The Promise

The Promises cover

Author: Minrin @everlastingfiction.wordpress.com

Genre: Romance, Sad, Married Life, Family

Ranting: PG-13

Main Cast:

–          Lee Donghae (SJ)

–          Jessica Jung (GG)

–          Kevin Woo (U-Kiss)

Support Cast:

–          Kai as Jongin (EXO-K)

–          Jung Eunji (A Pink)

–          Victoria (f(x))

A.N:

Annyeong, Please Read, Like and Comment it. Enjoy Guys! ❤ ^^

Kalo ceritanya aneh mian yaa T.T

[!!!] yang ‘bergaris miring’ merupakan cerita masa lalu/ flashback~

“When we’re become one and forgot everything that have happened  in the past”

“Mau kemana?” Tanya Namja itu dengan suara lembutnya.

“Bukan urusanmu…” Jawabnya ketus.

“Tentu kamu adalah urusanku, you’re my wife” Jawabnya dengan mulai mengeraskan suaranya, dengan menatap yeoja didepannya itu.

“… apa kau lupa? kita menikah karena paksaan bukan karena keinginanku… hanya kau lah yang menyetujuinya…” Jawab yeoja itu sinis kemudian beranjak meninggalkan rumah mewah itu, menggunakan mobil pribadinya.

—–oooOooo—–

Jessica POV

“Sica-ah, apa kau masi belum terima Hae-ssi sebaagai suamimu ?” Tanya Joingin hati-hati, dan kemudian menyesali pertanyaannya ketika melihat Jessica yang langsung mengabaikan dirinya begitu saja.

“Jess… Kupikir Hae-ssi tidak seburuk yang kau pikirkan…”

“Tidak buruk??? Bagaimana rasanya jika kau di posisiku Jongin-ah?! Kau masih berstatus sebagai pacar seseorang, tetapi justru ada seseorang yang memintamu kepada orangtuamu untuk menikahimu dengan taruhan sebuah harta! tidakkah itu buruk??? Bagaimana Kalau Eunji yang dilamar namja lain??? Apakah menurutmu itu tidaklah buruk???” Jawab Jessica mendelik pada Jongin yang sudah menjadi sahabatnya cukup Lama.

Seketika Jongin terdiam, terkadang bicara pada sahabatnya akan lebih lancar ketimbang harus bicara dengan kekasihnya, meskipun dari lubuk hatinya Joingin mencintai Eunji, tapi tetap saja Donghae dan Eunji bukan tipikal orang yang suka berkata-kata mesra, ataupun perayu. Yang Dia tahu Jongin jatuh cinta pada Eunji sejak petama kali bertemu, dan cukup sulit untuk mendapatkan Eunji yang cenderung pendiam.

Tiba-tiba Joingin merasa jengkel apabila yang diucapkan Jessica terjadi pada dirinya.

“Mian” Ucap Jongin kemudian menutup mulutnya rapat-rapat dan melanjutkan mengerjakan aktifitasnya.

—–oooOooo—–

Donghae POV

“Mber, apa aku salah ngelakuin semua ini?” Tanya Donghae pada seorang yeoja saat dikantornya. Yeoja itu menatapnya sedikit kasihan.

“Kurasa memang salah, walaupun kau benar-benar mencintainya… Tapi Jessica juga mencintai orang lain… Sejujurnya aku tidak suka dengan caramu melamarnya.. memanfaatkan orang tuanya yang gila harta agar mereka mau menikahkan kau dengan, Tapi kembali lagi.. itu urusanmu dan dia…”

Donghae mengetuk-ngetuk jarinya. “Tapi aku tidak akan cerain Sica…”

“Aku tidak pernah nyuruh kalian cerai, tapi seenggaknya kalian jalin komunikasi yang baik, biar hubunganmu dengan Jessica menjadi lebih baik… kurasa Jessica butuh waktu untuk bisa mencintaimu…”

“Gomawo Mber, udah mau dengerin gue selama ini” Gumam Donghae pada teman dekatnya itu.

Donghae POV End

—–oooOooo—–

Jessica POV

Jessica masih menyibukan diri diruanganya mengetik proposal perusahaan untuk pertemuan dengan Client minggu depan.

“Gak lunch Jess?” Tanya Eunji menuju mejanya.

“Gak deh Ji.. kamu makan aja sama Jongin… nanggung..”

“Tapi…”

“Udahlah kalian juga butuh waktu berdua… sekali-kali biar gak kerasa aneh… pacaran aja masih kaku…” Ledek Jessica tertawa menoleh pada Eunji. Seketika wajah Eunji memerah.

