[ FF REQUEST ] Majors that made me Fall in Love #4

majors-that-made-me-fall-in-loveitle      : Majors that made me Fall in Love

Plot      : Park Min Gi

Author   : Jisankey

Cast     :

  • Choi Sulli [ F(x) ]
  • Kim Jonghyun [ SHINee ]
  • Jung Jessica [ SNSD ]
  • Jung Krystal [ F(x) ]
  • Onew [ SHINee ]
  • Others

Poster   : Yeonia

Lenght  : Series [4 of 4] —Last

Genre   : Romance, Friendship, Drama

Rating   : Teen

A/N      : Anyeong! Akhirnya, setelah berabad-abad saya dapat juga menyelesaikan Fanfict ini :) Gomawo buat Park MinGi yang sudah merequest dan menyajikan alur yang indah. Semoga suka :D

Enjoy… ^^

Part 1 | Part 2 | Part 3

***

Sulli termenung, jadi selama ini kelakuannya itu salah? Iya, kan? Ia mempertahankan keegoisan yang dimilikinya. Betapa sakit rasanya dikata ‘perebut pacar orang’. Oke, wanita jalang? Bahkan bukan itu bayangannya. Bukan.

“Hei, Sull!” Krystal menepuk bahu Sulli. Rasanya aneh melihat temannya yang satu itu diam.

“Oh, hei, Krys.”

Krystal memiringkan kepalanya. Benar, ini memang aneh. Ada yang tidak beres.

Krystal duduk di sebelah Sulli, “Ada apa? Ada masalah terjadi?”

Sulli menatap Krystal. Tatapan bingung, tentu saja. Apa dia harus menceritakannya pada Krystal? Oh tidak, mana mungkin dia menceritakan perbuatan Jessica pada Krystal. Jessica kan eonni-nya.

“Tidak apa, Krys. Eh iya gimana tugas kemarin? Kau sudah mengerjakannya?”

“Cih, mengubah pembicaraan harusnya ke hal yang seru dong!” Krystal menyindir. “…aku tahu telah terjadi masalah. Ceritakan padaku.”

“Krys, ini bukan… Ah, tidak apa-apa. Sungguh.”

“Ah, ini berkaitan dengan eonni­-­ku ‘kan?”

“….”

“Kau diam berarti benar.”

“Sudah, lupakan.” Sulli bangkit dan keluar ruangan. Dia benar-benar kacau, tidak tahu harus bagaimana sekarang. Yang jelas, tidak untuk berhadapan dengan Krystal.

“Hai, saeng!” dan lebih tidak siap untuk berhadapan dengan Jonghyun.

Sulli segera berbalik, berjalan dengan cepat. Mencoba untuk menghindar. Dia tidak siap harus bertemu Jonghyun,… dan membiarkan perasaannya terus berkembang. Tidak siap.

‘GREP’

Sulli merasakan tangannya ditahan.

“Mau kemana?”

“I-itu bukan urusan Oppa!” Sulli menepis tangan Jonghyun. Sulli segera pergi, tidak sanggup apalagi jika ditatap oleh Jonghyun. Jelas, tak tahukah sakit mengetahui jika perasaannya tidak bebas untuk berkeliaran?

“Ada masalah? Kenapa kau menghindar?” Jonghyun tidak mengejar Sulli, dia hanya berkata seperti itu. Suara rendah biasa. Suara yang dapat dengan jelas Sulli dengar.

“Kita… tak usah bertemu lagi.” ucap Sulli setelah berhasil mengalahkan egonya. Walaupun berat… dia harus mengatakannya.

***

Sulli memukul jidatnya. Astaga, celaka, bukunya tertinggal di lab!

Sulli dengan cepat berbalik arah dan kembali ke lab. Hatinya masih tertutup kabut tebal. Terasa menyesakan. Dia telah membuat keputusan, untuk hidupnya. Untuk jalan kedepannya.

Tidak bertemu Jonghyun lagi.

Tapi… apa dia bisa?

