Forever & Always [2/4]

photo

Author: Minrin

Genre: Romance, Angst, Friendship, Family, Comedy, Drama, School life.

Length: Chapter

Ranting: PG-15

Main Cast:
Oh Sehun
Park Minrin (OC)

Support Cast:
Heechul
Luhan
Suho
Baekhyun
Kai,
Etc.

A.N:
Haiihaii, Minrin back dengan FF berchapter.
Dan sepertinya ada sequelnya juga, kita liat aja kedepannya 😉
Mian juga kalo FFnya belum bisa perfect, saya belum terbiasa, belum lagi Hiatus panjang jadi mohon dimengerti nehh. Satu lagi, peringatan yang sama di setiap FF yang saya buat, Typo bertebaran…..
Read, Like and Comment juseyo, Gomaptaa^^
[!!!] yang bergaris miring itu menandakan apa yang dipikiran karakter tersebut.

“I’ll love you Forever, I’ll like you for Always. As long as I’m living, My baby you’ll be”

Chapter 2

~Minrin Pov~
“Hyung?” aku melihat Sehun dengan tatapan heran. “apa kalian kenal satu sama lain? Kanapa aku tak tau apa2?” tanyaku binggung dengan apa yang terjadi, binggung dengan bagaimana bisa salah satu diantara mereka tidak mengatakan apa2 denganku. “Uhmm.. yeah” Sehun menjawabku. Dan mereka pun akhirnya menceritakan bagaimana mereka bisa kenal satu sama lain, mereka dulu pernah 1 kelas pelajaran music di tempat les music. Tapi Heechul Oppa tak tau kalau aku mengenali Sehun dan sebaliknya. Mereka bersahabat saat di tempat les music itu, dan tanpa sepengetahuan Heechul Oppa, Sehun keluar dari kelas itu karena ia tak mau Heechul Oppa menghentikannya, dan sekarang Heechul Oppa sangat senang akhirnya bertemu dengan Sehun setelah sekian lama mereka tak bertemu. “tapi bagaimana kau tau kalau kami adalah kakak beradek tanpa kami memberi taunya?” tanyaku. “emm, pernah Hyung berteriak nama panjangmu saat di telepon, dan aku tau nama panjangmu pas itu karena kita satu kelas, dan untuk memastikan kalian kakak beradek, aku pernah tanya tentang Oppamu, dan itu sangat mirip dengan kriteria Hyng” jawab Sehun. “Ohh, kalo gitu kenapa kau tak memberi tauku?” aku cemberut. “dan aku?” tambah Heechul Oppa. “uhhhmm.. karena.. aku rasa itu tidak penting” jawab Sehun.

~Sehun Pov~
Aku tak bisa mengatakan tiba2kan kalau aku mau mengejutkanmu saat aku menikahimu? Pikirku. “Eishhh, Gundae! Kemarilah, kekamarku dan lihat2. Kau kan tak pernah ke kamarku sebelumnya” kata Minrin sambil menarikku keatas dan ke kamarnya. Aku memang tak pernah ke kamarnya, aku hanya pernah kerumahnya 2 kali, dan itupun hanya di ruang tengah juga ruang belajarnya. Dan ruang belajar khusus dibuat hanya untuk minrin, rata2 berwarna pink, favorite warnanya. Tak usah ditanya, saat aku memasuki kamarnya, jelas sekali aromanya sama dengan aroma Minrin. “Well, bukankah ini bagus?” Minrin tersenyum dan berputar2. Aku rasa dengan senang hati ia menunjukkan kamarnya kepadaku. Aku suka cara dia tersenyum, terutama hal hal yang kecil, dimana dia terlihat seperti anak kecil. Aku tersenyum dan mengangguk, setuju dengan pertanyaan dia tadi.

