[FREELANCE] SIWON is…

SM vs JYP

SIWON is …

Author             : Lee Hyohee (@Lousey_Han)

Tittle                : SIWON is …

Main Cast        :  Choi Siwon

Choi Sooyoung

Support  Cast  : Im Yoona, Park Jungsoo (Leeteuk), Kim Heechul, Kim Jongwoon (Yesung), Kim Youngwoon (Kangin), Shin Donghee (Shindong), Lee Sungmin, Lee Hyukjae (Eunhyuk), Lee Donghae, Cho Kyuhyun, and Super Junior’s Family also other illustration cast

Genre              : Romellaco ( Romance, Mellow/Sad, Action, Comedy)

Rating             : PG-15

Length : Oneshoot

Disclaimer       : This story is mine, it’s 100% hot from my brain. Sooyoung here is an ordinary people like us. But, Siwon still member of Super Junior. ChoiSooyoung is mine, she live in my mind. Choi Sooyoung and Choi Siwon belongs God, their parent, SM Ent, ELF, Soshi, Sooyoungster and Siwonest. WARNING!!! Don’t be a plagiat! Siders, please go away!! Don’t like? Don’t read it!!!

________________________________________________________

For some reason, I LOVE YOU…

For some reason, I HATE YOU…

You know, EVERYTHING HAPPEN FOR REASON

 

-Choi Sooyoung-

 

 

S is …

Star

 

Sooyoung POV,

Aku mencintai seorang bintang. Salahkah? Aku mencintai Siwon. Ya benar, Siwon Super Junior.

Siapa aku? Itu tidaklah penting. Karena untuk mencintai seseorang kita tidak perlu identitas maupun persyaratan.

“ Youngie, kau melamun lagi?!” teriakan Yoona cukup membuatku mati muda karena serangan jantung.

“ hm…”

“ Dasar bodoh! Jangan melamun saja. Kau tak lihat piring-piring ini mulai menumpuk minta di cuci. Kalau bos melihatmu kau bisa dipecat.”

“ Arraseo, Yoon ah. Kau mulai mengomel lagi.”

Tanpa mendengar protesku ia pergi. Mungkin pekerjaan di dapur sudah memanggilnya. Dia ImYoona, sahabatku.  Kami tinggal bersama di flat sederhana yang kami sewa secara patungan. Seperti yang kau tahu, kami juga bekerja di tempat yang sama. Yah, aku seorang pelayan di restoran kecil ini. Sedangkan Yoona bekerja di dapur. Restoran ini kecil tapi ramainya minta ampun. Yang jelas karena ramainya restoran ini bisa-bisa membuat semua tenagaku terkuras.

“ Choi Siwon akan membintangi drama terbaru bertajuk action. Menurut sumber ia akan berperan sebagai seorang polisi. Drama ini mengambil lokasi di sebuah daerah Jeolla Utara… tiutttt pettt…”siaran TV itu pun terputus.

Aku melirik ke arah seseorang yang mematikan siaran TV itu. Yoona dengan remote warna hitam di tangannya sedang berkacak pinggang. Wajahnya terlihat kesal, mungkin karena ulahku.

“ Kerja!!!!” kata Yoona ke arahku tanpa suara. Tapi aku bisa memahami isyarat itu.

Dengan malas kuseret kakiku menuju ke dapur lebih tempatnya tempat mencuci piring. Aku mengambil piring kotor satu per satu, mengusapnya, dan akhirnya membilasnya dengan air bersih.

 

Pukul 8  alam, kami baru pulang bekerja. Seperti biasa, kami langsung pulang ke flat. Tubuhku sangat lelah. Semua tulangku rasanya remuk. Seharian berjibaku melayani pelanggan, mencuci ratusan piring, mengantar pesanan kesana-kemari. Oh Tuhan kapankah ini semua berakhir.

