The Name I Love Chap 1

the-name-i-love

Title                 : The Name I Love

Genre              : Family,Friendship,Sad,Romance,Revenge

Main Cast        : Claire Whitson (OC), (20 thn)

Oh Se Hun (20 thn)

Kim Joon Myun (Suho) ( 22 thn)

Seo Hyun (22 thn)

Other Cast      :  Kris (Wu Fan) (22 thn)

Jessica Jung ( Sica) (20 thn)

Ha Na (Seo Hyun Mother)

Arissa Whitson (Claire Mother )

Ahn Suk Hwan (Claire Father)

Author             : Hun_Claire

Rate                 :  T

Lenght             : Chapter

Credit             : Mekeyworld

Chapter 1 : Friendship

 

Author Pov :

Claire, seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di Inggris.   Rambutnya hitam lurus sepanjang bahu dan memiliki kepribadian yang sedikit bisa dibilang unik, kenapa? Karena Ia lebih memilih berbicara apa adanya pada seseorang walaupun itu menyakitkan sekalipun, terkesan egois memang. Ayahnya merupakan pemilik dana terbesar di kampusnya dan juga merupakan rekan bisnis dari kebanyakan  orang tua dari orang-orang di sekelilingnya sehingga membuat mereka menjadi tampak palsu dihadapannya.

 

“Satu satunya yang ia inginkan hanya melewati hari-harinya dengan sederhana, tapi mungkin itu tidak akan pernah terjadi karena mulai dari hari itu, hari dimana satu persatu kotak box rahasia yang terkunci rapat terbuka dengan sendirinya.”

Author Pov end.

Pukul 04.00 sore waktu Inggris, London

~Di ruang latihan balet~

Terlihat Seorang yeoja sedang berlatih balet sendirian ditemani alunan musik dari headset yang tertempel di telinganya. Bukan Headset biasa lebih tepatnya alat bantu pendengaran, memang Claire terlihat normal, tapi ia memiliki sedikit masalah pendengaran semenjak lahir. Walaupun begitu kemampuan baletnya bisa dibilang expert dibandingkan yang lain.

Claire POV :

“satu..dua..satu..dua..huft.. bagian yang ini salah terus..” gumamku yang sudah kelelahan. Tiba tiba saja dari belakang ada seseorang yang datang.

“A yo Wass up….”sambil menepuk bahuku mencoba menganggetkanku. Akupun langsung menoleh kebelakang.

“Kau.. tidak kaget..??”

“Kelihatan di kaca..tuh lihat.. dasar bodoh” jawabku dengan muka datar.

“Kau mau apa kesini Kris.. jangan ganggu aku.. aku sedang serius latihan..”

“Kau tidak lelah sudah latihan 5 jam tanpa henti ?!?!” sahut Kris

“Aku malah lebih lelah berbicara dengan mu.. leher ku pegal harus lama lama mendongak.. kau ini seperti tiang listrik”

“Sudahlah Claire..Sebenarnya kau ini mau bilang aku tinggi dan tampan kan” penyakit narsisnya pun keluar, tetap dengan gaya sok coolnya.

“Kau cuma mau numpang tidur disini kan karena malas ikut kelas” tebak ku tanpa keraguan.

“That’s right ha..ha..ha” Kris duduk dan menyederkan badannya di dinding kaca.

“ckckck… tidak punya rasa bersalah sama sekali, setidaknya lakukanlah sesuatu yang berguna misalnya… mmm…”  Tiba-tiba Kris menarik tanganku agar aku duduk disampingnya.

“Kau istirahatlah sebentar.. kau tau kau merepotkan sekali kalau sudah sakit” sambil menatapku dengan raut wajah yang begitu hangat.

“Hey Rapper..Mukamu lucu sekali kalo lagi sok perhatian… tidak cocok sama sekali denganmu”aku langsung mengalihkan pandanganku lurus ke depan sambil tersenyum jahil… sepertinya kris menjadi kesal denganku..