Sulli memasuki Lab tempat pelajaran terakhir tadi. Untungnya, masih belum di kunci. Tiba-tiba…

CKLEK !

Ada yang mengunci pintu di sana.

Sulli berbalik, dan dilihatnya Jessica menatapnya dengan tatapan dingin dan menusuk. Oh, apa dia akan kembali di labrak?

“Kau masih bertemu Jonghyun? Kau masih tidak mengerti bagaimana perasaanku, hah?” Jessica memulai pembicaraan. “Kau ini mau apa?” Jessica kembali menghampiri Sulli.

Sulli menunduk. Jujur… dia takut.

“Kau ini tidak tahu malu!”

Sunbae…, bukankah itu hak yang aku punya?” entah kenapa kata-kata itu dengan mulus meluncur dari mulut Sulli. Terputar kembali beberapa kenangannya saat bersama dengan Kim Jonghyun. Tentang perasaannya. Tentang suatu rasa nyaman saat bersamanya. Dia juga punya hak, untuk tetap menyukainya. Bukankah begitu?

“Hak apa? Kau hanyalah yeoja perebut pacar orang!” suara Jessica sedikit mengeras.

“Dia sudah tidak ada hubungannya dengan sunbae, kan?”

“Itu karena ulahmu!”

Sulli benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Ulahnya? Bukankah Jessica yang meminta untuk mengakhiri hubungannya? Sulli tidak tahu. Apa yang seharusnya dia lakukan?

“Maaf… sunbae.” Sulli kembali menunduk. “Tapi…”

“… Aku menyukai Jonghyun Oppa.” Tegas Sulli.

Jessica membuang mukanya. Dia tersenyum, merendahkan.

“Apa hanya dengan perasaan suka kau berani menghancurkan hubungan orang lain?”

DEG !

Sulli terdiam. Langkahnya selama ini memang salah. Hatinya terasa ditubruk-tubruk. Memang apa hak nya? Hanya dengan rasa suka dia menghancurkan hubungan orang lain.

Benar.

Apa dia salah?

BRAK !

Pintu terbuka dengan keras. Pintu yang dikunci oleh Jessica. Terlihat Jonghyun dan Krystal  berada dimulut pintu. Jonghyun cepat-cepat menghampiri mereka berdua. Tatapannya dingin. Terlihat marah, atau lebih pada kecewa?

PLAK !

Jonghyun menampar Jessica. Tatapannya sangat dingin. Tajam dan menusuk. “Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, kan? Jessica, I have not been one drop feel with you again.

Jonghyun berbalik. Dia terdiam dan menatap Sulli sebentar. Lalu…

PLAK !

Dia juga menampar Sulli!

Tatapannya tak dapat dideskripsikan. Sulli kaget, begitupun yang lainnya. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Jonghyun berlalu.

Kenapa dia menamparku?

***

“Kau ada waktu? Kita bertemu di taman Amigo. Sore ini.” Sulli yang baru saja selesai mengepak barang-barangnya–hendak pulang, dikagetkan dengan pesan yang dikirim oleh Jonghyun. Pasalnya sudah satu minggu mereka tidak bertemu. Selepas kejadian menampar itu. Mereka berdua kehilangan kontak satu sama lain. Saling canggung, tentu saja. Bagusnya, Jessica sama sekali tidak berkutik karena ketegasan Jonghyun. Dia tidak pernah mengganggu Sulli lagi.

“Krys,” panggil Sulli sambil terus menatap layar ponselnya.

“Eh, ya? Apa?”

“Apa aku harus bertemu Jonghyun sunbae?” tanya Sulli, menatap Krystal.

Oh, tentu saja! Kapan? Sekarang? Keluar-keluar-keluar!” Krystal mendorong Sulli keluar kelas.

“Eh, tapi…”

“Dah!” Krystal pergi meninggalkan Sulli di ambang pintu kelas. Dasar anak itu…

Sulli menatap jam ditangannya. Baru jam 2, belum termasuk sore, bukan? Sekarang apa yang harus dilakukannya? Sebenarnya apa yang akan Jonghyun katakan padanya? Apa dia akan menegur Sulli kenapa dia menyukainya? Oh, iya..! Sulli ingat! Saat itu pasti Jonghyun mendengarnya. Mendengar kalau dia menyukainya.