Alunan merdu ‘Haru’ menemaniku memasuki alam mimpi. Sayup-sayup nada-nada riang dari Super Junior itu tak terdengar lagi. Jaljayo Sooyoung, tidurlah yang nyenyak besok adalah hari yang berat.

 

ireon gibun cheoeumiya Baby ireon sarang cheoeumiya Baby

nareul seollege haneun saram mallya narang darmeun sarang neo mallya

bogo bwado tto bogo sipeo nae yeopeman isseojul saram

nuga bwado nae ippeun yeojachingu narang darmeun sarang neo mallya

nun gamado chajeul su isseo sesang dan hanappunin neol naega neol jikyeojulge Baby

 

neoui harue naui harue seoroga itgie nan modeun geosi areumdawo

heeojijaneun apeun mal haji malgi geureoke nae yeopeman isseojwoyo

 

Normal POV,

Angin berembus lembut, memainkan tirai putih di sisi kanan kamar itu. Seleret cahaya matahari menembus melalui celah-celah tirai itu. Sang pemilik kamar masih asyik dalam dunia mimpinya. Sesekali ia mengeratkan pelukkannya pada guling kesayangannya.

“ Siwon na, ireona!! Ireona palli,” suara lembut seorang ahjumma berusaha membangunkannya.

“ Siwon na, kau tidak ingin eomma memakai jurus mematikan untuk membangunkanmu, kan?”

Tak ada tanda-tanda kalau Siwon, sang empunya kamar, mau bangun dari alam mimpinya. Sang ahjumma berkacak pinggang lalu mendecak kesal ke arah putranya itu. Dan dengan sedikit ancang-ancang, ahjumma itu menepuk pantat Siwon. Kontan saja Siwon terkejut dan langsung bangun.

“ Eomma, apa-apaan ini,” protes Siwon sambil mengucek mata kirinya. Dia selalu tidak suka jurus andalan eommanya, menepuk pantat. Karena pantat adalah salah satu bagian sensitive Siwon.

“ Bangun, nak. Bukankah kau ada jadwal pagi ini?? Satu lagi, saengil chukkae,” ucap Choi ahjumma.

“ Gamsahamnida, eomma,” Siwon bangun dari tempat tidurnya dan memeluk eommanya.

“ Eomma tunggu di bawah, ne? Appa ingin kau makan bersama. Ingat, jangan buat alasan sibuk untuk menolak ajakan Appamu.”

“ Arraseo, aku mandi dulu eomma.”

Namja berperawakan tinggi itu melepaskan baju yang melekat pada tubuhnya dan meleparnya ala pemain basket ke arah keranjang baju kotor di sudut ruangan. Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Saat air menguyur tubuhnya, seketika rasa malasnya hilang berganti dengan kesegaran. Dengan baju mandinya ia keluar, lalu menyambar satu setelan jas Armani yang sudah disiapkan eommanya.

Ia melirik ponselnya, membuka beberapa catatan jadwal yang dikirim managernya. Pagi ini dimulai dengan fansight di sebuah pusat perbelanjaan milik keluarganya, Hyundai Departement Store.

 

“ Choi Siwon!!!!! Lihat kemari!!” “ Siwon na, di sini!!!!!” Oppa!! OPPA!! Oppa!!!” “Saranghae!!”” OPPA, saranghaeyo!!!!” teriakan khas fangirl membahana di pelataran Hyundai.

 

Sooyoung POV,

Hari ini hari ulang tahun biasku, ah anni namjachinguku, ah anni aku hanya menghayal. Ini ulang tahun Siwon. Aku sangat berterima kasih pada Choi Kiho Ahjussi yang mengadakan acara fansight special untuk putranya. Pagi-pagi aku sudah ikut mengantri demi mendapat tanda tangan namja yang paling menyilaukan mataku ini.

Aku sudah melihat mobil audinya melintas, itu berarti dia sudah datang dan acara ini pasti akan segera dimulai. Mengingat senyum khas namja itu membuat jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya. Lalu bagaimana nanti saat aku berdiri dihadapannya? Apa aku akan pingsan??