“Menyesal aku berteman dengan seorang balerina.. kau memang balerina yang aneh”

Lucu memang aku yang seorang balerina bersahabat baik dengan Kris yang seorang rapper. Kris merupakan anak dari salah satu pemilik perusahaan Apartemen terbesar di Inggris dan ia memiliki darah Cina dari Ibunya ,Wajahnya yang angkuh dan sedikit terkesan cuek sebenarnya memiliki kepribadian hangat walaupun memang agak sedikit pembakang. Satu hal yang aku suka darinya tidak ada kepalsuan di matanya. Apa adanya tanpa kepura puraan…

Pertemuan pertama kami juga diruangan ini di ruangan balet yang dipenuhi dengan kaca yang memantulkan sinar-sinar matahari dengan begitu indah.”

Flashback :

Everybody now behold something you aint seen before Its going down
Yes, tonight is what you waited for
 Roll like a buffalo..” belum sempat ia menyelesaikan lirik rapnya tiba-tiba seseorang datang,

“Hey.. sedang apa kau disini ?!?! ruangan ini tidak boleh sembarangan dipakai.. musik mu berisik sekali…” salah satu balerina yang akan memakai ruangan ini mengusirnya,

“Lihat pakaiannya urakan sekali..ih..” anggota yang lain juga ikut terganggu dengan musik orang itu.

Aku sedari tadi hanya melihat keributan itu dari dekat pintu, Orang yang terbilang jangkung dan kuakui ganteng itu pun memasang muka angkuh tanpa berkomentar dan langsung pergi meninggalkan balerina-balerina yang seketika bergidik ngeri dengan wajah orang itu. Ia mulai jalan kearah pintu dekat dimana aku berdiri..

“Hey tiang listrik..” panggil ku.. Kurasa ia merasa dan langsung menoleh “Kau bilang apa ?!?!” memasang wajah mengerikanya lagi..

“Aku mau bilang musik mu keren”tetap dengan wajah datarku.

Dia memandangku heran “hmm… untuk seorang balerina.. selera musikmu sedikit..mmm..aneh..eh bukan maksudku unik..”

“Wuah.. kau jujur sekali..Senangnya.. ^^ kau orang pertama yang mengatakan aku aneh”

“Dibilang aneh malah senang??..Kau juga orang pertama yang mengatakan musik ku keren dan berani memanggilku Tiang Listrik” sambil menekankan kata Tiang Listrik.

Kami berdua saling tersenyum dan merasakan chemistri yang aneh diantara kami..”

“Nama ku Wu fan.. ah tidak.. panggil saja aku Kris..”

“Namaku Claire.. kau boleh memanggilku Cla”

 

Flasback end

Jam menunjukan sudah pukul 5 sore sudah sekitar 30 menit aku menunggu mobil yang biasa menjemputku.

“Claire……” seseorang menutup mataku dari belakang. “ayo tebak siapa??”

Aku menebak dengan nada yang malas.. “Sica.. aku tau itu kau”

“Selalu saja tidak bersemangat” sambil cemberut ke arahku.

“Taraaa….Lihat apa yang aku bawa” Sica menunjukan sesuatu padaku

“Tas ?”

“huh… kenapa tidak ada ekspresi sama sekali sih? Tas ini aku yang desain sendiri untukmu, ini bisa memuat semua bawaanmu pada saat kau ingin ke studio balet”

“desainnya bagus, terimakasih yah”

“huh… mengucapkan terimakasih saja wajahnya datar… bagaimana kalau pulang bareng aku saja”

Setidaknya ada satu orang lagi yang menjadi temanku di kampus ini.Ia hampir mirip denganku tidak suka terlalu bergaul dengan orang-orang elit di kampus ini. Aku mengenalnya juga karena dia anak dari teman bisnis ayahku. Ia sering main kerumahku ketika ayah-ayah kami sedang ada urusan bisnis. Tidak akan ada yang bisa membayangkan bagaimana sibuknya keluarga ku, bahkan ibuku juga merupakan wanita karir..

~Rumah Claire~

“Kau tak mau mampir dulu..?” tanyaku penuh harap..

“Sebenarnya sih mau tapi…”raut wajah yang langsung bisa kutebak.

