WELCOME TO MY HALF HOUSE!!! [CHAPTER 6]

welcome-to-my-half-house

Poster by: Art Factory

Author : Nanairu (Jin Hyun)

Title: Welcome To My Half House!!!

Main Cast : Kim Sera (OC), Byun Baek Hyun (EXO-K), Oh Sehun (EXO-K)

Length: Chaptered (On-Going)

Genre : Romance, Comedy (maybe, tergantung selera org lucu ato gak)

Rating/Pairing: Teenager

Disclaimer: All the casts are from God except the OC is my imagination and the storyline too.

PROLOG | Part 1 | Part 2 | Part 3

 

Baekhyun menyampirkan tasnya pada kursi dan duduk. Dikeluarkannya majalah dari dalam tas dan membacanya. Tanpa sengaja dirinya mendengar pembicaraan yeoja-yeoja yang sedang bergosip di sebelahnya.

“Kau tahu kalo Sehun hari ini ada pemotretan?” kata salah seorang yeoja yang tampaknya merupakan pimpinan dari kelompok gosip itu. Yeoja-yeoja lain yang mendengar itu mengangguk kecil.

“Kudengar pemotretannya di pulau Nami,” sahut salah seorang yeoja di kelompok itu.

“Geundae…Sera tak mungkin ikut kan? Kudengar dia absen hari ini,” kata yeoja lainnya.

Tanpa disadarinya, Baekhyun mendengarkan dengan serius begitu nama Sera disebut. Sedangkan matanya terus menatap pada halaman majalah yang sama.

“Ah…tak mungkin! Masa Sera ikut juga?!”

“Kalo mereka absen, berarti mereka sama-sama selama 3 hari dong?”

“Andwe..,” seru yeoja-yeoja itu serempak.

“Tapi Sera cantik. Sehun juga tampan. Mereka berdua serasi,” kata salah seorang dari mereka.

“Tapi aku tak terima kalo mereka sama-sama. Uri Oh Sehun oppa….,” kata yeoja lainnya sambil berpose hendak menggapai sesuatu, sedangkan yeoja-yeoja lainnya mengangguk-angguk kecil.

Baekhyun yang sedari tadi mendengar percakapan itu memutar bola matanya dan menatap meja di depannya.

