[ FF REQUEST ] Majors that made me Fall in Love #3

majors-that-made-me-fall-in-love

Title      : Majors that made me Fall in Love

Plot      : Park Min Gi

Author   : Jisankey

Cast     :

  • Choi Sulli [ F(x) ]
  • Kim Jonghyun [ SHINee ]
  • Jung Jessica [ SNSD ]
  • Jung Krystal [ F(x) ]
  • Onew [ SHINee ]
  • Others

Poster   : Yeonia

Lenght  : Series [3 of 4]

Genre   : Romance, Friendship, Drama

Rating   : Teen

A/N        : Aduuuh *muncul ke peradaban* udah lama banget! Maafkan author yang ngaret ini ToT (?)

Masih adakah yang sudi membacanya? aduhdudhuhuuuuuuh…. Langsung aja ya :D

Mungkin udah pada lupa hehe ( kelamaan waktu buatnya )

Oh iya, saya juga sudah mencoba mengganti kata-kata seperti ‘Kakak’ menjadi “Oppa, eonni dsb’ Maaf untuk waktu itu yaa :D

Enjoy :)

PART 1

PART 2

***

Author POV

Krystal terdiam dengan wajah yang ditekuk–tanda berpikir. Ia memang tidak percaya dengan paparan yeoja di depannya itu. Menurutnya, elakan seperti itu terlihat sekali bohongnya. Krystal lalu tersenyum, sudahlah, tidak penting.

Anio, kau hanya perlu berhati-hati, jangan sampai perasaanmu itu berkembang. Tapi aku bukan melarangmu yah, hanya saran.”

“Hahaha.. tentu saja Krys. Aku tidak mungkin suka pada pacar orang, apalagi dia itu pacar kakakmu.” Ujar Sulli berbohong.

“Ngomong-ngomong Sull, apa pendapatmu tentang Onew Lee?” Krystal kembali bertanya, kali ini suasananya tidak setegang tadi. Mungkin nama Onew Lee membuat kesantaian tersendiri dalam kehidupan Sulli.

“Onew Lee, ya…. Onew Lee?” Sulli agak bingung harus menjawab apa.

“Dia mengajakku jadi pasiennya, tugas dari dosennya.” Tambah Krystal dan terkekeh geli. “Aku terima saja ya, kekeke..!”

“Periksa karang gigi?”

“Heem,” Krystal mengangguk.

“Eh, itu ya.. Hehehe, jadilah pasien yang baik!” Sulli menepuk-nepuk bahu Krystal entah apa maknanya. Yang jelas kini Sulli tahu kenapa Jonghyun tidak mengajak Krystal. Tapi Jessica? Atau karena Jessica pun mempunyai tugas yang sama, maka bukan dia yang diajak?

Sulli bingung, terima atau tidak.

Dia mau, tapi terkesan dia lancang sekali. Membuka tutup perasaannya.

Semakin sering bertemu, Sulli semakin menganggap Jonghyun bukan hanya sebagai Kakak.

Lalu sekarang bagaimana?

***

            “Kau benar-benar tidak mau jadi pasienku ya? Ayolah dongsaeng..” Jonghyun mengerucutkan bibirnya kesal, masih membujuk. Jonghyun sudah terdesak, tinggal satu hari lagi. Yang aneh bagi Sulli, mengapa Jonghyun tidak mencari orang lain saja?

Sulli benar-benar tidak ingin mencari masalah dengan Jessica.

“Kau takut pada Jessica ya?” tanya Jonghyun tiba-tiba. Sulli terdiam, kenapa tebakannya bisa sekak mat seperti ini.

“Ah itu…,” Sulli mencari alasan terdekat. Tapi tidak ditemukan, sekarang pikirannya terasa dihimpit mamot paling besar di dunia. Blank. Sungguh, apakah mamot sekejam itu hingga membuat pikirannya sangat suram?

