(3/?) A Fortunate Coincidence

 

 

tumblr_lfhoxivvpz1qcntwzo1_500

Title     :  A Fortunate Coincidence

Author : Summercat

Cast     :  Kris Wu , Jung Soojung

Genre  : Romance , Humor

Rating  : PG

Type : Chaptered

Length : 952 words

Author’s note : I’m not good at writing loooongggg story. 1000 words is long enough for me fufu u_u

 

*Soojung

I never laugh this much before

 

Tepat setelah menutup pintu apartment-ku tawaku meledak begitu saja. Ekspresi laki-laki itu yang amat sangat terkejut saat mengetahui bahwa aku tinggal di depan apartment­-nya benar benar tak terlupakan. Aku bukan tipikal orang yang mudah tertawa hanya karena hal kecil. Tap entahlah, wajah dia tadi memang pantas ditertawakan. Dan tawa ini merepresentasikan kepuasanku atas membalas dendam, balas dendam karena dia sempat membuatku merasa seperti orang idiot tadi.

Tak terasa aku menghabiskan waktu bermenit-menit hanya untuk menertawakan hal bodoh tadi. Aku menyeka air mata yang tanpa sadar mengalir karena terlalu lama tertawa.

Aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Kulepas topi yang sedari tadi ada di kepalaku. Senyuman ringan tanpa sadar muncul di wajahku. Aku tak menyangka laki-laki itu tetap memperdulikan penampilanku. Manis

 

Perhatianku pada topi baseball itu langsung sirna begitu melihat bayanganku di cermin. Mulutku menganga lebar, terkejut dengan bayanganku yang lebih mirip monster ketimbang diriku sendiri. Blouse-ku yang awalnya berwarna putih kini berwarna kecoklatan karena tercampur muntahan dan berbagai macam alcohol yang kuminum semalam. Maskaraku luntur membuatku terlihat mengerikan. Rambutku kusut dan tepat seperti laki-laki itu katakan—persis seperti semak-semak. Tubuhku berbau alcohol bercampur dengan bau pesing. Urgh.. ini pasti bau pesing dari laki-laki itu.

 

Aku kembali tertawa.

Bayangan yang di cermin sekarang itulah yang dilihat oleh laki-laki itu selama ini. Pantas saja jika dia sampai mengompol begitu melihatku. Tawaku semakin keras membayangkan betapa bodoh dan anehnya pertemuan kami berdua.

 

I never laugh this much before, and somehow it feels great to know that man is the reason behind my laughter.

 

___________________

 

 

*Kris

I’m not a clean-freak.

Tapi orang sekotor apapun pasti tidak tahan melihat tempat tidur sekotor ini.

Aku menarik bedcover  putih  yang menutupi tempat tidurku seraya menahan nafas. Aku mengerang  saat bau pesing menyelisip ke hidungku.  Aku menatap nanar kubangan warna kekuningan yang hamper mongering di bedcover-ku. Memalukan rasanya mengingat bahwa kubangan ini diciptakan oleh diriku sendiri.  Urgh..

Aku  menyeret bedcover itu seraya melemparkannya ke bathtube.  Aku menggulung celanaku dan menyingsingkan lengan baju.  Sekantung detergen dan sikat sudah disusun dengan rapih di dalam kamar mandi. Aku menghela nafas lelah seraya melangkahkan kaki ke dalam bathtube .

This Sunday is gonna be a really long and tough day.

 

 

_______________________________________________

*Soojung

Living by your own self is seriously hard.

Aku meregangkan tanganku dan memijat-mijat leherku yang pegal. Aku menoleh ke dinding untuk melihat jam.  11.00 AM. Baru dua jam aku berkutat dengan setumpuk Koran tapi rasanya seperti sudah berabad abad aku duduk disini.

Aku bangkit dari kursi dan berjalan menuju tempat tidur, segulung Koran di tanganku tidak pernah lepas sedikitpun. Semenjak aku dipecat saat menjadi reporter di sebuah majalah remaja kenamaan, hari-hariku kini penuh dengan mencari lowongan kerja di Koran. Karena itulah Koran tidak bisa lepas dari genggamanku.

Ironis rasanya mengingat bagaimana aku bisa dipecat dari perusahaan tersebut. Aku dituduh masuk ke kantor tersebut karena ‘hubungan gelap’ ku dengan direktur perusahaan ini. Aku tak mengerti bagaimana kabar itu bisa berhembus begitu kencang. Aku saja tidak ingat rupa direkturku sendiri, bagaimana bisa aku memiliki hubungan gelap dengannya?