Oh Sehun…? katanya dalam hati.

~~~

“Hana…dul…set!” kata seorang namja sambil menekan tombol di kamera agar model di hadapannya tercetak di dalam kameranya.

Jokwon yang merupakan namja yang sedang dipotret itu memakai pakaian musim gugur biasa sambil berpose macho layaknya coverboy di majalah-majalah. Sesekali dia mengubah posenya sesuai dengan arahan sang fotografer.

Sera yang sudah mengganti pakaiannya melihat sesi pemotretan itu. Dirinya kagum pada ekspresi dan pose-pose Jokwon yang sedang dipotret itu.

“Wah, keren sekali…,” kata Sera kagum.

“Sekeren itukah?” tanya seseorang dari belakang.

Sera terkejut dan menoleh untuk melihat sang pemilik suara itu. Didapatinya Oh Sehun yang kini berdiri dihadapannya dengan penampilan yang sangat berbeda. Berbeda dari biasanya! Jika biasanya Sehun bagaikan pangeran berkuda putih dengan pakaian serba putih dan rambut pirang. Kali ini sebaliknya, Sehun bagaikan pangeran kegelapan yang keluar di malam hari. Namja itu mengenakan jaket kulit hitam dengan bulu-bulu dipinggirnya. Celana jins dan sepatu boots hitam yang dikenakannya. Serta dada yang bidang tampak dari sela-sela kaos biru tua yang dikenakannya semakin menampakkan tubuhnya yang putih. Tidak hanya itu, rambutnya kini berwarna hitam dan jabrik, serta riasan eyeliner yang dipakainya mempertegas tatapan mata dan ketampanan wajahnya.

Napas Sera tercekat. Dia memandang namja itu sangat lama. Manusia mana yang diciptakan sesempurna ini, pikirnya.  Tanpa disadari Sera, Sehun menaikkan sebelah alisnya dan mendekatkan wajahnya ke Sera.

“Apa yang kau lihat?” tanya Sehun polos.

Sera langsung tersadar dari lamunannya. Dia segera menjauhkan wajahnya ketika mendapati wajah Sehun begitu dekat.

“A-Ani,” jawabnya panik.

Sera merasakan wajahnya memanas. Wajahku sekarang pasti aneh, pikirnya dalam hati.

“Berikutnya Kim Sera! Siap-siap ya!” seru fotografer tersebut sambil mengecek foto yang baru saja diambilnya di kamera.

“D-De!” jawab Sera begitu dia merasa namanya dipanggil.

“Kau gugup?” tanya Sehun sambil tersenyum.

“D-de…,” jawab Sera kikuk.

“Santai saja. Kau hanya perlu mendalami peranmu,” kata Sehun.

“De…Aku akan berusaha,” Sera tersenyum. Senyuman yang membuat Sehun tertegun selama beberapa saat.

“Sera, waktunya pemotretan,” kata Choi ahjussi.

“De.”

Sera berjalan menuju lapangan yang penuh dengan dedaunan yang gugur dihadapannya. Dirinya berhenti di atas tumpukan dedaunan yang berguguran. Tubuhnya menggigil begitu angin dingin menerpa kulit tubuhnya. karena dirinya hanya mengenakan dress putih panjang dengan syal coklat kemerahan yang melilit lehernya. Perlu diakuinya dress itu sangat tipis untuk cuaca yang dingin seperti ini.

“Aku ingin kau duduk dan menengadahkan tangan seperti ini,” kata sang fotografer sambil memperagakan.

Sera duduk di atas dedaunan itu dan menengadahkan tangannya ke atas seperti orang yang sedang mengecek turunnya hujan. Beberapa kru lainnya merapikan ujung dress Sera di atas dedaunan itu dan bahkan beberapa ada yang merapikan rambut dan riasan makeupnya.

“Bagus. Lihat kesana,” kata sang fotografer sembari menunjuk pepohonan yang ada di hadapannya.

Sera menoleh, mengikuti arahan sang fotografer.

“Bagus! Anginnya mana?!” teriak fotografer itu sambil berjalan menuju ke tempat para kru dan model lainnya. Dia menatap kru-kru yang bertugas di bagian peralatan.

Para kru yang dimaksud langsung mengerjakan tugas mereka. Kini semuanya sudah siap.

“Sera, yang alami aja ya. Seolah kamu sedang menantikan sesuatu! Seperti penantian yang panjang gitu,” seru sang fotografer dengan pose yang sudah siap memotret.

“De!” jawab Sera.

Penantian yang panjang…penantian yang panjang…penantian panjang…, kata Sera dalam hati sambil berusaha mendapatkan feel yang dimaksud.

Begitu sesi pemotretan dimulai, angin buatan para kru mulai berhembus menerbangkan dedaunan di sekeliling Sera. Sera menengadahkan kepalanya dan melihat sehelai daun yang terbang tadi jatuh perlahan-lahan. Matanya menyusuri daun yang perlahan-lahan jatuh ke atas tangannya. Dirinya tersenyum ketika daun itu sukses berada di tangannya.

Sehun yang sedari tadi memperhatikan Sera terpana. Entah kenapa saat ini Sera sangat cantik di matanya. Rambut panjangnya yang tertiup angin, dedaunan dan pemandangan bukit dibelakangnya serta senyuman yang terlukis di wajah Sera menambah kecantikannya. Sera terlihat sangat natural di matanya. Tidak seperti model-model amatiran lainnya, Sera seperti model professional yang bisa membuat ekspresi wajahnya sealami itu. Tanpa disadarinya, sesi pemotretan dihadapannya kini selesai. Yeoja itu telah berjalan menuju cottage untuk mengganti pakaiannya. Sehun kemudian tersadar ketika seseorang memanggilnya untuk sesi pemotretan berikutnya.

“De!” jawab Sehun sembari berjalan menuju lokasi yang ditunjuk sang fotografer.

~~~

 

Baekhyun menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Dia menatap langit-langit kamarnya dan mengingat-ingat kejadian di sekolah hari ini. Selama di sekolah, dia tidak melihat yeoja itu di kelas. Yeoja yang selalu menatap jendela di kelasnya. Sinar matahari yang menimpa rambut coklat dan kulit putihnya masih terpatri dengan jelas di ingatan Baekhyun. Namun kini tempat duduk yang biasa yeoja itu tempati kosong. Seperti ada suatu perasaan kecil yang merasuk ke hatinya ketika dirinya mengingat hal itu. Suatu perasaan yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Tiba-tiba dirinya teringat dengan pembicaraan para yeoja di kelasnya.