Antrian semakin lama semakin berkurang. Beberapa yeoja melintas dengan wajah penuh kepuasan. Beberapa dari mereka saling pamer satu sama lain. Katanya Choi Siwon menulis pesan khusus untuknya. Dia menulis “ Kurangi berat badanmu dan kau akan terlihat cantik.” Aku terkekeh mendengarnya, bagaimana tidak? Yeoja tadi memang memiliki tubuh tambun untuk ukuran yeoja umumnya. Kemudian aku mensyukuri diriku yang miskin ini, karena miskin aku jadi tak banyak makan dan tubuhku yang terbiasa kelaparan ini cukup ideal.

Oh tidak, berapa orang lagi? Satu.. dua.. tiga.. empat.. ENAM! Enam orang lagi kemudian aku akan berhadapan dengan namja itu. Dari sini saja ia sudah terlihat. Dengan telaten dan penuh senyum ramah ia melayani fansnya. OMO! Rasanya oksigen di dunia ini tak ada lagi. Kenapa aku merasakan sesak yang teramat?

Seorang yeoja berkacamata baru saja melintas kearah yang berlawanan dengan antrian ini, itu berarti tinggal lima orang lagi. Selain gugup aku merasakan sesuatu yang lain, firasat buruk kah itu?

Entah kenapa mataku berputar mencari keanehan yang terjadi. Seorang ahjumma melesat diantara kumpulan yeoja yang mengantri. Tapi apa maksudnya? Dia fans? Atau…

“ Andwe!!!!” teriakku mencegah ahjumma itu melempar sebuah benda yang di bungkus plastic hitam ke arah Siwon.

Benda yang tadinya mengarah ke Siwon sebagai sasarannya, kini entah terlempar kemana. Yak, ahjumma itu lumpuh karena sergapanku. Aku menindihnya, ahjumma itu berteriak seperti orang kesetanan. Ia menyumpah serapahi Choi Siwon. Sebenci itukah dia? Bukankah Choi Siwon itu berhati malaikat?

 

Normal POV,

Di sisi lain, Choi Siwon telah diamankan ke salah satu ruang di mall ini. Ia sekarang berada di ruang direktur dengan kata lain di ruang Appanya sendiri. Ia mengerang frustasi. Kenapa ada peristiwa seperti ini?

“ Kenapa harus hari ini? Apa masalah tidak pandang bulu untuk mendatangi seseorang tepat di hari ulang tahunnya? Arghhht, aku bisa gila! Tuhan, tolong aku..”

Tak sampai hanya di situ, sosok yeoja yang menolongnya tadi juga terus terbayang. Ia membayangkan bagaimana jadinya kalau tidak ada yeoja itu. Pasti ia sudah dipermalukan oleh seorang ahjumma yang melemparinya dengan kotoran. Ya, isi kantong hitam itu adalah kotoran. Dan berkat yeoja itu, kotoran itu tidak mengenainya. Melainkan salah satu pengawalnya.

Ia tersenyum mengingat kejadian tadi. Kenapa ia begitu labil, tadi ia marah-marah sekarang ia malah tersenyum.

 

 

I is …

It’s You

 

Flashback,

Sooyoung POV,

Neorago… (Neorago)
Neorago… (Neorago)
Nan noppunirago… (Neorago)
Neorago… (Neorago)

Sayup-sayup lagu itu mengalun di sepanjang jalan yang kulalui. Lagu itu, lagu yang sedang booming di Korea. 13 namja tampan kerap mengisi layar kaca untuk melantunkan lagu itu bersama lagu lain, Sorry Sorry.

