[FREELANCE] When I Meet Both of You

pizap.com13616906204471

|Title     :   when i meet –BOTH OF YOU |

| Author   : @chs_ny       |  Length  : drabble |

| Genre    : romance, fluff , drabble          | Rate  : Teenager |

| Cast   : Kim jongdae ,  Jung SoHyun |

 

There’s a ribbon in the sky for our love

∞∞∞

 

Sinar cahaya menyinari setiap pelosok lengkuk tubuhnya, mengeluarkan aura seorang superstar. Shining~

Hanyut akan suaranya, itulah keadaanku sekarang. Bingkai terbentuk memahat dirinya antara setiap sisi, menggambarkan perempetan yang saling berbatasan. Aku terhanyut akan suaranya.

Beautiful voice . . . kesan pertama yang dapat kuberikan kepadanya. Bagaimana bisa? Sesosok lelaki diciptakan sesempurna itu. Wajah tampan dan suara emas., apakah tuhan memang menciptakan sesosok sempurna itu untuk diriku? Ku rasa tidak, ini semua tidak sesuai dengan apa yang selama ini kuberikan dan kulakukan untuk tuhan…..

Bingkai yang terukir dan terbentuk dengan sendirinya, memisahkan antara dunianya yang seolah terbentuk karena suara emasnya, terpahat dengan emas dengan kilauannya, menyinari sekujur tubuhnya seolah memancarkan sebuah aura yang tak kupahami dengan jelas. Papan papan yang indah terbentuk memantulkan setiap melodi yang ia tuturkan, ber-iringan membentuk gelombang, hendak menabrakku dalam suatu kondisi.

Tidak bernyawa, itu keadaanku sekarang akibat benturan gelombang suara yang ia berikan. Hanya jasatku yag berdiri di sini tetapi tidak denga nyawaku yang sekarang mungkin sedang menari-nari menikmati setiap lantunan yang ia keluarkan, menyambut dengan senangnya setiap gelombang frekuensi yang menghampiri. Situasi ini seperti sangat familiar bagiku. Aku pernah merasakan ini sebelumnya, itu yang terpikirkan olehku untuk sesaat,

.  .  .

And our ribbon in the sky

Ribbon in the sky

A ribbon in the sky for our love

.  .  .

Bulu romaku bergidik dengan sendirinya, merasakan hawa yang berbeda. Menarik firasatku untuk mengetahui sosoknya. Lantunan suara yang meninggi, menghampiri puncaknya, menyambut tepukan tangan yang silih berganti berdatangan. Riuh pun tercipta, pendengaranku menjadi sedikit terganggu akibat suara riuh yang tercipta,

Tidak ada lagi suaranya, ….

Daya tanggkap otakku berkata demikian, dengan sendirinya pikiran dan jiwaku kembali merasuki jasatku. Aku bergetar untuk beberapa saat. Kupandangi sosoknya kembali setelah sempat kehilangan pandangan darinya,

Tangannya sibuk mengemasi sejumlah barangnya, memasukkan satu persatu uang yang di dominasi oleh uang koin kedalam saku bajunya. Terlihat sosoknya diapit oleh dua orang namja, memakai setelan jas, berkacamata hitam, serta headset di telinganya. Seperti sesosok pengawal.

Tunggu dulu ….

Pengawal? Benarkah itu pengawalnya? Bukannya itu berarti dia anak keluarga kaya? Tetapi kenapa masih mengamen di jalan seperti ini? Atau kedua namja adalah rentenir yang hendak menagih hutang darinya?.

Sebuah mobil terlihat menghampiri sesosoknya, membukakan pintu seolah mempersilahkannya untuk masuk. Kupandangi mobil yang ia tumpangi,  kupandang tanpa cela untuk melewatkannya. Berharap dengan begitu ia dapat melihatku, berbalik dan kemudian menyapaku.

.  .  .  .  .

Harapan itu pupus. Dunia ku kembali seperti semula. Semilir angin membawanya, membawanya entah kemana. Ku pandangi tempat ia bernyanyi tadi. Sepi.

Hanya ada beberapa orang lewat untuk berjalan. Jalan ini tidak seramai tadi, ketika duniaku yang terasa riuh oleh tepuk tangan massa. Sekarang, yang kurasakan hanyalah kekosongan tanpa penggerak semangat, perut yang menggelitik untuk menari pun hilang entah kemana.

Aku berdoa untuk sesaat memohon sesuatu kepada Tuhan, aku tau aku tidak seharusnya berdoa hanya pada saat memohon, tapi inilah keinginanku sekarang. ‘Bertemu dengannya sekali lagi dan dapat merekam suaranya’

Dengan mendengar suaranya itu. Aku yakin, aku bisa kembali hidup. Menghidupkan semangatku yang selama ini menghilang.

“Jung Sohyun~” seseorang memanggil namaku, refleks aku melihat ke sumber suara itu.

“Yaa , waegure? Dari tadi aku memanggilmu, tapi kau termenung dari tadi?” lanjutnya lagi.

“Ohh, Jinja? Mianhe. hehe” ucapku sambil tersenyum nyengir, memamerkan sederatan gigi putih pepsodent

“Ayo, kita pulaanggg” ujarya sambil menarik pergelangan tanganku.

