Be My Girl – Chapter Three

BeMuhGal

Title:
Be My Girl [TEASER]

Author:
flosica52

Genre:
Romance, Friendship, littlebit Comedy

Length:
Chapter

Rating:
PG or T

Main Casts:

  • Jessica SNSD
  • Kris EXO-M
  • Donghae Super Junior

Other Casts:

  • SNSD Members
  • Support Casts.

Disclaimer:
Fanfiction asli dari jerih payahku sendiri.
Tidak ada unsur kesengajaan jikalau Alur Cerita, Jalan Cerita, Tokoh, dan lain-lain SAMA.
Jangan Memplagiat FF ini!
DONT COPAS THIS FANFICT AND CLAIM IT YOURS!

A/N:
Lebih baik jangan Baca FF ini jikalau tidak suka dengan main cast-nya!
Untuk mengurangi Pem-BASHING-an.
Hnya ada Author POV

Enjoy~

Read First:
TEASER || Chapter 1  || Chapter 2 

Be My Girl~

LAST CHAPTER

“Hahaha~ Sudahlah, Ada Apa kau datang kemari? Tidak biasanya..” Ucap Sunny mengalihkan pembicaraan.
“Untuk mengurangi rasa bosanku~” Jawab Jessica
“Aku kebelakang sebentar, ingin mencuci tangan. Baru saja menyuapi Sunhwa.
Jessica mengangguk lalu  mendudukkan dirinya di Sofa yang penuh dengan Botol, mainan, dan pakaian Sunhwa.

“Uwwaaa!!!!”

CHAPTER 3

“Uwwaaa!!!!”

Jessica berteriak karena menduduki salah satu permainan Sunhwa yang Sakit jika diduduki.
Sunhwa tertawa karenanya. Suara keduanya terdengar sampai ditempat Sunny.

“Jessica Jung!! Sampai hati kau tertawa melihat Sunhwa Me……. Nangis?” Kata Sunny dari belakang. Dan tak bisa melanjutkan kata-katanya Setelah sampai di ruang tamu.
“Mengapa kau berteriak?” Tanya Sunny.

Jessica berdiri dan mengambil apa yang didudukinya itu.
Sebuah mainan besar! Sangat terlalu kalau Jessica tidak melihatnya.
Setelah melihat itu, Sunny-pun menertawainya juga

“Hahaha.. HAHAHA~~” Tawa Keduanya.
“Bukannya mengasihani malah menertawai!” Cemberut Jessica sambil melipat tangannya di dada.
“Ahah.. Baiklah. Mianhaeyo.. Memangnya kenapa kau sampai duduk di mainan Sunhwa?” Tanya Sunny sambil menggendong Sunhwa.
“Aku malas membicarakannya..” Jawab Jessica.

“Hum, Aku ingin menidurkan Sunhwa dulu..” Kata Sunny.
“Ne. Bisakah aku pinjam tempat tidur? Aku capek..”
“Baiklah.. Pakai kamarku. Kau kan sudah tau tempatnya! Kamar Sunhwa di sebelah..”

Jessica mengangguk dan berjalan ke Kamar Sunny. Sedangkan Sunny, berbenah di ruang tamunya itu.

Jessica membuka pintu kamar Sunny dan menengokkan kepala ke dalamnya. Dia membelalakkan matanya melihat seorang Anak berusia sama dengan Sunhwa sedang bermain di kamar Sunny.

Jessica menutup Pintu kamar itu dan segera pergi ke ruang tamu. Disitu masih ada Sunny bersama Sunhwa.
“Lee Sunkyu!! Ada Satu Balita atau bayi apapun itu dikamarmu!” Kata Jessica.

“Maksudmu, Dia sudah bangun?” Tanya Sunny
“Siapa sudah bangun?” Jessica bingung.
“Adik Sunhwa..” Jawab Sunny.
“Bayi balita apapun itu tadi dikamarmu? Ya!” Jawab Jessica.
“Namanya Sunhye..” Kata Sunny.
“Aku tak bertanya! Dan aku tak mau tau.. Bayi balita apapun itu ada diatas kasurmu! Aku ingin tidur di kasurmu!” Kata Jessica cepat.

“Ne,ne.. Baiklah” Erang Sunny agak kesal.

Setelah Sunny ‘Menyingkirkan Sunhye, yang masih berada di atas kasurnya. Setelah itu, Jessica segera bergegas-gegas ke kamar Sunny.