Entah sejak kapan, saat mendengar lagu itu aku tak henti-hentinya membayangkan seorang diantara mereka ber-13. Akupun mulai mencari tahu siapa dia. Choi Siwon. Sayang dia orang kaya. Mungkin bila dia berasal dari keluarga biasa seperti Choi Donghae, aku berani menyimpan harapan. Tapi lihatlah? Aku dan dia sangat jauh berbeda. Mencintainya bagai pungguk merindukan bulan.

Aku putuskan untuk menjadi fansnya, sekedar fans mungkin tidak salah.

“ Ah, kenapa aku jadi melamun seperti ini? Ini pasti karena lagu itu, sebaiknya aku bergegas.” Baru aku sadar kalau selama berjalan aku melamunkan yang tidak-tidak.

Aku melangkahkan kakiku semakin cepat. Aku tidak mau mati beku di jalan seperti ini. Minggu ini adalah hari awal masuknya musim dingin. Udara sangatlah dingin walaupun belum turun salju.

“ Youngie, neo wasseo..” sapa Yoona saat aku masuk ke dalam flat.

“ Ne… brrrr… hatciiiihhh,” aku menggigil kedinginan.

“ Cepat ganti baju, aku masak sup hangat untuk makan malam.”

“ Kau sudah buat kimchinya?” tanyaku mengingatkannya. Maklumlah Yoona adalah orang yang pelupa.

“ Oh iya..” ia menepuk dahinya sendiri. “ Maaf, aku lupa.”

“ Baiklah, aku pergi membelinya dulu.”

“ Tapi kau baru sampai.” Cegah Yoona.

“ Tak apa, sekalian saja merasakan dinginnya, aku tak mau kau merasakan dingin yang sama.”

“ Sooyoungie…” ia terharu

“ Tak usah kau terharu seperti itu, aneh sekali melihat gadis mirip preman sepertimu terharu.” Aku langsung berlari keluar sebelum mendapat lemparan sepatu darinya.

“ AWASSS KAUUUU, CHOISOOYOUNG!!!!” suaranya menggelegar bahkan sampai ke luar flat. Gadis itu memang mirip preman.

Sampai di toko kecil ini aku langsung mengambil beberapa bungkus kimchi dan membawanya ke meja kasir.

“ Semua 10 ribu won,” kata penjaga kasir itu ramah.

“ Ini..” aku menyerahkan beberapa lembar uang ribuan. Akumenatap miris dompetku. Tinggal beberapa lembar lagi dan semuanya akan habis. Padahal aku baru menerima gaji minggu lalu. Mau makan apa aku nanti?

 

Normal POV,

Ia berjalan keluar toko. Tiba-tiba..

DUAKKK!!!

Sooyoung bertabrakan dengan seseorang. Seorang namja itu memakai jaket hoodie hitam ditambah ia memakai masker dan kaca mata hitam di wajahnya. Namja itu jatuh terduduk begitu pula Sooyoung. Nasib sial melanda Sooyoung, ia jatuh tepat dimana ada genangan air. Si namja sibuk membersihkan badannya sendiri yang jatuh ke jalan. Namun seketika pandangannya terpaku pada seorang bidadari yang ditabraknya.

Bidadari? Ayolah, dia hanya yeoja biasa. Ia hanya yeoja dengan tinggi di atas rata-rata yeoja di Korea umumnya. Badannya bisa dibilang  kurus. Rambutnya panjang berwarna kecoklatan nampak tak terurus dan hanya dikucir asal. Baju yang ia kenakan agak pudar dan sepatunya hanya sneakers putih yang kumal juga robek disana-sini, itu berarti ia bukan dari golongan orang yang mampu.

Tapi ia segera tersadar dari lamunannya dan mencoba menolong yeoja itu.

“ Gwencanayo, Agassi?” tanyanya sambil membantu Sooyoung berdiri.

Saat namja membantu Sooyoung berdiri tiba-tiba ia jatuh lagi. Sooyoung tak punya cukup tenaga untuk bangun. Mungkin karena ia kelaparan. Seharian ini ia belum makan apapun, dari tadi ia hanya minum air putih untuk mengganjal perutnya.