Aku menghempaskan tubuhku ke tempat tidur . Aku menghela nafas sambil terus menilik iklan baris berisi lowongan kerja di Koran. Kuketuk-ketukkan pensilku seraya melingkari lowongan pekerjaan yang sekiranya cocok denganku.

Muda dan gigih.

Entahlah tapi syarat itu menjadi tidak terlalu membantu banyak untuk seseorang mendapat sebuah pekerjaan.  Sekalipun umurku masih baru di awal 20 tahun namun mendapatkan sebuah pekerjaan bukanlah perkara yang mudah. Sudah puluhan perusahaan aku datangi namun  aku selalu dengan orang-orang yang memiliki koneksi dengan orang dalam.

Muda dan punya koneksi.

Syarat seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.

 

Sempat aku menyerah untuk mencari kerja ketika mataku tertumbuk pada sebuah lowongan yang menurutku sangat menggiurkan.

 

 

Assistant of A Proffesional Photographer Kris Wu

-Fluence in English

-Ready to work with him for 24 hours

-Ready to travel around the world with him

If you think you could do these all contact

0xx-xxx-xxx

Aku langsung melompat bangkit dari tempat tidur dan bergegas mengambil teleponku. Kutekan nomor yang tertera di Koran . Aku menggigit kuku seraya mengetuk-ketukkan kakiku ke lantai tidak sabaran. Rasa tegang memenuhi hatiku, aku tak pernah merasa setegang ini untuk mendapatkan sebuah pekerjaan.

 

I’m really hoping to get this job. So bad.

 

 

 

_______________________________________

*Kris

 

Sudah 1 jam aku berkutat dengan bedcover ku dan warna kuning yang menempel tidak pernah hilang. Aku menggeram kesal seraya membanting sikat yang kupakai untuk membersihkan bedcover –ku.  Kupandangi tanganku yang sudah mulai mengkeriput karena terlalu lama bersentuhan dengan air.

Aku terduduk lemas di lantai kamar mandi. Tidak peduli jika celanaku basah karena itu—toh tubuhku sudah basah karena kegiatan mencuci besar-besaran ini. Sempat terpikir olehku untuk membawa bedcover ini ke laundry.  Namun sebuah scenario aneh menghantui pikiranku membayangkan apa yang terjadi jika aku membawa bedcover ini ke laundry.

“Annyeonghaseyo , ada yang bisa saya bantu.”

“Ya, saya ingin mencuci bedcover saya.”

“Boleh saya lihat bedcovernya?”

“Ya tentu saja.”

“Uwaah.. bedcover anda kotor sekali dan bau pesing. Apakah anda habis mengompol di bedcover ini?”

 

KRINGG….

Skenario  aneh di otakku langsung terhenti begitu terdengar suara nyaring dering telepon. Aku berjalan terseok seok menuju telepon dan mengangkatnya, tak peduli dengan tanganku yang penuh sabun.

“Photographer Kris Wu disini.” ujarku seraya otomatis.

“Urmm..” terdengar suara gumaman seorang perempuan.

“Ya, ada yang bisa saya bantu?”

“Kudengar anda mencari seorang asisten”

“Mm-hm. Benar.” Sahutku agak gusar, aku tak suka orang yang senang berbasa-basi.

“Aku ingin menjadi asisten anda.”

Sebuah ide cemerlang muncul di otakku begitu mendengar suara gadis itu.

“Kau bersedia bekerja untukku 24 jam penuh tanpa lelah?”

“Ya.”

“Sekalipun aku meminta kau melakukan hal yang tidak masuk akal?”

“Um… mungkin.” Gumamnya ragu.

Aku mengerang.

“Aku butuh kepastian.”

“Eung.. Ya! Maksudku , tentu saja!” Gadis itu terdengar gugup.

Sebuah senyum muncul di wajahku.

“Kalu begitu datang ke apartmentku. Sekarang juga.”

Advertisements

6 thoughts on “(3/?) A Fortunate Coincidence

  1. fast respond? of course! make laptop yang sama-_-
    ohiya, itu ada kata yang kurang ya? “…namun aku selalu dengan orang-orang yang memiliki koneksi dengan orang dalam”. itu abis selalu seharusnya ada “kalah” kan? wkwk, lebih teliti ya mimin. dan…ini pendek banget astagfirullah. lain kali sedikit di panjangin dan dibuat gertakan penasaran di akhirnya, kan kalo gini ketauan apa yang bakal terjadi. oke? love you min ❤

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s