Forever & Always [1/4]

photo

Author: Minrin

Genre: Romance, Angst, Friendship, Family, Comedy, Drama.

Length: Chapter

Ranting: PG-15

Main Cast:
Oh Sehun
Park Minrin (OC)
Support Cast:
Heechul
Luhan
Suho
Baekhyun
Chanyeol
Kai,
Etc.

A.N:
Haiihaii, Minrin back dengan FF berchapter.
Dan sepertinya ada sequelnya juga, kita liat aja kedepannya 😉
Mian juga kalo FFnya belum bisa perfect, saya belum terbiasa, belum lagi Hiatus panjang jadi mohon dimengerti nehh. Satu lagi, peringatan yang sama di setiap FF yang saya buat, Typo bertebaran…..
Read, Like and Comment juseyo, Gomaptaa^^
[!!!] yang bergaris miring itu menandakan apa yang dipikiran karakter tersebut.

“I’ll love you Forever, I’ll like you for Always. As long as I’m living, My baby you’ll be”

Chapter 1

“lari sekarang, Sebelum terlambat!!! Cepat!!!” kata Suho. “Tidak! Bagaimana dengan dia? Kalian semua melindungi aku, dan siapa yang akan melindungi dia?!” Minrin berteriak juga menangis. Lalu mengambil selangkah mundur. Baekhyun menggenggam pergelangan tangannya dan berkata dengan halus “takkan terjadi apa-apa, kita sebaiknya pergi dulu dari sini” Baekhyun menatap lurus mata Minrin. Waktu terus berjalan, Minrin yang sedang mengigit bibirnya berpikir haruskah ia lari atau tidak. Baekhyun yang mengatahui bahwa Minrin ragu-ragu untuk pergi dari tempat itupun langsung menariknya dan segera lari dari keluar dari tempat itu. apa yang harus aku lakukan? Aku seorang perempuan, bagaimana aku bisa berantem dengan laki2.

Minrin sedang diincar oleh 10 orang bodyguards di tengah malam, ia keluar dari rumahnya karena ia marah terhadap orang tuanya yang mau menikahinya dengan seorang lelaki untuk membantu perusahaan mereka. Minrin sendiri tidak tau nama laki-laki itu. Appa-nya ingin memberikan 70% asetnya terhadap Minrin dan 30% untuk kakaknya, Heechul. Kakaknya adalah tipe seseorang yang pemalas karena itu ayahnya mengharapkan sepenuhnya kepada Minrin. Tetapi Minrin pun tidah ingin menikahi laki-laki itu karena ia sedang jatuh cinta. Ia jatuh cinta dengan seseorang yang satu kelas dengannya disekolah. Suho, Chanyeol, Sehun, Luhan, Baekhyun dan Kai adalah teman sekelasnya. Mereka berenam geng dan Minrin sering hang out bersama mereka, mereka lah yang menyamperi Minrin terlebih dahulu dari awal Minrin pindah di sekolah itu. Minrin adalah tipe perempuan yang pemalu sehingga ia tak begitu mempunyai banyak teman. Itu kenapa Minrin hanya berpergian bersama mereka, juga Hyemi, seorang perempuan yang selalu mencari masalah tanpa alasan, dan Sehun yang akan selalu ada disana menghiburnya. Ya, itu kenapa Minrin bisa menyukainya. Ia menyukai personalitynya yang selalu ceria, lucu, cute, dan selalu menghiburnya ketika ia kesal. Sehun lah yang selalu berada di sisinya.

Dan ketika Minrin keluar dari rumahnya, ia pun segera menelepon Sehun “Hun, aku… emm… keluar dari rumah sendirian, bisakah kamu datang ke tempat kita biasanya? Dan tetaplah berbicara lewat telepon, aku takut” Minrin berkata jujur. “oke, aku akan segera kesana, apa yang terjadi? Sampai membuatmu keluar dari rumah?” Tanya Sehun. Minrin pun menjelaskan semuanya, ditengah ia menjelaskan, ia melihat 10 bodyguards yang perpakaian hitam menuju kerahanya. Minrin pun langsung tau apa yang terjadi, hanya orang tuanyalah yang bisa melakukan ini, para bodyguards itu datang untuk membawa Minrin kembali ke rumahnya. Minrinpun langsung berlari.
“Sehunn, cepatt!!!! Orang tuaku mengirim bodyguards dan menang-“ Minrin baru berbicara setangah karena bodyguards itu menarik tangannya dan membuat hpnya terjatuh. Minrinpun berteriak minta tolong, tapi itu terjadi saat tengah malam,sehingga taka da yang mendengarnya. Minrin mencoba untuk lepas dari genggaman bodyguards itu. Tiba-tiba, Sehun pun datang dengan tangannya yang membawa tongkat dan memukul bodyguard yang menggenggam Minrin. Bodyguard itupun melepaskan Minrin dan Minrinpun langsung mengambil hpnya dan bergegas menelepon Suho meminta tolong untuk datang bersama dengan yang lainnya.