Sulli berlaku risau.

***

“Maaf, aku telat,” Sulli membungkuk. Dia datang terlambat, sekitar 1 jam 12 menit. Sekedar mencari persiapan mental saat nanti bertemu dengan Jonghyun. Dan… sekarang mereka bertemu. Jonghyun tersenyum, lembut, teduh, seperti biasa. Sosoknya saat menampar Jessica, entah sudah berada jauh di mana.

“Ada yang ingin aku ceritakan.”

Sulli terdiam. Ceritakan?

Sulli duduk di sebelah Jonghyun, tanpa berkata apa-apa. Lagipula, Jonghyun langsung menatap lurus ke depan. Menatap pepohonan yang sedikit bergoyang karena angin. Dia tidak menatap Sulli. Intinya begitu.

“Dulu…”

Flashback on

“Dijodohkan? Dengan siapa?” tanya Jonghyun sambil melahap rotinya.

            “Anak tertua keluarga Jung. Eomma sudah mempersiapkan ini dari dulu sekali. Kau tidak ingin mengecewakan eomma ‘kan?”

            “Hemm, aku tidak punya pacar sih. Jadi gak masalah.” Jawab Jonghyun enteng. Dia memang belum memikirkan tentang hal seperti itu, selain belum mendapatkan sosok yeoja yang tepat, dia ingin fokus pada ujiannya nanti. Dia ingin masuk fakultas kedokteran. Menjadi dokter gigi.

            Dia pikir eomma-nya bercanda. Sedari dulu, yang akrab dengannya adalah Krystal. Kenapa dia dijodohkan dengan kakaknya? Lagipula, Jonghyun pikir Krystal jauh lebih menyenangkan daripada Jessica.

            Jonghyun tidak terlalu memikirkan. Dia terus menjalani harinya, sampai pada saat mereka benar-benar dipertemukan dan ‘harus mengenal’ satu sama lain. Jonghyun gugup, tentu saja. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan Jessica lagi, sebagai status yang berbeda.

            “Jadi, bagaimana keputusanmu?” tanya Jonghyun.

            “Ah, perjodohan bodoh itu.” Dengus Jessica. “Kenapa tidak Krystal saja yang dijodohkan? Kalian ‘kan akrab dari dulu.”

            Jonghyun sudah dapat menyimpulkan, Jessica memang tidak suka padanya. “Aku dan dia punya perasaan seperti adik dan kakak. Itu saja.” jawab Jonghyun agak kecewa.

            Memangnya dia juga suka pada Jessica? Tidak. Sifat dingin dan kasar itu tidak membuat mereka berdua cocok. Tapi Jonghyun tidak bisa mengecewakan orangtuanya.

            “Kau juga ‘kan? Ini bukan demi kita. Tapi orang tua kita.” Sahut Jonghyun. Jessica mengangguk. Akhirnya mereka memutuskan menjalin hubungan. Dan Jonghyun yang lebih sering dikecewakan…

            Jessica berpacaran dengan orang lain. Statusnya dengan Jonghyun hanya di depan orang tua saja. Jessica tidak suka jalan berdua dengan Jonghyun, dia terkesan merendahkan Jonghyun yang dipikirnya tidak pantas untuknya. Jessica hanya membuat Jonghyun sama sekali tidak bisa menyukainya. Bahkan untuk sekedar mencoba.

           Saat di universitas, karena Jessica diputuskan oleh kekasihnya, dia berpura-pura benar-benar pacaran dengan Jonghyun. Bertingkah baik, bertingkah terlindungi, bangga, dan lainnya. Hingga pandangan orang lain, “Seorang yang ditolak kini mendapatkan incarannya.”

            Tapi Jonghyun hanya merasa, apa dia ini pelampiasan?

            Dia tidak suka pada Jessica.

