DISTURBANCE (SONGFIC)

disturbance cover

Author: Nana

Genre: One Shot, Sad, Angst

Cast:

BoA

Lee Taemin

Disclaimer: ff ini berdasarkan imajinasi saya sendiri ketika mendengar dan melihat mv BoA “Disturbance”. It’s not a promote and I didn’t gain any profit from this. All the cast belongs to themselves and God.

Song: BoA-Disturbance

 

BoA’s POV

Sejak kapan begini? Tatapanmu tidak sehangat dulu. Kelakuanmu juga tidak seperti dulu. Aku seperti tidak mengenal dirimu lagi. Bahkan aku tidak mengingat kapan terakhir kali kau memelukku. Kulayangkan pandanganku pada jalanan Seoul yang ramai. Orang-orang melakukan aktivitas paginya seperti biasa. Begitu juga dengan diriku. Sambil menunggu mobil yang kutumpangi sampai ke tujuan, pikiranku melayang-layang. Aku teringat ketika kita pertama kali bertemu. Kita masih kuliah saat itu. Kau kelihatan begitu polos dari luar, tapi aku tidak menyangka ternyata kau lebih dewasa daripada para namja seusiamu.

Flashback

            Huh! Blind date itu membuang waktu! rutukku. Kalau bukan karena temanku yang memintanya, aku takkan datang. Mereka bilang mereka kekurangan orang. Benar-benar merepotkan!

            Aku memandang satu per satu wajah namja-namja di hadapan kami. Para namja dari semua angkatan kampusku berada di sini. Tatapanku kemudian berhenti pada seorang namja berambut coklat di hadapanku.

            Cih! Kenapa ada anak kecil di sini?! pikirku. Dilihat dari wajahnya saja sudah jelas dia hoobaeku.

            Satu per satu kami dan para namja itu memperkenalkan diri. Aku mendengus begitu namja kekanak-kanakan itu berdiri hendak memperkenalkan dirinya.

            “Annyeonghaseyo. Choeneun Lee Taemin imnida,” kata namja itu sambil membungkuk.

            Diriku dibuat terkejut olehnya. Gerak-gerik dan cara bicaranya sangat berbeda dari penampilannya. Dia sangat dewasa. Dia bisa membuatku terkejut begini. Impressive. 

            Setelah memperkenalkan diri, kami bermain games untuk menentukan siapa yang akan berpasangan dengan kami. Aturannya gampang, setiap yeoja hanya boleh memilih salah satu barang-barang yang berjejer di hadapan kami. Barang-barang itu merupakan milik masing-masing para namja yang berada di hadapan kami. Yang memilih barang-barang itu akan berpasangan dengan pemiliknya.

            Aku memilih sebuah cincin berwarna kuning terletak tidak jauh dariku. Entah mengapa benda itu sangat menarik perhatianku.

            Aku tersenyum ketika melihatnya. Namun betapa terkejutnya aku bahwa pemiliknya adalah namja yang masih bau kencur itu. Aku memandangnya dengan pandangan tidak suka, sedangkan dia tersenyum lembut melihatku.

Flashback end

Aku tersenyum mengingatnya. Betapa naifnya aku waktu itu. Tanpa kusadari, mobil yang kutumpangi melewati kampus kita dulu. Aku teringat ketika kau memberikanku sebuket bunga mawar putih kesukaanku. Harus kuacungi jempol padamu waktu itu. Tidak ada seorang pun yang bisa menebak apa yang kusukai, bahkan bunga kesukaanku. Kebanyakan namja akan memberikanku mawar merah. Mereka bilang mawar merah melambangkan diriku yang dewasa dan sulit didekati. Tapi hanya kau yang bilang bahwa aku selembut dan sejernih mawar putih. Tidak ada seorang pun yang pernah melihatku dari sisi itu. Kau sangat mengerti diriku.

Kupikir aku harus memperhatikanmu sesekali. Aku mengeluarkan handphoneku dan menekan speed dial nomor 1.

 

Taemin’s POV

Aku menghela napas untuk kesekian kalinya. Kubalikkan jam pasir di hadapanku. Haruskah aku melakukan hal ini? pikirku. Haruskah aku memberitahumu betapa aku mencintaimu walau aku tahu kita sudah tidak bisa bersama lagi? Haruskah aku memperbaiki semuanya?

