[FREELANCE] Tell the World

Tell_The_World

Title : Tell the World

Author : Jung Hanae

Cast : Lee Hyukjae

Kim Hyoyeon

Other cast : The rest of Super Junior and SNSD members

Rating : tentuin sendiri

“All I want is, you to tell the world about us. That’s it, that’s all……”- Kim Hyoyeon

***

“Sudah kubilag berapa kali!!!! JANGAN PERNAH MEMPUBLIKASIKAN HUBUNGAN  KITA!!!!” Eunhyuk berteriak keras hingga urat kepalanya terlihat. Di dormnya yang sepi, dia menggenggam hp putihnya sambil berteriak tidak karuan.

“KAU TAHU PERATURAN DI SMKAN??? KAU MAU SOO MAN AHJUSSI MEMARAHI KITA BERDUA!!! TERLEBIH LAGI KEDUA GROUP KITA??? HAH?” Eunhyuk melemparkan tubuhnya ke sofa.

“ITU SAMA SAJA PPABO!!!!”

Tuut…. tutt… tutt

“YA!!! JANGAN DIMATIKAN!!! YA KIM HYOYEON!!!” Eunhyuk melempar hpnya ke kasur. Dia menarik nafas panjang, berusaha untuk meredakan emosinya. Sedangkan diseberang sana, Hyoyeon terduduk di lantai kamar sambil memeluk kedua kakinya. Air matanya tak henti – hentinya turun. Untung saja dormnya juga sepi, sama seperti dorm super junior.

***

“Ya Kim Hyoyeon!!!” Eunhyuk berlari menuju Hyoyeon ketika melihat yeoja itu baru keluar dari ruangannya di Music Bank.

“Aduh mau apa sih namja itu????” Umpat Hyoyeon dalam hati. dia segera kembali memasuki ruangannya dan mengunci pintu rapat. Sedangkan Eunhyuk mendorong – dorong pintu dengan kuat.

“Eonni, kenapa kau keliatan seperti habis dikejar setan?” tanya Yuri sambil berusaha untuk mengenakan sepatu bot putihnya yang sedikit sempit.

“Anio.” Ujar Hyoyeon berusaha untuk mendorong pintu yang sedang didorong dorong Eunhyuk.

“Itu siapa?” giliran sang leader yang angkat bicara.

“Bukan siapa – siapa.” Hyoyeon tersenyum paksa yang dibalas dengan tatapan penasaran dari anggota groupnya.

Sedangkan Eunhyuk yang sedang membuka pintu secara paksa, segera berhenti dan menyapa sunbaenya yang kebetulan lewat. Sialnya lagi, sunbaenya itu mengajak dia ngobrol dan menariknya ke kafe. Hyoyeon yang merasa pintu sudah kembali tenang membuka pintu dan mengintip dari balik tembok. Dia tertawa puas ketika melihat Eunhyuk yang diseret sunbaenya ke kafe.

“Hihihiiihhihihi…. makanya jangan berani melawan Kim Hyoyeon.” Ketika dia kembali masuk ke ruangannya, dia menjadi bahan tatapan dari ke 8 anggota SNSD.

“Kau bertengkar lagi dengan Eunhyuk oppa?”

“Kenapa?”

“Kapan kalian akan baikan?”

“Apakah kau akan mengajaknya lagi ke dorm untuk baikan?” pertanyaan beruntun ditanyakan ke Hyoyeon yang merasa terpojok.

“Sabar sabar. Tanyanya satu satu.” Hyoyeon mengeluarkan senyuman jahilnya.

***

“Youth Forever!!!”

“AANDDD CUT!!!”

“Hyo, aku nebeng ke tempat syuting cfnya ya???” Bora bertanya ke Hyoyeon. Hyoyeon mengangguk pelan. Dia segera bersiap – siap untuk berangkat ke tempat syuting yang kebetulan  berada di daerah dekat dormnya. Ketika dia pergi ke samping kiri mobil untuk mengambil sepatunya dia mendapati Eunhyuk yang baru turun dari mobilnya sportnya dengan kemeja motif jins kesukaannya, karena Eunhyuk juga mengenakannya saat menembaknya.

“Oh Hyoyeon!!!!” Eunhyuk segera berlari ke arah Hyoyeon dan memeluknya.

“Bisa kita bicara 4 mata?” Eunhyuk menyapa semua staff sekaligus G5, Boom, sunbaenya Yeongja, dan tentu saja Shinyoung. Dia menarik Hyoyeon ke salah satu kamar di rumah Invicible Youth.

“Aku ingin bicara tentang masalah……….”

“Bisa tidak kita lupakan saja. Aku tidak akan mengulanginya lagi.” Hyoyeon mendengus kesal. Dia membalikan tubuhnya tetapi dengan sigap Eunhyuk menarik tubuhnya dan memojokannya di tembok.

“Lupakan? Kau kira publik akan semudah itu akan melupakan pernyataanmu tentang “aku menyukai aktor namja”. Kau kira akan semudah itu? DAMN IT!!!” Eunhyuk memukul tembok yang menjadi tempat senderan tubuh Hyoyeon. Hyoyeon tersentak kaget dan mulai menitikan air matanya.

“Aku bilang aktor namja. Bukan penyanyi.” Hyoyeon berusaha untuk membela diri.

“Jadi maksudmu kau tidak mencintaiku?”

“LALU KENAPA KAU TIDAK MAU MEMPUBLIKASIKAN HUBUNGAN KITA??? SHINDONG OPPA SAJA SUDAH BERANI MENGATAKAN TENTANG RENCANA MASA DEPAN MEREKA!!!!” Hyoyeon berteriak sekencang yang dia bisa. Sedangkan seluruh staff sekaligus pemain Invicible Youth tersentak kaget. Mereka bisa mendengar suara mereka, bahkan suara hentakan ketika Eunhyuk memukul tembok. Yewon sempat mengira Eunhyuk memukul Hyoyeon. Bora yang baru saja datang dari toko membuka pintu kamar itu sebelum semua staff mencegahnya.

“Oh maaf, aku kira tidak ada orang.” Bora menatap kedua sejoli itu dengan tatapn bersalah.

“Hyo, managermu sudah memanggil. Kalau kita tidak berangkat sekarang, kita bisa telat syuting.” Bora mengingatkan.

“Bisa tunggu sebentar lagi?” Eunhyuk angkat bicara. Bora mengangguk dan menutup pintu rapat.

“Arraseo. Kita lupakan saja.” Eunhyuk memeluk Hyoyeon dan mencium kening yeoja yang dicintainya itu cukup lama.

“Aku harap ini peringatan terakhirku, arraseo?” Eunhyuk berusaha tersenyum dan kembali memeluk Hyoyeon. Hyoyeon memungut jaketnya yang terjatuh di lantai. Ketika dia sampai di ambang pintu dan ingin membuka pintu dia terhenti dan kembali menatap Eunhyuk.

“Oppa, ini adalah peringatan terakhirmu.”

“Baguslah kalau begitu.” Eunhyuk tersenyum.

“Dan itu adalah pelukan sekaligus ciuman terakhirmu.” Lanjut Hyoyeon.

“Apa maksudmu?” Eunhyuk menatap Hyoyeon penasaran.

“Karena….. aku rasa hubungan kita tidak akan berhasil. Aku rasa kita putus.” Hyoyeon keluar dari kamar itu dan menatap rekan – rekan kerjanya lalu membungkuk dan pamit pergi ke tempat syuting cf. Sedangkan Eunhyuk, membatu di kamar itu. dia menatap pintu yang tertutup itu dengan nanar.

“Bora, kau bisa duduk di depan denganku. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.” Manajer SNSD angkat bicara ketika melihat Hyoyeon memasuki mobil itu.

“Oh arraseo.” Bora mengangguk karena mengerti maksud manajer SNSD.

“Aku tutup tirainya ya….” Bora menutup tirai yang membatasi kursi penumpang dengan kemudi. Hyoyeon mengangguk sambil berusaha tersenyum. Setelah tirai tertutup rapat dia menumpahkan air matanya deras.