~Minrin Pov~
“hehehe, disini memamng nyaman”kataku. Aku suka caranya tersenyum kepadaku, membuatku merasa seperti hanya akulah seorang perempuan di dunia ini. Dan aku hanya berharap kalau dia akan tersenyum seperti itu jika hanya dia denganku, tapi itu hanya harapanku saja. “apa yang mau kau lakukan sebelum yang lainnya datang?” tanyanya. “apa perlu kita masak? Karena aku tak mempersiapkan makanan untuk party nanti” jawabku. “boleh. Kita punya waktu yang cukup banyak” kata Sehun sambil berdiri. “jadi, apa yang akan kita buat?” tanya Sehun saat kami berjalan menuju ke dapur. “Cake! Dan minuamannya jus!!” jawabku semangat.

Kami menyiapkan bahan2nya dan mulai membuatnya. Karena sebentar lagi liburan usai, kami membicarakan itu, dan kami bersenang senang sampai Sehun menanyakan pertanyaan “apa yang akan kau lakukan jika rupanya aku dan Hyemi berpacaran?” tanya Sehun. “apa?!” aku berteriak.aku sedang memotong mentega pada saat itu dan pisaunya pun mengenai jariku saat Sehun menanyakan pertanyaan itu. Astaga, kenapa bisa dia berpikir seperti itu? “Ahhh!!”aku melepas pisau itu dan memegang tanganku. Sehun dengan cepat berlari ketempatku. Darah terus keluar rasanya seperti ditusuk jarum beribu kali. “aku akan ambil kotak first aid” kata Sehun dan pergi mencarinya. Begitu menemukannya, dia kembali dan segera mencuci lukaku dengan air, rasanya benar2 perih. “Duduklah, tahan, aku akan mengobatinya, tak akan ada apa2” Sehun berkata dengan halus dan pelan lalu mengobati lukaku. Kalo dipikir2, selalu Sehun yang meengobatiku jika aku terluka. Setelah mengobatinya, menghembus ke luka yang barusan diobatinya tadi agar mengurangi rasa perih, lalu ia bungkus luka itu. “sudah” katanya. Aku berdengus karena lega, rasa perihnya sudah lebih berkurang. “Eishh, ini semua salahmu, kenapa bisa tiba2 kau bertanya seperti itu?” tanyaku sambil mengerutkan keningku. “aku minta maaf, pasti itu sakit, bagaimana biar kau memaafkanku?” tanya Sehun. “selesaikan semuanya sendirian, aku capek, aku akan kembali ke kamarku dan beristirahat” kataku dan berjalan keluar dapur. Dia memegang pergelangan tanganku dan menarikku. “Aishh.. aku tak tau bagaimana harus menyelesaikan ini. Bisakah kau memberikanku instruksi?” dia bertanya dengan tatapan memohon, dan akupun tak bisa bilang tidak karena tatapan itu. “Haishhh..” aku mendengus., melepas genggamannya dan duduk di kursi yang ada di dapur. Akupun memberikan instruksi dan kepalaku tiba2 terasa pusing, mataku berat dan tiba2 gelap.

~Sehun Pov~
“God, cepat sekali dia tidur, aku rasa kau capek” aku berbicara dengan diriku sendiri. Sebenarnya aku berbohong dengan Minrin tentang aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku hanya tidak mau dia pergi, jadi aku berbohong. Aku membereskan semua bahan2 dan memasukkan kue kedalam oven. Akupun duduk di sebelah Minrin. Dia benar2 tidur lelap. Aku memrapikan rambutnya, menyangganya ke belakang telinganya, sehingga aku dapat melihat mukanya dengan jelas. Dia benar2 membuatku menyayanginya. Aku mengelus pipinya dengan lembut dan mendekati wajahnya untuk mencium bibirnya.

~ Minrin Pov ~
Ketika aku bangun, tidak ada siapa2 di dapur. Ketika aku melihat sekitar, semua sudah beres, sudah dikembalikan ke tempatnya masing2, seperti sebelum aku dan Sehun mengunjungi dapur ini tadi. Aku gunakan tanganku untuk berdiri dari kurs itu tapi pada saat itu juga aku merasakan perih pada tanganku. “Ouhh..” aku mengeluh dan memegang lukaku. Apa aku mimpi tadi?tapi tidak mungkin, aku benar2 terluka.