“Ya udah aku pergi dulu ya… mau nitip?”

“Em… Gak deh…”

Jessica POV End

—–oooOooo—–

Setiap hari setelah tragedi pernikahan dadakanya, Jessica selalu berangkat pagi dan pulang petang hanya untuk menyibukan diri diluar rumah. Jessica masih belum rela mengingat kejadian Eommanya ingin bunuh diri kalau Jessica menolak pernikahan itu.

‘Demi masa depan Jessica ’ Itu yang selalu diucapkan Eommanya. Maklumlah, sejak kecil Jessica hanya diasuh oleh Eommanya, sedangkan Appanyanya pergi begitu saja tak bertanggung jawab kabur dengan yeoja lain, hingga hidupnya sedikit bersusah-susah, untunglah Jessica cerdas, hingga sekolah dari SMP-Kuliahnya tidak mengeluarkan banyak biaya. Hingga Eommanya terobsesi menikahkan anaknya, Jessica dengan Namja yang berkecukupan, dan kebetulan Donghaelah yang sesuai kriteria Eomma Jessica.

—–oooOooo—–

“PRAAANGG….” Terdengar suara piring pecah saat Jessica hendak menuju kamarnya untuk langsung tidur, seketika Jessica berbalik menuju dapur dan mendapati Namja itu memunguti Pecahan beling, dan kemudian wajahnya meringis saat tertusuk pecahan itu.

Meskipun masih membenci Namja itu, secara naluri hati Jessica kasihan melihatnya. Dengan cepat Jessica mendekati Namja itu dan menuntun jari tangan Donghae ke wastafel untuk membasuh darahnya. Donghae hanya terdiam melihatnya, masih melihat Jessica yang gesit kemudian memberikan plaster untuk jemari Donghae.

“Mentang-mentang kaya mecahin barang-barang seenak jidat sendiri…” Omel Jessica tanpa sadar. Seketika Donghae tersenyum melihat ekspresi Jessica yang lucu. Dan kemudian tercium bau Gosong dari arah dapur.

“Omo! Ramyunnya!” Donghae bergegas ke dapur dan mematikan kompor, segera melihat Ramyun masakanya menjadi tak berkuah lagi.

“Huh, katanya berkecukupan, tapi makanya Ramyun…kenapa gak delivery aja?” sindir Jessica.

“Aku Cuma lagi pengen masakan rumah… berhubung Ahjumma kerja sampai jam 5 sore dan gak masakin nasi… dan aku gak bisa masak sebelumnya…”

Jessica berbalik menuju kulkas dan melihat isinya kemudian

“Huh, Isi kulkasmu Cuma telor dan Ramyun…”. Jessica menyadari kalau sebelumnya tidak pernah berniat mengurusi dapur milik Donghae. Pagi, Siang makan dikantor malamnya sebisa mungkin langsung tidur.

Dengan gesit Ia menggantikan tugas masak Donghae. Dan kemudian memberikan Ramyun buatannya kehadapan Donghae.

“Kau gak makan?” Tanya Donghae melihat Jessica hanya membuatkan satu porsi.

“Gak laper, aku langsung tidur aja” Jawab Jessica cuek meninggalkan Donghae.

Donghae sempat tersenyum, kemudian menikmati makanan buatan Jessica pertama kali untuknya.

—–oooOooo—–

“Kevin..” Seru Jessica saat dibandara.

“Kamu bakal nunggu aku kan Jess…?” tanyanya Namja yang bernama Kevin itu sambil menatap mata Jessica.

“Pasti Vin… I’ll always waiting for you Vin” Ucap Jessica mengabaikan bulir mata yang kian deras.

“Mamamu akan sadar dan menyesal telah menolak lamaranku…”

“Kevin..” Jessica menubruk kedalam dadanya. Dan tangisnya pecah,Ia merasa begitu menyedihkan memilih Orang tua satu-satunya ataupun Kekasihnya yang benar-benar Ia cintai.

“Saranghae Jessica-ah..  Aku berjanji, nanti ketika aku kembali aku akan tetap menjaga hubungan ini” Terdengar bisikan lebut ditelinganya kemudian Namja itu menjauh dan pergi meninggalkanya. Meninggalkan sebuah janji untuk tetap menunggunya.

—–oooOooo—–

Donghae terlihat khawatir melihat yeoja itu terbaring lemah, suhu badanya masih panas, meskipun dokter dan Perawat sudah menanganinya tapi tetap tidak membuat Doghae merasa lega. Pagi ini Donghae merasa heran karena Jessica tidak turun untuk pergi kekantor Jongin.