Eunhyuk keluar kamar itu dengan langkah yang berat. Dia tersenyum ke semua orang yang berada di set dan memasuki mobilnya. Dia mengendarai mobilnya sambil terus memukul setirnya. Tak lama kemudian, air mata turun dari pelupuk matanya.

***

“AAANDD CUT!!!” Hyoyeon turun dari set dan membaluti tubuhnya dengan handuk. Begitu juga dengan Bora.

“Gamsanhamnida.” Manajer SNSD mendatangi sutradara cf tersebut dan membungkuk tanda hormat.

“Sebenarnya saya mengharapkan lebih dari Hyoyeon. Kita butuh 17 take hanya untuk mendapatkan momen utamanya. Dan untuk momen – momen lainnya kita butuh hampir 20 take.” Sutradara itu mengeluh.

“Mianhe sangjanim, tapi Hyoyeon sedang ada masalah pribadi.” Manajer SNSD berusaha untuk memberi alasan.

“Well, saya juga tahu. Itu kelihatan sekali. Tapi ini menyangkut profesionalisme. Sebagai seorang artis anda harus mengenyampingkan masalah pribadi ketika sudah sampai di set.” Manajer SNSD mengangguk dan membungkukan badannya tanda permintaan maaf.

“Jeongmal seoseohamnida.”

“Ne, ne. Gweamchana, saya tidak akan melaporkannya ke pihak perusahaan produk. Tapi ini adalah peringatan terakhir saya. Jika Hyoyeon kembali membuat masalah, saya tidak akan segan – segan melaporkannya ke perusahaan dan memutus kontrak dengan SNSD.” Ancam sanga sutradara.

“Arraseo.” Manajer SNSD kembali membungkukan badannya ketika sutradara itu pergi.

“Oppa, ayo kita pulang, Bora sudah di jemput oleh manajernya.” Ajak Hyoyeon yang tiba – tiba muncul di hadapan manajer.

“Arraseo. Chamkamman.” Manajer SNSD mulai membereskan barang – barangnya dan meninggalkan set dengan sedih.

***

“KAU KALAH!!! HAHAHA!! PANGGIL AKU HYUNG SELAMA 1 BULAN!!!” Kyuhyun berteriak kegirangan karena Ryeowook kalah main game dengannya. Dan mereka memasang taruhan, jika Kyuhyun menang Ryeowook harus memanggilnya hyung selama 1 bulan, tetapi jika Kyuhyun kalah, dia tidak boleh minum minuman berakohol selama 1 bulan.

“YA!!! MAKNAE KAU CURANG!!! KAU MEMUKULKU SUPAYA STIK PSNYA JATUH!!!” teriak Ryeowook tidak kalah keras.

“Hey hey… kau ini tidak sopan sekali. Panggil aku hyung, aku ini hyungmu selama 1 bulan.” Kata Kyuhyun sambil membusungkan dadanya.

“YA MAKNAE!!!!”

“Kalian ini ppabo sekali.” Yesung datang dan memukuli kepala mereka satu – satu. Lalu dengan santainya duduk di sofa dan membaca majalah yang tersedia disana.

“YA HYUNG!! APPO!!!” Kyuhyun mengelus – elus kepalanya yang sakit.

“Aku tidak peduli.”

BRAAK!!!

Eunhyuk masuk ke dorm dengan keadaan yang berantakan.

“Ya, monyet, kau beli makan malam tidak? Aku lapar.” Yesung melempar majalah yang sedang dibacanya ke arah Eunhyuk. Tetapi anehnya Eunhyuk tidak merespon dan malah jalan lurus ke kamarnya. Dia menutup pintu itu rapat dan menguncinya.

“Hyukjae kenapa?” Leeteuk yang baru keluar dari kamar mandi, bertanya ketiga dongsaengnya yang juga sama herannya.

“Molla.” Ryeowook angkat bahu.

“Ya sudahlah, paling berantem lagi sama Hyoyeon.” Donghae tiba – tiba muncul entah darimana.

“Kasihan ya pasangan itu. kerjanya berantem mulu, nggak ada romantis – romantisnya.” Kyuhyun mengutak – atik pspnya.

“Memang kau dan Sooyoung akur?”

“Tidak begitu. Tetapi kami tetap romantis.” Donghae melemparnya dengan bantal.

“Tapi menurutku, Kyuhyun lebih romantis dengan Seohyun.” Yesung mengeluarkan senyum jahilnya.

“YA!!! Kenapa kalian selalu ingin membuatku kesal!!!” Ryeowook berlari mengejar Yesung yang entah lari kemana.

“AKU TIDAK AKAN MASAK SELAMA SEMINGGU!!!”

***

“YA KIM HYOYEON!!! BUKA PINTUNYA!!! SEOHYUN INGIN TIDUR!!! KALAU MAKNAE INI TIDAK TIDUR – TIDUR, DIA AKAN MENEMPELI STIKER KERORO DIMANA – MANA!!!” teriak Tiffany sambil menggedor – gedor pintu itu keras.

“Ya sudah, Seohyun tidur dengan kami saja. Kasihan Hyoyeon, dia butuh waktu untuk sendiri.” Taeyeon mengelus bahu Tiffany pelan.

“Arraseo.”

“Mereka bertengkar lagi?” tanya Yuri ke arah Taeyeon.

“Kata manajer oppa, mereka putus di set Invicible Youth.”

“JEONGMAL?” ucap ketujuh dongsaeng Taeyeon keras.

“Ne… ne… ya sudah, lebih baik kita tidak mengganggunya selama beberapa saat. Biarkan dia sendiri dulu.”

***

Eunhyuk terduduk di sofa ruang tengah dengan malasnya. Dia bolos semua syutingnya dan menyindiri di dorm. Dia menyalakan TV dan mengganti – ganti channel. Karena bosan, ia pergi ke dapur dan membuka kulkas. Eunhyuk menatap wine dari Paris milik Kyuhyun. Eunhyuk menutup matanya dan menghela nafas berat, tetapi tanpa sadar dia mengambil botol hitam itu dan mengambil gelas.

“Mungkin seteguk minuman ini dapat menenangkan hatiku yang hancur ini!” gumannya. Ia menumpahkan wine itu ke gelasnya dan meneguknya. Tanpa ia sadari, ia terus menumpahkannya dan meminumnya. Tiba – tiba sebotol wine itu sudah habis. Dengan keadaanya yang sudah mabuk, ia jalan terhuyung ke dapur dan mengambil sebotol wine milik Kyuhyun lagi.

“CHEERS!!!”

***

“Kami pulang!!!” Kyuhyun membuka pintu dorm dengan kasar sehingga pintu itu menabrak tembok dan membuat suara yang keras.

“Ya maknae!!! Pelan – pelan!!!”  Sungmin menjitak kepala Kyuhyun.

“AH APPO!!!”

“HYUNG!!! KAU DIMANA?” Ryeowook berteriak sembari tangannya meletakan barang – barangnya di sofa.

“CHEERS!!” terdengar suara Eunyuk di kamar Yesung yang membuat sang vocal leader segera berlari dan memasuki kamarnya, diikuti couplenya Ryeowook. Dia takut, Eunhyuk menyentuh barang – barangnya.

“YA LEE HYUKJAE!!!” Yesung membuka pintu kamar itu dan mendapati Eunhyuk terduduk di kasur dengan gelas leher berisi penuh wine. Ia tersenyum dengan mata yang sayu – sayu.

“Hyung… eeee… cheers!!!” kata Eunhyuk yang terpotong dengan sendawaannya yang besar.

“Mwo?” semua member Super Junior menatap Eunhyuk bingung.

“Cheers for MY ONLY LOVE….. KIM HYOYEON!!! CHEEEERSSS!!!” Eunhyuk meneguk segelas lagi dan tersenyum ke arah entah siapa karena pandangan yang kabur.

“Hu.. hun…. hyung,.. aku ingin….. HUEEEK!!!” Eunhyuk terkapar di lantai dengan mulut yang belepotan karena muntahannya.

“Ah sialan… itu wine mahalku dari Paris!!!” Kyuhyun berteriak histeris.

“Kau bilang itu sialan??? Lihat kamarku.” Yesung histeris sendiri. Leeteuk menghampiri Eunhyuk dan memapahnya. Ia menatap semua membernya dengan tatapan tanya.