Karena Suho dan yang lainnya tinggal di sekitar tempat biasa mereka bertemu, tak lama merekapun datang setelah Minrin menelepon Suho. Mereka pun melihat sendiri apa yang terjadi, dan sangat jelas bahwa mereka kekurangan orang itu kenapa mereka lebih memilih untuk pergi. Dan mereka pun pergi, meninggalkan Sehun yang sedang bertahan melindungi dirinya. “pergi ke suatu tempat yan aman! Aku tak akan kenapa-kenapa, pergilah!!!” kata Sehun sebelum akhirnya mereka meninggalkan tempat itu.

Mereka lari hingga berhenti di suatu hotel yang bisa terbilang seperti apartment. Merekapun segera memesan kamar dan seperti biasa Suholah yang membayar. Minrin pun menjelaskan apa yang terjadi dan pendapat mereka pun sama dangan Minrin, tidak setuju dengan pernikahan itu, karena Minrin tak akan bahagia dengan laki-laki yang ia nikahi nanti. Sudah larut malam, semuapun kembali ke kamar masing2 dan segera tidur. Minrin yang tak bisa tidurpun keluar dari kamarnya dan duduk di sofa. Dia khawatir dengan Sehun “apa dia di hajar habis habisan? Apa yang akan terjadi dengannya?” ia bertanya Tanya di pikirannya, yang jelas membuatnya semakin khawatir.
Luhan keluar dari kamarnya, dan membuatnya sadar dari pikiran2nya tadi. Suasana hening sampai Luhan berbicara. “aku tak bisa tidur, kau tak apa? Kau tampak gelisah” Minrin pun menghadap Luhan dan menjawab “tidak, aku takut, sangat takut, bagaimana kalau sesuatu terjadi dengan Sehun? Aku tak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi dengan Sehun. Ini semua salahku. Aku tak seharusnya menyuruhnya untuk datang, aku tak seharusnya keluar dari rumah, aku tak seharusnya…..” Minrin mengatakannya dan butiran air mata yang berjatuhan terus ke pipinya. Karena gelap,Luhan tak dapat melihat air matanya yang berjatuhan, tapi Luhan tau bahwa Minrin menangis seenggukan. “hush, ini bukan salahmu, aku yakin kalau ia tak apa” kata Luhan dengan pelan memeluknya dan mengusap kepalanya. Minrin akui, ia sangat menyukai ketika Luhan mengusap kepalanya seperti itu, terasa nyaman ketika Luhan melakuka itu. Dan dengan hanya seperti itu, Minrin tertidur lelap di bahunya.

~ Minrin Pov ~
Aku yang tadinya tertidur lelap terbangun karena nada dering hpku. Kakakku menelepon, Heechul. “halo?” aku mengangkat telepon itu. “Minrin, emm… Umma dan Appa membawa Sehun ke kamar mereka, lebih baik kau kembali sekarang. Sebelum mereka melakukan sesuatu, dan kau tau jika mereka bisa melakukan apa saja” akupun menutup telepon itu.

“kenapa? Kau tampak gelisah” tanya Luhan. “Sehun disana, aku harus kembali sekarang. Sekarang juga” aku menjawab pertanyaannya, tanpa menunggu jawabannya, aku langsung pergi. Aku berlari kembali ke rumah dan banyak bodyguard yang menjaga di depan rumah, ketika aku masuk, disana ada lebih banyak lagi. “apa yang terjadi?” aku bertanya sendiri. Aku pun pergi ke kamar orang tuaku. Dan disana pun mereka sudah menungguku dengan Sehun. “duduk” kata umma, dan akupun duduk disebelah Sehun.