“Istrinya anda hanya kelelahan… dan banyak pikiran saya rasa… bahkan sepertinya sering terlambat makan…Tapi anda tidak usah khawatir saya sudah memberikan Obat untuk istri anda… dan suster pasti akan menanganinya dengan baik.

—–oooOooo—–

Donghae yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan Jongin dan memukul muka Jongin menyebabkan sudut bubur kiri Jongin berdarah juga memar.

“DONGHAE-AH……..” Pekik Eunji kaget melihat Jongin dihajar begitu saja tanpa sebab.

“Aku udah pernah bilang jangan maksa Sica kerja keras…. Aku mengijinkan Jessica berkerja dikantormu bukan berarti dia sebagai pembantumu disini..” Ucap Donghae dengan rahang mengeras.

*PLAAKKKK…* Tamparan keras mendarat di Pipi Donghae.

“Dia sakit bukan karena perkerjaaannya disini! Tetapi justru karena ulahmu sendiri! Seharusnya kau tak memaksanya untuk menikah denganmu, kau menikahinya tanpa persetujuannya! Asal kau tau, Jessica masih mencintai Namjachingunya!-” Jongin kaget melihat reaksi Eunji yang membelanya.

“-Harusnya kau sadar! Jessica tidak pernah nyaman menjalankan status kalian saat ini!”

Seketika Donghae menatap mata Eunji dengan tajam, kemudian berbalik dan segera pergi meninggalkan kantor Jongin.

“Gomawo Eunji-ah” Gumam Jongin tersenyum. Eunjipun mengelus Pipi bekas tonjokan Donghae tadi.

—–oooOooo—–

Donghae masih terududuk menatap Jessica yang masih terbaring lemah, sebelumnya Donghae mengusir semua orang termasuk suster yang bertugas merawat Jessica. Donghae ingin, hanya ada mereka berdua dirumah itu. Donghae ingin merawat Jessica secara intensif tanpa bantuan orang lain. Bahkan Donghae tidak tertidur untuk menjaganya.

Sebelum mengenal Jessica, Donghae hanyalah Namja yang egois, tak pernah peduli dengan siapapun, yang terpenting baginya apa yang dinginkanya harus didapatkan, karena Donghae merasa semuanya dapat dibeli dengan uangnya. Meskipun awalnya Donghae mendapatkan Jessica juga dengan keegoisannya, memanfaatkan uang, tapi tetap saja Donghae tidak pernah sepeduli ini kepada siapapun, seperti merawat Jessica yang terbaring lemah di kasur rumah sakit.

—–oooOooo—–

Jessica mulai tersadar setelah sekian lama tertidur, mungkin efek obat bius yang diberikan okeh dokter. Seketika jemarinya terasa kebas, karena seseorang menggenggamnya begitu erat.

“Sica-ah, kau sudah sadar?” Tanya Donghae menyadari jemari Jessica yang bergerak lemah. Donghae menyentuh kening Jessica yang panasnya mulai menurun.

“Berapa lama aku tertidur?” Tanya Jessia yang belum sepenuhnya sadar.

“satu setengah hari” Jawab Cakka tersenyum. Jessica membelalakan mata.

“Tapi hari ini aku ada meeting dengan Clien..” Ucap Jessica ingin bangun tapi Donghaepun menahannya.

“Jongin pasti mengerti dengan keadaanmu…” Ucap Donghae.

Suasanapun hening seketika.

“Emm-” Gumam Donghae Pelan. Jessica menatap mata Donghae yang terlihat sendu juga bundaran hitam yang melingkar.

“-Apa kamu masih mencintai Namja itu?” Tanya Donghae. Jessica hanya menunduk dan mendadak matanya perih.

“Kelak, Jika dia kembali dan kau masih belum bisa mencintaiku, kau boleh pergi bersamanya dan tinggalkan aku” Jawab Donghae. Seketika mata Jessica berbinar menatap kesungguhan dari ucapan Donghae tadi.

“Jinjjayo?” Tanya Jessica. Donghae sejujurnya merasa sangat perih dihatinya yang menatap mata istrinya berbinar begitu mendengar janji itu. Tapi Donghae mencoba mengangguk tersenyum terhadap Jessica.  Ia sadar, kelak suatu saat takdir yang ditentukan akan datang, semua hanya tinggal mengunggu waktu.