*

            Dua tahun berlalu. Apa boleh buat? Dia tetap menjalin hubungan dengan Jessica. Sampai terkenal ke seluruh kampus. Tapi hatinya, tetap saja tidak nyaman. Sampai dia bertemu seorang yeoja di MOPD. Yeoja ceroboh yang terjatuh saat hendak memasuki gerbang, yeoja berani yang teriak-teriak mencari sahabatnya, Onew Lee. Yeoja bersemangat, yang entah kenapa menjadi pelecut semangatnya juga. Dia berusaha mendekatinya, dan yeoja itu benar-benar menyenangkan. Membuat dirinya benar-benar menjadi diri sendiri.

           Jessica memintanya putus. Oke, itu memang yang Jonghyun harapkan. Banyak orang yang tahu, bahkan orang tuannya. Pertama dia memang takut jika eommanya kecewa. Tapi nyatanya tidak, dia hanya terlalu paranoid. Orang tuanya menuntut dia untuk bahagia. Jika dia tidak suka pada Jessica, seharusnya dari dulu dia sudah mengatakannya.

            Jessica memintanya putus karena mantan kekasihnya yang dulu memintanya kembali padanya. Jonghyun berharap Jessica bahagia, itu saja. Dan mereka tidak akan terlibat masalah lainnya.

            Tapi Jessica tiba-tiba mempermasalahkan Sulli? Kenapa? Dia yang pertama kali meminta putus. Dia yang menyakitiku duluan. Kenapa dia mengganggu pilihanku?

            Jonghyun merasa Sulli bersikap berbeda, itu juga yang dirasakan Krystal. Dan mereka tiba-tba memusatkan semuanya pada Jessica. Jonghyun dan Krystal mengira ada yang akan terjadi diantara mereka. Dan akhirnya dia tahu,

Flashback off

Sulli masih terdiam. Tidak tahu kata-kata yang pantas untuk dia katakan. Jadi Jonghyun menyukainya dari dulu? Dan permasalahannya dengan Jessica,… jadi seperti itu.

“Hehehe… jangan bengong gitu, dong!” tegur Jonghyun.

“Eh, oh, gak ko…” Sulli tersenyum. Agak tersipu.

“Ya, semuanya sudah selesai. Mungkin aku harus minta maaf pada Jessica karena perlakuanku kemarin.”

“Lakukan saja…” ujar Sulli sambil tersenyum.

“Nanti, setelah dia meminta maaf padamu.”

“Ah, itu…”

“Dia harus minta maaf padamu, saeng.”

Sulli menunduk, dia mengulum senyumnya tersipu. Kenapa dia menjadi merasa sangat malu?

“… would you be my sunshine?

Sulli mengangkat kepalanya. Apa?

Sulli senang bukan kepalang. Energi semangatnya kembali menyeruak, mengalir bersama darah-darah dalam tubuhnya. Saking senangnya, dia merasa sangat sangat lemas. Hei! Bukan waktunya lemas sekarang!

“Jadi?” Jonghyun mengangkat kedua alisnya.

Tunggu! Tapi ada yang ganjil… Sulli merasa ada yang ganjil.

“Aku…”

“Hem?” Jonghyun merasa tidak sabar.

“Aku punya pertanyaan.”

“Ya?”

“Kenapa kau menamparku juga waktu itu?” tanya Sulli secara langsung.

Jonghyun membulatkan matanya. Kemudian dia tertawa, rasanya ada yang sangat menggelitik perutnya. Dia tertawa terjungkat-jungkit. Wah, seperti ini kah sosok Jonghyun yang sesungguhnya?

“Apanya yang lucu?”

Jonghyun mengacak-acak puncak kepala Sulli, dia mencoba menghentikan tawanya.

“Kau bicara, seserius itu… kukira kau mau bertanya apa,” Jonghyun menunjuk seekor burung di dahan pohon di depan mereka. Sulli melihat ke arah tunjukan Jonghyun. Burung itu ternyata tidak sendirian, dia bersama dua anaknya. Burung-burung lain yang lebih kecil.

“Kalau anak-anaknya akan makan batu, dia akan mematuknya.” Ujar Jonghyun.

