[ FF REQUEST ] Majors that made me Fall in Love #2

majors-that-made-me-fall-in-love

Title      : Majors that made me Fall in Love

Plot      : Park Min Gi

Author   : Jisankey

Cast     :

  • Choi Sulli [ F(x) ]
  • Kim Jonghyun [ SHINee ]
  • Jung Jessica [ SNSD ]
  • Jung Krystal [ F(x) ]
  • Onew [ SHINee ]
  • Others

Poster   : Yeonia

Lenght  : Series [2 of 4]

Genre   : Romance, Friendship, Drama

Rating   : Teen

A/N      : Annyeong! Aku kembali dengan part yang kedua. Aduuh >< semakin kesini semakin malas menulis… ada apa dengan diriku? #dramatismode

Langsung aja deh :D Kritik saran sangat ditunggu :D

PART 1

***

Author POV

            Tak terasa, sekarang adalah hari terakhir Ospek Universitas SHAWOL angkatan ke-12. Semua baik pengospek atau yang diospek mendapatkan banyak pengalaman baru darisana. Ah ya, khususnya bagi gadis ceroboh dan bersemangat bernama Choi Sulli yang tinggal beberapa jam lagi resmi menjadi Mahasiswi Universitas SHAWOL di fakultas kedokteran gigi.

Hampir satu Minggu ini, hal yang paling menyebalkan bagi Sulli adalah bertemu dengan senior bernama Onew Lee yang selalu mengincarnya dan membuatnya mendapatkan hukuman lebih ekstrem daripada para ospekers(?) lainnya. Tapi menurut Sulli hal itu juga menyenangkan, penuh tantangan dan itu semakin membuat semangatnya sampai ke puncak!

Dan satu lagi. Senyuman senior yang diketahui bernama Kim Jonghyun itu semakin membuat dirinya menikmati masa orientasi. Hem… walaupun adakalanya menyedihkan mengingat Kim Jonghyun itu sudah memiliki seseorang yang spesial di hatinya.

“Baiklah, sekarang adalah hari terakhir. Sekarang waktunya kalian menuangkan perasaan kalian, berupa pesan kesan dan surat cinta untuk senior-senior kalian. Khususnya untuk mentor kalian!” Kim Heechul–Ketua Pelaksana kembali memberikan kegiatan selanjutnya yang harus dikerjakan.

“Surat cinta?” Krystal bergumam dengan malas. “Kau akan memberikannya pada siapa Sull?”

Sulli menoleh sebentar dan kembali menatap kedepan. Lalu tanpa perintah, matanya menerawang mencari sosok senior yang ingin diberikannya surat cinta. Ditemukan! Siapa lagi kalau bukan Kim Jonghyun.

“Onew Lee ya?” tanya Krystal tiba-tiba.

“Eh, apa sih? Dia itu tidak bisa diberikan sisi keromantisan hahaha.. memangnya kenapa? Kau sendiri akan memberikannya pada siapa, Krys?”

“Justru itu.. mungkin aku akan memberikannya pada Kak Onew. Hem.. soalnya Kak Jonghyun kan pacar kakak ku, masa aku memberikannya surat cinta…”

“Ah, iya, kau benar..” Sulli kembali menimbang keputusannya untuk memberi Kim Jonghyun surat cinta. Tapi, tak masalah! Ini wajar, mungkin tak akan dianggap serius. Namanya hanyalah kenang-kenangan pelepasan Masa Orientasi. Pasti tidak akan ada kelanjutannya, walaupun mungkin perasaan Sulli pada Kak Jonghyun tidak semudah itu terhenti saat masa Orientasi berhenti.

“Aku tahu kau akan memberikan surat cinta itu pada Kak Jonghyun, hahaha..” celetuk Krystal tiba-tiba.

“Eh, itu..”

“Hahaha.. wajahmu memerah Sull..”

“Hahaha.. tak apalah. Daripada kuberikan pada Onew Lee!” elak Sulli mencari-cari alasan. Walau sebenarnya… dia memang ingin memberi surat cinta pada Kim Jonghyun! Bukan masalah membandingkan Onew Lee atau siapa. Tapi ini karena memang orang itu–yang diberikan, haruslah Kim Jonghyun.

Oke, diputuskan. Mungkin ini terakhir kalinya Sulli berhubungan dengan orang yang bernama Kim Jonghyun itu. Alasannya, karena masa orientasi segera berakhir, lalu karena Jonghyun sudah memiliki kekasih dan mana mungkin Sulli mengganggunya. Sulli bukan seorang pemaksa. Jadi, memberikan surat cinta pada Jonghyun itu.. tidak salah, bukan?