—–oooOooo—–

Sejak janji itu, Jessica justru bersikap baik pada Donghae. Ia mau membuatkan sarapan dan makan malam, dan menerima antar jemput Donghae setiap harinya.

“Kamu udah jatuh cinta sama Donghae, Jess?” Tanya Jongin saat Jessica berada diruanganya untuk meminta tanda tangan. Jessica dengan cepat menggeleng.

“Loh tapi?” Jongin terdengar ingin mencela.

“Dia janji,  jika Kevin pulang dan aku masih belum mencintainya, aku boleh pergi” Ucap Jessica dengan senyum manisnya

“Seorang Donghae berkata seperti itu?” Tanya Jongin mengernyitkan matanya, Jongin mengenal sifat Donghae ketimbang Jessica, memang ia dekat dengan Jessica, tapi dia juga mengenal Donghae dan mengetahui sifat-sifat Donghae.

—–oooOooo—–

Donghaepun melakukan kebiasaanya setelah hari itu, mengantar jempur Jessica. Kini Donghae menunggu Jessica di parkiran, malam ini Donghae berniat mengajak Jessica untuk dinner bersama. Selama hampir 3 bulan menjalin status suami istri, minggu inilah Donghae bisa setidaknya mengobrol layaknya teman bagitupun sebaliknya. Walaupun dalam hati terbesit untuk tidak melepaskan Jessica kelak jika Kelvin akan kembali lagi.

“Udah lama ya?” Tanya Jessica seraya membuka pintu dan kemudian duduk dijok mobil.

“Aniyo..” Jawab Donghae tersenyum manis. “Kita mampir ke restoran dulu ya, aku laper, mau makan..”

“Kan biasanya aku yang masak?”

“Ani, aku tau kau lelah, so, kita makan diluar ya..” Pinta Donghae dengan sedikit berbohong.

“Terserah deh…” Jawab Jessica kemudian hening, hanya terdengar suara alunan merdu dari VCD player mobil Donghae.

—–oooOooo—–

Flashback

Jess.. kamu lihat restoran itu?” Tanya Kevin saat mereka berjalan-jalan menikmati malam mingguan dengan berjalan kaki.

“lihat, Kenapa emangnya Vin..?” Tanya Jessica masih menggelayut manja pada bahu Kevin.

“Kelak, jika aku sudah mempunyai uang,  orang pertama yang akan aku ajak makan direstoran mahal itu orang special dihatiku.”

“memangnya siapa?” Tanya Jessica melepas tanganya kemudian menatap mata Kevin.

“Dia yang sedang bersamaku saat ini..” kata-kata itu sukses membuat Jessica merasa tersipu.

“Sebenarnya, aku tak pernah mempermasalahkan untuk makan dimana kok, bersama kamu aja udah cukup..”

“iya aku percaya, Cuma aku mau memberikan moment special untukmu, walaupun itu kecil-kecilan..”

Flashback End

—–oooOooo—–

Jessica tiba-tiba merasa tak berminat untuk makan di restoran yang Donghae tuju. Lagi-lagi teringat Kevin, namjachingunya dulu.

“Hae-ah, bisakah kita pulang sekarang?” Tanya Jessica yang belum turun dari mobil.

“Wae?-” Tanya Donghae mendadak khawatir. “-Kau sakit?”

“Aku Cuma mau pulang, tiba-tiba badanku terasa lemas” Ucap Jessica bohong. Donghaepun mengangguk, takut terjadi apa-apa dengan Jessica,  segera ia mengemudikan mobil menuju rumah mereka. Dalam hati Donghae terselip rasa kecewa karena rencananya gagal.

—–oooOooo—–

Jessica merasa heran saat turun dari kamarnya, diruang tamu tersaji makanan yang harusnya disiapkan oleh Jessica. Tapi kini Donghae yang sibuk menyiapkanya didapur.

“Morning, berhubung semalam kita gagal dinner, sekarang aku akan menyiapkan special breakfast untuk kita”

“Bukankah kau tak bisa memasak?” Tanya Jessica heran.

“kemarin aku belajar dengan Victoria, dan katanya sih lumayan hasilnya…”

“Victoria siapa?” Tanya Jessica  tiba-tiba menyelidik.

“Teman kampus aku dulu Jess-” Jawab Donghae tersenyum. “- apa kau cemburu?”

“A-Ani, aku Cuma Tanya aja…” Jawab Jessica cepat kemudian menikmati sarapan dalam suasana hening.

“Jess..”

“Hmm, nee??”