“kalau mau langsung pulang juga tidak apa-apa kok” aku tersenyum ke arahnya. Entahlah jika bersama Sica aku berubah menjadi orang yang sedikit normal dibandingkan jika aku bersama si rapper. Sica berpamitan padaku dan masuk ke dalam mobilnya.

“oh..ya jangan lupa besok ada pengumuman audisi perlombaan balet nasional, aku yakin kau pasti terpilih..Aku selalu mendukungmu..” ia berbicara di sela jendela mobilnya dengan begitu bersemangat…

“iya..” aku membalas dengan sedikit tersenyum.

“sampai jumpa besok yah.. jangan lupa tasnya dipakai..”

“iya kau cerewet sekali..” aku melambaikan tangan ku kearahnya.

Claire POV end

 

Pukul 07.00 pagi waktu Seoul.

 

Bruk.. terdengar suara lemparan koran di depan halaman rumah, koran itu dilempar oleh seorang namja yang biasanya memang rutin setiap hari mengantarkan koran dan sekotak susu kesetiap rumah-rumah dengan menaiki sepedanya yang sudah terlihat sangat usang. Setelah selesai mengantarkan semua koran, dari jarak beberapa meter, namja berambut kecoklatan itu pun memperhatikan sebuah rumah.

Oh Sehun POV :

“Sudah berangkat yah… huh…hari ini tidak melihatnya lagi”

Aku mengarahkan mataku ke arah jam, terlihat jarum jam sudah menujukan pukul 08.30 “Gawat… aku sudah hampir telat…” aku langsung mengayuh sepedahku dengan kecepatan tinggi menuju kampusku.. bukan cuma karena telat, aku juga sangat ingin melihatnya.. melihat seseorang… yang sangat aku suka..

~Seoul National University~

Aku berlari dan menabrak beberapa orang yang ada di depanku “ah… maaf..maaf.. permisi…”

“Gawat sudah jam 09.30.. kalau begini hari ini aku tidak bisa mengikuti satu-satunya kelas yang bisa bersamanya…” aku masih berusaha berlari semampuku…akhirnya terlihat juga pintu kelas…

“BRAK….”Aku membuka pintu kelas lumayan kencang..sontak membuat seisi kelas menoleh kearahku.. “maaf pak saya telat” Kelas pun mulai berjalan kembali… aku mulai mencari tempat duduk yang kosong dan… “Sehuna…disini…” ia..melambaikan tangannya.. yeoja yang sangat kusuka… orang yang menjadi alasan mengapa aku sangat ingin masuk ke kelas ini….

Dia…”

“Cinta Pertamaku…….”

 

“Sehunna….”

Aku yang menyadari suara itu seketika langsung mendongak kearahnya dan berdiri “ah…seohyun noona… annyong..” sambil membungkukan badanku…

“kenapa tadi kau telat… ?”

“oh… itu karena ada tambahan beberapa rumah yang perlu kuantar susu dan koran.. dan jaraknya lumayan jauh dari kampus…” sambil menggaruk garuk kepalaku yang tidak gatal.

“hmmm…kau rajin sekali…”ia menunjukan senyumnya yang sangat manis kepadaku.

“ah bukan apa-apa kok noona.. hahaha..” aku tertawa canggung.

“eheum… kenapa tidak keluar.. kelaskan sudah bubar..”

“Suho Hyung… !!!”

“Ya..Sehun.. apa kau sedang melakukan pendekatan dengan Seohyun ???” ia mengerutkan alisnya penuh curiga padaku…

“Ti..ti.dak.. kok…a.a.ku.. hanya..”

“Kenapa sih kau suka sekali menggoda Sehun..” Seohyun noona mencoba membelaku…

“Huh.. pasti selalu Sehun yang kau bela.. kita bertiga kan sudah dekat dari SMA tapi kenapa sampai sekarang cuma sehun yang selalu kau perhatikan…jangan bilang kau..??”

Seohyun noona terlihat sedikit kaget dengan pertanyaan yang diberikan oleh Suho hyung.

“Itu karena sehuna lebih muda dari kita kan..sudahlah aku mau pergi mempersiapkan kelas selanjutnya” seohyun noona pun pergi meninggalkanku dan suho hyung berdua di kelas..