“Kalau itu alasannya, kau tenang saja. Aku sudah putus dengan Jessica. Tapi kalau bukan, kenapa? Karang gigimu mahal banget ya?” Jonghyun berkata dengan nada datar tanpa jeda. Apakah putus itu sesuatu yang biasa bagi Jonghyun?

Kenapa Sulli mendengarnya adalah sesuatu hal yang luar biasa?

“Hahaha, karang gigiku bukan sesuatu yang spesial. Karang gigiku hanya langka ditemukan.”

“Kau ini ada-ada saja. Jadi gimana? Mau gak?”

“Heem,”

“Gimana?” timpal Jonghyun, terlihat tidak sabar.

“Oke sip, Kak! Tapi janji, perlakukan karang gigiku dengan baik, ne?”

Aigo.. kau ini ada-ada saja! Gomapta dongsaeng!” Jonghyun mengacak-acak rambut Sulli dengan gemas. Dia tersenyum puas, akhirnya dia mendapatkan pasien juga. Pasien yang diinginkannya.

***

            Entah seperti apa perasaan Sulli sekarang. Dia senang, sungguh senang. Tapi seharusnya dia tidak senang terhadap kesedihan orang lain. Krystal bilang, Jessica lah yang memutuskan Jonghyun, entah karena apa. Sulli takut dialah penyebabnya–mungkin Jessica tidak suka dia dekat dengan Jonghyun? Tapi sudahlah, yang penting sekarang Jonghyun bukan milik siapa-siapa. Sulli sedikit puas dengan kenyataan tersebut. Walaupun kedengarannya dia memang kejam sekali.

Pemeriksaan Karang Gigi Minggu Pertama

Jonghyun dengan apik memeriksa karang gigi Sulli. Selain membantu Jonghyun, Sulli menjadi lebih tahu sedikit sedikit tentang alat-alat apa saja yang nanti akan dia temui dijurusannya.

Ultrasonic scaler, ini untuk membersihkan karang gigi juga. Tapi, aku belum bisa menggunakannya, hahaha…” aku Jonghyun saat selesai membersihkan karang gigi Sulli.

“Ah heum..” Sulli menerawang keanehan yang terjadi pada giginya setelah melakukan pemeriksaan.

“Kenapa?” tanya Jonghyun. Sulli menggeleng.

Jonghyun mendekatkan wajahnya ke depan wajah Sulli untuk memeriksa gigi Sulli lagi. Dengan cekatan Jonghyun mencari keanehan pada gigi Sulli.

“Tidak ada apa-apa, kau tenang saja. Mungkin ini salah satu effect baik diambilnya karang gigi. Hehe,” Jonghyun berkata dan menatap Sulli¾dari jarak yang sangat dekat, tentu saja.

Mata mereka tak sengaja bertemu.

DEG !

“Apa kalian su¾” terdengar sebuah suara dari ambang pintu. Jonghyun cepat-cepat ‘bangkit’ menjauhi wajah Sulli. Sekarang, mau itu Sulli ataupun Jonghyun, mereka berdua terserang tingkah gelagapan yang tinggi.

“Eh? Kalau kalian sudah selesai… itu…” terlihat orang yang tadi menyapa kembali bicara–Onew. Terlihat pula Krystal ada dibelakangnya.

“Ka- kami sudah selesai!” Ucap Jonghyun gugup.

Onew dan Krystal hanya saling bertatapan, lalu kembali menatap ke arah Sulli dan Jonghyun.

“Kalau begitu cepat pergi sanah! Ruangan ini akan kami gunakan,” Onew cepat-cepat masuk ke laboratorium. “Kelamaan bro.”

“Ehehehe,sorry. Tapi sebentar, aku bersih-bersih dulu.” Pinta Jonghyun lalu menatap Sulli. “Kau tunggu diluar ya!”

“Eh, hem.” Sulli yang masih mengumpulkan nyawanya¾kejadian saling menatap tadi seolah membunuhnya¾hanya bisa mengangguk dan segera pergi keluar Lab.

