She’s half Devil Side (Chapter One)

she_s-half-devil-side-poster

Main Cast : Lee Jinki & Krystal Jung

Sub Cast : Kim Jonghyun, Choi Sulli, Park Luna

Genre      : Horor-Romance

Length    : Chaptered

 

***

*FlashBack

 

“Krystal Mianhae!! Jeongmal mianhae~!!”  terdengar suara seseorang mengemukakan permintaannya dengan mulut tercekik. “k-krystal…its sick! Kau berlebihan!!! A-apa kau ingin membunuhku?!!”, orang itu meminta hak nya untuk bebas dari cengkraman tangan yeoja yang tubuhnya bahkan, jauh lebih kecil daripada dirinya.

“tidak ada kata maaf untuk seorang PEMBULLY sepertimu!!!” sang yeoja yang masih mencengkram dengan ganas leher namja itu, akhirnya menyaut merespon perkataan sang namja. Tapi, ada yang aneh… mata yeoja itu tidak lagi seindah biasanya, bahkan warna bola matanya pun berubah menjadi merah sekental darah. Auranya menjadi menyeramkan dan, kekuatannya pun melampaui batas yeoja pada umumnya.

Ia bisa melemparkan dengan ganas tubuh namja yang lumayan kekar itu kemanapun ia mau. Bengis, kejam, tanpa pengampunan. Sementara, namja itu hanya bisa berteriak meminta ampun sekaligus pertolongan dari seseorang yang diharapkannya datang untuk menyelamatkannya.

“k-kau gila!! Kau bukan YEOJA! KAU IBLIS!!!”

“BERANINYA KAU MENGHINAKU!!! KAU HARUS  TERIMA BALASANNYA!!!”  bentak sang yeoja sembari mengambil pisau yang terjatuh dari saku sang namja. Kemudian, berniat menancapkannya pada dada sang namja yang sudah tak dapat bergerak lagi, ia pasrah menunggu kematiannya tiba. Tiba-tiba saja…

“KRYSTAL STOP!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Terdengar suara seseorang yang baru saja datang, berusaha menghentikkan peristiwa yang hampir berujung kematian tersebut. Sang yeoja, sempat menoleh sebelum akhirnya bergumam “j..jinki…”

*FLASHBACK END

 

 

***

 

 

 

 

 

 

*JinkiPov

Segera ku kunci pintu kamarku dan membuangnya kunci itu sesukaku. Mematikkan lampu, membiarkan-nya dalam keadaan gelap gulita, berharap bahwa semua yang ku alami akan terlupa.

Berkali-kali, ku yakinkan diriku untuk melupakan semua ingatan itu, melupakan apapun yang sudah terlihat, melupakan apapun yang sudah terasa dan tercipta dalam diriku saat ini.

Tapi, aku tidak ingin melupakannya. Melupakan, betapa cantik dan anggunnya sosok itu saat ia menunggu kedatanganku, lalu, hangat cinta-nya berada di pelukanku, kemudian senyum itu… senyum yang selalu menghiasi wajahnya, membuatnya indah secara sempurna saat keramahannya membalas senyumanku.

 

m-mungkinkah bisa ku lupakan begitu saja?

 

Hanya karena hal itu?…

 

Bagaimanapun juga, aku tidak ingin kembali menyendiri lagi. Aku tidak ingin kembali mendung, seperti langit pada malam hari ini.

 

 

“Hyung~!!”

Terdengar suara seseorang yang membuatku berpaling dari membaca buku favoritku siang itu dikelas. Aku menoleh ke arah orang itu dan mendapati sosok namja yang tak asing lagi dalam pandanganku. Puppy eyes, sexy lips, brunnete chocolate hair. Kim Jonghyun. My Namja Hoobae.

“waeyo, Jjongie?” tanyaku, ketika ia berhasil menduduki kursi disebelahku.

 

“aniya, Hyung! aku hanya ingin curhat. Aku benar-benar pusing dengan tingkah yeoja, Hyung! aishhh!” gerutu Jonghyun kesal. Jinki hanya terkekeh saat melihat, ekspresi Jonghyun seperti orang yang telah bekerja berates-ratus tahun untuk proyeknya, namun kegagalan memenangkannya terus menerus.

“Sulli?” dengan singkat aku menebak. Hm! Siapa lagi kalau bukan Sulli yang sedang dibicarakan Jonghyun?, hanya Choi Sulli lah yang mampu membuat playboy seperti Kim Jonghyun bertekuk lutut dan uring-uringan setiap harinya. Pasangan ini benar-benar membuat orang-orang disekitar mereka pusing, terkadang.

Bukan karna, mereka tidak tau tempat saat berpacaran atau bagaimana. Tapi, mendengar mereka bertengkar hingga terdengar di seluruh penjuru sekolah kemudian, curhat sana-sini terkadang…membuat orang-orang yang mendengarnya jengkel. Bukannya, aku keberatan tapi… ada kalanya aku memiliki masalah yang tidak perlu diceritakan. Tapi, Jonghyun… ia benar-benar gila!