“hehehe…Dia cepat sekali ngambek….Hun kau pasti belajar sangat keras kan supaya bisa mengambil kelas ke semester atas, sebegitu sukanya kah kau supaya bisa sekelas dengan Seohyun”

“Kenapa menyimpulkan hal sendiri, tentu saja bukan karena itu.. aku ingin cepat lulus supaya bisa bekerja dengan lebih giat dan bisa menafkahi adik-adik ku, kau tau kan hyung aku mempunyai 4 orang adik yang perlu ku tanggung” kemudian Suho Hyung tersenyum hangat dan sedikit mengacak rambutku.

“kau….benar-benar anak yang baik Oh Sehun”

Sehun POV end

Suho yang terlahir dari keluarga kaya sangat iba dan takjub dengan seorang Sehun yang berusaha mempertahankan beasiswanya mati-matian dan sekaligus mempunyai tujuan hidupnya sendiri yaitu menghidupi keluarganya yang ayahnya hanyalah seorang buruh pabrik, sedangkan dirinya? ia hanya hidup dari diktean kedua orang tuanya. Lalu seorang gadis yang bernama Seohyun, dia terlahir dari keluarga yang sederhana tidak kurang tidak juga berlebih, ia mempunyai kepribadian yang lembut dan sopan, pertemuan Seohyun dengan Sehun dan Suho yaitu karena mereka tergabung dalam klub yang sama pada saat SMA, Seohyun lah yang sangat mengerti dengan kesulitan yang dihadapi keluarga Sehun, tentu saja karena mereka mempunyai satu keadaan yang sama yaitu kedua orang tua mereka yang single parent.

 

Dan mulai dari rasa iba itulah persahabatan mereka terjalin.

 

Pukul 12.30 siang waktu Inggris, London

 

Claire POV

“Semuanya harap berkumpul..!” nyonya Puf mencoba mengumpulkan kami di tengah-tengah aula.“Ibu akan memanggil 3 orang yang akan terpilih untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional mewakili universitas yang akan di adakan 1 bulan dari sekarang, jadi semuanya dimohon dengarkan baik-baik”

“Kenapa tidak memakai tas dariku?”

“Akan kupakai nanti pada saat aku terpilih, karena.. tas itu kan sangat spesial”

“Kupastikan kau pasti terpilih Claire.. hehe”

“Sica sica Ny puf akan membacakannya” kami menghentikan obrolan sejenak.

“yang pertama..” aku merasakan jantungku seperti akan berhenti.

“Rachel …” tepuk tangan membahana di seluruh aula… “lalu yang kedua..”

“tenang saja kau pasti terpilih…” bisik Sica yang berada disampingku dan menggegam erat tanganku…

“Eum…” aku mengangguk dengan penuh rasa yakin.

“adalah….Hermione”

“wah..selamat yah hermione…” semua memberi ucapan selamat pada hermione dengan penuh suka cita.

“Sica sepertinya aku tidak akan terpilih…”bisik ku sambil terus menyilangkan jariku.

“sssttt.. dengarkan dulu kan masih ada satu tempat lagi” Sica mencoba menenangkanku

“baiklah… satu tempat terakhir akan ditempati oleh….”

“Aku..tidak mungkin terpi…”

“Claire…Claire Whitson”

Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru aku dengar, aku langsung mencoba membenarkan alat pendengaranku yang mungkin saja rusak.

“Claire.. kenapa kau diam saja… cepat sana maju…” Sica mendorongku agar aku maju.. awalnya terlihat hanya Sica yang bertepuk tangan untuk ku, tetapi semenit kemudian, mereka bertepuk tangan dengan sangat antusias, walaupun tepuk tangan itu terdengar sangat riuh…tetap saja hanya kesunyian yang bisa kurasakan, aku memang tuli tapi aku tetap bisa merasakan apa yang sedang mereka bisikan di belakangku..

 

Rachel dan Hermione telah selesai memberikan ucapan terimakasih atas terpilihnya mereka, lalu disambut dengan hangat oleh semua orang yang ada di aula. Giliranku untuk maju..Tanpa basa basi aku langsung memulai pidatoku.