“Berhubung hari ini libur, mendingan kita ke Lotteworld yuk?” Ajak Donghae.

“Ngapain ke Lotteworld? Seperti anak kecil Hae-ah” Jawab Jessica.

“Yaa, Karena dari kecil aku jarang keluar , aku tak pernah merasakan permainan yang harusnya dinikmati Anak-anak seusiaku dulu…”

Seketika hati Jessica merasa sedikit Iba dan mengangguk.

—–oooOooo—–

Seharusnya Jessica sadar, dibalik keegoisan Donghae dia memerlukan kasih saying yang lebih. Menatap wajah Donghae yang terlihat bahagia, membuat Jessica menyadari kalau Donghae merasa kesepian. Meskipun banyak yang datang membantunya disaat dibutuhkan, itu hanya rasa sikap hormat bawahan pada Atasan yang memiliki perusahaan Lee Corp terbesar di se-Asia. hanya sikap yang seharusnya mereka tunjukan saat Bos mereka memerlukan apapun ataupun menginginkan apapun.

Bahkan meskipun Jessica masih merasa kesal jika teringat bahwa Donghae meminta dirinya pada Eommanya dan memberikan banyak uang untuk Eommanya, Jessicapun sadar, pernikahannya dengan Donghaepun tak dipedulikan sama sekali dengan orang tuanya, Jessica merasa bersyukur, karena Donghae tak pernah berniat untuk merayakan secara public untuk presepsi pernikahan mereka. Mereka menikah secara sederhana, hanya mengundang keluarga-keluerga/ teman-teman terdekat mereka.

Jessica juga tak pernah menduga, kalau dirinya merasa hanya seperti boneka untuk Donghae, hanya dipajang jika Donghae merasa senang. Sedangkan Donghae senang sudah Memiliki Jessica seperti yang dinginkannya, walaupun ia sadar Jessica menolaknya sejak awal.

Meskipun Jessica yakin ia belum merasakan apa-apa terhadap Donghae sekarang, tapi Jessica sempat berpikiran jika Donghae tidak mempunyai hasrat pada dirinya. Tiga bulan lebih mereka menikah Donghae tidak pernah mencoba menyentuhnya, padahal Donghaelah yang berkuasa dirumah itu, Donghae secara tidak langsung sebenarnya ia telah membeli Jessica dari Eommanya sendiri, Tapi justru Donghae membiarkan Jessica sibuk dengan perkerjaanya di kantor Jongin, juga sibuk dengan apapun yang disukai Jessica. Donghae tak pernah melarang apapun yang ingin Jessica lakukan.

Ketika Jessica masih bangong, tiba-tiba saja Donghae memeluknya dari belakang. Aroma Parfum yng biasa dipakai Donghaepun tercium di hidung Jessica.

“Hati-hati kalau jalan” bisiknya lembut. Jessica tidak sadar kalau sedikit lagi dia akan menabrak tiang lampu didepannya itu. Kemudian Donghaepun melepaskan pelukan hangat itu.

“Gomawo Hae-ah..” Ucap Jessica terdengar gugup. Bahkan telinganya masih terasa panas karena bisikan lembut Donghae tadi, aroma parfumnya pun masih tercium menggelitik hidungnya.

“Ayo kita naik Kincir Angin…” Ajak Donghae menggenggam erat tangan Jessica.

‘kenapa aku merasa tersengat saat dia menyentuhku?’ Tanya Jessica dalam pikirannya

—–oooOooo—–

Donghae menatap data dari informanya. Kurang dari seminggu lagi Kevin akan kembali ke Indonesia. Dan entah bagaimana caranya kini dia menjadi salah satu direktur di SM Corp, perusahaan yang bersaing dengan perusahaannya, Lee Corp selama bertahun-tahun, tentunya mereka bersaing secara sehat. Bahkan sejujurnya Donghae adalah teman dekat dari anak yeoja pemililik perusahaan itu.

Meskipun Donghae yakin dengan kemampuanya untuk memajukan Perusahaanya, tapi justru Donghae tidak yakin untuk mendapatkan cinta dari istrinya. Donghae tidak pernah ingin menggunakan kekuasaanya untuk menaklukan yeoja yang benar-benar ia cintai. Meskipun awalnya dengan cara curang ia mendapatkan Jessica, tapi Donghae ingin yeoja itu memandangnya bukan karena kekuasaan semata.