Oh Sehun, kata Baekhyun dalam hati.

Siapa namja itu? Apa kami satu sekolah? Dari pembicaraan mereka tadi, sepertinya dia bukan orang biasa, pikirnya. Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Baekhyun.

Kini dia bangkit dari tempat tidur dan beranjak ke meja belajar. Dia membuka laptop yang terletak di atas meja itu dan langsung membuka search engine begitu laptopnya menyala. Baekhyun menyusuri jajaran website yang berada di hadapannya dan menemukan sebuah artikel tentang orang yang dicarinya.

“MODEL MUDA BERBAKAT” begitu judul artikel itu dan terpampang cover sebuah majalah dengan seorang namja berambut pirang pada cover tersebut. Baekhyun kemudian membaca isi artikel tersebut.

X Ent. patut diacungi jempol dalam memilih talenta yang tak terlihat diantara orang banyak. Salah satunya adalah Oh Sehun, model muda berbakat yang berada di bawah naungan X Ent. baru sebulan debut, namanya sudah melejit dan menjadi cover boy di majalah terkenal “The Eye”. Majalah “The Eye” juga mengutarakan…

Baekhyun mengernyitkan dahinya sambil melihat foto seorang namja di hadapannya. Dia berusaha mengingat-ingat sesuatu. Dirinya merasa bahwa namja itu adalah salah satu murid di sekolahnya. Tapi dia tidak mengenalnya. Tentu saja, karena dia takkan mau repot-repot berkenalan dengan orang yang baginya tidak penting kecuali dia memiliki keperluan dengan orang itu.

Jadi dia juga model? tanya Baekhyun dalam hati. Berarti saat ini dia berada di Pulau Nami dengan Sera? Tunggu sebentar…Kim Sera…kalau dia benar-benar di Pulau Nami sama seperti yang dikatakannya kemarin, berarti dia takkan ada di sini selama 3 hari? Itu artinya hidupku tenang untuk 3 hari ke depan.