“Eheum…Hai Semuanya…” Semua menatapku dengan begitu intens, menatap suka atau tidak suka, Entahlah….

“Apakah… kalian iri padaku???”

Aula yang tadinya ramai tiba-tiba saja menjadi hening.

“Berhentilah pura-pura senang atas terpilihnya aku dalam lomba ini, Aku tidak butuh tepuk tangan kalian jika kalian tidak ikhlas melakukannya” akupun menyeringai melihat satu persatu wajah-wajah itu.. wajah-wajah kemunafikan…

Lalu pada saat pandanganku tertuju pada Sica, ia melihatku dan menggelengkan kepalanya pelan dengan raut wajah yang sedih, seperti menandakan tidak seharusnya aku berkata seperti itu. Ku alihkan kembali pandanganku ke depan,

“mmm…Apalagi yah yang mau aku katakan..? ku rasa yang tadi sudah cukup, Terima Kasih atas perhatian kalian semua, Oh iya.. Terima kasih juga pada Ny Puf yang telah memilihku” kuakhiri dengan senyum dan sedikit menyeringai. Terlihat dengan jelas diwajah mereka rasa tidak suka padaku, Kami bertiga dipersilahkan kembali ke barisan oleh Ny Puf.

“apa acaranya sudah selesai Ny Puf” tanyaku

“i..iya.. sudah Claire”

Aku yang sudah tidak tahan berada diruangan itupun langsung berpamitan.

“Ny Puf aku izin pulang dulu… Selamat siang” aku pun berjalan keluar dari aula yang masih terasa sunyi itu.

Claire POV end

Author POV:

Sica mengikuti langkah Claire keluar dari aula, “Cla..!!!.Cla berhenti…Cla tunggu aku…” Sica sedikit mempercepat jalannya. Claire terus berjalan tanpa memperdulikannya,

“Gadis bodoh, kenapa jalan terus..?!?! jelas-jelas mendengarku..” Sica pun menghentikan langkahnya,  “ Kau tau sebenarnya aku…” kata-kata itu terpotong seiring dengan Claire yang semakin menjauh.

Claire menoleh kebelakang dan menyadari Sica sudah tidak mengikutinya lagi, sebenarnya Claire ingin menuangkan kesedihannya, tapi ia terlalu takut memperlihatkan sisi lemahnya kepada seseorang walaupun kepada orang terdekatnya sendiri, Mata itu menatap kosong kebelakang seperti merasakan tidak ada seseorang yang bisa sedikit saja menopang kesedihannya.

“Berhenti mengejarku yah.. aku memang terlalu bodoh” Claire menatap keatas langit, langit yang sedetik lalu masih menujukkan warna birunya yang cerah berubah menjadi mendung dan meneteskan setitik demi setitik air ke wajah Claire,

“Setidaknya ada juga yang mengerti perasaanku sekarang..haha..terimakasih.. hujan…” Claire tersenyum kecil. Ia mulai mengingat kembali pandangan teman-temannya dikelasnya  yang begitu dingin.

Kenapa gadis tuli sepertiku bisa terpilih, tentu saja mereka akan berpikir karena aku anak dari salah satu pemilik dana terbesar di universitas ini.., Seseorang ku mohon.. tolonglah hanya kali ini.. hanya kali ini aku mohon…. hargai aku”

Tiba-tiba hujan itu sudah tidak kurasakan lagi, saat aku melihat keatas sebuah payung telah melindungiku. Kubalikan badanku dan…

“Kenapa hujan-hujan nan…!!!!!”

“Kris……”

 

~Disebuah Cafe~

“Kau ini sebenarnya kenapa…?”

“Aku..?.. Aku sedang lapar…”

“Hah.. ?!?!! Mana ada orang cuma gara-gara lapar sampai hujan-hujannan seperti itu”

“Kris, cepat pesankan lagi makanannya.. ini masih kurang!” aku melahap dengan cepat makanan yang telah dipesan.

“Cla…!!!! kau kira aku tidak tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu…”

“Kalau sudah tau terus kenapa masih tanya..”

“Maksudku beri tahu rincian masalahnya apa, mungkin aku bisa sedikit membantu”

“Kau mau membantu ku?”

