan. Aku mengernyit dahi—tidak mengerti dengan perubahan ekspresinya.

“Kau tau..”

Akhirnya ia membuka mulut.

“Apa?”

“Sepertinya kita tetangga.”

“Mwo?”

Gadis itu menggedikkan bahu. Ia berjalan meninggalkanku menuju pintu tepat di depan apartmentku. Ia merogoh saku celananya, lalu memamerkan sebuah kunci di depan wajahku.

“What a nice conversation we  had, dear neighbour.”, ujarnya sarkastik seraya menjulurkan lidahnya untuk mengejekku. Ia masuk apartmentnya dan membanting pintu tepat di depan wajahku.

Aku ternganga tak percaya.

Gadis yang muntah di atas badanku.

Gadis yang membuatku mengompol.

Gadis yang meneteskan liur saat melihatku setelah mandi.

Tinggal tepat di depan apartmentku.

Sial.

Advertisements

9 thoughts on “(2/?) A Fortunate Coincidence

  1. Remember my promise? And here I am! XD What a ngakak story (?) XDD
    so funny, darl ~

    kritk ya kritik…
    Ceritanya bagus, ya, deskriptif. Well, tapi tanda bacamu agak banyak yg mengganggu.

    Misalnya :
    “what a nice conversation we had, dear neighbour.”, ujarnya sarkastik…

    Di belakang tanda kutip (“) jgn ada koma (,) pindahin komanya di sebelum tanda kutip dan ilangin titiknya. Koma di belakang kutip utk menandakan pembicaraan bukan tanda baca yg benar #apadah

    dan ada beberapa typo. Hohoho.

    Waduh ngakaklah ini XD
    poor Kris, oh yeah ~

    btw nama couple ini jd rada unik ya : Kristal. Atau kryskris wks.

    • Ehehehehehe baik banget sih ehehehehehehe :3
      kecup dulu cini :*

      Oh itu salah ya tanda baca gitu 😮 ?
      baru tau hehe maksih infonya 😉

      Iya aku kan master typo u.u

      Haha, emang iya otp favorit aku kristal xD

  2. wkwk, maaf ya gabisa ngasih kritik apa2. soalnya saya tipe orang yang baca ya tinggal baca. tapi setuju sama komen yang diatas soal tanda baca. kayaknya admin perlu belajar intensif sama guru bahasa indonesia tercinta soal tanda baca, kekeke. terus lain kali jangan bikin krystal yang ceroboh, sekali2 kris dong. ke-perfert-an krystal juga kayaknya perlu diperhalus lagi perdekskripsiannya. atau jangan selalu nyalahin hormon. btw, kris gatau apa kalo misalkan krystal adeknya jess? wkwk, maap kepanjangan min. semangat ya bikinnya ❤

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s