“ Gwencana?” tanya namja itu sekali lagi, ia terlihat khawatir.

“ jeongmal joseonghamnida, Agassi. Aku benar-benar tidak sengaja.”

“Kau punya mata tidak? Hatchiiiihhhhh….. Lain kali hati-hati kalau berjalan. Ini jalanan umum, bukan kau sendiri yang memakainya. Bagaimana kalau kau menabrak seorang yang buta. Apakah kau tidak merasa bersalah padanya. Kali ini aku memaafkanmu. Hatchiiiiiiiihhhhh…. Sebenarnya siapa dirimu? Bergaya seperti buronan. Atau jangan-jangan kau artis. Choi Siwon mungkin?” Sooyoungmenggerutu tidak karuan dan saat namanya disebut namja itu membulatkan matanya tanda terkejut.

“ Ya, kenapa kau hanya melotot? Maaf kan aku juga. Oh ya soal Choi Siwon tadi lupakan saja. Aku mungkin terlalu menyukainya sampai membawa-bawa namanya.” Sooyoung berlalu begitu saja sambil memegang keningnya yang semakin pusing sejak jatuh tadi.

Di sisi lain namja itu membeku ditempatnya. Ia heran kenapa ia bertemu gadis seperti itu. Gadis yang unik, pikirnya.

 

Siwon POV,

“Apa ini?” ada kantong belanja yang jatuh ke jalan.

Kulihat isinya hanya kimchi. Mungkinkah milik yeoja tadi? Kenapa aku jadi merasa bersalah. Aku sudah menabraknya dan membuat bajunya basah dan kotor. Sekarang aku membuatnya kehilangan kimchi. Ah, molla.

Aku meneruskan langkahku menuju dorm Super Junior. Panggilan mendadak dari Teukie Hyung sungguh menyusahkan. Tadi mobilku tiba-tiba mogok dan akhirnya aku harus jalan kaki seperti ini.

Dan tunggu dulu,

“ Inikah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Dengan yeoja itu?”

 

 

W is …

When destiny make my dream comes true

 

Normal POV,

“ Kau mau pindah kemana?” tanya Eunhyuk.

“ Kemana saja asal bukai Paichai.” Kata Leeteuk

“ Apa kau yakin akan meninggalkan Paichai, Hyung?  Itu universitas seni  terbaik di Korea.” Tambah Shindong

“ Keputusanku sudah bulat. Lagipula belum tentu akan lulus. Mengingat aku selalu absen. Aku akan cari universitas yang punya jadwal fleksibel. Manager Hyung juga yang menyuruhku pindah.”

“ Manager Hyung?” tanya Eunhyuk.

“ Aku ke toilet dulu ya?” sela Siwon saat Leeteuk mulai bicara.

“ Mau kutemani?” Donghae menawarkan diri.

“ Tidak, terimakasih. Aku bisa sendiri.”

“ Tapi kau sedikit mabuk?” tanya Donghae.

“ Gwencana, sudah kau duduk saja di sini.”

“ Ne…”

Dengan langkah sempoyongan Siwon keluar dari kamar mandi setelah mencuci tangan. Tak biasanya ia pergi ke tempat seperti ini. Hanya setiap Super Junior membuat perayaan saja. Karena terlalu mabuk atau karena dia ceroboh menutup dompetnya saat mengambil sapu tangan, semua isi dompetnya terjatuh satu per satu saat ia mulai berjalan dari koridor itu.

Di saat yang bersamaan, dari sebuah ruang di ujung koridor itu keluarlah seorang yeoja berbaju ala pelayan. Saat berjalan, tak sengaja ia melihat kartu-kartu yang berserakan. Ada kartu ATM, credit card, kartu pelanggan sauna, voucher belanja, dan kartu-kartu lain. Sambil berjalan ia juga memungguti kartu-kartu itu satu persatu. Tapi semua perhatiannya jadi tertuju pada satu kartu. Kartu identitas yang bertuliskan nama Choi Siwon. Bagaimana mungkin kebetulan ini terjadi?