“Tentu saja..” jawab Kris antusias

“Kalau begitu kau hanya perlu membagi sandwichmu itu, setidaknya kau sudah membantu satu masalahku yang sedang kelaparan ini.”

“ckckck… dasar balerina aneh, ini.. makanlah sepuasmu, sudahlah aku jadi tidak ada mood untuk membantumu”

Aku tertawa puas melihat Kris yang ngambek entah karena aku tidak memberitahukan masalahku atau karena sandwichnya yang telah kumakan. ^^

“Aku butuh bantuanmu lagi Kris, kali ini serius”

“Apa ?” menopang dagunya dan melihat ke arah lain,sepertinya masih marah padaku…

“Bisakah… menonton pertunjukanku pada saat lomba nasional nanti?”

Kris yang tadi mengalihkan pandangannya dariku langsung menoleh dan menatapku

“Kalau yang itu, tanpa kau suruh pun aku pasti akan menontonnya”

Selang kemudian…Kami berdua saling melemparkan senyum satu sama lain..

“Lihat.. !  langitnya cerah lagi Kris…” kuarahkan jari-jariku ke atas langit yang mulai menyinari wajahku, cerah… dan hangat..

“Terima Kasih… Kris”

 

Pukul 07.00 malam waktu Seoul

 

“Sehun tolong bereskan meja itu”

“iya..segera saya bereskan”

“Sehun buang juga sampah yang ada disana, jangan lupa langsung cuci tanganmu sebelum mengantar makanan ke meja tamu”

“baik pak”

“Sehun tolong antarkan makanan ini ke meja nomer 5”

“baik”

“Sehun jangan lupa jaga manner mu, tamu meja nomer 5 adalah tamu penting.

“iya” sedikit menahan rasa kesalnya.

“sehun ini sehun itu.. aaaaaargh aku bisa gila kalo begini terus”

Sehun berjalan menuju meja pesanan sekilas ia seperti mengenal seseorang yang ada di meja itu.

“Selamat malam tuan dan nyonya, selamat menikmati hidangannya” membungkukan badannya 90 derajat memberikan seluruh rasa hormatnya. Tanpa melihat ke arah tamu sehun segera membalikan badannya untuk kembali ke pantri.

“SEHUN…!!!!”

Sehun membalikan badannya kembali ke arah meja, ia terkejut ketika melihat ternyata Suholah yang sedang ia layani tadi. Suho bangun dari duduknya segera menghampiri sehun yang masih sedikit kaget.

“Ya… apa kau tidak mengenaliku?!?!?”

“Bukan.. bukan tidak mengenalimu hyung.. hanya tadi tidak sadar kalau itu kau, mmm…hyung, aku tidak bisa berbicara denganmu saat aku kerja, atasanku bisa memarahiku”

“Temani aku pergi ke suatu tempat, mau tidak?”

“Tidak bisa.. !!! kau tidak lihat aku sedang kerja, lagian bagaimana dengan kedua orang tuamu?”

“Sudah tenang saja, yang mana atasanmu”

Suho menarik sehun masuk kedalam pantri menghampiri seorang manajer.

“Apa kau manajer disini?”

“Iya apa ada yang bisa saya bantu tuan” manajer itu sedikit melirikan matanya tajam ke arah sehun yang sekiranya melakukan kesalahan.

“Aku mau menyewanya hanya untuk malam ini, bisa kan dia tidak kerja untuk semalam ini saja” Sehun membulatkan matanya terkejut mendengar perkataan suho.

“Ya.. hyung apa yang kau lakukan sih???” membisikan sambil sedikit menarik-narik baju suho.

“Maaf tuan, tapi…”

“Sudah anggap saja dia kerja… kubayar uang sewanya saja bagaimana???”

“ah… ti.tidak usah tuan baik tidak apa-apa hari ini kuanggap dia izin”

Suho keluar dari pantri menghampiri kedua orang tuanya, Sehun melihat ada sedikit perdebatan diantara mereka, tanpa pikir panjang sehun langsung keluar menunggu Suho di depan restoran.

“Ayo kita pergi Hun..”