Aku pergi ke ruang tengah untuk mencari Sehun, dan pada saat itu mataku ditutup dengan tangan seseorang membuat aku tidak bisa melihat apa2. “Jangan mengintip dan ikuti aku” kata orang itu dengan suara yang familiar. Aku yang belum sadar sepenuhnya, mengikuti dia, aku dibawa ke tempat yang berumput, dan tangan yang menutupi mataku tadi melepasnya, memperlihatkan halaman rumahku. Tadi Kai lah yang menutup mataku, dan yang berbeda dari halaman rumahku adalah Suho dan yang lainnya disana dengan makanan dan minuman yang tersedia di meja yang tersedia.

“Surprice!!!” semuanya berteriak ketika mataku dibuka, akupun terkejut. Di sekitar halaman rumah ada balon yang bergantungan, juga ada bubble2 yang bertiupan di udara. Aku benar2 merasa takjup dengan apa yang kulihat. “Wahh.. jinjja, gomawo” aku berterima kasih kepada mereka semua. Semuanya hanya tersenyum dan berdiri ditempat. Uhh? Aku merasa ada sesuatu dibelakangku.. sebelum aku mengetahui apa yang ada dbelakangku, sebuah kue sudah terlempar di wajahku, Luhan lah yang melemparnya. Melihat reaksi yang lainnya membuatku sadar bahwa apa yang Luhan lakukan memang sudah dirancanakan. Akupun mencoba untuk membalasnya, aku mengenggam kue yang tadi dilemparnya di tanganku dan mengejar Luhan. Diapun berteriak dan lari seperti aku ingin membunuhnya. Yang lainnya pun tertawa terguling guling melihat kami. “Ahhhh.. kau tak akan bisa menangkapku, blehhh..” Luhan mengejek. Dan pada akhirnya, muka Luhan terlihat sama dengan mukaku. Kamipun mencuci muka kami dan kembali melanjutkan party. Aku duduk di sebelah Sehun dan dia mengatakan bagaimana mereka merencanakan semua ini. Karena Sehun, kami dapat memakan extra cake yang memang dibuatnya tadi, ia membuat kue kedua saat aku tertidur. Akupun memakan kue itu sambil mendengarnya. Dan secara tiba tiba, Sehun tidak menyelesaikan kalimatnya dan menatapku dengan intens. Akupun menataapnya kembali, mengedip beberapa kali dengan bingung.

“Aish, lihatlah, kau makan seperti anak kecil, cream kue yang kau makan belepotan di bibirmu” kata Sehun dan membersihkan bibirku dengan jempol tangannya. Aku pasti makan benar benar seperti anak kecil tadi, karena sebelumya aku takpernah makan makanan yang dibuatnya, rasanya enak.

Dan seperti itulah hari2 kulewati sampai hari ini, hari dimana aku akan menikah. Aku merasa gugup, khawatir, dan takut disaat yang bersamaan. Semuanya sidah siap, aku sudah menggunakan gaunku, juga makeup. Aku menunggu appa di kamarku untuk membawa ku ke lorong dimana acara pernikahanku nanti diadakan dimana orang lain mengatakan ‘kebahagiaan’. Semua keluargaku juga pembisnis2 datang. Umma tidak mengundang Sehun, Luhan, Kai, Chanyeol ataupun Baekhyun karena ia merasa mereka akan mebuatku menjadi seseorang yang buruk. Hanya Suho lah yang diundang karena latar belakang keluarganya yang sama dengan keluargaku. Semua orang meunggu acara dimulai. Kami menunggu 2 jam, dan mulai merasa frstasi juga kesal sampai ada telepon masuk.