***

Oh sungguh. Demi apapun. Tatapan matanya dalam dan teduh. Dia membuat jantungku bekerja lebih cepat daripada sebelumnya. Tak usah diakui lagi, dia memang tampan. Dari jarak sedekat itu….

Dia benar-benar tampan.

Sulli masih memikirkan kejadian tadi, walaupun sekarang dia sudah berada diluar laboratorium. Kejadian tadi sangat cepat, tidak lama. Tapi effect-nya mungkin¾lebih lama dari yang Sulli kira.

Aish, kau terkena syndrom Jonghyun!” bisik Krystal pelan.

“Apa?”

Anio, aku masuk dulu ya, hehehe!” Krystal tertawa misterius.

Sulli mengangguk tanpa mengerti apa yang Krystal ucapkan tadi. Ah, yang ia mengerti saat ini adalah… Kim Jonghyun sangat tampan!

***

“Maaf membuatmu kerepotan.” Ucap Jonghyun di depan rumah Sulli.

Ani, tidak apa-apa. Biar aku ulangi, gosok gigi dua kali sehari, rajin minum air putih, memakan makanan yang berkalsium–”

“Mohon bantuannya!” Jonghyun memotong dengan membungkuk.

“Aaa… ya, gwenchana, Sunbae.”

“Terimakasih ya, hehe. Sampai jumpa Minggu depan.”

“Ba-baiklah.” Sulli tersenyum penuh arti.

Pemeriksaan hari ini selesai. Tinggal Minggu depan, untuk evaluasi. Lagi… dan lagi, Sulli merasakan hal yang berbeda untuk namja bernama Kim Jonghyun. Dia semakin suka pada Jonghyun, ini terjadi. Perasaannya berkembang tanpa mau ia kendalikan. Dengan ini dia yakin, Kim Jonghyun memang orang yang dia sukai.

Pemeriksaan Karang Gigi Minggu Kedua

“Apa sudah selesai?” Sulli merasakan effect dari diangkatnya karang gigi. Jonghyun yang sedang membereskan alat-alat tersenyum membelakangi Sulli. Sulli tak dapat melihat senyum misterius Jonghyun itu.

Done. Gomapta, ne…” Jonghyun berbalik, akhirnya menunjukan senyuman senangnya.

“Hem!” Sulli menegadah menatap langit. “Terimakasih juga aku diperbolehkan jadi pa–” perkataan Sulli terpotong saat tanpa sengaja, Sulli berbalik dan melihat wajah Jonghyun hanya beberapa centi meter di depannya. Dekat, seperti waktu itu.

Sulli dapat merasakan nafas hangat Jonghyun. Lembut.

“Kau pasien terbaik! Terimakasih sudah mau jadi pasienku.” Jonghyun berkata dengan nada serius, namun akhirnya dia tersenyum dan menjauhkan wajahnya dari wajah Sulli.

DEG !

Itu dekat sekali!

Sulli kembali membisu. Ah, celaka. Aku terkena syndrom aneh lagi. Syndrom… Jonghyun?

“Sul? Wajahmu tiba-tiba pucat begitu. Mian, apa aku… ngagetin?”

“A-aniyo! Hehehe… santai aja, mungkin ini karena… karena suhu! Ya, suhu! Hehe….” Sulli mencari-cari alasan. Menutupi kegugupannya. Ah, tapi mau bagaimana lagi? Tadi kegugupannya sangat sangat kentara.

***

            Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang melihat di ambang pintu Laboratorium. Dengan kesal, sambil mengepalkan tangannya kuat. Mendesah berat dan segera berbalik, pergi menjauhi pintu. Matanya mengerling kasar, dengan sinis.

“Jadi dia yang namanya Choi Sulli? Sama sekali tidak ada daya tarik!”

***

            Krystal bingung harus menganggap Sulli itu memiliki penyakit apa. Sedari tadi dia senyum-senyum sendiri tanpa sebab, tapi jika dosen bertanya padanya dia tetap menjawab dengan lancar. Ah, dia makhluk seperti apa sih?