Baiklah. Perintah selanjutnya, siap dilaksanakan.

***

            Kau tahu pangeran pun kalah jaya dihatiku

            Anehnya pedang cinta ini hanya mau melukaimu,

            Sret.. Srett…!

            Kak, aku jatuh cinta padamu!

Jonghyun tersenyum sendiri membaca bait terakhir dari surat yang baru saja didapatkannya. Dari banyaknya surat yang dia dapat dari para adik kelas, ada satu yang membuatnya seperti orang yang dicinta sungguhan. Bukan karena diksi yang indah atau kata-kata rayuan, tapi keanehan bahasa dan nama pengirim itu pula yang menambah kesan langka pada surat yang barusaja dibaca Jonghyun itu. Choi Sulli.. Choi Sulli… yeoja itu.

***

            Kembang api dan sorak sorai meramaikan malam pelepasan MOS. Senior-senior yang mengaku galak, kejam, jahat, licik (?) meminta maaf pada para adek kelas mereka. Para junior dengan sukarela memaafkan, walaupun masih ada yang membicarakan dengan nada kesal daribelakang. Ah entahlah apa hanya dimulut saja mereka memaafkan?

“Oke sip, walaupun aku malas memaafkanmu kak!” celetuk Krystal tiba-tiba.

“Dasar kau!” Sooyoung menjitak kepala Krystal pelan dan tertawa setelahnya.

Anehnya, di malam yang ramai ini, Sulli terdiam dan tidak merusuh seperti biasanya. Entah karena apa, Sulli hanya terduduk sambil bertopang dagu di dekat kolam renang sekolah. Apakah yang dipikirkannya, berulang kali dia mendesahkan nafasnya berat. Kadang seirama dengan suara kembang api yang meledak di langit-langit.

“Ekhem, ko sendirian dek?” Jonghyun datang dan langsung memformasikan dirinya untuk berada di sebelah Sulli. Ikut duduk dan bertopang dagu.

“Eh, itu…” Sulli kaget setengah mati mendapati Jonghyun tiba-tiba berada di sebelahnya.

“Kenapa? Kamu sedih ya? Tak bisa ketemu lagi dengan seseorang yang lebih jaya daripada pangeran di hatimu?” goda Jonghyun sambil tersenyum penuh selidik.

Sunbae…” Sulli mengerutkan keningnya kesal. Menurut Jonghyun, itu sungguhlah lucu sekali.

“Kenapa? Hahaha… tulisanmu bagus dek. Gomapta.”

Ne… Sama-sama, kak..” Sulli tersenyum dan kembali menatap langit. Tersenyum penuh arti, seperti merasakan sesuatu yang lega.

Suara keras kembang api tak memutus komunikasi diantara mereka.

“Aku Kim Jonghyun, mari berteman dan selamat datang di fakultas kedokteran gigi.”

“Hahaha, aku sudah tahu! Namaku.. kau tahu siapa aku?” Sulli sedikit lebih santai pada Jonghyun.

“Choi Sulli… aku tahu itu!”

“Hahaha.. salam kenal!”

“Hem.” Jonghyun kembali tersenyum dan menatap ke atas langit, mengikuti Sulli mengamati kembang api. Apa Jonghyun merasakan sesuatu yang berbeda? Ya.

Sulli sama sekali tak berniat mengenal Jonghyun lebih jauh dari ini. Tapi apa salahnya jika nanti takdir memang menyuruh mereka untuk lebih dekat lagi? Tapi untuk apa… tidak. Tidak boleh. Jonghyun sudah bersama seseorang, Jessica. Ya itu dia, orang itu.

“Sulli-ya, nikmati malam pelepasan ini ya!” Jonghyun pergi berlalu. Sulli berpura-pura bersikap biasa saat Jonghyun pergi, walaupun setelah itu dia berbalik dengan hati-hati. Memperhatikan kepergian seniornya itu dengan seksama.

Oppa, kau darimana? Aku mencarimu daritadi!” ucap seseorang yang langsung menarik tangan Jonghyun untuk pergi bersamanya. Jonghyun hanya tersenyum dan mungkin akan mulai beragumentasi pada orang itu.

Jessica.