“Kalian akan membantuku?” sedetik kemudian, semua member yang berada di dorm membantu Leeteuk memapah Eunhyuk dan merebahkannya di tempat tidur.

“Dasar monyet yang menyusahkan!!!”

***

“Yeobseyo?” Taeyeon meletakan perlengkapannya mencat kuku dan fokus meniup – niup kukunya.

“Oh oppa? waeyeo?”

“Ne. Dia sudah pergi pagi – pagi buta. Padahal seingatku dia tidak ada jadwal.” Taeyeon menyandarkan kepalanya ke sofa dan meladeni namjachingunya di seberang sana.

“Oppa, bagaimana kalau kita jadi mak comblang mereka lagi???”

“Shireo? Waeyeo?” Taeyeon menekuk wajahnya kesal.

“YA JUNG SOO-SSI, KENAPA KAU MEMANGGILKU PPABO?”

“IISH!!!!” Taeyeon memutuskan panggilan dari Leeteuk. Ia menghela nafas kesal.

TOK… TOK.. TOK….

“SOO!!! ADA TAMU!!! BUKAKAN PINTU!!!” Taeyeon berteriak memanggil Sooyoung yang sedang asyik ngemil kripik kentang sembari menonton video the 3rd hospital yang dikirimkan oleh sutradaranya.

“AKU SIBUK!!!” Terdengar suara teriakan Sooyoung dari kamarnya.

“YA BLACK PEARL!!! BUKAKAN PINTU!!!”

Tidak terdengar jawaban dari Yuri. Taeyeon baru ingat kalau Yuri sedang yoga dan dia tidak akan bergeming sampai yoganya itu selesai.

“AISSH!! Punya dongsaeng tapi malas – malas sekali!!!” Taeyeon membuka pintu dorm dan membatu.

“Taeng, Hyonya ada?” Eunhyuk muncul di balik pintu dengan keadaan yang berantakan. Baju kotor, memakai sandal jepit yang beda warna, rambut berantakan, dan noda wine yang berada di ujung kerahnya. Untung dia masih sedikit sadar untuk memakai masker supaya tidka terjadi skandal tentang “Eunhyuk super junior datang ke dorm SNSD dengan keadaan mabuk!!!”

“Mmm… op.. oppa, lebih baik kau… kau masuk dulu.” Taeyeon menarik lengan Eunhyuk dan mendudukannya di sofa ruang tengah. Ia segera mengambil telepon genggamnya dan mencari kontak Leeteuk. Taeyeon menekan tombol hijau itu dan menempelkan telepon genggamnya di telinga kanannya.

“Eonni, apa yang Hyuk oppa lakukan disini?” Yoona muncul dari kamarnya dan memegang bahu Taeyeon.

“Neo, Yoong…. sajikan ia minum. TAPI!!! Jangan minuman yang mengandung alkohol.” Taeyeon segera meninggalkan Yoona ketika terdengar nada sambung,

“Yeobseyo oppa?”

“Eiish, eonni yang merepotkan. Aku juga tau kalau Eunhyuk oppa tidak minum alkohol.” Yoona segera mengambil air mineral dan beberapa bungkus snack milik Sooyoung di lemari.

“Annyeong oppa. Ini makan dulu.” Yoona menatap Eunhyuk dan duduk disebelahnya.

“Oh, annyeong Yoong.” Eunhyuk berusaha tersenyum.

“Owwwwuuh… pantas saja Taeyeon eonni menyuruhku untuk tidak menyajikan minuman alkohol. Padahal aku ingin memanas – manasinya lagi supaya dia minum!!!” Umpat Yoona sambil menutup hidungnya ketika mulut Eunhyuk mengeluarkan aroma alkohol yang sangat kuat.

“Owwwuuhh oppa!!! Berapa banyak yang kau minum?” Yoona mengambil tisu dan menutupi mulut Eunhyuk dengan tisu.

“Mollayo. Hyonya ada?” Eunhyuk menyandarkan kepalanya di kepala sofa sembari matanya tertutup.

“Ah ppabo, aku lupa kalau dia sedang ada masalah dengan Hyo eonnie.” Umpat Yoona sekali lagi.

“Aku lelah. Aku hanya ingin semua ini selesai.” Yoona menundukan kepalanya, ia tidak berani menatap Eunhyuk langsung.

“Na…. euh heuhh euhh..” Yoona mengangkat kepalanya dan terkesima melihat Eunhyuk yang terisak keras. Air mata keluar dari kedua matanya.

“Aku lelah yoong!!! Euuh euhh… aku lelah!!!” Eunhyuk memeluk Yoona yang dibalas oleh Yoona sedikit lama. Well, tentu saja Yoona kaget. Yoona menepuk – nepuk punggung Eunhyuk pelan.

“Semua masalah ada solusinya oppa. mungkin Hyo unnie hanya sedang memerlukan ruang untuk sendiri dulu.” Yoona berusaha menenangkannya. Dan tepat saat itu, Hyoyeon masuk ke dalam dorm. Ia menatap kedua orang itu tajam, lega, sedih, campur aduk. Ia mundur beberapa langkah dan kembali keluar dorm. Ia menarik nafas panjang ketika sudah memasuki mobilnya. Dan 3 detik kemudian air mata turun deras.

***

“Oppa, sejak kapan Eunhyuk oppa minum minuman keras?” Taeyeon berjalan mondar – mandir di kamarnya yang sangat berantakan.

“Sejak kemarin, sepertinya. Saat kami pulang dari syuting Inkigayo dia berada di kamar YeWook dengan 3 botol wine milik Kyuhyun. Bahkan ia muntah dan ‘menggunduli’ kasur mereka.” Jawab Leeteuk diseberang sana.

“Oh iya, kau tahu darimana dia minum?” Lanjut Leeteuk.

“Hyuk oppa sedang di dorm kami. Untung dia masih sedikit waras untuk mengenakan masker, walaupun dengan keadaan yang seperti ‘itu’.” Taeyeon menekankan bagian kata ‘itu’ supaya Leeteuk mengerti maksudnya.

“MWOYA!!! Ya sudah aku akan menjemputnya, kalau dia sampai di tilang karena menyetir dengan keadaan mabuk, eommanya pasti akan marah besar.”

“Ya sudah aku tunggu!!! Cepat ya oppa, aku takut dia muntah disini.” Taeyeon memutuskan sambungan teleponnya dan melangkahkan kakinya menuju ruang tengah. Ia mendapati Eunhyuk yang sudah teler di pelukan Yoona.

“Eonni bisa bantu aku. Aku tidak kuat memindahkan tubuhnya.” Kata Yoona dengan suara yang sedikit serak dan aneh karena tubuhnya sedang menopang tubuh namja yang beratnya lumayan jauh dari berat tubuhnya. Dengan cepat Taeyeon membantu Yoona menarik tubuh Eunhyuk dan menidurkannya di sofa.

“Hah… hah…. berat sekali!!!” Yoona mengatur nafasnya.

“Kalau Hae oppa tau couplenya membuatku repot…..” Taeyeon memotong perkataan Yoona dan menekan mulut Yoona dengan telunjuknya.

“Makanya jangan bilang siapa – siapa. Terutama HYOYEON!!! Awas saja kau sampai bocor, akan ku pites kepalamu sampai botak.” Taeyeon menatap tajam saengnya.

“Arra…. arraseo…” Yoona bergidik ngeri.

“Ya sudah aku mau mengganggu yoganya Yul eonni dulu.” Yoona menghilang di balik tembok dan pergi menuju balkon. Sedangkan Taeyeon menatap tubuh ceking Eunhyuk dan menghela nafas.

“Park Jungsoo, kalau kau tidak datang dalam 15 menit, aku tidak akan mengangkat telepon bahkan berbicara padamu selama 3 bulan!!!” umpat Taeyeon.

***

“Yeobseyo eomma? Aku ingin pulang ke rumah boleh?” Hyoyeon terisak sambil tangan sibuk memutar – mutar setir mobilnya. Setelah ia memutuskan sambungan telepon dengan eommanya, ia kembali fokus menyetir mobil. Dengan isakan yang masih terdengar, ia menembus kota Seoul dan pergi ke rumah orang tuanya.

