[Drabble] I Love You: 5 Quotes Challenge

A fanfiction by Kaicifer

I Love You

poster

Cast(s):

  •  You
  • EXO-K’s Suho
  •  EXO-K’s Do Kyung Soo
  • EXO-K’s Oh Sehun
  •  EXO-M’s Xi Luhan
  • EXO-K’s Byun Baekhyun

 

Length: 5 Drabble

 

Rating: Teenager/PG13

 

Genre: Romance

 

Happy Reading!

suho's part

 

Dan kami sama-sama terdiam.

 

Hanya uap panas dari cangkir machiatto milikku yang saling berbicara diantara kami. Tak tahu lagi harus bagaimana menghapus kecanggungan setelah kata ‘hai’ yang terlontar di permulaan bertemu.

 

Aku menunduk. Tak berani melihatnya. Tak tahu juga apa yang ia lakukan sekarang setelah kudengar kursi yang bergesekan dengan lantai sepersekian detik yang lalu. Apa ia telah pergi? Entah, aku pun masih tak berani menatap kursi dihadapanku.

 

Dan tak berapa lama, deheman itu menyapa pendengaranku, secepat kilat aku mendongak. Dan lalu melongo melihatnya. Suho sunbae? Untuk apa ia memegang gitar?

 

“S-suho sunbae..”

 

Ia tak membalas seiring ia mulai memetik senar gitarnya, menyebabkan perhatian pengunjung cafe mengarah pada kami berdua. Namun, ia nampak tak peduli. Pun saat suara merdunya beradu dengan permainan gitar sempurna miliknya.

 

Beberapa menit berlalu. Lagu itupun selesai. Diikuti tepukan meriah dari semua pengunjung cafe yang melihatnya. Ia berdeham, dan seketika pun sunyi. Aku hanya membeku, tak sanggup memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya.

 

“Ehm.. Aku tahu ini terdengar kampungan, tapi..” ia mengeluarkan sesuatu dari balik tubuhnya. Sebuah bunga mawar merah. Dan lalu ia pun berlutut dihadapanku, “would you like to be my girlfriend, princess?”

 

Aku pun menjawabnya dengan anggukan mantap.

 

kyungsoo's part

 

Ku telungkupkan wajahku pada kedua tanganku. Mencoba menutupi wajahku yang kini sudah banjir oleh air mata. Tak peduli lagi bagaimana tubuh hangat itu terus merengkuh ku kedalam pelukan nya. Aku terus mencoba mendorongnya di sela tangisku yang semakin menjadi, “oppa, pergi!”

 

Ia tak acuh. Hingga kemudian, ia menelangkupkan wajahku dengan kedua tangannya, memberikan semburat merah yang menjalar di kedua pipiku. Dan untuk sementara melupakan emosi yang terus meluap dalam diriku. “Tunggu.. Kau ini kenapa?”

 

“Aku minta putus, oppa!” ia melempar pandangan menyelidik padaku, mencari letak kebohongan yang ada pada kedua bola mataku. Dan akupun kalah telak. “Karena para senior itu?”

 

Aku menggigit bibir bawahku cemas. Sedikit kesal, ia selalu tahu apa yang ada dalam pikiranku. Ia menghela nafas lelah, “dengarkan aku..” Kyungsoo oppa menatapku dalam, “aku sama sekali tak peduli, apakah kau jelek, pendek, atau apapunlah itu…”

 

“Sekarang.. Kau tahu kenapa aku mencintaimu?” aku menggeleng polos.

 

“Karena kau tak sempurna, dan itu terlihat manusiawi dimataku.” sekali lagi, Kyungsoo oppa benar-benar bisa membuat pipiku bersemu merah karenanya, “sekarang kau mengerti, peri cantikku?”

 

Aku pun mengangguk bahagia. Dan ia pun menarikku kedalam pelukannya seraya memberi kecupan kecil di sana.

 

sehun's part

“Kau cadel juga, ya? Hahaha…” Sehun tertawa heboh, lebih tepatnya tertawa mengejekku. Aku memonyongkan bibir. “Cukup! Kita impas sekarang! Jangan mengejekku terus!”