Sulli kembali menegadah ke atas langit. “Bodoh sekali!” desisnya pelan dan kembali tersenyum bersama ledakan kembang api yang tak hentinya berbunyi.

***

            Taman Amigo adalah tempat yang biasa menjadi basecamp untuk anak-anak baru yang belum mengenal Universitas SHAWOL sepenuhnya. Taman yang dipenuhi dengan pohon dan berbagai plang tentang denah sekolah–beserta pengertiannya, banyak terdebut di sana.

Sulli dan Krystal kini duduk di salah satu bangku yang disediakan di taman itu. Pemandangan kiri dan kanan sangat indah, walaupun sekarang termasuk musim di mana dedaunan haruslah gugur.

“Krys, kau itu adik dari Jessica Jung, kan? Kenapa kau jarang terlihat bersamanya?” tanya Sulli entah ada angin apa bisa menanyakan hal itu.

“Ah, itu, entahlah. Kami tidak bermusuhan, tapi kami tidak akur juga. Aku tidak tahu seperti apa hubungan aku dan dia. Bahkan aku lebih akrab dengan pacarnya, daripada dengan kakakku sendiri, mungkin. Hahahaha..”

“Kenapa bisa? Kau dan dia kan tinggal satu rumah.” Sulli memiringkan kepalanya bingung.

“Kau tidak usah repot-repot memikirkan hal itu, Sull. Yang terpenting sekarang, siapa yang akan memandu kita untuk menjelajahi lingkungan di sekitar ini. Saat ospek, aku tak bisa mengingat semuanya. Denah denah di sini terlalu rumit.” Papar Krystal dengan nada yang sesungguhnya–mengaku lupa dan tidak suka.

“Ah iya, bahkan aku lupa di mana laboratorium utama.” Sulli menepuk jidatnya. “Yang aku ingat hanya lapangan di mana dulu aku berteriak-teriak.”

“Hahaha..” Krystal tak bisa menghentikan perasaaan yang tiba-tiba menggelitiknya itu. Mengingat dulu yeoja di sebelahnya ini pernah berteriak-teriak berani menuduh senior bernama Onew Lee.

“Sudah sudah, itu tidak lucu.” Sulli sedikit kesal dengan sikap temannya itu.

Sebuah suara ikut menimpal tiba-tiba. Nada tenang, penasaran dan perhatian.

“Butuh bantuan? Aku bisa menjadi pemandu kalian. Benar kan, hyung?” Tawar Jonghyun, ya, namja itu. Jonghyun datang bersama Onew.

“Yaps, dengan berat hati. Aku hanya berterimakasih karena kau mengingat peristiwa sakral menyebalkan yang membuatku dihakimi sebagai pencuri. Huh,”

“Hehe..” Sulli hanya bisa menampakan cengiran mohon pengampunannya.

“Baiklah! Ayo!” Jonghyun menarik tangan Sulli, dan itu hanya membuat Sulli terdiam seribu bahasa. Kenapa Jonghyun menarik tangannya? Kenapa bukan Krystal atau Onew atau…

“Nah, itu.. laboratorium utama. Akan banyak alat yang bisa kau dapatkan dari sana. Itu menyenangkan, kau harus mengobrak-abrik laboratorium ini sekali-kali!” jelas Jonghyun sambil tersenyum. Sulli balas tersenyum dan mengangguk.

***

            “Terimakasih sunbae. Kau pintar sekali hapal semua tempat di Universitas ini!” Sulli berkata sambil tersenyum lebar, senyuman yang mungkin bisa dibilang khas. Senyuman ceria dan bersemangat.

“Yo, sama-sama! Kau juga pintar bisa langsung ingat dengan cepat apa yang aku jelaskan. Tunggu-tunggu… itu, sebelah perpustakaan dekat taman Amigo, apa hayoh?!” Jonghyun tiba-tiba memberi pertanyaan.

“Kantin, ya kantin!” jawab Sulli cepat.

“Hahaha.. kau pintar! Benar sekali!” Jonghyun tertawa bangga.

“Hahaha.. jelas, itu akan menjadi tempat favoritku!”

“Kekekeke…” Jonghyun terkekeh senang.

Di waktu dan tempat yang sama, Onew dan Krystal hanya bisa memperhatikan dua orang di hadapan mereka dengan heran. Jonghyun dan Sulli bisa sangat nyambung dalam waktu yang secepat itu, atau.. mereka sudah ‘nyambung’ sebelumnya? Atau memang takdir? Atau… Ah, Sungguh terlihat dari sikap mereka yang selalu curi-curi pandang, dan saling mengalihkan pandangan jika ketauan saling menatap.