***

“Nggak diangkat lagi?” Ujar Yuri khawatir ketika melihat Taeyeon yang menghela nafas setelah melempar cellphonenya ke kasur.

“Coba telepon manajer oppa!!” Usul Ice Princess yang sedang tidur – tiduran di kasur Taeyeon.

“Andwae!!! Pasti manajer oppa akan mencarinya semalaman. Aku kasihan.” Kata maknae sambil memeluk erat boneka keroronya.

“Ah!!! Telepon rumah keluarganya!!!” Suara Sooyoung tiba – tiba terdengar. Taeyeon menjetikan jarinya dan segera menelepon rumah keluarga Hyoyeon.

“Yeobseyo, eommoniem. Ah ne, naya, Taeyeonie… ne eommoniem. Hyoyeon eoddi? Ah, arraseo… gamsanhamnida eommoniem. Nee… annyonghaseo.” Taeyeon menghela nafas lega.

“Dia sudah tertidur di pangkuan eommanya.” Semua member menghela nafas lega.

“Aku akan memberitahu Leeteuk oppa nanti pagi. Kita harus selesaikan masalah ini dengan segera.”

***

“Ahjussi, beri aku 2 botol wine, 1 botol wine beras, 3 botol soju, dan 5 kaleng bir.” Eunhyuk merogoh – rogoh kantongnya dan menemukan dompetnya.

“Kau menyetir?” Lelaki tua itu menatap Eunhyuk yang memakai masker dengan pandangan khawatir.

“Tenang saja ahjussi, aku akan teler sesampainya di rumah.” Eunhyuk tertawa kecil.

“Dasar anak muda zaman sekarang…” ujar ahjussi itu sambil memilih – milih minuman untuk Eunhyuk.

“Oh iya ahjussi, aku beli yang paling mahal, yang paling nikmat, dan yang paling banyak mengandung alkohol.” Tambah Eunhyuk sembari memberikan kartu kreditnya.

“Maaf, saya hanya menerima cash.” Eunhyuk mengeluarkan ribuan won dari dompetnya dan menyerahkan ke tangan ahjussi itu.

“Hanya mengingatkan anak muda, alkohol tidak dapat menyelesaikan masalah.”

“Apakah kau menurunkan minatku terhadap alkohol? Kau bisa rugi ahjussi.” Ujar Eunhyuk sambil menerima belanjaannya.

“Aku tidak menerima uang supaya orang yang memberikan uang itu hancur. Kau kira hanya orang seperti kau yang pernah datang kesini. Kau adalah orang ke 999 yang pernah datang. Itulah mengapa aku memberimu potongan harga.” Lelaki tua itu tersenyum, memamerkan beberapa giginya yang sudah hilang.

“Arraseo… gamsanhamnida ahjussi…”

***

“AKU PULANG!!!” Eunhyuk membanting pintu dorm keras yang mengakibatkan suara dentuman keras yang membuat telinga sakit.

“HAE!!! TEUK HYUNG!!!” Eunhyuk mengganti sendal jepitnya dengan sendal rumah. Ia membuka kaleng birnya dan menghampiri ruang tengah sambil sesekali melihat ke ruangan yang ia lewati barangkali melihat makhluk – makhluk tampan nan jahil di dormnya itu.

“Ooo shit….” umpat Eunhyuk kecil ketika melihat semua membernya, plus Pimpinan SM  tidak lain dan tidak asing Lee Soo Man yang sedang menyilangkan kakinya sedang terduduk di sofa.

“Hyukjae,kemari.” Soo Man merangkul bahu Eunhyuk dan meletakan bir yang tadinya berada di tangan Eunhyuk ke meja.

“Aku tau, kau adalah namja paling yadong dan sontoloyo di group ini. Tapi juga tau bahwa kau adalah anak yang paling taat kepada orang tuamu, oleh karena itu kau tidak pernah minum bahkan mencium aroma minuman keras. Tapi sekarang? Ada masalah apa?” Eunhyuk terdiam dan hanya berani menatap kedua kakinya yang semakin kurus karena ia jarang makan.

“Leeteuk dan member – member lain tidak ingin menceritakan kecuali kau yang menyuruh mereka untuk mewakilimu. Aku butuh penjelasan.” Eunhyuk masih terdiam cengkramannya ke tangan Siwon yang terduduk di sampingnya juga semakin kuat.

“Aku menanyakan ini bukan hanya karena masalah pekerjaan, aku juga mengkhawatirkan dirimu dan hidupmu. Kau kira dengan luntang – lantung minum alkohol akan mengurangi bebanmu. Bagaimana dengan perasaan eommamu? Apakah dia tahu kau seperti ini. Kelakuanmu mempengaruhi kinerja rekan – rekanmu juga. Kau tahu itu?” Eunhyuk menatap Soo Man dan tersenyum kecut.

“Maaf sangjanim. Tapi ini bukan masalah anda ataupun Super Junior. Jadi saya tidak akan menceritakan kepada siapa – siapa. Saya tau ini terdengar sangat sangat egois, tapi jika saya memberitahu anda, akan ada yang anda buat susah. Selamat malam.” Eunhyuk mengambil kaleng bir yang tadi diletakan Soo Man di meja dan pergi ke atap dorm. Ia menyandarkan tubuhnya di pembatas dan menutup kedua matanya.

Angin Seoul menerpa wajahnya lembut dan menerbangkan rambut – rambutnya. Tubuhnya yang semakin kurus bergetar karena angin yang membawa hawa dingin. Air matanya sudah habis sehingga tidak ada lagi yang keluar dari matanya. Bahkan isakan tidak terdengar. Yang terlihat hanyalah seutas senyuman pahit yang terlukis di wajahnya. Senyuman yang menandakan betapa cinta dirinya terhadap kekasihnya sehingga mencintainya saja terasa sakit.

***

“Kami minta maaf yang sebesar – besarnya.” Manajer SNSD membungkukan badannya dan menatap mobil produser Invicible Youth yang semakin menjauh.

“Kim Taeyeon, aku tidak mau tahu kau harus membawa Hyoyeon dan membuatnya syuting hanya 1 kali lagi, hanya penutupan Invicible Youth. Aku tau itu susah tapi kau harus memaksanya arraseo?” Manajer SNSD memijit – mijit kepalanya sendiri dan memasuki ruangannya. Sedangkan Taeyeon menghela nafas berat sembari tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Inilah susahnya menjadi seorang leader dari 8 orang yang memiliki kepribadian yang bervariasi. Apalagi manajernya juga sudah angkat tangan.

“Yeobseyo, Yul kau tau rumahnya kelurga Kimkan? Bukan Kim kelurgaku, masa aku tidak tau rumahku sendiri. Maksudku rumah Kim Hyoyeon ppabo. Neo eoddiseo? Eouh, na arrayo. Aku jemput kau sekarang, tunggu di depan pintu keluar. jangan tunggu didalam!!! Arraseo, annyeong.” Taeyeon menekan tombol dengan gemas karena menghadapi salah satu saengnya yang lumayan telmi.

***

“Kau datang lagi. mau beli seperti yang kemarin?”

“Tidak ahjussi, yang kemarin belum habis.” Eunhyuk tersenyum sehingga matanya ikut menekuk.

“Kau ini orang terkenal ya….” Ahjussi itu menebak – nebak.

“Ne.”

“Pantas pakai masker. Berarti kau ini orang terkenal ke 19 yang datang kesini.” Ujar Ahjussi itu sambil tersenyum.

“Memang siapa saja yang sudah datang kemari?” tanya Eunhyuk penasaran.

“Hyun Bin, Won Bin, Goo Soo, Kim Sang Joong, bahkan legendaris Park Namjung, dan masih ada lagi tapi aku lupa. Maklumilah lelaki tua ini. Hehehehe….”

“Ahjussi, aku sudah merasa lumayan dekat denganmu, tapi aku belum tahu namamu, boleh aku tahu?”

“Tentu saja. Namaku Yoo Sang, panggil saja Sangie ahjussi, itu panggilanku sejak muda.” Lelaki itu kembali terkekeh.