~ Sehun Pov ~
Aku berjalan bolak balik di rumah Baekhyun. Kami¬-Luhan,Chanyeol,Baekhyun,Kai- semua berkumpul disana, menunggu Suho kembali dari acara pernikahan Minrin karena katanya ada sesuatu terjadi. “Yah! Sehunah! Bisakah kau tak usah berjalan bolakbalik? Kau tau? kau membuatku pusing melihatmu berjalan seperti itu” kata Baekhyun. “terus apa yang harus aku lakukan?! Aku saja disini tidak tau jika aku akan bertemu Minrin lagi atau tidak!!!” jawabku kesal. Dan mereka semua pun melirik kearahku, Oops “ohh…Maksudku.. kami…” aku mengoreksi apa perkataanku sebelumnya. Dan tiba2 pintu rumah Baekhyun pun terbuka dan Suho pun masuk. “Jadi..??” tanya Kai. “Minrin menikah….” jawab Suho mendengus dan menggelengkan kepalanya.

Apa… apa ini serius? Minrin, kau hanya bisa menikahiku, hanya aku!

Tanpa menunggu yang lain menjawab atau bereaksi, aku lari menuju rumah Minrin secepat mungkin. “Minrinah!! Buka pintunya!!!” teriakku sekuatnya sambil menggedor gerbang rumahnya. Minrin membukannya dengan muka tersenyum. Apakah dia senang dengan lelaki yang ia nikahi? “ka-kau.. kau benar2 sudah menikah??” tanyaku, sambil terengah-engah. “Eh?” jawab Minrin sambil menaikkan satu alisnya dengan ekspresi binggung.

~ Minrin Pov ~
“Tidak…. Hahhahaha.. Perni-“ kataku setengah lalu Sehun menarikku dan memelukku kedalam pelukannya. Aku terkaget. Dia tingi sehingga kepalaku pas di dadanya ketika aku berdiri dekatnya. Akupun bisa mendengar detak jangtungnya yang sangat cepat itu. Aku ingin melepas pelukannya tapi pelukannya sangatlah nyaman, hangat dan kuat.

“Uhh, kau.. apa kau baik2 saja?” tanyaku terpatah patah. “Ohh, yeahh, aku pikir.. aku.. aku kehilangan sahabatku” kata Sehun melepas pelukannya. “Pabo, kau tau, aku takkan pernah melakukan itu. Aku kan selalu ada disampingmu kapanpun itu” jawabku.

“Astaga Sehun, aku hanya bercanda tadi, kau benar2 lari sangat cepat”seseorang tertawa dari belakang. Kami berdua pun berbalik mencari dari mana asal suara itu, dan suara itu adalah suara Suho. Sehunpun menatap sinir Suho. Yang lainpun mengikuti Suho dari belakang, dan akupun menjelaskan apa yang terjadi.

“Umma mengangkat telepon, dan telepon itu dari pihak laki2 yang akan menikahiku tadi, katanya laki2 yang akan kunikahi kecelakaan dan sekarang sedang dirawat dirumah sakit. Laki2 itu terluka parah jadi pernikahanku ditunda sampai jauh hari nanti. Itu kenapa pernikahanku dibatalkan” jelasku. “Ohh, kalo gitu kita rayakan saja dirumahku” kata Sehun semangat. “tapi bukannya kau dilarang untuk pergi?” tanya Luhan. “Tidak, aku bebas sampai nanti laki2 itu sembuh” jawabku dengan senang karena aku tidak jadi menikah.