Suasana di kamar itu benar2 tidak nyaman, aku menatap kedua orang tuaku sebelum mereka berbicara. “aku senang akhirnya kau datang. Sekarang kau kembali dengan temanmu, dia bisa membantu persiapan untuk pernikahan kau nanti. Penikahanmu akan diadakan Sabtu ini, 3 hari kedepan mulai dari hari ini. Kami sudah menjadwalkan semuanya. Bodyguards yang kau lihat tadi akan menjaga kalian berdua. Dan kau tak diperbolehkan pergi jika tanpa izin. Kau akan diikuti oleh bodyguards kemanapun itu mulai dari sekarang. Dan kau tak perlu berkata apa2 tentang pernikahan ini.” Orang tuaku berkata dengan tegas, lalu berdiri dan pergi keluar kamar meninggalkan aku dan Sehun. “Kau tak apa?” akupun menoleh ke hadapan Sehun. “Astaga! Mereka pasti benar benar menghajarmu dengan parah kan? Kenapa kau tak meneleponku tadi malam? Mereka –Luhan,Suho,Kai,Chanyeol,Baekhyun-dan aku benar2 mengkhawatirkan kau.” Tanyaku dengan memijat tangannya. “Bagaimana kau bisa mengkhawatirkanku sedangkan kau sendiri tak bisa melindungi dirimu sendiri?” tanya Sehun dengan mengerutkan keningnya. Astaga, apa yang harus kukatakan? Karena aku mencintaimu? Tidak! Jika aku mengatakan itu bukankah persahabatan kami akan putus? Aku mungkin saja tidak lagi menjadi temannya jika aku megatakan itu!! Dan pada saat itu hening, aku tak tau apa yang harusku jawab. “bukan, aku….” Aku baru ingin menjawab pertanyaannya dan tiba-tiba hpku bunyi, Suho yang meneleponku. Ketika aku mengakngkat teleponnya, aku disambut dengan omelannya karena tidak memberi tau yang lain jika aku kembali ke rumah dan die mengatakan bahwa mereka akan datang kerumahku. Sehun mendengar pembicaraan kami lalu merampas hpku, dan mengatakan kepada Suho untuk tidak berkunjung karena bodyguards juga yang lainnya. Dia pun menutup telepon itu dan melempar hpku ke sofa. “jadi apa yang akan kau lakukan sekarang? Aku tau kau tak menginginkan pernikahan ini, tapi kali ini aku tak bisa membantumu, aku hanya bisa membantu mempersiapkan pernikahanmu nanti” Sehun membawa topic itu kembali. “apa aku tampak seperti memiliki pilihan lain?”aku menjawab dengan tatapan juga nada sedih. Aku takkan bisa bersama dengan Sehun lagi jika nanti aku sudah menikah. Sehun menatapku, lalu menyondongkan tubuhnya kedepan, mendekatkan mukanya dengan mukaku, dan memelukku. “ini pasti sangat membuatmu merasa tertekan. Maaf aku tidak bisa membantumu kali ini” kata Sehun lembut. Akupun memeluknya kembali. “kau tak perlu minta maaf, ini bukanlah salahmu, ini salah orang tuaku” aku menjawabnya. Kami tetap berpelukan , mungkin ini terakhir kalinya aku memeluknya dengan status single sebelum aku meniakh nanti. “Jadii…. Apa warna gaun pernikahanmu nanti? Hitam?” Tanya Sehun, melepas pelukan kami dan tersenyum. “hahahaa.. apakah itu masih bisa disebut gaun pernihakan?” aku tertawa. Tibatiba ada yang mengetuk pintu, dan seketika mengubah suasana di kamar itu. Seseorang masuk. “jadwalmu sekarang adalah pergi ke butik gaun pernikahan di butik ‘xxx’ tolong ikut aku” kata bodyguards itu. Kami pun mengikutinya menuju mobil yang sudah di sediakan.

Sehun pun mengabari Suho kemana mereka pergi karena mereka tak ada kesempatan untuk bertemu. Kamipun sampai di butik itu dan masuk ke butik yang dikatakan bodyguards tadi. Banyak gaun di butik itu, tapi ada 1 gaun yang menarik perhatianku. Gaun itu tak berlengan, dan terdapat pola bunga yang terbilang transparant karena terbuat dari kain yang bening. Gaun itupun ketat di pinggang, sehingga membuat para perempuan yang mencoba gaun itu tampak memiliki bentuk badan yang bagus, dan di bagian belakang terdapat ekor gaun yang sangat cantik. Aku pun memilih gaun itu dan mencobanya ke ruangan yang tersedia, juga pegawai butik itu memilih heels untuk ku kenakan nanti. Sehun menunggu di luar ruang ganti. Dan ketika aku keluar, ia tercenga, dengan mulut terbuka, tak dapat berkata apa2, dan tatapannya yang seperti tak perna melihatku sebelumnya.”apakah ini bagus?” tanyaku sambil memutar badanku agar Sehun dapat melihat gaun yang ku kenakan sepenuhnya. “iya, sangat, sangat bagus” katanya tersenyum. Aku berbalik, melihat ke kaca dan menatapnya. Wow, aku tak tau kalo aku tampak cantik mengenakan gaun ini, it’s perfect. Sehun menuju kebelakangku dan merapikan rambutku. “Hei, aku rasa kau lebih bagus mengenakan jeans, kenakan itu saat pernikahan kau nanti”katanya menggodaku dan menunjukan ke celana yang ku kenakan tadi. “dan potong rambut panjangmu, kurasa itu akan cocok” lanjutnya, sambil menggulung rambutku dengan jari telunjuknya. “yahh, kalo kau terus mengodaku, aku takkan tersenyum lagi” aku mengerutkan keningku. “oh ya? Mau taruhan?” Sehun menantangku dan mulai menggelitikku di sekitar pinggangku, aku tak bisa menahan dan tertawa. “hauhahahahahahaa se-sehunahhh, stoppp, huahahahha” kataku sambil tertawa terpingkal, tetapi ia tetap melanjutkan apa yang ia lakukan, sehingga aku berbalik dan ingin memukulnya tetapi aku tersandung dengan gaun yang kukenakan. Aku hampir terjatuh, jadi aku memegang bahu Sehun untuk tahanannya, tetapi ia malah ikut jatuh, dan kami berdua pun jatuh dilantai dengan muka kami yang bersentuhan, kening pipi juga hidung bersentuhan, termasuk bibir kami. We kissed.