“Panggil saja aku tuan Lee.” Kata Eunhyuk memberikan petunjuk identitasnya.

“Aku lebih nyaman jika memanggilmu anak muda, anak muda.” Kata Yoo Sang.

“Arraseo Sangie Ahjussi.” Eunhyuk terkekeh kecil.

“Jadi ada keperluan apa anak muda kemari?”

“Sebenarnya aku butuh teman curhat. Apakah kau keberatan?”

“Aku bukan psikiater, tapi mungkin aku bisa membantumu.” Yoo Sang merapikan rambutnya karena merasa bangga dipercayai oleh Eunhyuk untuk menjadi orang yang menerima tumpahan emosi darinya, walaupun jujur saja ini bukan pertama kalinya bahkan dari seorang aktor sekalipun.

“Kau pernah jatuh cinta ahjussi?”

***

“Kim Hyoyeon, kau sadar tidak kau ini telat 1 jam!!!” Teriak Jiyoung. Hyoyeon hanya tersenyum simpul dan membungkukan tubuhnya yang lemah karena terlalu letih.

“Seoseohamnida.”

“Ya sudah ayo kita mulai syutingnya. Hyo, sebelum syuting aku ingin berbicara denganmu.” Sutradara memanggil Hyoyeon dan menariknya ke van sutradara tersebut.

“Aku memohon padamu, do your best for today. Hari ini hari terakir dan kau harus ceria seperti Hyoyeon yang kami kenal di IY. Aku tau kau sedang ada banyak masalah, tapi aku mohon, ini hari terakhir kita. Dan jika kau lemas begini, kau akan mempengaruhi semua orang di set. Arraseo?” Hyoyeon mengangguk pelan dan memeluk sutradara yang sudah mulai dekat dengannya karena 1 tahun lamanya syuting bersama.

“Tentu saja bos!!!”

***

“Hey I just met you….. and this is crazy…. but here’s my number…. so call me maybe…”

“Kesambet apa monyet itu?” tanya Yesung yang mendengar senandungan Eunhyuk dari dalam toilet.

“Molla. Malam malam dia pulang dan membuang semua minuman kerasnya. Lalu dia pergi lagi, aku dengar ke tempat latihan nari.” Ujar Sungmin sembari tetap fokus menulis lagu yang sedang dibuatnya.

“Eunhyuk hyung kenapa?” Giliran couple Yesung yang bertanya yang dijawab dengan angkatan bahu Yesung.

“Aduh kupingku sakit dengar nyanyian monyet itu…” giliran Donghae yang mengoceh sambil mengucek matanya yang belum terbuka sepenuhnya.

“Hey guys…” Eunhyuk keluar dari kamar mandi dan pergi ke kamarnya. Dan beberapa menit kemudian keluar dengan baju yang rapi dan sepatu hitam mengkilap di tangannya.

“Eoddiga?”

“Ke SM Building. Wae?” tanya Eunhyuk yang sedang merapikan rambutnya sekilas di cermin ruang tengah.

“Rapi sekali. Ketemu gebetan baru?” Eunhyuk menatap Kyuhyun yang sembarangan bicara dan tersenyum.

“Anio. Tapi aku punya rencana. Aku beritahu nanti. Na kalkae… annyeong ^^”

“Tidak mungkin dia move on secepat ini.”

“Mungkin saja.”

“Aku setuju dengan Leeteuk hyung, tidak mungkin.”

“Mungkin.”

“Taruhan 50.000 won?”

“Done.”

***

“Kalau itu maumu, then let’s do it.”

“Gomawo sangjanim.”

“Apa saja untuk semua orang SM. Kalian butuh bantuan yang bisa aku penuhi, dengan senang hati aku akan melaksanakannya.” Soo Man tersenyum. Ia mengambil beberapa berkas di lemari kecilnya.

“Aku akan bicarakan dengan BoA dan Kangta, lalu beberapa kordinator lainnya. Jadi, kau tinggal kirimkan saja gerakannya ke Taemin.”

“Arraseo. Gamsanhamnida sangjanim… jeongmal jeongmal gamsanhamnida.”

***

“Yeobseyo?” Hyoyeon menanggalkan ikatan rambut kudanya dan membanting tubuhnya ke sofa.

“Ah Taemin-ah… waeyeo?”

“Sangjanim yang mengusulkan? Bukannya dia tidak ikut campur tentang shownya, bukannya dia hanya ikut campur tentang lokasi dan bentuk stage?” Hyoyeon mengerutkan keningnya.

“Well, asalkan hanya kita berdua yang berada di panggung, why not?”

“Tapi Taemin, urusan ini tidak ada campur tangan Super Juniorkan?” Hyoyeon menggigit jari telunjuknya.

“Molla? Arraseo, aku yang tanyakan ke BoA eonni. Aku kesana sekarang, kau juga. Kau datang, tapi aku yang tanyakan. Arraseo? Oke, kau tunggu di lobi kantor, aku segera kesana.” Hyoyeon memasukan hpnya ke tasnya dan segera tancap gas.

***

“Ini gerakannya. Kami sudah membuatnya dengan salah satu penari terbaik. Kalian tinggal mempelajarinya dan menarikan ulang.” BoA menyerahkan sebuah buku dengan sampul usang dari lokernya.

“Jadi, bukan kami yang membuat tariannya?” tanya Hyoyeon bingung. Bukan tipikal SM sama sekali. Mereka membiarkan artisnya bersuka ria membuat koreografi untuk show tunggal, sehingga artis atau aktor tersebut bisa menari dengan nyaman.

“Yaahh… kebetulan sangjanim berteman baik dengan penari ini. Dan kebetulan sekali ia membutuhkan bantuan, jadi sangjanim membantunya.”

“Kenapa bukunya usang sekali?” Hyoyeon menatap buku tua itu.

“Mungkin karena dia sudah membuatnya dari dulu.” BoA angkat bahu.

“Arraseo, kami bisa mulai latihan sekarangkan? SM Townkan sebentar lagi.” BoA mengangguk mantap dan memeluk Hyoyeon singkat, begitu juga dengan Taemin.

“Gomawo noona.” Taemin tersenyum dan hilang dibalik tembok bersama dengan Hyoyeon.

“Ya Taemin… ppali.” Hyoyeon menatap Taemin dengan tajam, lalu kembali membolak – balik buku itu. ia mengamati gambar dan penjelasan yang tertera, tetapi ia masih merasa bingung dengan tariannya.

“Noona, aku kebelet. Chamkamman, aku ke toilet dulu.” Taemin berlari menuju lorong yang menuju ke toilet. Sedangkan Hyoyeon hanya berdiri diam sembari tangannya membolak – balik kertas usang tersebut. Sesekali kerutan di dahinya terlihat menandakan ia bingung dengan tarian tersebut. Akhirnya ia menyerah dan menutup buku itu dengan kasar lalu segera memasukannya ke tas punggung Taemin yang dititipkan pada dirinya.

“Hyo?” terdengar suara namja yang sangat ia kenal. Suara yang sangat ia rindukan. Suara yang selalu lembut ketika berbicara dengannya, hanya dengannya. Suara yang membuatnya menangis, tertawa, marah. Suara yang sangat ia cintai walaupun semua orang mengatakan ia memiliki suara yang jelek.

“Hyo? Apa kabar?” Hyoyeon membalikan tubuhnya dan tersenyum kecut.

“Baik.” Namja itu tersenyum. Ingin sekali rasanya ia segera memeluk yeoja yang sangat dicintainya itu. tapi apa daya, semua telat terlambat. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan, kecuali mengawasinya dari kejauhan dan merenungkannya semalaman.

“Aku dengar kau ada project baru dengan Taemin. Chukkae.” Eunhyuk tersenyum lembut.

“Ah ne. Gomawo.” Jawab Hyoyeon canggung.

“Aku harap kita bisa…… pergi minum kopi.” Eunhyuk menatap Hyoyeon dengan penuh harapan.

“Eemm, aku…..”

“NOONA!!!” Taemin berlari dan langsung merangkul Hyoyeon.