—–oooOooo—–

Flashback

“Mian, Presiden, ini document yang harus ditanda tangani…” Ucap seorang yeoja itu masuk kedalam ruang kerja Jongin. Memakai hem warna putih ditutup blazer berwarna biru turqoish dan celana panjang hitam dengan rambut panjang bergelombang. Matanya yang unik, bulu mata lentik, hidung mancung, pipi chubby, dan bibirnya yang menawan membuat Donghae tertarik pada yeoja itu.

“Ini..” Dengan cepat Jongin mengukir tinta penanya di kertas dokumen yang diberikan yeoja itu. Yaeoja itu pun tersenyum pada Jongin.

“Gamshamida, Mian mengganggumu..” kemudian yeoja itu tersenyum kearah Donghae dan pergi meninggalkan aroma parfum strawberry yang dipakainya.

“Dia Jessica Jung sekertarisku…” Ucap Jongin melihat Donghae yang masih menatap pintu yang baru tertutup.

“Jongin-ah, sebentar lagi aku akan married” Gumam Donghae. Seketika membuat Jongin Kaget.

“Mwo? Nuguu?”

“Jessica”

“Tapi dia udah punya Namjachingu Hae-ah” Ucap Jongin .

“So??? Masih namjachingukan? Apapun yang aku inginkan tak ada yang bisa ngehalangi keinginanku…” Ucap Donghae keras.

                                                                                —–oooOooo—–

“EOMMA, JESSICA GAK MAU!!!” Tolak Jessica mentah-mentah. Membuang barang-barang mahal pemberian Donghae.

“Sica-ah ini semua demi masa depan kamu… Eomma gak mau hidupmu menderita seperti Eomma dulu” Bujuk Eommanya.

“tapi Jessica janji untuk nunnggu Kevin…” Terdengar suara Jessica pelan.

“janjimu dengan Namjachingumu itu hanyalah Janji omong kosong, Eomma gak peduli, sekarang kamu pilih, menurut perkataan Eomma atau memilih Namja itu?” Ucap Eommanya kalap tiba-tiba membawa gunting dan meletakan dilehernya.

“EOMMA!!!” jerit Jessica mendekat tapi justru membuat Eommanya semakin nekat untuk menekan gunting itu ke Lehernya.

“KAMU LEBIH PILIH PERKATAAN EOMMA ATAU NAMJA ITU?” Teriak Eommanya. Jessica menangis.

“Arra! Arra! Aku menurut dengan perkataan Eomma, tolong jangan pernah melkukannya lagi..” Ucap Jessica dengan mata sembabnya juga merah.

“Jeongmal?” Jessica hanya mengangguk pasrah dan kemudian terduduk dan menangis menyesali nasibnya sekarang dan yang akan datang.

Flashback End

—–oooOooo—–

Seketika Jessica membelalakan matanya ketika melihat dan merasakan seseorang memeluknya dengan erat saat ia berada didepan kantor Jongin. Aroma yang sama seperti 2 tahun yang lalu.

“Sica-ah, Bogosipo..” Bisik ditelinganya.

“Kevin..” Ucap Jessica terkejut, tapi tidak melepaskan pelukan Kevin.

“Yaa! Kau tak merindukanku?” Tanya Kevin mulai melepaskan pelukanya.

“Nado Bogosipo, Kevin-ah”

Tidak jauh dari tempat mereka  Donghae menyaksikan adegan itu, dimana namja itu membuat Jessica tersenyum, kemudian mengusap lembut rambut Jessica bahkan mencium keningnya didepan kantor Jongin.

—–oooOooo—–

“Kelak, Jika dia kembali dan kau masih belum bisa mencintaiku, kau boleh pergi bersamanya dan tinggalkan aku” Janjinya sendiri saat itu yang kini membuatnya resah. Meskipun secara materi Donghae melebihi Kevin, tapi tetap saja Jessica bukanlah yeoja matre yang menggerogoti hartanya. Bahkan selama beberapa bulan menikah Jessica tak pernah mengambil sepeserpun jatahnya, Jessica memakai uangnya sendiri untuk kebutuhanya.

Donghae merasa sedikit menyesal tidak menggunakan statusnya untuk memiliki Jessica seutuhnya sejak awal. Hari ini Jessica dan Kevin sedang berjalan bersama menikmati kencan mereka dan mengenang kembali kisah kasih diantara mereka.

“PRAANNNGGGG…” Donghae menghantam kaca lemarinya dan membuat punggung jarinya berlumuran darah. Ia merasakan amarah membayangkan tidak akan memiliki Jessica lagi disisinya.