“Orang tuamu benar-benar tidak apa-apa ditinggal begitu saja Hyung?”

“Sudah tidak apa-apa, lagipula aku dari awal memang berniat untuk pergi beruntung saja tiba-tiba malah bertemu denganmu disini”

~Kedai Teokbokki di pinggiran kota Seoul~

“Hyung, susah-susah kau meminta ijin pada manajerku ternyata hanya untuk menemanimu makan teokbukki?”  = =’’

“Disini lebih baik daripada harus mendengar ocehan kedua orang tuaku”

“Bukankah itu semua untuk kebaikanmu”

“Lebih tepatnya untuk kebaikan mereka bukan untuk kebaikanku”

“Manusia memang aneh, ada seseorang yang bisa punya begitu banyak kelebihan tetapi ia malah tidak menginginkannya, dilain sisi banyak orang yang malah menginginkan hal yang orang lain itu justru tidak ingin”

“Bagaimana kalau kita bertukar saja Hun, seperti yang ada di film secret garden itu hahaha….”

Sehun tau suara tawa Suho hanyalah sebuah keterpaksaan untuk menyembunyikan rasa kesalnya, rasa kesal dengan kekangan yang diberikan oleh orang tuanya.

“Pasti sulit yah Hyung jadi anak dari seseorang yang memiliki kekuasaan tinggi?”

“yah.. begitulah” suho menjawab dengan satu helaan nafas panjang.

“tapi… apa kau tahu Hyung?, kurasa.. akan lebih sulit lagi jika menjadi anak dari seorang buruh pabrik sepertiku yang perlu bekerja siang dan malam tanpa henti” sehun meneruskan bicaranya dengan nada yang lirih. Sedikit membuat Suho terhenyak.

“Aiggooo.. kau memang pintar bicara Hun..” Suho menggelengkan kepalanya sambil bertepuk tangan pelan.

“Satu kata yang ingin kau ucapkan kepadaku dari tadi itu sebenarnya adalah rasa bersyukurkan Hun” suho memperlihatkan senyum khasnya.

“Ne… Hyung”

“Cih.. anak ini.. iya iya aku mengerti, ah… andaikan Seohyun ikut juga bersama kita disini pasti menyenangkan”

“Eum….”sehun mengangguk reflek sambil memakan teokbokki.

“hahaha… kau kena jebakan ku lagi..”

“memangnya aku kenapa…. ah… hyung kau..!!!”

“aku jadi penasaran Hun, Seohyun ada perasaan juga tidak yah padamu?”

“eh..? ”

“kekeke… mau kutanyakan tidak?”

tiba-tiba sehun berpikir sejenak seperti ingin menyetujui penawaran dari Suho.

“Ya…Oh sehun jangan bilang kau benar-benar ingin aku ???”

“Gawat.. sudah jam 10 malam, aku harus pulang” Sehun langsung beranjak dari tempat duduknya.

“Mengalihkan pembicaraan yah… baiklah sampai jumpa besok yah.. gomawo sudah menemaniku, nanti kalo sempat aku akan tanyakan deh hehe..”

“Ti..tidak usah Hyung…Aku akan tanyakan sendiri jika waktunya sudah tepat..aku pergi dulu ya hyung” Suho kaget mendengar pernyataan tebuka yang pertama kalinya ditunjukan oleh seorang Oh Sehun.

Setelah pernyataan itu Sehun langsung meninggalkan kedai itu tidak lupa melemparkan senyum dan lambaian tangannya ke arah Suho yang masih berdiam diri di depan kedai itu. “Nyatakanlah Hun..!!!” suho berteriak ke arah sehun yang mulai menjauh. Wajahnya sekejap berubah menjadi serius.

“Nyatakanlah.. lalu setelah itu, bolehkah aku juga menyatakannya ?”

 

 

TBC………

 

 

 Nb  : ini sebenernya ff temen aku yang aku post disini, ceritanya menarik dan bikin penasaran loh… keep RCL, oh ya nanti yang akan membalas komentar kalian bukan aku ya, tapi temen aku yang buat ff ini, namanya HunCla…

Advertisements

One thought on “The Name I Love Chap 1

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s