Katika kami sampai, kami merayakannya dengan puas seperti tidak ada hari esok. “Minrinan, aku perlu bicara dengan kau sekarang” kata Sehun kepadaku, akupun hanya mengangguk dan membawaku ke kamarnya. “kenapa?” tanyaku penasaran. Kenapa dia begitu serius? “Uhmm, dengar, dari awal kau pindah ke sekolah kami, hatiku selalu berdebar kuat ketika aku bersamamu. Jadi, aku rasa.. aku rasa aku mencintaimu. Aku janji, aku akan melindung dan mencintaimu dengan sepenuh hati. So, would you be my girl?” tanya Sehun serius. Aku terkejut, aku tak pernah memikirkan bahwa Sehun akan bicara seperti itu. ASTAGA! APA DIA SERIUS? DAEBAK!!! “Uhmm.. sebenarnya aku juga sudah mencintaimu dari awal.. Cuma aku tidak mengatakannya” kataku terpatah patah. “Wohowwww!!” Sehun bersorak dengan heboh. Ia memegang pinggangku lalu mengangkatku sampai aku tak menyentuh lantai dan memutarku 360 derjat. ”OMG! Yahh, Sehunann! Turunkann akuu!! Aku belum menjawab iyaa!!” jawabku teriak. “apa? Itu bukan iya?” dia menurunkan aku dan memberikan aku ekspresi sedih. “kalo begitu lakukan sesuatu yang membuatku merubah pikiranku” kataku menantangnya. Hah, kita lihat apa yang bisa kau lakukan. Sehun menyeringai dan berjalan dekat ke arahku, sampai punggungku menyentuh dinding lalu membuatku terpojok. Dan ia pun berjalakn dekat hingga mukaku dengan mukanya berdekatan lalu kamipun berciuman denga panas. Dia seperti seorang pencium yang baik. “apa itu iya sekarang?” hanyanya setika aku mendorongnya, akupun mengangguk, dan dia pun kembali menciumku. “tapi aku belum siap kalo hubungan kita diketahui public” kataku mendorongnya lagi. “oke, apapun yang kau katakan, yang pasti from now on, you’re mine” jawabnya. Setelah kejadian itu terjadi, kami keluar dari kamarnya dan kembali merayakannya seperti seorang sahabat.

Ketika acaranya selesai, Sehun mengantarku pulang. Ketika kami jalan sambil berbicara, tiba2 ia memegang tanganku, kami berdua pun tersenyum. “God, you’re so cute!” kata Sehun lalu menciumku bibirku sekilas. “kapan dating pertama kita?” tanyaku, berjalan lebih dekat denganya. “nanti kau akan tau” jawabnya dengan senyuman khasnya. Denan seperti itu aku sudah sampai di depan rumahku. Kamipun berhendi di depan gerbang rumahku dan berbalik berhadap hadapan. “kau tau, harusnya kita berjalan lebih lambat, aku masih mau bersama denganmu” kata Sehun. “Aishh, Hajimaa, ini sudah malam, kau harus balik” jawabku. “aku tak akan balik sebelum kau menciumku” kata Sehun sambil tersenyum jail dan menunjuk pipinya. Akupun berpikir sebentar lalu berjinjit agar bisa menciumnya. Ketika aku hampir menciumnya, ia memutar kepalanya sehingga aku jadi mencium bibirnya, iapun memeluk pinggangku, kamipun berciuman. “Yaa, bukannya harusnya itu hanya sebuah ciuman sekilah hmm? Hahaha, aku masuk dulu, Night!” kataku lalu mencium bibirnya sekilas sebelum masuk. Sehun hanya berdiri tercenga karena kaget, dia tidak pernah menduga aku akan menciumnya. “Night too babe..” jawabnya sambil tersenyum. “mimpikan aku mala mini neh?” Sehun mengirimkanku pesan setelah aku masuk. Akupun tersenyum dan segera siap2 untuk tidur. Akupun tidur dengan nyenyak malam itu.

Paginya aku terbangun karea hpku bordering, lalu aku mengaambilnya dan mengecek ID Callernya, Sehunlah yang meneleponku. “Morning babe, mian sudah membuatmu terbangun, lihatlah kebawah jendela sekarang” katanya lewat telepon. Aku lihat kebawah dan terkejut. Sehun berdiri dengan sepedanya yang membawa banyak bunga mawar yang menunjukan bahwa bunga itu untukku. “Gosh! Apa yang kau lakukan sepagi inii?” tanyaku. “turunllah dalam 30 menit, aku menunggumu dibawah” kata Sehun tanpa menjawab pertanyaanku. Akupun memutuskan teleponnya dan segera bersiap siap, setelah selesai dengan cepat aku turun dan menemui Sehun yang sudah menunggu disana.