 

“Baik, baik..” lelaki jangkung itu mengambil tempat di hadapanku, ia memandangiku dengan tatapan jenakanya. “Itu karma buatmu.. Siapa suruh kau mengejekku terus!” ia berkata ketus padaku, membuatku mendelik padanya. “Jangan bahas lagi!”

 

Ia terdiam sesaat. Lalu menghembuskan nafas, “tapi aku tetap menyukaimu, kok..”

 

Aku mendongak, memandangi wajah polosnya yang masih setia menatapku, “a-apa?”

 

Yah, aku tetap menyukaimu, walaupun kau cadel. Hehe berarti kita pasangan serasi, iya, kan?” ia berkata dengan kedua bibir yang membentuk senyum polos, dan seketika itu pula tawaku pun keluar tanpa bisa kutahan.

 

Ya, Oh Sehun memang polos dan bodoh, dan aku menyukainya.

 

luhan's part

“TIDAK! Kau tak ‘benar-benar’ melupakannya! Jangan berbohong di hadapanku!”

 

Luhan oppa berteriak dihadapanku, seolah menamparku keras-keras. Aku hanya bisa terdiam, menunduk, dan air mata itu pun lolos tanpa bisa kucegah lagi. “T-tapi, oppa.. Aku.. Benar-benar sudah tak mencintainya lagi.”

 

Ia menelangkupkan wajahku, barang kali sudah merasa lelah untuk berusaha menyadarkan perasaanku, “dengar.. Membuangnya dari pikiranmu, dan menghapusnya dari hatimu itu sama sekali berbeda.. Kau harus tahu itu..”

 

Aku menatapnya, tak tahu lagi harus bagaimana. Aku sudah berkata aku juga menyukainya, jadi, kenapa ia harus berepot-repot menyadarkanku akan perasaanku sendiri?

 

Ia kemudian memelukku. Barang kali mencoba menyalurkan rasa sakit yang tertahan oleh alasan yang berbeda satu sama lain. Ia membisikkan sesuatu, “kau memang berkata kau mencintaiku, dan kau menerimaku.. Namun hatimu sama sekali tidak mengatakannya..”

 

Ia melepaskan pelukannya, menatapku lamat, “..dan kau tahu? Aku tak pernah menuntut balasan darimu. Bisa mencintaimu adalah sebuah anugerah. Dan aku bahagia karenanya..”

 

Dan air mataku pun mengalir lebih deras setelahnya.

 

baekki's part

 

“Berhenti menyanyi, bodoh!” aku berteriak, lalu menatap kebelakang, dimana lelaki berisik itu masih setia mengumandangkan lagu-lagu romantis yang entah keberapa kalinya. Byun Baekhyun memang sudah gila.

 

“Kalau aku tak mau, bagaimana?” Baekhyun mencoba menggodaku, mata eyeliner-nya berkedip-kedip genit kearahku. Oh, andai saja aku tak memiliki ego, sudah kucium lelaki mungil itu. “Terserah lah..”

 

Dalam perjalanan kemudian, sunyi yang mengisi. Entah kenapa, rasanya aneh saat setiap waktu kau dikelilingi oleh manusia berisik, dan sekarang manusia itu sudah tak bersua lagi. Seharusnya aku merasa tenang, tapi entah kenapa, aku merasa kehilangan saat pendengaranku tak lagi menjumpai suara merdunya tersebut.

 

Perlahan, aku menoleh, aku bertanya padanya dengan ketus, “kau tak menyanyi lagi, eoh?” dan ia pun mengawali jawabannya dengan alis yang saling bertaut, “memangnya kenapa?”

 

“Eh, a-aku.. T-ti-tidak.. Lupakan saja..” ia melihatku dengan tatapan jenakanya, membuatku semakin tak tahan untuk melemparkan sepatu kets yang kukenakan padanya. “Kau menyukai nyanyianku, kan?”

 

Dan tawa jenakanya pun meledak seketika. Aku hanya mampu terdiam dengan kedua pipi yang memerah. Sedikit jengkel, dan malu juga, image ketusku hancur sudah dihadapannya.

 

Byun Baekhyun.. Memang selalu bisa membuat ku seperti ini.

 

End..

A/N: gimme ur comment ’bout that 🙂

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s