“Hahaha tadi aku bodoh sekali, masa aku langsung ke tempat parkir. Lalu aku melihat mobilmu di sebelah mobilku lalu aku ingat. Hahahahaha…..” Taemin tertawa renyah tanpa menyadari ada namja yang berdiri di depan mereka.

“Oh, Monyet hyung, eh EUNHYUK HYUNG!!!” Taemin tersenyum jahil yang dibalas dengan senyuman ramah Eunhyuk.

“Kau memang tidak pernah berubah Minnie. Padahal kau sudah beberapa bulan tidak bertemu denganku masih saja kau tidak sopan denganku!!!” Eunhyuk menjepit Taemin di keteknya dan menjitak kepalanya sepuasnya.

“Hahahahaha….. kau ada urusana apa kesini? Tidak syuting Strong Heart?” Taemin melepaskan jepitan Eunhyuk dan kembali berdiri rapi di samping Hyoyeon.

“Tidak sepertinya. Aku ada urusan dengan BoA noona dan Kangta hyung.” Eunhyuk menunjuk ruangan Kangta.

“Ooooww…. hyung  bukannya tidak sopan, tapi aku harus membawa Hyoyeon eonni ke ruang latihan. Gweanchana?” Taemin merangkul erat bahu Hyoyeon.

“Oh, jadi sepertinya tidak jadi minum  kopi. Silahkan saja, aku juga harus segera pergi ke ruang Kangta hyung.  Kau taukan kalau dia marah? Hahahaha”

“Arraseo. Na kalkae, good luck buat projectnya!!!” Eunhyuk tersenyum singkat dan pergi ke ruang Kangta yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Kajja noona!!!” Taemin menarik tangan Hyoyeon. Hyoyeon yang masih menatap punggung Eunhyuk yang menauh terbangun dan membuntuti Taemin yang memasuki lift.

***

“YA!!! PPALIWA!!!” Hyoyeon membentak Taemin yang tidur terlentang di lantai ruang latihan. Keringat sudah membanjiri kedua tubuh mereka. Napas mereka juga terdengar tidak bagus.

“Noo… noona!!! Aku capek….” Ujar Taemin kecil nyaris berbisik. Ia sudah tidak memiliki tenaga untuk berbicara, bahkan berdiri, maning – maning menari.

“Mwo?” Hyoyeon mendekatkan telinganya ke tubuh Taemin yang tergeletak tak bertenang di ujung ruangan.

“Aku capek…”

“Hah?”

“AKU CAPEK!!!!!!!” Taemin berteriak sekuat tenang sampai dirinya kembali jatuh terlentang ke lantai.

“Nado. Tapi kita belum menari dengan sempurna. Kalau sudah…. hah hah…. baru kita udahan.” Hyoyeon menyandarkan tubuhnya di cermin dan menatap Taemin yang membuka sedikit bajunya di bagian perut supaya dingin.

“Kau…. kau tidak punya abs…. tapi pamer!!! Ceking!!!” Hyoyeon tertawa puas dan mendudukan tubuhnya. Ia teringat celaan yang selalu ia lemparkan ke Eunhyuk.

“Yang penting adem!!!” Taemin menutup matanya dan kembali mengatur nafasnya.

“Hyo noona. Kita tidur dulu 15 menit saja, lalu aku janji akan latihan sampai tarian ini sempurna!!!” Ujar Taemin menawarkan.

“Mmmm… arraseo. Make it 20 minutes.”

“Deal. Annyeong…” Taemin menutup matanya dan hanya berselang berapa detik, terdengar suara dengkuran keras dari mulut kecilnya.

“Cute si cute, tapi ngorok tetap aja!!!” Hyoyeon menutup matanya dan tertidur dengan posisi terduduk di ujung ruangan dekat Taemin.

***

“Hyoyeon terlihat lebih senang akhir – akhir ini. Baru minggu lalu, ia kembali berbagi kamar dengan maknae. Dan tadi pagi, ia mulai mencuci baju lagi.” Taeyeon mematikan mesin penyedot debunya dan melempar tubuh mungilnya ke sofa.

“Yang terpenting mereka berdua sudah kembali seperti dulu. Lupakan dulu masalah percintaan mereka, kita harus fokus dengan SM Town. Apalagi Hyoyeon ada show baru.”

“Jjinja? Well, rahasia itu aman. Dengan 1 syarat, jangan beritahu Yulwon. Mereka berduakan rada – rada, nanti keceplosan lagi. arraseo. Annyeong oppa.” Taeyeon meletakan telepon genggamnya di meja dan menyalakan televisi. Tiba – tiba Hyoyeon datang dengan buku usang yang diberi BoA. Ia menempatkan dirinya disebelah Taeyeon. Taeyeon menatapnya dengan tatapan gugup.

“Wae? Aku tidak boleh duduk disini?” Taeyeon hanya mempersilahkannya dengan tangan lalu kembali fokus dengan acara televisinya.

“Hyo?”

“Mmm?” ujar Hyoyeon tanpa melihat lawan bicaranya.

“Sebenarnya dari dulu, kami, SNSD dan Super Junior tidak tahu apa sebenarnya masalah kalian sampai kalian sering bertengkar dan berakhir dengan perpisahan. Well, aku dan Leeteuk oppa sebagai seorang leader, mungkin perlu mengetahuinya.” Taeyeon bertanya dengan hati – hati. Hyoyeon terdiam dan menatap kosong buku yang sudah ditutupnya. Ia mengunyah pelan snack yang berada di meja, bersebelahan dengan telepon genggam    Taeyeon.

“Mmm…. aku… aku tidak.. tidak keberatan jika kalian… kalian mengetahuinya. Tapi, mungkin akan lebih terasa nyaman jika Eunhyuk oppa sendiri yang memberitahu kalian. Karena jujur saja, ia yang selalu mempermasalhkan hal ini. Na kalkae. Taemin sudah  menunggu di ruang latihan.” Hyoyeon segera bangkit dari duduknya dan menyambar tas beserta kunci mobil di meja dekat pintu masuk kamarnya. Ia langsung tancap gas tanpa mengganti baju. Karena jujur saja, ia tidak pergi latihan dengan Taemin. Mereka hanya latihan seminggu 2 kali. Tetapi, entah mengapa instingnya mengatakan bahwa ia harus pergi ke ruang latihan dan melatih tarian tersebut.

“Gamsanhamnida Jiwon.” Hyoyeon mengambil kunci di tangan resepsionis yang menjaga tempat itu dan angkat kaki menuju ruang 3, ruang yang selalu ia pakai. Ia menghela nafas dan membuka pintu itu. ia meletakan tasnya dan melakukan sedikit peregangan. Setelah selesai, ia mengeluarkan buku usang tersebut dan membacanya sembari kepalanya bergoyang sedikit mengikuti irama yang kira – kira akan ia ikuti nanti.

Setelah selesai membaca, ia meletakan buku tersebut dengan keadaan terbuka, barangkali ia masih membutuhkan petunjuk, lalu menyalakan tape yang terletak diatas meja. Setelah mempercepat lagu, supaya berada di irama yang tepat dengan tarian itu Hyoyeon mulai menari. Menari, menari, dan menari. Ia kembali membaca buku tersebut karena merasa ada yang salah dan kembali menari ulang. Ia kembali melihat buku lagi dan menari lagi, dan hanya itu yang ia lakukan.

Hyoyeon membuka halaman selanjutnya dan menghela nafas kesal. Bagian tarian solonya sudah selesai. Tidak mungkin menari sendiri dengan bagian menari duet. Ia mengambil sebotol minuman yang selalu tersedia di kulkas dan meneguknya. Hyoyeon menghabiskan setengah botol hanya dengan 1 tegukan. Ia kembali memutar lagu tersebut dan berusaha mempelajari tarian tersebut tanpa partner tetapi tentu saja gagal. Ia terkapar jatuh di lantai karena tidak ada tumpuan untuk melakukan gerakan yang lumayan susah. Ia menutup matanya dan terdiam. hanya 1 wajah yang muncul di benaknya, tentu saja Eunhyuk. Namja itu memang tidak bisa ia singkirkan dari benaknya.

“Butuh bantuan?” Hyoyeon membuka matanya dan mendapati Donghae berdiri bersandar di pintu.