“Hey babe” Sehun tersenyum dan memelukku. “Morning” aku tersenyum balik. “Uhh, ini untukmu” Sehun memberiku kado dan bunga yang ada di sepedanya yang sudah dibungkus rapi. “Awww, boleh aku membukanya sekarang?” tanyaku sambil menerima kadonya. Sehun mengangguk dan membuka kotak yang ia berikan tadi melihat sebuah globe bola kaca yang di dalamnya terdapat boneka yg terlihat seperti seoarng putri sedang saling menatap dgn boneka lain yang terlihat seperti pangerannya.

“aku menyukai globe ini, kau adalah putriku dan aku adalah pangeranmu, aku berharap kita bisa seperti itu selamanya” jelas Sehun dan akupun menatapnya. “kau bisa membuatnya bersalju seperti apa yang sedang terjadi sekarang” katanya sambil membalikan globe itu dan memberikannya kepadaku. Dengan salju globe itu bahkan lebih terlihat indah. “ini benar2 cantik, aku sangat menyukainya, Gomawo Oppa” aku berterima kasih. “Cobalah panggil aku dengan panggilan yg lebih manis, seperti babe? Atau dear? “ tanya Sehun tersenyum dengan ekspresi menggoda. Dia berjalan mendekat, memelukku dan mengecup atas kepalaku “aku membeli globe ini seperti menandakan cinta kita, jelas aku memilih yang tercantik” katanya sambil melepas pelukannya. Lalu Sehun menggenggam tanganku dan membawaku ke sepeda tadi.

“naiklah, aku akan membawamu unntuk kencan pertama kita” kata Sehun membantuku menaiki sepeda itu. Dan kamipun berangkat, sampai di sebuah taman, kamipun berkeliling menggunakan sepeda itu, rasanya perfect, tanganku melingkar di pinggang Sehun, dan aku bisa merasakan kalo dia ingin aku memeluknya dengan kuat karena dia mempercepat kecepatan sepeda yang kami pakai, Dan diapun berhasil, aku memeluk pinggangnya dengan erat.

~Author Pov~
Setelah bersepeda, Minrin merasa haus dan ia katakan ke Sehun jika ia merasa haus, merekapun pergi ke suatu café. “Annyeoseyo~” sapa seseorang ketika mereka masuk. “Oppa?!” Minrin terkaget ketika melihat kakaknya, Heechul, disana dengan menggunakan seragam pelayan. “apa yang Oppa lakukan disini?” tanyanya. “aku yang seharusnya menanyakan itu. Kenapa kau menggandeng tangan dongsaengku?” tanya Heechul, mengubah topic. Sehun dan Minrin saling bertatapan, tak tau apa yang harus dibilang. “apa kalian pacaran?” tanya Heechul lagi. Minrin pun mengigit bibir bawahnya dan mengangguk. “tenang hyung, aku pasti akan menjaganya dan benar2 mencintainya” kata Sehun sebelum berkata apa2. “Biarpun kau sahabatku, jika kau membuatnya menangis, kau akan terkena mas-“ Heechul berhenti ditengah karena Minrin memotongnya, “Aishh, Hajimaa Oppa, kami akan baik2 saja” Minrin menarik Sehun ke meja yang dekat dengan jendela. Aishh, kenapa Heechul Oppa seperti itu? Pikir Minrin. Kami duduk sambil menikmati minuman yang kami oesan juga sambil mengobrol. Semuanya baik2 saja sampai seseorang dari belakang mengatakan, “Minrin?!”

~ Minrin Pov ~
Akupun menolehkan kepalaku kebelakang dan aku melihat Hyemi, pada saat itu juga aku memutar bola mataku menandakan kekesalan.