“Haa? Cerita apa itu? Orang tua menyakiti anaknya?”

“Bukan. Pokoknya, orang tua akan melindungi anak-anaknya dengan cara mereka sendiri. Kadangkala memarahi, kalau sudah terjadi. Saat kau jatuh dan terluka, orang tuamu akan memarahimu ‘kan? Agar tidak terjadi seperti itu lagi…”

“Iya… aku tahu. Tapi, kak. Apa hubungannya dengan kau yang menamparku?”

“Aish…” Jonghyun menatap Sulli dengan gemas. “Kau itu salah. Ragu akan perasaanmu padaku. Terlalu percaya pada perkataan Jessica yang aku sendiri tidak tahu maksudnya apa! kau, tidak boleh mengulanginya lagi. Ya?”

Sulli terdiam. Wajahnya memerah. Sekak mat!

            “…Our love should go on.” ucap Sulli tegas.

***

            Tanpa Sulli dan Jonghyun sadari, ada sepasang umat manusia sedang berjongkok di balik semak-semak. Mengintip perbicaraan mereka. Siapa yang mengintip? Tentu saja Onew dan Krystal.

“Sungguh manis.” Krystal menujukan ekspresi kagum luar biasa.

“Huuh, manis apanya?” elak Onew.

“Manis!”

“Menurutku tidak. Hal seperti ini kurang romantis.”

“Haaa, kau iri saja! Iya kan?”

“Ya, aku iri.”

“Astaga-astaga-astaga!” Krystal berbalik dan menatap Onew Lee. Senior di sebelahnya itu masih berwajah sangat BeTe. Oh, tunggu-tunggu! Iri? Apa Onew Lee menyukai Sulli? … atau menyukai Kim Jonghyun?

Krystal sudah memikirkan yang tidak-tidak!

PLAK !

Onew Lee memukul kepala Krystal. “Hei, jangan memikirkan yang aneh-aneh!”

Krystal masih bingung.

“Aku iri karena terdahului si Jonghyun. Kau tahu strategi pernyataan cinta itu aku ahlinya. Kenapa Jonghyun yang duluan mendapatkan si Sulli?”

“Memangnya kau punya orang yang disuka?” tanya Krystal sekenanya.

“Iyalah, kan kamu.”

“Ha?”

“Eh, salah-salah! Makan ayam aja, kantin ke kantin!”

Onew lee cepat-cepat berdiri. Krystal tersenyum tipis. Onew Lee terlihat sekali gelagapannya. Apa ini artinya… mereka akan seperti Jonghyun dan Sulli? Pikirkan saja XD

FIN

Terimakasih sudah membaca :D

Advertisements

4 thoughts on “[ FF REQUEST ] Majors that made me Fall in Love #4

  1. hahaha… sedikit kaget dengan adegan jonghyun sunbae yang menamppar sully eonni… bgi ku prlakuan itu sedikit kasar untuk ukuran yeoja yang dicintai sunbae…
    tapi mungkin athor kita yg kece ini ber-pemikiran yg lain…
    tak apa lah ff nya tetep bagus kok…
    sdkit sran nie seharusnya part-nya di bkin bnyak dong thor jngn main fin aja… jadi galau kan aku yg bacanya….
    😦 …
    tapi akhirnya ada juga yg bsa mngalihkn onew lee oppa dri ayam goreng… walauwpun masih tetep mngelak dri krystal eon dengan alasn ayam goreng juga….
    tjor ff berikutnya harus lbih bgus ya…. masih tetep setia menunggu lho….

    • Aduh aku bener2 speechless setelah 2 tahun hiatus 😥 terimakasih sekali. Sungguh. Sarannya juga sangat aku terima, dulu pemikiran aku masih anak kecil banget wkwkwk jadi kayak gitutuh. Emg skrg juga aku sependapat hal itu kasar banget wkwk… aamiin semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Chingu juga apakabar. Semoga baik2 aja. Terimakasih sblmnya udh baca ff lamaku ini :’)

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s