Dia membaringkan badannya disitu.

“Aduh. Arggh! Aishh.. Ouch!” Racau Jessica setelah tidur di tempat tidur Sunny.

Tempat tidur itu selain keras, juga berukuran sangat kecil untuk Jessica. Dia bahkan terantuk-antuk terus di kayu penyangga tempat tidur itu.

“Aarggh.. Ini sungguh kekecilan untuk kupakai!” Gumam Jessica. Dan sekali lagi, dia terantuk di kayu penyangga… Kesekian kalinya. Jessica sungguh-sungguh tidak tahan dengan posisi seperti itu. Dia segera keluar dan berjalan ke dapur. Dia baru ingat kalau dia ingin pergi ke rumah Sunny, Selain untuk mengurangi rasa bosannya, Juga ingin makan~ Walaupun ia sudah makan tadi.

 

Jessica membuka kulkas. Dia membulatkan matanya seketika setelah mendapati apa yang dia dapatkan di dalam kulkas yang cukup besar itu. Mungkin hampir melebihi besar kulkas Miliknya dan Krystal. Dan isinya? Ini bisa membuat Jessica berteriak. Wajar saja, Karena isinya hanya Bubur yang sudah dingin, 5 Bungkus Biskuit bayi, 7 Bungkus kue-kue khusus bayi, Wortel, Macaroni, Air Cuka, dan Es Batu. Di Freezer tentunya.

“Bahkan satu kulkas ini hanya berisi bayi-bayi!” Kata Jessica sambil membanting pintu kulkas. Yang Akhirnya menjepit jari telunjuknya sendiri.
“Aaauuww!!” Teriak Jessica. Teriakannya mungkin lebih mirip dengan Serigala yang sedang mengaung di malam bulan purnama. Tapi tak begitu kuat. Jessica tau, kalau ia sampai berteriak, akan membangunkan Sunhwa yang tengah ditidurkan oleh Sunny dan Sunhye yang mungkin akan kaget setengah mati. Mungkin saja ia akan terkena penyakit jantung dan mati seketika karena jantungnya yang masih terlalu lemah untuk balita seperti dia itu.

Jessica mengemut jari telunjuknya sendiri. Jarinya merah lebam karena kepitan pintu kulkas yang sengaja ia banting agar Sunny datang kedapur menemani dirinya. Tapi sekarang? Rasanya Jessica tak ingin memanggil Sunny kesitu dan melihat keadaannya. Pasti ia akan mendapat tertawaan lagi dari dua orang itu. Eits! Ditambah satu.. Huh! Tak enak rasanya jika sudah sakit, ditertawakan lagi!

Jessica memutuskan untuk mencuci tangannya. Sambil ‘Mendinginkan’ Jarinya tentu saja..
Tapi sayang, Saat ia membuka keran air di wastafel, Air langsung mengucur deras lalu terpantul di bawah sehingga membasahi baju Jessica. Jessica nyaris menjerit mendapat serangan air yang disebabkan dirinya sendiri.

Jessica hendak mengambil saputangannya yang tergeletak di meja dapur Sunny.
Tapi, karena air yang ada di kaki Jessica, membuatnya jatuh dalam satu kedipan mata.
“Aaawww!! Sakit sekali!” Kesal Jessica sambil mencoba berdiri lagi. Tangannya memegang meja dapur Sunny dan mencoba untuk menarik tubuhnya agar berdiri, Tapi sayangnya, Meja itu tak kuat. Jessica hampir berdiri, dan saat itu jugalah sebagian meja itu tercabut karena tak mampu menopang berat badan Jessica. Dan itu membuat Jessica terduduk lagi.

“Aigoo!! Sungguh hari yang sangat sial” Katanya lalu melempar kayu dari meja tadi kearah yang sama sekali ia tak tau.
Kemudian, tempat menaruh peralatan makan itu jatuh kelantai.

“Uhh…” Sungut Jessica. Lalu Jessica mulai mengangkat peralatan makan itu ketempat semula. Karena ia sudah tidak tahan lagi, ia membanting peralatan-peralatan makan itu ke tempatnya sehingga terpental lagi dan jatuh ke lantai. Begitu terus menerus. Karena terlalu capek dan lapar, Jessica akhirnya menyerah.. Dia memutuskan untuk membiarkan Dapur Sunny yang sudah kacau-balau karena ulanhnya yang sangat ceroboh. Hingga dapur Sunny yang Sangat-amat bersih mengilap itu menjadi seperti kapal yang terpecah belah karena terhempas di karang runcing..