Haruskah ia bercerita dan mendeskripsikan, percumbuannya dengan Sulli saat kencan pertama mereka. Sementara, ia tau bahwa aku… belum pernah melakukan semua itu.

“Hyung~ apa yang kau fikirkan?! Kau mendengarkan aku tidak sih?” protes Jonghyun yang langsung membuyarkan semua pemikiranku. Aku mendesah pelan sebelum, menjawab pertanyaannya dengan anggukan secepat kilat.

“hm… aku kesal Hyung! masa… karna ia bertengkar dengan Krystal, aku ikutan kena getahnya!” lanjut Jonghyun.

“K-krystal? S-sulli bertengkar dengan Krystal?!!” tanyaku spontan

“Ne Hyung! bahkan, sekarang yeojaku itu berencana memarahi yeoja chingumu…” jelas Jonghyun santai.

 

Oh God! Bagaimana jika seandainya Krystal terpancing emosi dan… kembali berubah menjadi-

“JONGHYUN, DIMANA SULLI?!!” , Tanya-ku dengan suara meninggi. Ku lirik Jonghyun yang menaikkan sebelah alisnya sebelum bertanya balik padaku, “k-kau kenapa Hyung?! mendengar penjelasanku seperti akan ada bahaya mengancam saja?…”

“Cepat BERITAHU, JONG!” pinta -kusedikit membentak, yang membuat Jonghyun sedikit begidik sebelum berkata, “eum…kata Sulli sih, ia akan menemui Krystal di coridoor kelas 3!” jawab Jonghyun. Secepat kilat aku meluncur pergi meninggalkan-nya dan berlari kearah coridoor.

Andai Jonghyun tau… kalau ini memang sangat berbahaya!

Krystal tidak boleh terpancing emosi sekecil apapun! Apalagi jika…emosi meledak dan… ARGHT! AKU HARUS CEPAT!

 

 

****

KrystalPov

 

“Krystal~!”

Terdengar suara seseorang yang tidak asing lagi ditelingaku. Aku menoleh dan mendapati Choi Sulli berjalan menghampiri sembari tersenyum kepadaku. Ku balas senyumnya dengan senyum khas ku. Tapi senyum itu tak berlangsung lama, usai aku melihat siapa yang tengah berjalan bersamanya untuk menghampiriku.

Park Luna. Yeoja yang selalu mengejar-ngejar jinki dimanapun dan kapanpun sejak dulu hingga sekarang. Bahkan, ia tak berniat menghentikkan tingkah centilnya meskipun sudah mengetahui bahwa Jinki telah menjadi kekasihku sekarang. Entah apa yang merasuki saat ini, tapi dengan melihat wajahnya saja aku sudah muak. Ingin sekali aku, mencabik-cabik wajahnya menjadi rata seperti tanah!

“Untuk apa kau membawa dia kesini, Sulli?!” tanyaku protes. Sulli yang semula tersenyum, kini mengerutkan jidatnya usai mendengar pertanyaanku. Sebelah alisnya menaik pertanda, ia tidak menyukai sambutanku pada seseorang yang berada di sampingnya.

#NormalPov

“Krystal-ssi, kau tidak boleh begitu! L-luna hanya ikut kita belajar kelompok dirumah Jonghyun nanti, ia ingin bergabung dengan kelompok belajar kita…” jelas Sulli. Kali ini, Justru Krystal yang mengerutkan keningnya dan melangkah maju mendekati Luna dengan sinis.

“aku tau alasanmu, Luna! Kau ingin ikut karena ada Jinki kan?!!” tanya Krystal Sinis,

“Krystal kau tidak boleh begitu!“ protes Sulli

Luna menyeringai sebelum menjawab, “memangnya kenapa jika itu alasanku yang sebenarnya?~”

 

 

 

#PRAKK!

Sulli membelalakan matanya ketika, melihat tangan Krystal masih mengudara setelah berhasil menampar Luna dengan Kasar.

“Krystal?!” seru Sulli, tak percaya.

“Kau-…KAU MENAMPARKU?! B-Berani sekali kau!! eurgh!!!!” berang Luna, yang pada detik berikutnya berniat menjambak rambut Krystal namun gagal. Tangan Krystal, berhasil mencengkram pergelangan tangan Luna dan memutarnya seakan, siap mematahkannya.

“aw! Aw~!! L-lepaskan! Sakiiit!” rintih Luna kesakitan.

Tak ada niatan menghentikan dan rasa belas kasihanpun yang tersirat di mata Yeoja berambut Hitam itu. hanya ada, kebencian, amarah, dan warna mata yang berubah menyeramkan dalam diri Krystal Jung. Semua orang, kini mulai memperhatikan dan mengerubungi mereka.

“K-krystal… lepaskan Luna! Krystal!” Pinta Sulli dengan sangat. Ia tidak tega melihat, wajah Luna berubah pucat pasi seakan pasrah jika, kematian datang padanya.