“Kukira Jonghyun akan terlihat kalem seperti biasanya. Ternyata dia mengeluarkan sifat aslinya, jika bersama yeoja aneh itu.”

“Hei, temanku tidak aneh!” bantah Krystal cepat, tidak terima dengan opini kilat buatan Onew itu.

Onew menoleh dan menatap Krystal, tak lama dia mulai geleng-geleng kepala lagi.

“Kau juga aneh. Kau adiknya Jessica, kan? Ck, kau tak mirip dengannya, huuuh.. lebih baik aku makan ayam goreng lagi saja aaah!” Onew pergi berlalu setelah capek menjadi pemandu untuk Krystal.

“Hei..!” Krystal tak terima dengan kepergian Onew yang seenaknya. Tapi panggilan Krystal tak diacuhkan oleh Onew. “Padahal aku belum mengucapkan terimakasih, huh. Dasar maniak ayam!”

***

            Sulli semakin dekat dengan Jonghyun. Bukan hal yang diharapkannya, bukan. Sulli bahkan telah bertekad untuk tidak mengenal lebih jauh senior yang diyakini sebagai orang yang ia sukai itu. Tapi bagaimana? Setiap Jonghyun mendekatinya, mengajaknya bicara, ia seperti lupa pada perjanjian dengan batinnya.

Ia tidak tahu ini mengikuti kata hati, atau ego?

Seharusnya ia tidak boleh terlalu dekat dengan Jonghyun. Jonghyun milik Jessica. Jangan sampai dirinya merusak hubungan orang lain.

“Kau mau jadi pasienku, kan? Aku butuh seseorang untuk diperiksa karang giginya.” Jonghyun bertanya di kantin sekolah, saat Sulli tengah menyantap sesendok penuh nasi dengan telur.

Sulli menegadah, berpikir dahulu dengan mulut yang penuh oleh makanan. Setelah makanan berhasil dia telan, Sulli tersenyum dan menjawab tawaran Jonghyun.

“Mungkin ada orang lain, kak. Kenapa harus aku? Hehe..” Sulli mencoba mengelak. Karena dia tahu, langkahnya selama ini telah salah. Kenapa dia harus dekat dengan Jonghyun? Dan kenapa Jonghyun harus mengajaknya sebagai pasien? Kenapa bukan Jessica saja?

“Karena karang gigimu indah hahaha..!” Jonghyun berkata enteng.

“Heuh, kau menyebalkan sunbae! Hahaha..” Sulli tertawa hambar. Padahal ada satu alasan yang ingin dia dengar terucap dari mulut Kim Jonghyun. Hah, tapi alasan macam apa itu? Alasan memalukan! Tidak..! Kenapa dia harus memikirkan alasan semacam itu?

Alasan seperti.. “Karena aku suka padamu.”

***

            “Kau tidak benar-benar suka pada Kak Jonghyun, kan? Maksudku, kalian semakin dekat saja.” Krystal menautkan alisnya, menyelidik.

“Tentu saja! Dia hanya kuanggap kakak,”

“Pembohong.”

“Hem? Maksudmu Krys?”

#TBC

Nah loh nah loh? Apakah aku tepat memotong chapter .__.)a rasanya aneh.

Hohoho… silahkan, *kasih pulpen(?)* isi kolom komentarnya. Terimakasih(?)

jisankey

Advertisements

8 thoughts on “[ FF REQUEST ] Majors that made me Fall in Love #2

  1. Kekny kalo si jjong makin dkt ma sulli nnti jjong suka sama sulli. Mwny gitu. Tp nnti menggangu hubungan org
    Hehehe

  2. wah apa itu “pangeranpun kalah jaya dihatiku”,,,? 🙂
    dan lagi “pedang cinta ini hanya mau melukaimu”…. 🙂
    hehehe… sulli itu benar” lucu…. aku rasa jonghyun oppa akan lebih menyukainya dari pada jessica eonni… hmm makin penasaran dhe ma lnjutan nya…. thor…
    dan ada kah yang bsa mengalihkan. perhatian onew lee dari ayam goreng… setiap mendengar ia akan bertemu ayam goreng pujaan hatinya…. aku jadi ikut menginginkanya…
    #huahahaha_penasara + lapar thor…. tapi tetep i like this…

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s