“ngapain kau disini dengan wanita jalang ini?” tanya Hyemi, mengabaikanku dan berjalan kearah Sehun. Aku melihat Sehun, memikirkan apa yang akan ia katakan. “pergilah, kau membuatku emosi” jawab Sehun sambil mendengus kesal. “jangan bilang kau sedang berkencan dengannya?” tanya Hyemi sambil menunjukku dengan ekspresi menjijikkan seperti aku terlihat seperti sesuatu yang menjijikkan. “jika kau tak akan pergi, maka kami yang akan pergi” Sehun berdiri, menggenggam tanganku. Kamipun berjalan keluar sampai aku merasa kesakitan karena rambutku ditarik, dan siapa lagi kalo bukan Hyemi. Akupun berteriak kesakitan dan berhenti jalan. “kau tak akan kemana mana” kata Hyemi. Sehun melepas tanganku dan mendorong Hyemi pelan yang cukup membuatku bebas dari jambakannya. Apa yang dia lakukan? Manjambak rambutku? Hah, benar2 kekanak2an, damn.. “apa yang kau lakukan?! Kau melakukan semua ini demi dia?!” Hyemi berteriak membuat semua pengunjung café melirik kearah kami. Heechul Oppa datang, dan Hyemi terkaget. “Ohhh, akuu-“ Hyemi baru berbiara setengah tapi sudah ditarik keluar dari café dengan Heechul Oppa. “kau tidak pantas untuk Sehun!” kata Hyemi pas dia diseret keluar. Sehun membawaku keluar café dan pergi jauh2 dari tempat itu.

Memikirkan kembali apa yang terjadi membuat mata berkaca kaca, sebelum aku dapat menghentikannya, aku menangis. Sehun melihatnya dan berhenti berjalan. “apa aku tidak pantas untuk kau cintai?” tanyaku. “Hey babe, jangan berkata seperti itu, aku mencintaimu, aku benar2 mecintaimu, dan kau tau itu. Aku pikir kau akan marah kalau aku mengatakan sesuatu karena kau bilang belum siap jika yang lain tau. lupakan saja apa yang dia katakan. Aku benar2 merasa beruntung memilikimu, jadi jangan berkata seperti itu” kata Sehun sambil memelukku. “Buktikan, buktikan kalau kau memang mencintaiku” kataku sambil menangis. Sehun mencium bibirku dengan penuh kasih sayang, ia mencium bibirku sekitar hampir 1 menit berlalu. Dia benar2 seorang pencium yang baik. Dan ciuman yang ia berikan benar2 membuatku jauh lebih membaik. “terasa lebih baik?” tanya Sehun, melepas pelukannya. Aku mengangguk. “kalo gitu kita kerumahku sekarang” kata Sehun dan kami berangkat ke rumahnya. Sesampai disana, ketika memasuki rumahnya, seperti biasa, sepi, tidak ada siapa2. “Hmm.. kemana orang tuamu? Aku tak pernah melihat mereka” tanyaku. “di luar negri, hanya aku yang mengunjungi mereka jika aku kesana” jawan Sehun. “mau nonton film?” tanya Sehun memegang kaset. “Uhh, okee.. tapi aku takut dengan film horror” kataku jujur. “ada aku, kau tak perlu takut” katanya sambil mengedipkan sebelahmatanya membuatku tertawa geli.

Sampai berkali2 berdebat, akhirnya aku menyerah, mengikuti apa yang Sehun mau, menutup semua gorden rumahnya, mematikan lampunya, membuat ruangan terlihat gelap. Aku memeluk pinggang Sehun, begitu juga sebaliknya, dan aku menyenderkan kepalaku ke dada Sehun. Di tengah film, Sehun bilang ia ingin ke toilet jadi ia meninggalkanku sendirian di ruang tengah. Tiba2 ada sebuah bayangan hitam di lantai, aku terkejut dan melompat di sofa ruang tengah Sehun. “Sehun, apa itu kau?” aku berteriak, dan tidak ada yang menjawab. Apa ada orang lain dirumah?