“Yoongmu itu tidak marah?” Hyoyeon tersenyum sinis.

“Anio, asalkan tidak ada yang memberitahunya. Hehehe…” Donghae mengulurkan tangannya, menawarkan bantuan. Dengan senang hati Hyoyeon menerimanya dan dengan sekali tarikan Donghae membuatnya berdiri tanpa harus mengelurkan tenaga.

“Wow, kau sudah sekuat Siwon oppa.” Hyoyeon memukul lengan kekar Donghae.

“Sebenarnya lebih kuat adalah tanggapan yang kuharapkan. Tapi tak apalah, setara sudah cukup.” Donghae melepaskan kemaja birunya dan tinggalah kaus dalam hitam ketat yang membaluti tubuhnya.

“Kau kira, karena kau sudah putus dengan couplemu, kau bisa membuatku mengkhianati dongsaengku sendiri?” Hyoyeon melipat kedua tangannya di dadanya.

“Well, sebenanrnya aku hanya berharap kau akan ber ‘wow’ ria karena melihat tubuhku. Tapi kau yeoja yang susah Kim Hyoyeon.” Donghae mengelurkan smirknya.

“Jadi sebenarnya kau ingin membantuku atau hanya mengeluarkan tebar pesonamu itu Tuan Lee?” Hyoyeon menatapnya dengan tatapan menantang.

“Tentu saja membantumu. Kau tahu, sebenarnya aku inilah dancing king di Super Junior. Eunhyuk mempelajari semua tariannya dariku.”

“Kau tidak bisa membohongiku dengan wajah tampanmu. Dan sekali lagi kau menggodaku, akan kulaporkan kau ke Nona Im arraseo?” Senyum sombong Donghae menghilang dan dalam sekejap munculah senyuman patuh terlukis di wajah tampannya.

“Baiklah nona Kim, mana bagian yang akan kita pelajari?” kata Donghae sambil membolak – balik lembaran usang dari buku itu.

“Bagian ini. Aku bingung, aku rasa begini tapi rasanya salah. Tapi jika kulakan berbeda tariannya akan bertabrakan dengan partner. Jadi aku butuh persetujuan orang kedua. Menurutmu?”

“Hmmm…. let’s try it first..”

***

“Hyo, kau maju 5 menit lagi.” ujar salah satu staff panggung ke arah Hyoyeon yang sedang meregangkan tubuhnya.

“Ah ne, Taemin-ah eoddiseoyo?”

“Ah….. dia akan langsung muncul ke panggung. Kau tari solo dulukan.” Hyoyeon hanya mengangguk dan membiarkan staff yang terlihat gugup itu lewat.

Terdengar suara musik yang akan mengiringi Hyoyeon. Ia segera keluar dari belakang panggung dan keluar dengan keren. Ia mulai menari. Di hatinya, ia sangat khawatir apakah Taemin akan muncul. Saat waktunya Taemin muncul….

BAAAM!!!

Turun sesosok namja dari atas dengan tali pengaman melingkari tubuhnya. Ia hanya menggunakan kemeja jins yang terbuka sehingga absnya terlihat. Tapi bukan itu yang membuat Hyoyeon terkejut, tetapi wajah namja itu yang membuatnya terkejut. Itu bukan Taemin, itu

“Eunhyuk oppa….” terdengar teriakan – teriakan fans tak karuan. Ada yang terdengar senang, ada yang terdengar sedih karena dia akan menari romantis dengan Hyoyeon, ada juga yang diam saja.

“Apa yang kaulakukan?” Ujar Hyoyeon di tengah – tengah tarian.

“Menari.” Jawab Eunhyuk singkat. Lalu ia memutar Hyoyeon dan menangkapnya sehingga wajah mereka saling bersentuhan. Hyoyeon yang tidak bisa melawan hanya bisa mengikuti aliran irama yang mengalir lembut. Dan sialnya lagi, hanya beberapa detik lagi ia akan berpelukan dengan namja itu, dan SIALNYA LAGI hidung mereka saling bersentuhan dan hanya beberapa centimeter dari wajahnya adalah wajah namja itu dengan deru nafasnya yang hangat.

Dan detik itu tiba, Eunhyuk menarik tubuh Hyoyeon dan memeluknya. Tangannya menopang tubuh Hyoyeon dan tangannya yang lain ia tempelkan ke pipi kanan Hyoyeon supaya menghadap ke penonton. Fans – fans tedengar syok, banyak yang berteriak tidak banyak juga yang menangis, tidak rela idolanya berada sedekat itu dengan wanita lain.

Pertunjukan sudah selesai dan lampu mulai redup. Mereka berdua menunggu sampai lampu benar – benar mati dan keadaan gelap gulita supaya mereka bisa langsung pergi ke belakang panggung. Entah apa yang Eunhyuk pikirkan, ia menipiskan jarak diantara mereka berdua. Tetapi Hyoyeon sadar dan memiringkan wajahnya sehingga Eunhyuk hanya berhasil mencium pipinya. Lampu redup, dan Hyoyeon segera melepaskan pelukan Eunhyuk dari tubuhnya. Ia berlari sembari tangannya terus berusaha menyeka air mata yang terus turun.

“HYOYEON!!!” Eunhyuk berlari sekuat tenaga.

“ANI…. jangan mendekat…. aku ingin pulang. Manajer oppa eoddiseo? EODDISEO???” Hyoyeon berteriak ke arah salah satu staff yang menunjukan tempat manajernya berada.

“Aku harus pulang ke hotel.” Hyoyeon segera berlari ke arah mobil yang sudah disediakan untuk SNSD. Ia berlari dan menarik manajer bersamanya.

“Oppa, aku ingin pulang. Antar aku ke hotel. jebal….” Manajer SNSD tidak dapat menolak permintaan yeoja yang sudah dianggap sebagai dongsaeng kandung sendirinya itu. ia menyalakan mesin mobil dan segera pergi menuju hotel.

***

Hyoyeon masih terjaga. Beberapa kali Taeyeon datang bersama anggota SNSD lain untuk menenangkannya. Tapi apa daya, Hyoyeon juga marah terhadap mereka kecuali Yuri tentu saja. Mereka merahasiakannya selama berbulan – bulan. Super Junior juga datang tanpa Eunhyuk. Walaupun Hyoyeon tidak ingin bertemu dengannya, entah mengapa ia berharap namja itu datang dan segera memeluknya. Memeluknya dengan seerat – eratnya lalu waktu berhenti. Berhenti dan ia akan selamanya berpelukan dengan namja itu.

TING TONG!!!

Terdengar suara bel berbunyi. Paling Taeyeon eonni. Pikirnya. Tetapi entahlah ia ingin melihat pasti siapa yang mengunjungi selarut ini.

“Hyo…” Eunhyuk menjepitkan kakinya ke pintu supaya pintu tidak tertutup, tetapi Hyoyeon mendorongnya dengan kuat sehingga Eunhyuk mengerang kesakitan. Hyoyeon yang merasa tidak tega akhirnya membuka pintu dan dengan sekali tarikan Hyoyeon terpojok di tembok lorong hotel.

“Apa yang kau lakukan?” Hyoyeon meronta – ronta tak karuan, walaupun hatinya menyuruhnya untuk diam.

“Diam dulu. Aku ingin menikmati momen ini.” Ujar Eunhyuk sembari dahinya ia sentuhkan ke dahi Hyoyeon. Ia menutup matanya dan menikmati merasakan deru nafas yeoja yang sangat dicintainya itu. Hyoyeonpun terdiam dan berusaha untuk mengatur detak jantungnya yang tidak karuan. Kecepatannya tidak jauh berbeda dengan saat ia di panggung.

“Oke. Aku sudah puas.” Eunhyuk menjauhkan dahinya dan mulai menatap Hyoyeon sembari tersenyum lembut. Sedangkan Hyoyeon, tentu saja membuang muka.

“Hyo, aku akan mengumumkan hubungan kita di penutupan SM Town besok.” Ujar Eunhyuk pelan. Hyoyeon menatapnya dan tersenyum meremehkan.

“Tidak ada yang perlu diumumkan besok, karena tidak ada hubungan lagi.” Eunhyuk tersenyum maklum.