—–oooOooo—–

Jessica POV

Sepulang candle light dinnernya bersama Kevin direstoran yang pernah Kevin janjikan, seketika aku kaget ketika melihat Donghae tertidur dengan tangan penuh dengan darah, segera aku mengambil kotak P3K dan mengobati Lukanya, membasuh darah ditanganya yang agak mongering kemudian membalut lukanya dengan perban.

Aku menatapnya dengan tatapan lembut, entahlah setelah seharian jalan dengan Kevin justru dia menyadari perasaan yang belum disadarinya. Akupun berbaring ditempat tidur Donghae dan kemudian memeluknya dengan erat.

“Donghae-ah, Sarangheyo..” Bisikku di telinganya, ntah apa yang membuatku berani mengatakannya.

Jessica POV End

—–oooOooo—–

Donghae merasa pelukan seseorang membuat tidurnya semalam begitu lelap, dan kemudian ia bangun dan menoleh memandang kesampingnya, mendapati istrinya tengah tertidur dan masih memeluknya.

Donghae menyadari kalo Jessicalah yang membalut lukanya semalam. Sejujurnya disetiap Jessica berada didekatnya, Donghae merasa hasratnya hadir begitu saja tanpa terelakan, namun Donghae selalu menahan perasaanya itu.

Kini Donghae membelai mesra pipi itu dengan tanganya yang tidak terluka, seketika mata Jessicapun terbuka saat menerima sentuhan Donghae. Jessica tersenyum menatap wajah Donghae yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.

“Apa ini sebuah perpisahan?” Tanya Donghae menatap Jessica dengan sendu. Mengingat kencan Jessica dan Kevin kemarin.

“Kurasa ini bukan perpisahan tapi justru ini awal dari segalanya…”

“is it a Dream?” Tanya Donghae berbisik mencerna arti ucapan Jessica tadi. Lagi-lagi Jessica merasa telinga dan lehernya terasa panas merasakan deru nafas Donghae menembus kulitnya.

“Hhhhh.. maybe…” kali ini Jessicapun mengecup bibir Donghae lembut namun sensasi yang ditimbulkan cukup membuat hampir hilang kendali.

“Kurasa Aku mulai mencintaimu, Hae-ah” kata Jessica dengan tulus. Wajahnya berseri dan Senyum Donghaepun mengembang mendengar perkataan Jessica yang baru saja dilontarkannya tadi. Satu hal kini membua Jessica sadar, janjinya sekarang bukan menunggu Namjachingnya dulu, melainkan untuk tetap menjaga utuh pernikahan yang baru di rasakanya ini.

“Seperti aku mencintaimu” kata Donghae kemudian Ia merengkuh wajah Agni dengan kedua telapak tangannya dan mendekatkan wajak mereka, gerakannya cukup lambat mengingat tanganya masih terluka. Kemudian Donghae menciumnya lembut seperti bisikan tetapi lama kelamaan Ciuman itu menjadi lebih ganas. Ciuman itupun turun keleher Jessica, dengan leluasa Donghae, mencium lehernya dan membuat tanda kepemilikannya disana.

*skip yaa, Author baru bisa sampe sana -_-v*

—–oooOooo—–

Flashback

“Besok aku akan pergi bareng Kevin-” Ucap Jessca kepada  Donghae.

“-Bukankah kau berjanji jika saat Kevin pulang nanti, dan aku… aku belum mencintaimu, aku boleh pergi..”

“Kau benar, Semoga kau menikmatinya besok, mian aku tidak bisa mengantarmu besok”

                                                                                —–oooOooo—–

Rasanya menyenangkan kembali kemasa disaat kau merasa masih muda, bukan karena sekarang sudah tua tapi rasanya menjadi anak yang berumur belasan yang baru duduk dibangku kuliah dan ada namjachingumu yang selalu menemanimu.

Tanpa risih Jessica menggelayut manja dibahu Kevin, mereka menikmati  jalan-jalan di sepanjang jalan kenangan mereka dulu. Meskipun kini Kevin cukup berpenghasilan dan punya mobil mewah tapi Jessica menginginkan seperti dulu berjalan kaki sambil menikmati taman-taman kota sambil bergelayut manja di bahu Kevin, namjachingunya.

“Sampai..!!!” Ucap Kevin tersenyum. mereka kini berdiri tepat digedung yang sama seperti dua tahun lalu, dan juga tempat dimana Donghae pernah mengajaknya dinner.