“Sunny!” Panggil Jessica setengah berbisik.
“Woohoo! Yeah~ Begitu!! Ya! Kau berhasill!! Yee!!” terdengar suara teriakan Sunny dari kamar kedua balita yang seharusnya adalah Saudara Sepupu Sunny.

Tak tahan, Jessica membanting pintunya. Matanya segera membulat lagi melihat apa yang ia temuka di dalam. Sunny. Ya! Sunny sedang menonton rekamannya dengan Sunhwa yang sedang bermain dengan Video game. Sedangkan Sunhwa dan Sunhye telah tidur. Maklum~ TV dengan pintu masuk sangat dekat sekali. Makanya terdengar keras jika dari pintu.

“Jessica Jung! Apakah kau hendak membangunkan kedua anak ini?!” Kata Sunny perlahan.
Jessica hanya mengucapkan Mianhae dengan tidak mengeluarkan Suara sekecilpun.

 

Jessica memberi Sunny Kode.
AKU – INGIN – PULANG

Ya. Kira-kira seperti itulah kode yang diberikan Jessica.
Sunny mengangguk. Jessica akhirnya keluar dari Rumah Sunny.

Well, Sunny bisa saja orang yang menyenangkan.. Tapi jika sedang menjaga bayi balita apapun itu yang disebut Jessica, Sunny bisa menjadi orang yang super menjengkelkan. Apalagi seluruh Sofa kursi tempat tidur danlainnya Super Duper Sangat amat kecil sekali.

Akhirnya, Jessica keluar dari rumah yang penuh dengan Bayi balita yang disebutnya.
Agak mengherankan. Karena biasanya Sunny yang menyuruh Jessica pulang karena sudah terlalu lama ia berada di rumah Sunny. Tapi, Sekali ini Jessica yang meminta diri untuk pulang. Tidak biasanya. Mungkin karena rumah itu adalah ‘Pembawa Ketidak beruntungnya’ bagi Jessica.

Ia Menyetopkan taksi lalu segera pulang kerumahnya.

 

Jung Sister’s House @4:00 PM

 

Jessica mengetuk pintunya. setelah Semenit menunggu tanpa ada jawaban, ia mencoba membukanya.
Kreeekk~ Terkunci! Dan Alaram Rumah itu berbunyi! Bagaimana jika ia dikira maling di rumahnya sendiri? Bagaimana jika ia ditangkap? Juga kalau ia sampai dimasukkan di penjara! Bagaimanakah nasib Krystal kalau begitu?

Jessica mencoba untuk tak panik. Akhinya ia sadar, ada tombol di salah satu tembok untuk mematikan alaram itu. Jessica menghembuskan napas lega. Dia memutar kenop pintu. Dan, Alaram berbunyi lagi! Saat itu juga Jessica menekan tombol untuk mematikan alaram. Dia hendak memutar kenopnya, tapi tak jadi. Ia mengambil Handphonenya lalu menekan Speed Dial kepada Krystal.

 

“Yobose…”
“Krystal!! Kau dimana?!”
“Aku kan dirumah temanku Eonnie! Jangan pura-pura tak tau agar kau memancingku pulang!” 
“O iya.. Kau dirumah temanmu.”
“Huh! Lalu kenapa menelepon?” 
“Kunci Apartemen kita dimana?”
“Di tas Eonnie!! Kita kan masing-masing punya kunci!” 
“Hehe.. Aku lupa..”
“Aish.. Sudahlah. Aku ingin mematikan telponku.. Jangan telpon!” Krystal Menutup sambungan telepon

 

Jessica membuka tasnya.
“oh Tidak! Jangan Bilang…”

Jessica makin mengaduk-aduk isi tasnya untuk mencari kunci.
“Ketinggalan di dalam Apartmen!!!”

 

To Be Continued

Annyeeeooonnggg *Teriak pake toa.

Adakah yang kangen sama Author?! *Digampar.
Aku balik membawa FF ini^^
Sebenarnya mau post besok~ Tapi karena udah diminta, Sekarang aja deh.. Hehe..
Mian lebih pendek dari sebelumnya!

Dont Forget to RCL~

Advertisements

10 thoughts on “Be My Girl – Chapter Three

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s