“Alright then, aku akan mengumumkan perasaanku terhadapmu.” Hyoyeon menatap Eunhyuk tidak percaya dan berusaha melepaskan tangan Eunhyuk, tapi tentu saja tidak terlepas mengingat kekuatan Eunhyuk yang besar walaupun tubuhnya seceking ikan teri.

“Kau kira ini semcam permainan? Kau kira aku hanya salah satu karakter di game bodohmu? Kau kira kau bisa mengendalikanku? Lepaskan!!!” Eunhyuk melepaskan genggamannya dan menundukan kepalanya.

“Aku harap.” Bisik Eunhyuk.

“Mwo?”

“Aku harap kau adalah karakterku. Agar aku bisa mengendalikan hatimu supaya kau selalu mencintaiku.” Eunhyuk mengangkat kepalanya dan tersenyum lembut.

“Tapi aku memang mencintaimu. Bahkan sampai sekarang.” Hyoyeon sampai ke daun pintu dan terhenti. Ia membalikan tubuhnya dan menatap Eunhyuk yang masih terdiam dengan kerutan di dahinya karena bingung apa yang baru saja dikatakan Hyoyeon.

“Mungkin hubungan percintaan ini tidak akan berhasil, tapi pertemanan saja sudah cukup bagiku.” Hyoyeon mencium pipi kanan Eunhyuk dan menyeka air mata yang turun dari pelupuk mata Eunhyuk.

“I will always love you my love. Forever.” Hyoyeon mengelus lembut pipi Eunhyuk dan kembali masuk ke kamarnya. Tapi dengan segera, Eunhyuk mendorong pintu dengan paksa dan tanpa sadar, bibir mereka sudah saling bertautan. Eunhyuk mendorong Hyoyeon dan kembali memojokannya di tembok. Hyoyeon tidak membalas ataupun menolak. Ia hanya terdiam bagaikan batu. Eunhyuk melepaskan tautan bibirnya karena suplai oksigen yang semaikin menipis. Mereka bedua saling mengatur nafas dan merasakan deru nafa masing – masing.

“Kau tau, aku tidak ingin hanya mengetahui kau mencintaiku, aku juga ingin seluruh dunia tau bahwa ada yeoja spesial yang mau mencintaiku. Dan aku ingin semua orang di dunia tau bahwa aku juga mencintai dia.” Eunhyuk merasakan tubuh Hyoyeon bergetar, pertanda bahwa dia sudah menumpahkan air matanya. Mereka terdiam. lama. Mereka berdua hanya saling mendengarkan suara deru nafas dan detak jantung masing – masing yang sama – sama tidak beraturan. Eunhyuk inign membuka mulutnya sampai Hyoyeon memotongnya.

“Berhenti. Kau sudah mendapatkan hatiku ketika kau menciumku.” Eunhyuk tersenyum dan memeluk Hyoyeon erat sembari mengangkatnya tinggi. Ia menurunkan Hyoyeon dan kembali mencium singkat bibirnya.

“Kalau perlu, aku akan keluar dari Super Junior dan langsung menikahimu. Aku sudah punya beberapa bisnis untuk menanggung beban ekonimi kita.” Eunhyuk menawarkan.

“Dan aku akan keluar dari SNSD untuk mengasuh anak – anak kita. Otte?”

“ANDWAE!!!!” Terdengar suara teriakan Yuri dan

BRAAAK….

Semua member Super Junior maupun SNSD jatuh karena pintu lemari yang menopang tubuh mereka terbuka lebar. Taeyeon dan Leeteuk, yang berada di paling atas tumpukan member bangun dari posisinya dan tersenyum jahil ke arah mereka berdua.

“Ini idenya.” Ujar Taeyeon sambil menunjuk Leeteuk yang sedang merapihkan sweater bergambar kijangnya. Leeteuk yang merasa di tunjuk mengelak dan menjitak kepala Taeyeon.

“Anio!!! Jangan percaya oleh yeoja ini. Ini bukan ideku. Ini idenya.” Taeyeon melemparkan death glarenya ke arah Leeteuk.

“Aduh ada apa sih ribut – ribut?” Jessica, yang kebetulan sekamar dengan Hyoyeon, terbangun dan menatap bingung semua orang di kamarnya.

“Oh Eunhyuk oppa, Hyoyeon kalian sudah balikan, CHUKKAE!!!” Jessica bertepuk tangan kecil dengan matanya yang masih sedikit tertutup.

“Ah chagi, kenapa kau selalu bangun di saat yang tidak tepat.” Guman Yesung yang masih bisa terdengar oleh semua orang disana.

“Makanya memiliki pasangan jangan yang kerjanya bajak sawah.” Ejek Sungmin yang langsung dibekap Sunny karena takut Jessica yang akan ngamuk ke dia.

“Iiishh!!! Jongie oppa, neo irreowa!!! (maaf klo salah, klo ga salah ini bahasa koreanya)” Yesung segera menyelip – nyelip dari kerumunan dan berlari ke kasur dan langsung saja memeluk yeojanya.

“Kenapa jadi kalian yang malah ribut sih?” Eunhyuk bertanya kesal.

“Oppa, kau benar akan menikahi Hyo eonni dan keluar dari Super Junior? Eonni juga?” tanya sang maknae yang terlihat sedih karena akan kehilangan roommatenya.

“Seohyun apa yang kau bicarakan?” tanya Kyuhyun yang berdiri disebelahnya.

“Tadikan mereka bilang begitu? Oppa tidak dengar?” tanya Seohyun polos.

“Hehehe… ani, tadi aku tertidur dibelakang….” Sooyoung menatap Kyuhyun tajam karena  cemburu.

“Karena pelukan yeojaku.” Ujar Kyuhyun takut – takut yang dibalas dengan putaran mata Sooyoung.

“Tenang saja Seo, kami hanya memancing kalian. Kau kira aku tidak tahu, Jessica membiarkan kalian masuk ketika aku sedang di kamar mandi? Dan kalian kira oppa tidak sadar, bahwa membernya hilang semua?” Hyoyeon dan Eunhyuk tertawa puas.

“Fiuhh.. untung saja…” Ujar semua yang berada di kamar itu.

“Jujur saja, aku masih tidak mengerti apa masalah kalian, yakan oppa?” Ujar Yuri yang disetujui dengan anggukan Siwon.

“Sudahlah, tidak usah jelaskan dengan telmi couple ini. Aku ngantuk, aku ke kamar duluan ya…” Shindong yang merasa di acuhkan dan merasa aneh karena tidak memiliki pasangan pergi dengan diikuti Kangin yang juga tidak memiliki pasangan.

“Arraseo, semuanya TIDUR!!! Besok kita akan bekerja habis – habisan!!!” Teriak Leeteuk dan Taeyeon secara bersamaan.

“Ah oppa, kau tida perlu mengumumkan apapun. Kita berdua yang saling mengetahui sudah cukup bagiku.” Kata Hyoyeon sambil menarik tangan kekar Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum.

“Tentu saja. Aku juga tadi hanya memancingmu kok!! hehehe….”

-THE END-

Aaaahhh…… ancur banget endingnya!!! Pengennya sih komedi, tapi malah jadi garing begini!!! ANDWAE!!! Aku harap banyak yang baca dan comment. JANGAN LUPA YA!!!! Aku bersyukur banget kalau kalian comment dan commeninnya bagus. Walaupun jujur saja ceritaku ini HANCUR LEBUR di endingnya. Maaf kalau banyak typo dan bahasa koreanya masih jelek. Maklum aku ini masih author amatir. Ceritaku yang di post dan DIBACA dan DICOMMENT itu baru 2 dan commentnya kurang bagus, banyak yang bilang begini:

“Bahasa koreanya di benerin ya thor…..”

Aku harap di ceritaku yang ketiga ini, bakal banyak comment bagus. Tapi eh tetapi, kalian boleh aja commenya begitu, kan namanya saran. Jadi silahkan saja, pintu terbuka LEBAR…. gamsanhamnida yang udah baca dan comment. Sekali lagi GAMSANHAMNIDA *bow*

Advertisements

7 thoughts on “[FREELANCE] Tell the World

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s