Ia kembali memunguti kartu yang lain dan mencari sumber jatuhnya semua kartu ini. Tak jauh di depannya, Siwon berjalan gontai dan lagi-lagi dompetnya menjatuhkan kartu.

“ Tuan, tunggu! Kau menjatuhkan sesuatu!” serunya pada Hanna.

Siwon tak mendengarnya. Suara terdengar samar di telinganya. Dia mengira kalau suara itu memanggil orang lain bukannya dirinya. Yeoja itu lalu berjalan mendekati Siwon dan menghentikan langkahnya.

“ ini milikmu kan?” dia mengulurkan beberapa kartu.

“ Omo! Bagaimana ini bisa… ah, aku ceroboh sekali,” ucapnya sambil memeriksa dompet di tangannya.

“ Lain kali hati-hati, bisa saja orang jahat mengambil kesempatan seperti ini,” yeoja itu berusaha tersenyum sewajarnya saja padahal rasanya sebentar lagi ia akan meledak kegirangan.

“ Gamsahamnida, jeongmal gamsahamnida…”

Siwon mengambil kartu dari yeoja itu sambil terus mengucapkan terimakasih. Setelah kartu-kartu itu sudah ia kembalikan kepada pemiliknya, ia berjalan pergi menuju pantry.

“ Nona! Siapa namamu?” tanya Siwon setengah berteriak. Tapi tak ada tanggapan dari yeoja tadi.

 

Sooyoung POV,

Aku baru saja mengantarkan pesanan ke ruang 01. Restoran ini setelah mengalami renovasi dan diperluas, semakin banyak saja pelanggannya. Tiba-tiba aku bertemu Choi Siwon. Bagaimana mungkin Choi Siwon ada di sini? Apa aku mimpi? Mimpiku adalah bertemu dengannya walaupun itu sekali saja. Yoona, iya Yoona. Aku harus bertanya padanya.

Setelah mengembalikan kartu itu pada pemiliknya, aku berjalan ke pantry tempat Yoona bertugas. Ia tak lagi bertugas di dapur.

“ Yoona ah!” seruku memanggilnya.

“ Ah, wae?” ia sedikit terkejut karena kehadiranku.

“ Kau tahu Super Junior ada di sini?” tanyaku.

“ Apa? Super Junior ada di sini? Mana? Mana? Mereka ada dimana?” tanyanya bertubi-tubi.

Yah, semenjak aku mengajaknya menonton penampilan Super Junior di Music Bank ia jadi menyukai Super Junior. Leeteuk, tepatnya. Dia jatuh hati pada leader tua itu.

“ Aku tadi tidak sengaja bertemu Siwon. Mungkin yang lain juga ada di sini.”

“ Bagaimana dia? Apa yang aslinya dia tampan? Dia baik hati? Ramah tidak? Kau sudah minta berfoto dengannya? Kau sudah minta tanda tangannya? Apa jangan-jangan kau minta nomor ponselnya?” tanyanya antusias. Dasar fangirl!

“ Dasar fangirl newbie!”

“ Apa kau bilang?!” tanyanya. Mungkin dia tak mendengar perkataanku. Baiklah, akan kuulangi sekali lagi.

“ DASAR FANGIRL NEWBIE!”

“ Kemari kau ChoiSooyoung!”

Terjadi kejar-kejaran seru. Yihaa….. Awas, gadis preman sedang berlari ke arahmu…

Tiba-tiba…

BRUUKKK…

Yoona menabrak seorang pelanggan dan parahnya dia jatuh menindih orang itu. Aku harap orang itu tak mati tertindih Yoona.