“Aku udah siapin tempat special buat yang special dihatiku, Hahaha” Ucap Kevin menggenggam tangan Jessica. Dengan mata tertutup Jessica harus berjalan dituntun layaknya orang buta. Kemudian setelah beberapa menit, terpaan angin menyentuh kulitnya. Kemudian matanya terbuka. Tepat dilantai tertinggi digedung itu Kevin menyiapkan semuanya. Di sekitar pinggir jalan yang harus dilalui dipasang lampu-lampu berwarna sebagai pengganti lilin agar tetap menyala, kemudian beberapa meter didepan Jessica terdapat meja berisikan lilin dan gelas Wine dan tentu pramusaji berdiri siap melayani.

 

“Kevin….” Decak Jessica kagum. Memandang semua idenya yang sangatlah romantis. Kevin mempersilahkan Jessica duduk dikursi sebrangnya,kemudian Kevin duduk tepat didepannya. Pramusaji pun sibuk menyiapkan makanan dan minuman. Setelah itu mereka meninggalkan keduanya sendiri.

Masih terdiam menikmati makanan, kemudian setelah beberap saat mereka terhanyut dengan obrolan dan janji masa lalu. Hanya janji kecil namun tetap mempunyai makna begitu berarti.

“Maukah berdansa bersama?” ajak Kevin ketika music mengalun lembut. Jessicapun menerima uluran tangan Kevin kemudian mereka berdansa penuh kebahagian, kebahagiaan yang mulai disadari Jessica kebahagiaan yang timbul bukan karen cinta. Kebahagian yang diartikanya janjinya telah selesai untuk menunggu Kevin. Kemudian  ia memeluk Kevin untuk menatap cincin pernikahan dengan Donghae.

“Aku sudah menunggumu datang Kevin-ah, tapi mian aku tidak akan bisa hidup bersamamu seperti impian kita dulu…”

“Ne, Aku tahu.  Aku hanya ingin menepati janjiku, Aku kembali, dan hatiku tetap untukmu dan juga aku ingin memberikan kenangan terindah untuk seseorang yang special dihatiku,  Meskipun aku tahu kamu sudah menjadi milik orang lain, Aku tak menyalahkanmu untuk itu, yang harus kamu tahu kamu masih yang special dihatiku Sica-ah” Gumam Kevin masih dalam pelukannya. Kini Jessica merasa tidak seperti dulu saat bersama Kevin hatinya akan terasa bahagia bahkan setiap didekatnya membuat jantungnya berdetak kencang. Tapi Jessica justru kini merasakan itu saat sedang bersama Donghae, perbedaan rasa yang kontras dan Jessica sadar mulai bisa menerima Donghae sepenuhnya, Ia menyadari, kini ia mencintai Donghae sepenuhnya.

Flashback End

—–oooOooo—–

Jessica menggeliat dan menoleh kesampingnya tidak ada siapa-siapa, mengoreksi tentang jalan pikiran Donghae yang dulu sempat dikira hanya menjadikan Jessica sebagai pajangan, tidak menjadikan Jessica sebagai istrinya secara utuh. Jessica sadar kalau Donghae tidak ingin memaksanya, ia ingin melakukannya jika Jessica sudah mencintainya. Jessica tersenyum kemudian, Setidaknya kali ini Donghae tidak egois untuk mendapatkan dirinya secara sepihak sebelum Jessica menyadari kalau dia benar-benar jatuh cinta pada Donhae pada akhirnya.

waktulah yang menjawab semuanya.

Agni turun dari kamar Cakka atau bahkan sekarang miliknya juga dengan menggunakan piyama Donghae yang kedodoran, kemudian melihat Donghae yang sibuk menyiapkan makananan untuk Breakfast sekaligus Lunch, karena jam menunjukan 10.00 KST.

“Morning Jagiya..” Ucap Donghae tersenyum.

“Kenapa kau tak membangunkanku?” Tanya Jessica merengut kesal.

“Aku tidak tega membangunkanmu, kau terlihat sangat lelah”

“Huh…” Jessica duduk dikursinya kemudian.

“Oke, sebagai gantinya bagaimana kalo siang ini kita jalan-jalan, untuk membeli kado”

“Kado untuk apa?”

“Dua temanmu akan menikah” Ucap Donghae menunjukan 2 undangan dengan hari hampir bersamaan Jongin-Eunji sama Kevin-Naeun.

“Ngomong-ngomong soal pernikahan… kamu tidak berniat mengenalkan pada dunia kalau aku istrimu?” Tanya Jessica dengan tatapan bertanya. Seketika itu Donghae tersenyum menyetujui sekaligus mengangguk senang.

Advertisements

4 thoughts on “The Promise

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s