Aku mendengar langkah kaki seseorang mendekat kearahku dari belakang. Akupun menoleh kebelakang dan disambut dengan muka monster yang mengerikan. “AHHHHHHHHHH!!!! OPPAAA!!! TOLONG AKUUU!!!!” Aku berteriak sekeras mungkin. Dan monster yang menakutiku tadi melepas topengnya menunjukan wajah Sehun. Sehun pun tertawa terpingkal.

“Yah, kau tau?! kau membuatku hampir pingsan karena ketakutan stengah mati” kataku berjalan kebelakang sofa dan menendang sehun yang tertawa guling2 dilantai, Sehun terus tertawa. Melihat Sehun yang tertawa puas, aku terasa kesal dan segera kembali kembali ke sofa, tapi Sehun menghentikanku dengan memelukku dari belakang. “Mianhae babe, aku tak bermaksud, I love youuu” kata Sehun berhenti tertawa. “Jangan sentuh aku. Lepaskan aku sebelum aku memukulmu” kataku dengan nada mengancam. “nggak, aku takkan melepaskanmu. I love you, my babe” Sehun semakin memelukku dengan kuat. “takkan melepaskanku?” aku tanya Sehun sekali lagi. Sehun menggeleng dan aku menggunakan sikuku dengan kuat lalu mengenai perut Sehun. Dengan segera ia melepaskan pelukannya, dan aku tak merasa begitu kesal sekarang setelah apa yang Sehun katakan. Aku berjalan ke lorong rumahnya, mencari kamar untuk menenangkan diri sebentar. Sehun berlari mengejarku, ingin menangkapku, dan dengan begitu aku tak merasa kesal lagi sama sekali. Aku tertawa ketika dia berlari mengejarku. “aku akan menangkapmu~” kata Sehun. Aku lari ke 1 kamar, dan mau menutup pintunya ketika Sehun dari luar menahan pintunya agar tidak tertutup. Aku berteriak dan tertawa, tau jika dia akan menang. Aku lari ke tempat tidur dan dia mengikutiku, kulempar bantal maupun giling yang ada tapi dia tetap datang mendekat, sampai aku kehabisan bantal maupun guling, kugunakan selimut untuk menutuk kepalanya lalu mencoba keluar. Tapi Sehun jauh lebih cepat, ia menggengam pergelangan tanganku, mendorongku lalu membuatku jatuh di tempat tidur dengan pelan. Aku dgn posisi tidur di tempat tidur, dan Sehun diatasku menggunakan tangannya agar ia tidak menimpaku. “Astagaa, kau sangat bandel” kataku sambil aku tertawa. “tidakk, kaulah yang bandel, atau kenapa kau memilih kamarku dari sekian banyak kamar yang ada?” Sehun menggenggam pergelangan tanganku dan menahannya di tempat tidurnya agar aku tidak bergerak. Aku menatapnya yang semakin mendekat ke wajahku. Bibirnya menyentuh bibirku, tak lama lidahnya menjelajahi mulutku, kubiarkan apa yg dia lakukan dan harus kuaikui, dia benar2 deorang pencium yang hebat bahkan handal. Setelah berciuman seperti itu dalam waktu yang cukup lama, Sehun berhenti dan tidur disebelahku. Dan aku menyenderkan kepalaku ke dadanya, diapun memeluk pinggangku. “I love you” bisik Sehun ditelingaku. “I love you too” jawabku tersenyum dan memeluk balik pinggangnya.

Hpnya bunyi, dan ia mengangkatnya. “Halo?… ahh.. nee.. nee.. arraseo. Oke, bye” Sehun mengakhiri teleponnya. “kenapa?” tanyaku, duduk. “aku.. umm..” Chanyeol menjawab terpatah patah..

WHAT DID HE WANNA SAY??? TO BE CONTINUED~

Advertisements

Hey Semers.....please, comment here! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s