Sebuah seringaian kecil terlukis di wajah Baekhyun begitu dia mendapatkan suatu kesimpulan dalam benaknya. Dia menekan tombol exit dari website itu dan mematikan laptop.

~~~

 

“Asa! Waktunya makan!” seru beberapa orang ketika melihat hidangan yang memenuhi meja panjang di hadapan mereka.

“Whoa!” seru Sera begitu memasuki ruang makan itu.

Tampak sebuah meja kayu panjang dengan hidangan dan pemanggang yang memenuhi meja itu. Kini orang-orang yang merupakan staf pemotretan dan para model beserta manajer mereka duduk mengelilingi meja itu diikuti oleh Sera. Salah seorang ahjussi yang merupakan pemimpin staf pemotretan itu berdiri. Semua orang yang berada di ruangan itu langsung menoleh dan menatap ahjussi itu. Menunggunya untuk mengucapkan sesuatu.

“Aku berterima kasih atas kerja keras kalian hari ini. Gamsahamnida!” seru ahjussi itu sembari membungkuk.

Orang-orang yang berada di ruangan itu juga turut membungkuk sedikit.

“Besok kita akan bekerja lebih keras dari ini. Jadi kuharap kerja samanya dengan kalian,” ahjussi itu berhenti sesaat dan melanjutkan kembali kata-katanya. “Cha! Waktunya makan!”

Semua orang yang berada di ruangan itu bersorak dan langsung menyantap makanan mereka. Beberapa ada yang mulai memanggang daging dan beberapa ada yang mengobrol sambil membuka botol soju.

Sera membalikkan daging sapi yang sedang di panggang di hadapannya. Kemudian matanya tertuju pada pemandangan di depannya. Oh Sehun kini sedang menyantap makanannya. Sesekali dia melirik ke arah namja yang duduk di sampingnya dan bergidik ngeri. Jokwon, namja yang duduk di samping Sehun itu mengedipkan sebelah matanya. Dia mengambil sayur dan menaruhnya ke mangkuk nasi milik Sehun. Sehun yang terkejut dengan perlakuan itu melihat Jokwon dan membungkuk sedikit sambil tersenyum risih, kemudian dia menggeserkan tubuhnya. Berusaha untuk menjauhkan diri dari namja yang menurutnya aneh itu. Jokwon yang melihat itu juga menggeserkan tubuhnya untuk lebih mendekatkan dirinya ke Sehun dengan gaya kemayu. Sera menutup mulutnya untuk menahan tawa melihat kejadian itu. Tidak pernah disangkanya Jokwon yang tadi sangat macho sewaktu sesi pemotretan kini bisa berubah 180 derajat seperti itu.

Kegiatan makan malam berlangsung dengan lancar. Beberapa ada yang bercanda tawa, beberapa bahkan ada yang melawak di depan ruang makan. Sedangkan yang lainnya bersorak riuh melihat lawakan tersebut. Setelah selesai, para kru membantu bibi pengurus cottage membereskan peralatan makan. Beberapa ada yang membereskan peralatan untuk pemotretan esok hari. Sedangkan para model dan manajer mereka bersiap-siap untuk tidur.

Sera berjalan ke kamarnya. Langkahnya terhenti ketika dia melihat Sehun sedang duduk di balkon cottage sambil melihat ke langit. Penasaran dengan perilaku Sehun dan semua hal yang baru dialaminya hari ini, Sera berjalan mendekatinya dan duduk di samping namja itu.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Sera.

“Hanya mencari angin sebentar sebelum tidur,” jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya.

Hening diantara mereka berdua selama beberapa saat.

“Kau bagus sekali hari ini.” kata Sehun memecah keheningan.

“Bagus?” tanya Sera tidak mengerti.

“Ekspresimu tadi…,”

“Oh, gamsahamnida,” Sera membungkuk sedikit. “Tapi, aku tak menyangka ternyata kau model.”

Sehun tersenyum dan melihat Sera. “Sudah kuduga.”

Sera mengernyitkan dahinya. Dia tidak mengerti maksud Sehun.

“Karena kau bersikap biasa saja ketika melihatku. Kalau yeoja lain pasti sudah memekik tak karuan dan minta tanda tangan atau foto bersama.”

Sera yang mendengar itu mengangguk-angguk kecil. “Oh. Tapi bukannya itu menyenangkan? Kau populer dan lagi kau model terkenal.”

“Apanya yang menyenangkan?! Dikelilingi dan diikuti sepanjang waktu terutama di sekolah! Untung saja ada beberapa yang mengerti dan tidak mengikutiku begitu aku memberitahu mereka. Trus jadwal pemotretan sangat padat. Jam tidurku bahkan berkurang gara-gara itu.”

“Ah…Ternyata tak semenyenangkan kelihatannya ya… Ah! Itu sebabnya kau sering tidur di sekolah?”

Sehun mengangguk kecil. “Satu-satunya tempat dimana aku bisa mendapat jam tidur lebih hanya di sekolah. Tapi untuk mencari tempat tenang dan terbebas dari para yeoja di sekolah itu yang sulit.”

Sehun mengerucutkan bibirnya yang sedikit membuatnya seperti anak kecil. Sera yang melihatnya tertawa kecil, membuat wajahnya yang baby face semakin cantik. Entah mengapa hal itu membuat Sehun tertegun. Seakan dia ingin melakukan apa saja demi melihat pemilik wajah baby face itu tertawa.

Ada apa denganku? tanya Sehun pada dirinya sendiri. Kenapa aku ingin dia terus tertawa seperti ini?

“Ah, ya! Aku masih penasaran, apa yang membuatmu semangat sampai membolongi pagar waktu itu?” tanya Sera.

Sehun tersadar dari lamunannya dan menjawab, “Oh, itu! Pertama kalinya aku muncul sebagai cover boy di majalah “The Eye”. Seperti sebuah pengalaman baru bagiku. Aku tak menyangka mereka langsung memakaiku padahal baru satu bulan aku jadi model.”

“Jadi itu yang membuatmu semangat?”

“De,” jawab Sehun sambil mengangguk-angguk kecil.

Sera kemudian menggembungkan pipinya seolah-olah sedang memikirkan sesuatu. Dirinya tiba-tiba teringat sesuatu.

“Yang kemarin di ruang guru itu…kau minta ijin?” tanya Sera.

Sehun mengangguk. “Waeyo?”

“Ani…,” jawab Sera sambil menggeleng kecil.

Entah mengapa sangat menyenangkan berbicara dengan Sehun, pikir Sera. Berbeda dengan namja yang menjadi tetangganya, Baekhyun. Yang mereka lakukan setiap hari hanyalah berkelahi dan mengadu mulut. Seperti ada suatu sengatan kecil begitu nama Baekhyun terbesit dalam pikirannya.

Apa yang sedang dilakukannya sekarang? tanya Sera dalam hati.