Tapi tunggu dulu, bukankah itu Leeteuk? Leeteuk si leader Super Junior. Jadi benar, mereka ada di sini. Karena suara benturan kedua insan yang di mabuk cinta ini. Semua member Super Junior dari ruang sebelah berhamburan keluar.

Mereka memandang takjub dia orang yang bertautan terbaring di lantai ini. Bagaimana tidak? Dari tadi Yoona tak melepaskan pandangannya pada Leeteuk. Begitu juga Leeteuk. Yoona tak ada niat untuk bangkit dari posisinya yang menindih Leeteuk. Leeteuk juga terlihat terpesona saja melihat Yoona. Baiklah, aku tunggu tanggal pernikahan mereka saja. Ah, aku mulai mengasal. Maaf..

Aku rasanya ingin mengabadikan moment paling langka ini. Bisa-bisa ini jadi satu-satunya dalam hidup Yoona. Mana ponselku?

Ckrekkk…

Aku kalah cepat. Yesung sudah mengambil gambar mereka duluan.

“ Lumayan, aku jadikan koleksi.” Katanya.

“ Aku minta, Hyung,” ujar Eunhyuk bersemangat.

“ Ah, jeosonghamnida. Maafkan saya, ini salah saya,” kataku sambil membantu Yoona berdiri, sedangkan Leeteuk dibantu Siwon.

Yak, namja itu sukses membuatku lagi-lagi jatuh cinta. Dia baik hati, itu faktanya. Kemudian dengan ramahnya Super Junior menawarkan kami untuk bergabung. Mereka jadi ramah setelah Yoona mengatakan kalau kami juga ELF. Dengan perasaan sungkan aku menurut saja.

Kami mengobrol banyak, walau sebenarnya Yoona dan Leeteuk yang mendominasi semua percakapan di sini. Pemandangan unik dari duo EunHae juga cukup menghibur. Dan Choi Siwon, sudah ketiga kalinya ku memergokinya memandang ke arahku. Kurasakan wajahku memanas.

“ Agassi, boleh aku tahu siapa biasmu?” tanya Leeteuk.

“ hm..” DIA CHOI SIWON!!! DAN AKU MENCINTAINYA.. tapi tak mungkin aku berteriak seperti itu.

“ Ah, biasku… Choi Siwon ssi..” jawabku menahan diri.

 

Siwon POV,

“ Ah, biasku… Choi Siwon ssi..”

Kalimat sederhana darinya sukses membuatku bersorak gembira, dalam hati tentunya. Gadis kantong hitam, aku senang bisa bertemu denganmu lagi. Awalnya aku tak yakin itu dirimu. Tapi setelah aku melihatmu dengan jelas sekali lagi, aku tahu itu dirimu. (#It’s you)

Kau juga gadis kantong kimchi. Aku juga baru tahu dari suaramu. Mungkin ini gila, tapi sejak saat itu aku tak bisa melupakanmu.

“ Agassi, dari tadi kau belum memperkenalkan diri. Siapa namamu?” tanyaku memberanikan diri.

“ Oh mian, aku lupa. Aku terlalu asyik makanya aku lupa memperkenalkan diri. Joneun ChoiSooyoung imnida.”

“ Wow, yeppeuda,” puji Yesung Hyung,

Yak! Hyung dia fansku, jangan buat dia jadi Clouds.

“ Kau menggombal, Hyung,” sindirku padanya.

Dan aku melihat Sooyoung, mata kami bertemu. Sepertinya dia juga menyukaiku…

 

 

O is …

Only hope

 

“ Tenangkan dirimu, Youngie. Kyuhyun bilang kalau semua ini hanya sandiwara. Ini hanya untuk drama. Biasanya kau tak begitu mempermasalahkannya. Kau sendiri sering melihat dramanya, bukan? Lalu untuk apa kau cemburu?” Yoona terus menasehati Sooyoung.