Dia adalah saudara kembarku, ‘kepribadian yang berbeda’ , itulah ciri khas kami. Omma dengan sangat mudah dapat membedakan kami, kebalikan dari appa yang selalu memanggilku Jung Sojin. Di dunia ini sepertinya hanya omma yang bisa kuandalkan.

Sifat ceria yang kumiliki, aku pelajari dari adikku. Selama beberapa tahun terakhir, aku bukanlah Jung Sohyun yang sekarang. Aku lebih memilih, orang lain menganggapku sebagai Jung Sojin. Mengapa? Pasti itu yang mereka katakan, pada saat aku menceritakan masa laluku.

 

-FLASHBACK  6 years ago

“SoJin-sshi”

Aku merasakan tepukan tangan seseorang di bahuku. Refleks aku kemudian menoleh ke belakang dan melihat siapa yang memegang bahuku sekarang. Aku terkejut ketika melihat sosoknya. Ia adalah Jongdae , ‘namjachingu saudara kembarku’. Belum sempat mataku berkedip tiba-tiba aku dibuat terkejut ‘lagi’. Tiba-tiba tangannya memegang pergelangan tanganku. Menarikku menuju suatu tempat.

Kemana ia akan membawaku?

Aku terus memikirkannya perlangkah menorehkan setiap kata di pikiran, mencoba menebak .

“Kelas musik?” aku bergumam perlahan saat sampai pada tempat yang ia maksud.

“ne. Sekarang duduk di sini dan lihat aku bermain.” Ujarnya sambil menarikku menuju kursi yang lumayan panjang di hadapan sebuah piano.

Sebenarnya aku ingin berlari sekarang, aku ingin mengatakan bahwa aku bukan ‘Sojin’.Sojin tidak masuk hari ini dan aku adalah Sohyun. Tapi kehendak ini ku urungkan. Rasa penasaranku yang menarikku melakukan ini semua. Aku tau seharusnya aku tidak boleh melakukan ‘demikian’. Tapi ini sudah terlanjur. Aku ingin merubah diriku menjadi Sojin. Sehari saja. . . .

Dentingan suara piano mulai terdengar, nada yang ia mainkan secara perlahan dan penuh perasaan~

.  .  .

Oh so long for this night I prayed

That a star would guide you my way

To share with me this special day

Where a ribbon’s in the sky for our love

.  .  .

Bisa kukatakan kondisi aku sekarang lagi sangat parah, aku seperti kehilangan 4 indera yang kumiliki, sementara. Aku seperti masuk ke suatu dunia berbeda, ini bukan duniaku.

.  .  .

If allowed may I touch your hand

And if pleased may I once again

So that you too will understand

There’s a ribbon in the sky for our love

.  .  .

Jasatku seperti hilang entah kemana, itu keadaanku sekarang akibat benturan gelombang suara ia keluarkan, menubrukku kepalaku secara perlahan melalui pendengaranku hingga jiwa ini keluar perlahan. Luar biasa !

.  .  .

This is not a coincidence

And far more than a lucky chance

But what is that was always meant

Is our ribbon in the sky for our love, love

.  .  .

“Indahnya…,”

Tiba tiba duniaku berubah lagi menjadi indah, sekitarku yang sebelumnya gelap mulai menunjukkan secercah cahaya. Perlahan tapi pasti semuanya menjadi cerah, jelas dan seakan nyata. Aku bersamanya kini tengah berada di antara guguran bunga musim semi. Menarik perasaanku untuk kembali.

.  .  .

 We can’t lose with God on our side

We’ll find strength in each tear we cry

From now on it will be you and I

.  .  .

Ku tadahkan tanganku, mengambil sehelai bunga musim semi yang gugur. Perasaanku sangat tenang, dengan alunan lagu yang ia lantunkan. Seolah menjadi backsound akan keadaanku sekarang.

.  .  .

And our ribbon in the sky

Ribbon in the sky

A ribbon in the sky for our love

.  .  .

Dengan hati hati kuperhatikan helaian bunga tersebut dalam keadaan yang rapuh. Aku takut akan semakin memperburuk keadaannya. Sama sepertiku… ‘RAPUH’

Pandangan di sekitarku tiba-tiba sangat gelap, aku hanya menemukan secercah cahaya dan cahaya itu sangat menyilaukan. Cahaya itu tepat berada di depanku, entah mengapa sekarang aku berada di sini dalam posisi berdiri, apa yang kulakukan? Hatiku bimbang.

-FLASHBACK  6 years ago END

∞∞∞

Pikiranku berputar, flashback yang kualami, ganjil , rasanya ganjil dan aneh. Aku berusaha berpikir. Menekan kembali pikiranku untuk berpikir lebih keras. Apa hubungan yang ada antara keduanya?

Ku coba mengingat kembali suaranya, suara yang selama 6 tahun ini ku rindukan. Aku ingin mendengarnya kembali bernyanyi. Bernyanyi untukku, bukan lagi untuk sojin.

Suara merdu yang kurindukan. Benarkah dia? Benarkah ia orangnya?

‘END’

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s