~~~

 

“Hachii!!!”

Terdengar suara bersin yang sangat kuat memenuhi ruangan itu. Mrs.Byun yang sedang menyantap makan malamnya itu mendongak. Dia memperhatikan anak semata wayang yang berada di hadapannya.

“Gwechana?” tanya Mrs.Byun

Baekhyun yang berhadapan dengan ommanya itu melap hidungnya. “Gwenchana,” jawabnya.

“Kau masuk angin? Atau…ada orang yang sedang memikirkanmu? Aigoo…yeoja mana yang sedang memikirkanmu, baekhyun-ah…,” kata Mrs.Byun menggoda anaknya.

Baekhyun mendengus kecil menanggapi candaan ommanya. Dia menunduk dan kembali menyantap makan malamnya.

Seseorang memikirkanku? Tidak mungkin, pikir Baekhyun.

~~~

Sera memeluk tubuhnya sembari sesekali menghembuskan napas ke tangannya. Giginya bergemeletuk menahan dinginnya cuaca di pagi hari itu. Dia melihat orang-orang yang berlalu lalang sambil membawa beberapa peralatan untuk pemotretan. Dirinya yang sudah dibangunkan pagi-pagi itu hanya bisa menunggu hingga semua persiapan selesai.

“Di-diiiiing-iiiiin…..,” gumamnya kecil.

Tiba-tiba seseorang mendorong punggungnya sehingga membuatnya tersentak dan terdorong ke depan beberapa langkah. Sera menoleh. Orang mana yang mendorongnya, pikir Sera. Dirinya kemudian melihat seorang namja bertubuh kurus dengan pakaian dan make up yang sudah siap melakukan sesi pemotretan.

Jokwon?! kata Sera dalam hati.

“Ya!” Jokwon melipat tangannya dan berjalan mendekati Sera. Namja itu mendekatkan wajahnya yang membuat Sera harus memundurkan wajahnya.

“Apa hubunganmu dengan Sehunnie?” tanya Jokwon.

“D-de?” Sera terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba itu. Dia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk mencari jawaban yang tepat.

Hubungan? Kami hanya teman satu sekolah dan tunggu…. Tadi dia bilang Sehunnie?! kata Sera dalam hati.

“Ck! Lama banget! Apa hubunganmu dengan Sehunnie?” tanya Jokwon lagi.

“Mm… kami hanya teman satu sekolah,” jawab Sera.

“Chinggu? Jinjja? Bukan yeoja chinggu?” Jokwon menyipitkan matanya.

“Ani! Kami hanya chinggu!”

“Tapi semalam aku lihat kau lagi bicara dengan Sehunnie. Kalian bukan pacaran kan?”

“Aniyo! Kami hanya chinggu! Aku berbicara karena kami satu sekolah. Tidak lebih! Mana mungkin kami pacaran. Sehun kan model terkenal dan berbakat. Sedangkan aku hanya model amatiran,” jelas Sera panjang lebar untuk memastikan Jokwon.

Jokwon kini memundurkan wajahnya dan menatap Sera dengan tatapan menyelidik.

“Hmm…Geurae. Sehun gak mungkin suka sama cewek gak cantik kayak kau. Lagian juga semalam gak ada aura mesra diantara kalian,” kata Jokwon sambil mengangguk-angguk kecil.

“Dari tadi kau memanggilnya Sehunnie, Sehunnie. Kalian saling kenal?”

“Bukan urusanmu! Tapi…” Jokwon berjalan mendekati Sera hingga jarak diantara mereka hanya beberapa senti. “…kau temannya. Apa kau tahu apa yang disukai Sehun?”

Sera mengernyit mendengar pertanyaan Jokwon.

“Maksudku barang kesukaan atau hobinya gitu. Ada?”

“A-aku tidak tahu. Kami tak begitu dekat.”

“Kalo gitu, bantu aku. Coba cari tahu segala hal tentang Sehunnie. Hobinya, warna favorit, pelajaran yang paling dia tidak bisa, parfum apa yang digunakan sampai seluruh warna celana dalamnya.”

“M-mwo?! Untuk apa?”

“Untuk kesenangan pribadi.” Jokwon melihat Sera yang menatapnya dengan tatapan ngeri melanjutkan perkataannya, “Memangnya salah ingin mengetahui segala hal tentang orang yang kita sukai?! Lagian kalian teman satu sekolah!”

“Ta-tapi gimana caranya?”

“Ck! Kalian kan satu sekolah. Tanya aja langsung sama Sehunnie. Ah! Itu dia!”

Sera mengikuti arah pandangan Jokwon dan melihat Sehun yang sedang berbicara dengan manajernya tidak jauh dari tempat mereka berada.

“Sekarang tanya dia,” kata Jokwon sambil mendorong Sera.

“Mwo?!”

“Palli! Dan jangan rebut dia dariku, arra?”