“ Kau percaya? Tapi kenapa harus makan siang berdua di luar lokasi syuting? Apa dia tidak tahu kalau ulahnya bisa membuat skandal besar?” kata Sooyoung frustasi.

Setahun setelah insiden ‘YOONA MENABRAK LEETEUK’, mereka berdua tak asing lagi dengan Super Junior. Bagaikan mimpi jadi nyata, mereka juga berteman baik dengan semua anggota Super Junior. Yoona yang diketahui menyukai Leeteuk, entah sejak kapan berubah haluan ke magnae evil Kyuhyun. Dan yang Sooyoung tahu, Kyuhyun terlebih dulu menyukai Yoona dan mereka baru menjalani hubungan kurang lebih lima bulan. Sedang ia dan Siwon?

Siwon terlalu Sibuk dengan dirinya sendiri, terlebih setelah banyak tawaran drama. Ia jarang berkumpul dengan member Super Junior. Ia juga sudah lupa dengan Sooyoung.

Tapi kehidupan Sooyoung dan Yoona tak sepenuhnya berubah, mereka masih tinggal di flat sederhana dan bekerja di restoran. Seperti biasa mereka bekerja 6 hari seminggu. Akhir-akhir ini suasana hati Sooyoung sedang buruk karena skandal Siwon.

Pranggggg!!

Ini sudah piring ketiga yang ia pecahkan hari ini. Yoona berusaha membantunya memungut pecahan piring itu. Tapi ia memandang sesuatu yang lain. Sooyoung tak henti-hentinya menangis.

“ Mungkin aku yang dulu jauh lebih baik, menyimpan Siwon hanya dalam mimpiku,” ujarnya terisak.

“ Tidak, jangan menyerah Youngie. Aku tahu kau yeoja yang kuat.”

“ Bukan, aku adalah sampah. Siwon bahkan tak pernah menganggapku ada. Aku hanya satu dari jutaan fansnya.”

“ Tidak, kau bukan hanya fans. Kau tahu itu? Super Junior akan memberikan pelukan hangat kalau kita sedang terpuruk. Kita lebih dari itu. Kau harus ingat,” kata Yoona memberi penekanan dalam kata-katanya.

“ Hanya harapan, yah itu yang kupunya,” kata Sooyoung miris.

“ Harapan adalah mimpi yang tak pernah tidur, itu kata Kyuhyun. Dan Tuhan tidak akan tidur demi mewujudkan harapan-harapan itu,” kata Siwon yang entah sejak kapan berdiri di samping pintu.

“ Siwon na..”

 

N is …

Never ending story

 

“ Soowon na, neo eodisseo?” seorang wanita kebingungan mencari anaknya.

“ Eomma, aku di sini.” Kata seorang anak kecil yang tampan.

“ Oh, syukurlah. Aku kira kau…”

“ Jangan ceroboh, pangeran kecil kita bisa hilang,” sela seorang pria.

“ Memangnya aku dirimu, selalu meninggalkannya untuk syuting.”

“ Yak, aku syuting kan juga untuk menafkahinya,” protes pria itu.

“ Awas kalau kau mendapat adegan ciuman lagi. Kau tak akan pernah melihatku dan putraku tinggal di rumahmu.”

“ Ancaman macam apa itu? Yak, Choi Sooyoung!”

Melihatnya Sooyoung terkekeh, digandengnya Choi Soowon menjauh dari Appanya, Choi Siwon.

-FIN-

Thank you for reading this absurd fanfiction. Can’t have the feel?? Bad story? Bad Ending?? Typo anywhere?? Please give me a comment..

Advertisements

3 thoughts on “[FREELANCE] SIWON is…

  1. bagus chingu tapi terlalu cepat ceritanya
    kalau konfliknya agak diperlihatkan sedikit
    trus juga bagian pacarannya siwon ama sooyoung digambarkan juga
    jadi lebih seru chingu :))
    finaly ini udah ok kog aq suka
    keep writing yahhh

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s