Akhirnya Krystal menyadari sesuatu. Temannya itu, sedang jatuh cinta.

“Tuh, kan. Kau tidak menuruti saranku sih!”

“Eh? Apa? Kenapa? Saran apa?”

“Untuk tidak menyukai Jonghyun Oppa. Aish, aish… Yasudahlah, sudah terlanjur.”

“Eh? I—itu Krys, aku nggak—“ Sulli menggeleng-geleng, mengelak. Krystal tertawa dibuatnya.

“Kenapa kau merasa bersalah begitu? Santai aja, malah menurutku bagus kalau kau menyukai Jonghyun Oppa, ahihihi… kalian sama-sama lucu.” Krystal akhirnya bisa membongkar rahasia Sulli itu.

“Jadi, kau mendukungku?” Sulli menatap Krystal dengan bingung.

Krystal berhenti tertawa dan menatap Sulli serius.

“Tentu saja, bahkan aku lebih setuju Jonghyun Oppa bersamamu daripada eonni­-ku.” Krystal berpikir sejenak. “… Bersamamu Kak Jonghyun terlihat lebih lepas, bagaimana ya? Seperti menjadi dirinya sendiri.”

Sulli mengangguk sambil tersenyum. Krystal kembali terkikik geli.

“Kalian itu bikin gemas, tahu!”

“Eh?”

***

            Sulli masih memikirkan kejadian tadi. Rupanya ada rasa bangga tersendiri saat Krystal mendukungnya bersama Jonghyun sunbae. Semakin hari, dia memang yakin semakin menyukai Jonghyun. Sekarang pun di koridor dekat taman Amigo, dia masih tersenyum senang.

“Choi Sulli.” Terdengar panggilan dengan penuh penekanan.

Sulli berhenti tersenyum saat melihat siapa yang memanggilnya. Seseorang yang menatapnya dengan tatapan tajam¾yang khas. Sulli menatap lantai koridor, bingung bagaimana harus menghadapi orang di depannya ini. Belum terjadi, tapi dia punya firasat tidak baik.

“Ya, sunbae?” akhirnya dia berkata. Sulli tersenyum, karena dia merasa tidak melakukan sesuatu yang salah, dia mencoba bersikap santai.

Orang itu, eonni Krystal, mantan pacar Jonghyun. Jessica.

Mata mereka bertemu. Jessica sama sekali tidak tersenyum, atau menunjukan gurat ‘ramah’ sedikit pun. Akhirnya, Jessica tersenyum sinis sambil mengalihkan pandangan.

“Aku kira gadis seperti apa, Choi Sulli itu.” Jessica kembali menatap Sulli dengan tajam. “Tidak menarik. Biasa saja.”

“Maksudmu, sunbae? Tunggu sebentar, memangnya apa masalahku denganmu?”

“Kau tidak tahu?” gadis berambut coklat itu mendekati Sulli. Mendorongnya dengan kasar.

“Kau yang membuat aku putus dengan Jonghyun. Kau masih belum paham?”

TBC

Besok InsyaAllah update :)

–Last Chap XD

Gomawo yang udah mau baacaa :D

Kritik sarannya boleh banget!

jisankey

Advertisements

7 thoughts on “[ FF REQUEST ] Majors that made me Fall in Love #3

  1. wiihhh syindrom jonghyun oppa…? mau dong… #ditampar sully trus di double ama jessica eonni…. 🙂
    hehe si krystal eonni ada” saja…
    akhirnya kthuan jga dhe prsaan si eon sully aku ikut ma krystal eon…. sma” mndukung eon sully dan jonghyun sunbae…
    tapi thor kok bagian onew lee oppa dikit buanget…??
    keep write y… ok thor….

    • Wkwk maaf ya.. itu kesalahan kalau di ms. Word itu sama kayak “—” cuman kalo di wp jadi gitu. Maaf ya kalau mengganggu.. hehe terimakasih sudah komentar 🙂

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s