Aku beranjak dari tempat dudukku. Keputusanku sudah mantap, namun ketika aku hendak mencapai pintu depan, pikiranku berubah. Hal ini sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Aku berbalik dan melepas jaketku. Kemudian kau muncul di hadapanku. Aku tahu ini hanya imajinasiku semata. Aku belum bisa melupakanmu, tapi hati ini juga terlalu sakit untuk bersamamu.

Pandanganku kini tertuju pada handphoneku yang bergetar. Tanpa perlu melihat siapa yang menelepon, aku sudah tahu itu pasti kau. Kututup handphoneku tanpa menjawabnya. Bukan karena aku tidak suka kau menelepon, tetapi karena aku sedang tidak ingin mengangkatnya. Setiap kali kita bertemu, yang ada hanyalah kejenuhan semata. Aku tidak tahu sejak kapan semua ini menjadi begini.

Aku mengalihkan pandanganku pada pemandangan di luar jendela. Aku teringat ketika aku berusaha untuk mendekatimu. Kau begitu susah didekati. Banyak sekali orang-orang mengatakan bahwa kau bermulut tajam dan tidak berperasaan. Tapi aku tahu bahwa sebenarnya kau sangat lembut dan bukanlah orang yang akan meninggalkan orang lain.

Flashback

            “Boleh aku memanggilmu noona?” tanyaku.

            Yeoja yang tadinya berjalan dengan cepat itu berhenti dan membalikkan tubuhnya. Dia melipat kedua tangannya. Ekspresi wajahnya menunjukkan ketidaksukaannya padaku.

            “Kau siapa sampai boleh memanggilku noona? Hubungan kita tak sedekat itu. Hanya karena kemarin kita baru bertemu, belum tentu kau boleh memanggilku noona,” kata yeoja itu tidak senang.

            Aku tersenyum menanggapinya.

            “Napa senyum-senyum?! Orang aneh!” katanya lagi sambil beranjak pergi meninggalkanku sendiri.

Flashback End

Aku tertawa kecil mengingatnya. Betapa lucunya kita dulu. Kemudian aku teringat akan kenangan kita berdua yang bercanda ria bersama. Apalagi ketika kau berbaring di atas pangkuanku. Membuatku teringat akan kehangatan waktu itu.

Flashback

            “Taemin…,” kata yeoja yang sedang berbaring di atas pangkuanku sambil menautkan jari-jarinya diantara jari-jariku.

            “Hm?” sahutku.

            “Tanganmu begitu besar. Bagaimana bisa tanganmu lebih besar, padahal kau lebih muda dariku?”

            “Itu karena aku laki-laki dan tangan yang besar ini juga untuk melindungi yeoja yang kusayangi.”

            “Heh, gombal!” kata yeoja itu sambil menjulurkan lidahnya.

             Tiba-tiba handphone miliknya bergetar. Yeoja itu kemudian duduk di sebelahku dan mengambilnya.

            “Hahaha…Coba kau lihat. ,” kata yeoja di sampingku ini begitu dia melihat layar handphonenya.

            Aku pun melihat layar handphone yang dimaksudnya.

            “Leeteuk sunbaenim melakukan sesuatu yang lucu lagi,” katanya sambil tertawa.

            Kami berdua pun tertawa melihatnya. Kemudian aku merangkulnya. Aku tidak ingin saat-saat ini berakhir. Kehangatan dan kelembutan diantara kami berdua.

            “Taemin…,” panggil yeoja dalam rangkulanku sambil menunjukkan wajah aegyonya.

            Aku yakin tak seorang pun menyangka dia memiliki sisi ini. Aku tersenyum melihatnya yang begitu imut dan lucu. “Wae?” tanyaku lembut.

            “Saranghae…,”

            “Nado.”

            Aku tersenyum dan mendekatkan wajahku pada wajahnya. Sedetik kemudian, bibir kami saling bersentuhan untuk menyalurkan perasaan masing-masing.

Flashback End

Aku meringis begitu menyadari keadaan kami sekarang. Segala hal yang dulu pernah terjadi bagaikan mimpi. Sejak dia sibuk dengan pekerjaannya, hubungan kami semakin jauh. Kami tidak saling memperhatikan satu sama lain. Tidak ada hal yang bisa dibicarakan lagi, yang ada hanyalah kesunyian diantara kami berdua.