Aku terkejut, melotot dan pipiku merah seperti kepiting rebus, aku pun dapat melihat Sehun yang sama denganku. Bibir kami masih bersentuhan dan disaat itulah Suho dan yang lain datang juga melihat kami. Dengan cepat Sehun berdiri dan membantuku. “WOW! Apaa yang terjadii???” tanya Kai. “Yahh, Sehunah, Minrin bukan akan menikahimu, tapi kenapa kau menciumnya? Atau……” Suho menyeringai. Semua tertawa kecuali Luhan, Sehun dan Minrin. “kenapa kau tak tertawa?” tanya Baekhyun. Biasanya Luhan akan tertawa, sama dengan yang lainnya, ia juga suka menggoda seseorang. “Uhhh aku.. akuu hanya berpikir, bukankah itu artinya Sehunlah first kissnya Minrin?” kata Luhan gugup. “Astaga, itu benar! Oh, Sehunahh~ rupanya kau anak nakal” Baekhyun terus menggoda kami. Semua orang pun tertawa, dan membuatku juga Sehun malu. “Hahaha.. oke, cukup. By the way, kau tampak cantik dengan gaun itu Minrin” Kai memujiku, dan akupun membungkukkan badanku sebagai tanda terima kasih. “kenapa kita tak membuat party untuk Minrin? Hitung2 party sebelum akhirnya dia menjadi wife seseorang nanti” Luhan menyarankan. “boleh juga, tetapi di situasi ini Minrin tidak boleh pergi kemana mana, orang tuanya selalu mengontrol dia” jawab Suho. “Di rumahnya? Kita tinggal bilang aja, kita kesana untuk mengunjungi Minrin sebelum dia menikah” saran Chanyeol. Dan seperti itulah rencana yang disusun, party yang direncanakan akan diadakan besok, Hari Sabtu.

~ Author Pov~
[Besoknya]
Sehun mengirimkan pesan kepada Minrin, dan mengatakan kalau ia sudah dirumahnya. Ia datang lebih awal karena ia mau datang lebih pagi daripada yang lainnya. Dan ketika Minrin membaca pesan yang diberikan Sehun, iapun langsung keluar dari kamarnya, dan menuruni tangga untuk segera membuka gerbang depan rumah untuk Sehun. Tetapi saat Minrin menuruni tangga rumahnya, ia mendengar Heechul berkata “yah, kau benar benar tumbuh sangat pesat dari terakhir kali aku melihatmu. Kesinilah aku ingin melihat seberapa pesat kau tumbuh” ketika Minrin mendengar itu iapun dengan cepat menuruni tangga dan melihat apa yang kakaknya lakukan. Dan ketika ia tau apa yang kakaknya lakukan, iapun terkejut, seketika membesarkan matanya karena kaget. Kakaknya, Heechul, sedang mencubit pipi Sehun. Dengan cepat Minrinpun menuruni tangga itu dan menyamperi kakaknya juga Sehun.

“Yah Oppaa!! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau mencubit pipi Sehun Oppa?? Kau bersikap tidak sopan!” Minrin pun berteriak kepada kakaknya. “jangan bersikap kurang ajar dengan Hyung” kata Sehun. Hyung? Apa? Hyung? Kenapa sehun tampak ketakutan dengan Heechul Oppa? Apa hubungan mereka sebenarnya?

JENGG.. JENGG.. JENGG.. TO BE CONTINUED~

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s