~~~

            Suasana lorong yang awalnya sepi kini mulai ramai dengan orang yang berlalu lalang begitu suara bel berbunyi. Beberapa yeoja yang awalnya sibuk dengan aktivitas bergosip mereka kini segera merapikan penampilannya ketika seorang namja melawati lorong itu. Namja itu tidak merasa risih atau sekedar menebarkan senyum terhadap yeoja-yeoja  tersebut. Sebaliknya, namja itu hanya bersikap cuek sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Kepalanya mengangguk pelan mengikuti irama musik dari headset yang digunakannya seolah dia menikmati musik itu, namun ekspresinya berbeda dengan alunan musik yang didengarnya. Namja itu mengedarkan pandangannya dengan asal.

Aneh sekali. Entah kenapa rasanya aku gak mood, pikir namja itu.

Tiba-tiba seseorang menabraknya dan terdengar suara sebuah kaleng minuman terjatuh. Yeoja-yeoja yang melihat kejadian itu terkesiap, beberapa bahkan ada yang berseru “Omo!”. Namja yang ditabrak itu merasakan ada sesuatu yang basah pada bagian perutnya. Dia menunduk dan melihat sebuah noda besar berwarna merah muda menghias seragam putih dan blazer biru yang dikenakannya.

“Mianhae, Baekhyun. Aku tak sengaja,” kata namja yang menabraknya itu.

Namja yang bernama Baekhyun itu mendongak dan menatap tajam namja yang menabraknya. Kini amarah langsung menguasai dirinya. Dia melepaskan headsetnya dan menarik kerah baju namja itu. Suasana lorong yang awalnya ramai kini senyap. Semua orang yang berada di lorong itu menatap kedua namja yang menjadi pusat perhatian saat ini.

“Apa tadi kau bilang?” desis Baekhyun.

“Mi-mian… Mak-maksudku, choe-choe-choeseongheyo,” kata namja itu gugup sambil menelan air liurnya dengan susah payah.

Baekhyun mendengus dan melepaskan cengkeramannya dengan kasar yang membuat namja itu harus terjengkang ke belakang. Tanpa mempedulikan bisikan orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut, dia berbalik dan berjalan menuju toilet.

~~~

 

Sera menatap pemandangan di depannya dengan kagum. Tampak seorang yeoja memakai gaun coklat panjang dengan bulu-bulu di sekitarnya sedang duduk bersandar pada sebuah pohon besar dengan pemandangan bukit di belakangnya. Seorang namja yang merupakan fotografer memotret yeoja itu. sesekali fotografer itu mengubah angle kameranya.

Cantik, pikir Sera.

“Tatapanmu itu seperti sedang naksir orang saja,” kata seseorang di samping Sera.

Sera menoleh dan mendapati Sehun sedang berdiri di sampingnya sambil tersenyum.

“Kau kagum padanya?” tanya Sehun.

Sera mengangguk pelan. “Dia cantik.”

“Kim Jiwon… Dia cantik dan berbakat. Tapi kudengar sifatnya jelek,” kata Sehun.

Sera menaikkan kedua alisnya. Tiba-tiba dirinya teringat dengan permintaan Jokwon padanya.

Apa yang mau ditanyakannya tadi? Warna celana dalam? kata Sera dalam hati.

“Sehun-ah”

“Mm?” Sehun menoleh. Dia menaikkan kedua alisnya yang membuat dirinya begitu imut di mata Sera.

“Apa wa-wa-warna…,” kata Sera gugup.

“Warna apa?”

“Wa-warna-tidak ada apa-apa….” Sera langsung menolehkan wajahnya. Dirinya tidak berani menatap Sehun.

Apa yang kau pikirkan, Sera?! Masa kau tanya warna celana dalam namja?! Mana namja itu Sehun lagi! rutuk Sera dalam hatinya.