 

BoA’s POV

Pandangan mataku terus menyusuri bangunan-bangunan yang kulewati. Pikiranku berkecamuk. Kau tidak mengangkat panggilanku. Apakah aku harus menunggu dan tidak berbuat apa-apa? Menunggu dirimu untuk datang kepadaku? Aku hanya ingin menunjukkan perhatianku, tapi kau sepertinya tidak senang. Sama seperti waktu itu. Ketika aku mencoba memberi perhatian padamu dengan merekomendasikan blazer yang cocok untuk kau pakai. Tapi ekspresimu menununjukkan ketidakpuasan. Kau berubah menjadi sangat dingin. Apakah hubungan kita sudah hambar?

Mobil yang kutumpangi terus melaju dan melewati jembatan itu. Jembatan yang menyimpan kenangan-kenangan kita berdua dimana kita berdua berjalan di atasnya. Aku tidak bisa berpikiran jernih lagi. Aku pun segera meminta sopir memberhentikan mobil yang dikendarainya. Aku tidak peduli dengan pekerjaanku yang sudah menunggu dan segera berlari menuju jembatan itu. Berharap bahwa kau akan menungguku di sana sama seperti waktu itu.

Flashback

            “Kenapa dia harus memanggilku malam-malam gini. Mana gelap dan dingin lagi!” rutukku sambil sesekali meniup kedua tanganku.

            Tiba-tiba jembatan di hadapanku menjadi terang. Satu per satu lampion yang berada di sisi kiri dan kanan jembatan itu menyala. Aku kebingungan melihatnya. Siapa yang melakukan ini? tanyaku dalam hati. Dengan perlahan aku berjalan mengikuti lampion yang masih terus menyala. Aku tidak tahu sampai mana lampion-lampion itu akan terus menyala. Kemudian langkahku berhenti di depan taburan bunga mawar putih. Perlahan, lampu-lampu di sekitar taburan bunga itu menyala dan menampakkan seseorang yang sedang berdiri di tengahnya.

            Aku tersenyum melihat namja yang berdiri di hadapanku. Kedua tangannya memegang sebuah cake kecil dengan lilin-lilin di atasnya. Surprise, heh? pikirku.

            “Saengil chukkae…,” kata namja di hadapanku.

            Aku tersenyum senang meresponnya.

            “…dan…saranghae,” lanjutnya.

 Flashback End

Hari ulang tahunku sekaligus hari dimana kau menyatakan perasaanmu padaku. Aku ingin tersenyum ketika mengingatnya, namun hati ini terlalu sakit untuk tersenyum. Aku seperti orang bodoh yang terus menantimu. Menangis sendirian, berharap kau akan kembali padaku seperti waktu itu.

Langkahku terhenti begitu melihat jembatan yang kosong dan hampa. Tidak ada kau di sana. Aku terduduk. Air mata jatuh membasahi pipiku.

Kenapa semua ini harus terjadi? Apakah ini karena kita jarang menyalurkan perasaan kita masing-masing? Aku ingin kembali padamu, namun aku tahu kita tidak bisa. Andai waktu bisa diputar kembali.

Aku ingin kembali padamu…

 

Taemin’s POV

Aku berjalan tak tentu arah. Pikiranku melayang-layang. Dirimu yang bagaikan ekstasi selalu muncul dalam benakku. Kau yang sudah menjadi kenangan kini berusaha mengambil wujud nyata. Membuatku sulit untuk melupakanmu.

Flashback

            “Hana…dul…set,” kata yeoja di depanku.

            Aku berpose sambil melihat kamera yang dipegangnya.

            “Posemu aneh sekali,” kata yeoja itu sambil melihat foto yang baru saja diambil.

            Aku melihat diriku yang sedang mengangkat kedua tanganku pada foto itu.

            “Lagi..lagi,” katanya sambil berpose di depanku

            Aku pun membentuk tanda ‘love’ dengan mengangkat kedua tanganku. Kami saling mengabadikan momen kami berdua. Setelah mengecek hasil foto yang baru diambilnya tadi, dia menengadah dan melihatku. Kemudian, sambil tersenyum dia menyentuhkan keningnya ke keningku.

“Aku suka jembatan ini,” katanya.