..

“Kau tau, Luna. Kau salah bila berurusan denganku!” bisik Krystal di telinga Luna dengan sinis. Ia menambah kekuatannya lagi, lebih keras  untuk mencengkram pergelangan tangan Luna.

“aw! Sakit!! T-tolong~” rintih Luna lagi.

 

“Krystal STOP!!!”

Terdengar suara seseorang yang langsung membuat konsentrasi Krystal Buyar. Cengkramannya melemah ketika, mendapati siapa yang tengah memanggilnya.  Suara itu…

“Krystal hentikan…kau menyakitinya!” pinta Jinki ketika berhasil menerobos kerumunan untuk berdiri tepat di depan Krystal dan membelakangi Luna.

“J-jinki…” gumam Krystal pelan, sembari melepaskan cengkramannya. Pertahanannya goyah dan yeoja itu terasa lemas sehingga tubuhnya linglung ke depan. Jinki menangkap tubuh Soojung dengan sigap menggunakan kedua tangannya.

Wajah gadis itu menjadi pucat pasi menatap wajah jinki. rasa takut dan letih merasukinya.

“j-jinki…” nada-nya terdengar bergetar.

“its okay, chagiy…its okay.” Gumam jinki menenangkan yeoja-nya.

Keadaan menjadi hening. Luna yang terlampau takut akan yeoja yang tengah berada dipelukan namja yang disukainya ini, memutuskan pergi dari kerumunan. Sementara sulli, hanya melihat kejadian itu dengan di penuhi banyak pertanyaan.

 

***

“h-hyung yeojamu…dia tidak apa-apa?”  tanya Jonghyun yang baru saja datang menghampiri jinki di klinik sekolah. Jinki menggeleng pelan merespon pertanyaan Jonghyun.

“syukurlah~ oiya hyung, ku dengar dari sulli yeoja mu itu-“

“Jong, aku tidak ingin membahas soal itu saat ini. k-kau bisa mengerti kan?” tanya Jinki yang terlihat lebih pendiam dari biasanya. Jonghyun yang melihat hal itu, langsung menggangguk pelan. Ia tahu benar, jika Hyung-nya sudah berkata seperti itu dan ia tetap memaksa menanyakannya maka semua ini, akan berakhir menjadi sebuah pertengkaran.

“lebih baik kau menemani sulli, jjong… sepertinya, ia sangat membutuhkanmu saat ini. dan, terimakasih sudah datang kesini untuk menanyakan keadaan soojung!” ucap jinki di selingi senyum khas-nya yang kali ini terkesan memaksa.

“ne hyung. choenman~ eum, aku pergi dulu ya! Annyeong!” seru jonghyun berpamitan , dan berlalu pergi.

Jinki menatap kepergian jonghyun sembari menghela nafas panjang. ‘mianhae jjongie…aku belum bisa memberitahumu yang sebenarnya.’

 

 

***

 

“Sulli-aay~” panggil seseorang yang sontak langsung membuat yeoja yang tengah melamun dikelasnya itu menoleh. Wajahnya semringah ketika mengetahui siapa yang memanggilnya.

“k-kau tidak apa-apa?” tanya namja itu cemas setelah, berhasil menarik bangku untuk duduk disamping yeoja-chingunya. Sulli mengangguk pelan merespon pertanyaan kekasihnya itu.

“eum, oppa…apa kau..tidak merasa sedikit aneh pada sikap Krystal belakangan ini?” seru sulli memulai percakapan.

Jonghyun terlihat berfikir sejenak sebelum menjawab, “menurutku, bukan hanya Krystal chagiy. Tapi.. Jinki Hyung juga sangat aneh. Setiap aku bertanya tentang krystal, ia selalu menghindarinya dan memilih untuk membicarakan hal lain!”

“apa menurutmu, ada sesuatu yang terjadi pada Krystal?” tanya sulli

“eum…mungkin. Tapi, aku tidak tau pasti apa-”

“kalau begitu kita harus cari tau, Chagiy!” seru sulli bersemangat. Jonghyun menaikkan sebelah alisnya mendapati respon sulli yang terlampau penasaran dan sangat ingin tau.

“kita?! Memang kapan kau mengajakku dan aku menyetujuinya?!” protes Jonghyun.

“hehe! mulai detik ini. kau mau kan menemaniku, chagiy?” tanya sulli manja. Ia merayu Jonghyun dengan mengedip-ngedipkan matanya lalu, mendekatkan wajahnya pada wajah kekasihnya. Jonghyun yang baru menyadari bahwa wajah sulli sangat dekat dengannya, spontan menyerah dan mengangguk pelan.

“asik!! Gomawo jonghyunieee oppa~” ucap sulli  bersemangat. Jonghyun hanya menarik nafas dalam-dalam menyadari kelemahannya jika sudah berhadapan dengan sulli.

 

‘besok, kita akan mulai mencari tau soal Krystal~’

 

-To Be Contineu-

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “She’s half Devil Side (Chapter One)

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s