~~~

            Baekhyun melempar tasnya dengan asal. Entah mengapa rasanya dia begitu kesal dan tidak mood hari ini. Ditambah lagi seseorang mengotori seragam dan blazernya yang membuatnya harus mencium bau minuman bersoda itu selama di sekolah. Dia segera mengganti pakaiannya dan meraih kamera kesayangannya yang berada di rak. Satu-satunya hal yang bisa melepaskan segala kebosanan dan perasaan amarah di dalam dirinya hanyalah kamera itu, kamera milik almarhum ayahnya. Dirinya bahkan masih ingat betapa senangnya dia ketika ayahnya memberikan kamera itu padanya. Begitu banyak kenangan dia bersama ayahnya di dalam kamera tersebut. Dan dia juga masih ingat janjinya untuk menjaga kamera itu di depan makam ayahnya.

Baekhyun tersenyum ketika membersihkan kamera itu. Namun senyuman itu tidak berlangsung lama. Dia mendongak dan melihat jam yang terpampang di dinding kamarnya. Baru 15 menit dia membersihkan kamera itu. Biasanya bisa memakan waktu berjam-jam hanya untuk membersihkan kamera itu sekali. Baekhyun kembali memperhatikan kameranya secara teliti, mencari spot-spot yang kotor di kamera itu. Tidak ada debu apapun di kamera tersebut. Akhirnya dia meletakkan kamera itu kembali dan berjalan turun untuk makan malam.

Beberapa saat kemudian, dia memasuki kamarnya lagi. Dirinya kembali mengambil kamera itu dan membersihkannya lagi. Setelah puas, dirinya mendongak dan melihat jam dinding di kamarnya. Dia mengernyitkan dahinya karena baru 10 menit dia membersihkan kamera itu.

Haruskah aku tidur? Tidak. Ini terlalu awal dan aku tidak ngantuk. Lebih baik aku baca majalah, pikirnya.

Baekhyun kemudian meletakkan kamera itu kembali dan mengambil sebuah majalah di atas nakas. Dia membolak-balikkan halaman-halaman majalah itu dengan asal. Tidak ada satu hal atau beritapun yang menarik perhatiannya. Kemudian dia menutup majalah itu dengan keras dan mengambil kamera miliknya untuk membersihkannya lagi. Dia membersihkan seluruh bagian kamera, hingga debu dan bakteri apapun tidak ada lagi di kamera itu. kemudian Baekhyun kembali melihat jam dindingnya. Hanya 5 menit dia membersihkan kamera itu. Dirinya menaruh kembali kameranya dan menghela napas panjang. Dia kemudian berdiri dan berjalan mondar mandir dengan asal di dalam kamarnya.

Entah apa yang terjadi pada dirinya. Seharusnya dia merasa tenang dan enjoy ketika membersihkan kamera itu. Seharusnya kenangan-kenangan akan appanya menenggelamkan semua perasaan dan unek-uneknya saat ini. Tetapi hal itu malah tidak terjadi. Entah mengapa dia merasa tidak mood mengerjakan sesuatu. Dirinya merasa hampa dan bosan.

Tanpa disadarinya, kakinya berhenti tepat di depan sebuah gorden yang terpasang di seberang kamarnya. Tangannya menggapai gorden itu dan hendak membukanya. Tiba-tiba dia berhenti. Dia tersadar dan melihat dirinya kini sudah dalam pose yang hendak membuka gorden. Dengan buru-buru dia melepas pegangannya pada gorden itu dan berbalik.

Apa yang sedang kulakukan? pikirnya.

 

 

…TBC…

Setelah sekian lama, chapter 6 kuposting di sini juga. itu dikarenakan aku gk sempat memposting ff ini di blog laen selain blogku pribadi. ok. skian dl.bye2! ^^

don’t forget to comment!

Best regards,

nana

Advertisements

7 thoughts on “WELCOME TO MY HALF HOUSE!!! [CHAPTER 6]

  1. hya.. aku masih bingung milih baekhyun apa sehun.. tapi pasti endingnya sama baek lah ya..
    suka baek disini deh, coolnya emang cool yang cool banget (?)
    ditunggu next chap ya~ fighting!!

  2. Kamu merasa ada sesuatu yg ilang ya Baek? Tapi kyaknya kamu belum menyadarinya!! Jokwon gay? ketawa sendiri pas bagian sera mau nanya warna dalannya Sehun,wkwkwk

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s