Yeoja di depanku kini berjalan ke tepi jembatan. Dia meletakkan kedua tangannya di atas pembatas jembatan itu dan menikmati pemandangan yang ada di depannya. Aku tersenyum melihatnya. Dengan perlahan kusisipkan kedua tanganku diantara celah-celah yang tercipta antara tubuhnya dengan pembatas itu dan memeluknya. Kulihat senyuman terlukis di wajahnya. Kusandarkan kepalaku pada pundaknya. Aku tidak ingin saat-saat ini berakhir.

Flashback End

Pandanganku tertuju pada dinding di hadapanku. Aku teringat ketika aku menciummu waktu itu. Aku berharap dengan begitu aku bisa merasakan kehangatan yang dulu. Namun rasa itu telah hilang. Kita tidak lagi menikmatinya. Yang ada hanyalah kepahitan dan kepedihan. Aku memukul keras dinding di depanku. Kenapa sulit sekali untuk kembali pada masa-masa itu? Aku berusaha keras menahan air mata yang sedari tadi memberontak untuk keluar.

Why it’s so frustrating? 

            Aku berbalik dan melihatmu di hadapanku, membuat pertahananku runtuh. Air mataku mengalir dengan lembutnya. Mengapa sulit sekali untuk melupakanmu?

 

BoA’s POV

Aku berjalan meninggalkan jembatan itu. Hatiku terlalu sakit mengingatnya, namun kenangan-kenangan itu terus memaksa masuk. Mendobrak pertahanan yang kubuat sekuat tenaga untuk melupakannya.

Flashback

Aku tersenyum ketika namja di depanku mengelus kedua daun telingaku. Rasa hangat tidak hanya menjalar ke seluruh tubuhku, tetapi juga hatiku. Hatiku dipenuhi dengan kebahagiaan saat ini.

“Kau tahu, aku sangat bahagia bersamamu,” kata namja di hadapanku ini.

“Nado,” kataku.

“Aku ingin kita mengabadikan saat-saat ini,” lanjutnya sambil mengambil kamera yang sedari tadi kupegang.

Aku tersenyum membalasnya sambil melihat kamera yang dicondongkannya. Hatiku semakin bahagia ketika dia mencium keningku. Rasa manis dari indahnya perasaan ini membuatku tidak ingin melepaskannya.

Flashback End

Aku berhenti di depan rumah yang menjadi salah satu kenangan kita. Aku melihat dirimu yang sedang duduk memandang jam pasir di hadapanmu. Kau seperti sedang berpikir keras. Haruskah aku masuk sekarang? Aku ingin memelukmu sekarang. Aku ingin menyatakan seluruh perasaanku padamu. Namun aku takut. Aku takut kau tidak mau kembali padaku. Betapa aku mencintaimu. Betapa inginnya aku kembali pada masa itu. Tapi aku tahu, waktu yang sudah lewat tidak dapat dikembalikan lagi. Dengan berat hati aku meninggalkan rumah itu. Inilah kenyataan. Kita tidak dapat kembali seperti dulu. Karena aku tahu…

Semakin kita meneruskan hubungan ini, kita semakin terluka…

Taemin’s POV

Perasaan ini terlalu sakit untuk ditahan. Kubanting semua barang yang berada di dekatku. Berharap dengan begitu bisa menyingkirkan semua kegalauan yang ada. Aku terduduk begitu semua kemarahanku terlampiaskan. Hari sudah gelap. Aku tahu tidak ada jalan kembali. Kubalik jam pasir di depanku, berharap dengan begitu waktu yang sudah terlewatkan bisa kembali lagi.

Aku berdiri dan berjalan menuju pintu depan rumahku. Sambil tersenyum penuh keyakinan, aku membuka pintu itu. Kuangkat tanganku. Cahaya matahari masuk dari sela-sela jariku, menyinari cincin yang mempertemukan kita. Kemudian aku berjalan menuju jembatan yang menyimpan kenangan kita bersama. Betapa bahagianya aku ketika mendapatimu yang sedang berdiri sambil tersenyum menungguku.

Walaupun aku tahu ini hanya imajinasiku, aku hanya ingin mengatakan,

Saranghae…

 

…THE END…

Annyeong! x ini aku dtg dgn membawa ff oneshot yg bru. walau aku tau byk yg menanti lanjutan half house. tp aku lg pgn bt yg galau2.

don’t forget to comments!

Best regards,

nana

Advertisements

One thought on “DISTURBANCE (SONGFIC)

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s